IHSG mau keberapa ??

Pak IHSG mau keberapa siih ??

tentu kalian pernah mendengar kata – kata ini. sering sekali saya sering mendengar pertanyaan – pertanyaan ini dari pemain saham, nasabah, ataupun sales. Mereka menanyakan hal – hal seperti ini pada orang – orang yang mereka anggap “ekspert”

Bukannya penulis sirik karena ga ditanya ( looh?? )
Menurut penulis ada pemahaman yang salah mengenai investasi selama ini sehingga berpikir para “ekspert” ini lebih paham dari mereka. In some case ya, tapi mereka tidak tahu segalanya, apalagi kalo sampai menanyakan besok IHSG mau keberapa =P

Tentu dengan profesi mereka yang bergelut pada dunia investasi setiap harinya, para pakar investasi ini lebih paham dalam beberapa hal, namun ada teritori tertentu yang mereka juga tidak tahu, hanya Tuhan yang paham, namun beliau ga maen saham =P

memang kita sebagai investor kalau sedang galau paling gampang menanyakan pada orang yang kita anggap lebih paham dari kita. Namun kebiasaan ini kerap juga membawa kita kejurang. Karena sekali lagi, pengetahuan para pakar investasi ini terbatas hanya sampai tahap tertentu, selebihnya adalah uncharted teritory that nobody knows, makanya para pakar investasi ini masih tetap bekerja mencari uang, ga main saham doank dirumah, sederhananya begitu

Untuk menghindari kesalahpahaman yang terus berulang – berulang, dan sebagai investor awam sendiri kita menjadi selalu tidak percaya diri pada kebijakan investasi kita, ada baiknya kita melihat kembali dulu kondisinya

 

Begini maksud penulis..

Dalam hirarki para pakar investasi di IHSG kita dapat membagi menjadi beberapa tingkat dari yang tertinggi :

  1. Fund Manager
  2. Analyst / research
  3. Financial Consultant / broker / sales bank

 

Fund Manager adalah orang yang bertanggungjawab mengelola dana nasabah untuk diinvestasikan pada IHSG. Para fund manager pada umumnya memulai karir sebagai analyst / research. Tentunya dengan profesinya sebagai pelaku pasar yang langsung bersinggungan pada pengelolaan investasi di IHSG, orang – orang dengan profesi ini memiliki pengetahuan dan pengalaman yang tinggi. Namun ada satu hal yang maha pentiiing untuk dicatat !!! dari dana kelolaan mereka, 80% minimum harus diinvestasikan pada saham, jadi apapun kondisinya dana kelolaan mereka hampir semuanya selalu berada disaham.Mereka bukan orang yang berjudi karena melihat IHSG yang sedang tidak bagus maka memutuskan semua  dijadikan kash dahulu, lalu saat IHSG berada dititik terendah mereka langsung menconvert semuanya menjadi saham. tidak, ga  begitu. Mereka selalu mengikuti swing dari IHSG, perfomance dari dana kelolaan mereka tidak akan jauh dari pergerakan IHSG, bila IHSG sedang minus dalam, maka dapat dipastikan dana kelolaan mereka juga minus dalam, begitu juga sebaliknya. Bahkan faktanya dalam beberapa tahun terakhir hanya sedikit sekali dari fund manager yang mampu mengalahkan perfomance dari IHSG secara konsisten.

 

Analyst / research adalah orang yang melakukan riset terhadap suatu perusahaan pada IHSG, pada umumnya mereka bertanggung jawab menganalisa saham pada beberapa sektor usaha, misalnya batubara dan perbankan. Mereka melakukan analisa terhadap kinerja keuangan perusahaan, bertemu dengan management dan melihat outlook pada perusahaan itu untuk meningkatkan kinerja kedepannya. Semakin dalam mereka memahami perusahaan tersebut, semakin detail mereka memahami bisnis modelnya, proyeksi keuangan, dan akurasi memprediksi laba bersih berdasarkan financial modeling yang mereka buat, maka mereka merupakan analyst yang semakin bagus. Namun yang mempengaruhi laba bersih perusahaan adalah fundamental dan kebijakan dari perusahaan itu sendiri, sementara yang mempengaruhi pergerakan saham itu banyak faktor seperti kondisi global, supply&demand, ekonomi domestik, fund flow, market sentimen, dll. Betul dalam jangka panjang harga saham akan merefleksikan kondisi fundamentalnya, namun seberapa panjang kita tidak tahu, bisa setahun atau bahkan lebih. Perusahaan yang bagus juga pada umumnya dihargai dengan valuasi yang lebih mahal karena semua orang tahu perusahaan itu bagus, sekarang jamannya teknologi informasi, everybody know everythings. Makanya ada saja analis hebat dari sekuritas asing yang tidak bermain saham, karena jago menjadi analis belum tentu berbakat menjadi investor.

Financial consultant / broker / sales bank. Ini merupakan posisi terendah dalam kategori “ekspert”. pengetahuan yang mereka dapat adalah dengan membaca berita/riset setiap hari, dan update yang diberikan oleh para analis, fund manager itu. Tentu level pemahaman mereka dibawah dari 2 kategori diatas tadi, karena mereka tidak pernah melakukan analisa sendiri secara komprehensif hingga mendalam kemudian membuktikan tesis mereka benar dibandingkan fakta yang ada. Yang mereka lakukan adalah membaca berita setiap hari, mendengar update orang yang lebih “ekspert” lalu mengambil kesimpulan jual atau beli. memang dengan pengalaman bertahun tahun mereka akan lebih punya “sense” dipasar, namun itu tidak lebih dari tebak – tebak berhadiah

 

Penulis tidak memasukan ekonom ataupun analis teknikal, karena ekonom menganalisa makro ekonomi bukan investasi, dua hal yang berbeda, seperti saya mengatakan analis super hebat ada saja yang tidak main saham, karena faktor penggeraknya berbeda. sementara analisa teknikal merupakan seni berinvestasi, dalam analisa teknikal kuncinya lebih bagaimana membangun disiplin, karena kita seperti berbicara teori probabilitas, berdasarkan chart seperti ini maka idealnya kita ambil posisi beli, dari 10x percobaan bisa 7x benar 3x salah, kita harus disiplin bila benar kita beli bila salah kita cut loss, terdengar sederhana namun tantangannya besarnya disini, karena pada umumnya kita sulit menerima kekalahan, menyangkal dan terus membiarkan kerugian kita semakin besar.

Pelaku pasar yang benar – benar berani mengambil posisi berlawanan dari IHSG bila menurut mereka kondisi tidak baik disebut hedge fund, mereka umumnya adalah orang2 hebat dengan tingkat edukasi dan intelegensia sangat tinggi. Hedge fund di Indonesia tidak lazim, banyak kita dengar hedge fund itu di US, salah satu contoh hedge fund terkenal adalah george soros. Namun faktanya saat ini di US sendiri bisnis hedge fund terus menurun, hanya sedikit dari mereka yang mampu mengalahkan indeks/benchmark. Sebagai gantinya saat ini lebih banyak etf / passive fund, daripada capek2 membayar analis/fund manager dengan harga mahal namun hasilnya kalah terus dari benchmark ( tolak ukur), lebih baik membuat portfolio yang mirip dengan indeks, mimicking.

 

Secara jujur inilah kondisi investasi yang ada sesungguhnya. IHSG dari tahun 2013 sampai sekarang masih tetap dilevel 5.000an, otomatis kalau kalian berinvestasi pada 2013, ya duitnya ga kemana mana, pahit memang, mendingan deposito.

Namun kondisi ini tidak akan berlangsung selamanya, penulis tetap percaya in the long run IHSG memberikan keuntungan diatas aset investasi lain, dengan didukung fakta ekonomi Indonesia juga sedang dalam fase terus bertumbuh, berbeda dengan China yang pertumbuhan perlahan lahan menurun.

Cara sederhananya kalau kalian ingin berinvestasi di IHSG kita tunggu saja IHSG koreksi, sejak krisis 2008 IHSG koreksi paling dalam sekitar -20% setelah itu membal naik, naah kalau nanti IHSG terkoreksi sebesar itu dari level tertingginya maka merupakan waktu yang tepat untuk masuk, tinggal sabar -sabaran nunggu kapan koreksi sebesar itu lagi 😉

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: