Gap pemahaman investasi 

seandainya bunga tinggi

Satu tahun lalu ketika sedang naik taxi dibali,  penulis berbincang bincang dengan supir taxi, pak supir bercerita pernah bekerja di jakarta di sebuah perusahaan futures,  tapi hanya sebentar,  perna mempunyai nasabah tapi bikin rugi,  si pak supir merasa bersalah,  berpikir bidang itu  memang bukan bakatnya kemudian pak supir memilih pulang ke bali  bekerja menjadi supir seperti sekarang. Walaupun begitu Si pak supir masih bersemangat untuk belajar investasi lebih dalam dan banyak bertanya tanya ke penulis.

Karena ngobrol2 dengan supir taxi itu penulis menjadi berpikir sebenarnya betapa banyaknya orang yang ingin lebih paham pada investasi namun tidak tahu bagaimana caranya..

yang ada entah karena ketidaktahuan mereka atau juga karena keserakahan mereka malah terjebak pada investasi yang salah,  malah yang lebih pahit lagi duit mereka sampai habis merugi

simple saja contoh pak supir tadi, berpikir tidak berbakat bekerja difutures maen forex atau komoditi adalah suatu sudut pandang yang keliru. apakah kalau kita kalah berjudi kemudian berpikir tidak berbakat?  tentu engak donk, itukan judi bukan investasi

penulis menyadari kebutuhan masyarakat indonesia akan investasi dan bimbingan begitu besar,  namun sayangnya tingkat pemahaman saat ini terlalu rendah,  ada gap yang besar antara ketersediaan produk investasi yang sehat dengan pemahaman masyarakat akan produk investasi tersebut

seperti pak supir itu tadi,  gitu2  dia punya looh duit 40 jutaan,  dia nanya2 kepenulis mau diapakan ini duit. kalau buat beli tanah / rumah masih belum cukup

akibatnya pertumbuhan investor baru berjalan ditempat,  sementara masyarakat yang siap berinvestasi bingung mau kemana,  akhirnya malah termakan iming2 investasi bodong..  investasi yang benar bagi masyarakat  sejauh ini paling investasi beli tanah / rumah, masih gitu –  gitu aja dari dulu.

sementara belum banyak tersedia edukasi / guidance yang menjembatani orang2 yang siap berinvestasi itu tadi.  entah karena secara bisnis kurang menarik atau memang tidak ada yang sadar

Ada tantangan besar disini,  langkah pertama adalah membuat masyarakat paham terlebih dahulu investasi yang benar seperti apa,  berapa besar potensi return nya,  apa risikonya.

Supaya tidak ada lagi cerita tertipu berinvestasi pada perusahaan yang menawarkan fixed return  3% setiap bulannya

kalau orang minjem  pakai kta aja bunganya cuma 15% setahun,  ngapain coba ada perusahaan yang menawarkan fixed return 3% sebulan / 36% setahun??  memangnya mereka sedang beramal??
Penulis berharap melalui blog ini mampu membangun jembatan darurat untuk menutup gap itu,  dan kelak membuat platform supaya jembatannya dibangun permanen 😉

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: