Berapa sih untungnya main saham ??

market-volatility-swings-2015-option-trading-charting-technical-analysis-etf-active-investor-education

Sudah umum kita membaca dalam kamus “high risk & high return” yang paling memberikan potensi paling tinggi returnnya adalah saham. Kalau kalian bertemu dengan financial planner, agen asuransi, dan agen – agen penjual mimpi lainnya, kalian akan ditunjukkan chart IHSG dari tahun 2000 sampai sekarang yang menunjukkan pertumbuhan luar biasa sampai ribuan persen naiknya ( woww !!! )

Benarkah keuntungannya bisa sampai setinggi itu ? bila kita melihat IHSG tahun 2003 ketika baru memulai fase boom komoditi sampai 2008 sebelum krisis subprime mortgage maka hasilnya menakjubkan, memang betul keuntungannya bisa sampai ribuan persen. Merem aja tunjuk saham komoditi yang mana, pasti naek.

Difase ini banyak orang kaya – kaya baru yang menjadi tajir karena maen saham, beberapa dari mereka dilabeli ekspert dan sekarang menjadi pembicara, pengajar, atau penulis buku =P . Namun bila kita bermain saham dari tahun 2013 sampai sekarang akhir 2016, maka hasilnya IHSG tidak kemana mana, makanya belum ada muncul lagi pembicara expert yang kaya karena maen saham 😛

Selama periode 3 tahun terakhir harus diakui bukan momentum yang menarik berinvestasi di IHSG, bila ditimbang timbang jauh lebih baik deposito dengan risiko jauh lebih rendah dan return yang jauh lebih baik.

Lalu seberapa besar untungnya bermain saham ??

Dalam satu tahun ada saja beberapa saham di IHSG yang naik bisa ratusan persen, bahkan tahun ini ada saham Indofarma yang naik hingga ribuan persen. Namun di IHSG terdapat lebih dari 500 saham, apa pertimbangannya kita bisa sehoki itu membeli saham indofarma diawal tahun dan untung ribuan persen ? kalau kita tidak ada dasar, maka baru untung dua puluh persen juga sudah gemeteran terus kabur take profit. Bicara fundamental sudah tidak logis, bicara teknikal lebih konyol lagi. Orang yang bisa menikmati keuntungan ini ga jauh2 pasti krn dapat “info”,  BS kalau bilang hasil analisa.

Bukan barang baru mendengar orang menjadi tajir melintir karena informasi orang dalam / insider trading,  di negara tetangga bahkan sampai ada yang bisa beli klub papan atas Eropa hasil beginian 😈. Namun untuk kita investor individu mencari rejeki dari info2 beginian juga sulit, bila dulu mencari gosip itu susah, sekarang diera teknologi informasi gosip itu melimpah ruah, sulit membedakan yang tingkat akurasinya tinggi atau tidak. Hari ini bisa untung besar, besok rugi besar, pada akhirnya ya sama2 aja. Hanya kalangan Ring 1 yang bisa memaksimalkannya.

Bila kita berinvestasi disaham small cap potensi untung besar bisa puluhan persen setahun,  namun potensi rugi juga besar,  bisa sekali rugi lebih dari 50% setahun. Sementara kalau kita hanya berinvestasi disaham big cap,  daripada kita capek –  capek pelototin berita, baca Koran,  lebih baik kita beli reksadana saja,  supaya manager investasi yang mengelola buat kita. Untungnya kurang lebih sama.

Perlu dicatat ketika kita berinvestasi saham, jangan melihat dari keuntungan saham secara satuan, tapi lihatlah secara total dana kita yang diinvestasikan disaham, baik yang sudah direalisasikan menjadi cash ataupun yang sedang dalam posisi memegang saham. Itu baru cara menghitung investasi yang tepat.

Dari pengalaman penulis pribadi dapat dikatakan rasio orang yang untung main saham itu hanya sekitar 2 : 100 .. pahit memang, tapi itulah kenyataan yang penulis lihat selama ini. Terlalu banyak faktor yang membuat investor individu berakhir merugi. Baik secara psikologis, pemahaman investasi dan lain – lain

memang betul terdapat orang – orang kaya karena bermain saham, terutama ketika periode boom komoditi 2003 – 2007. Namun sulit memperkirakan kapan momentum itu akan datang lagi. Saat ini harga batubara naik bukan karena ekspansi global,  tapi justru karena China meng cut supply dampak terus melambatnya pertumbuhan.

Diperiode boom komoditi investor bermain saham untung ratusan persen dalam 3 tahun bukan sesuatu yang aneh. Sama halnya pada periode boom properti kemarin di 2009 – 2013, bukan hal yang aneh untung bisa 100% hanya kurang dari 3 tahun,  belum lagi kalau yang leverage pakai kpr,  luar biasa untungnya pasti.

Namun dalam kondisi normal keuntungan yang kita ekspektasikan tidak akan jauh lari dari fundamentalnya. Untuk saham Big cap seperti Astra Unilever,  laba bersih bisa tumbuh double digit 10-20% setahun sudah prestasi,  maka kurang lebih kita juga mengekspektasikan keuntungannya dari kenaikan saham juga sekitar itu.

Sementara bila kita bermain saham small cap dimana didominasi perusahaan yang lebih kecil dan sedang berlari,  sudah sewajarnya pertumbuhan lebih kencang dan dapat memberikan return hingga 2x dari big cap, namun juga sejalan dengan risikonya.

Hal yang tidak mudah ketika berinvestasi saham adalah kita tidak tahu apakah kita masuk pada periode tinggi atau rendah.  Oleh karena itulah dalam financial planner selalu dianjurkan ketika berinvestasi disaham kita harus secara jangka panjang,  melewati fase roller coaster itu tadi.  Berdasarkan historical IHSG dalam 20 tahun terakhir maka 3 – 4 tahun adalah waktu minimum yang tepat untuk berinvestasi disaham. Kalau ga siap selama itu yauda banyakkin dideposito saja investasinya 😝

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: