Waktunya Beli atau Jual Nih ??

Melihat kondisi pasar yang terkoreksi cukup besar walaupun masih terhitung cukup positif bila dilihat dari awal tahun membuat kita yang hendak berinvestasi menjadi bingung. Sekarang saat yang tepat untuk beli atau saatnya jual ??

Menengok dari awal tahun, kejadian yang serupa terus berulang ulang. Ketika IHSG berada dilevel 4500an pada awal tahun mayoritas masyarakat takut mencemplungkan investasinya di IHSG ( hanya sedikit saja kontrarian ), sementara pada saat IHSG rally dan menembus angka 5.000 tiba- tiba peminat untuk investasi menjadi banyak sekali tertarik masuk dilevel 5.100, 5.200, 5.3000 dll. Eufora ini terdorong baik dari investor individu, sales, bahkan para manager investasi. Kemudian ketika IHSG terkoreksi hingga berada diperbatasan 5.000 seperti sekarang, banyak yang menjadi bingung, sekarang beli atau jual ??

 

Indonesia Stock Market (JCI)

Penulis mencoba mengesampingkan concern yang terjadi sekarang dan memfokuskan pada psikologi pasar yang terjadi. seharusnya bukan mempertanyakan beli dan jual, tapi kenapa baru nanya sekarang ??? nobody knows !!! para expert itu dibayar untuk bicara, bukan dibayar untuk selalu benar, karena bila untuk selalu benar maka saat ini mereka semua menjadi pengangguran.

Dapat dilihat pada chart memang sewajarnya pasar mengalami fluktuasi naik turun, namun secara jangka panjang pasar terus menguat.

Bila berbicara secara harian, hal yang tidak masuk akal untuk memperkirakan pasar akan naik atau turun, karena dalam periode pendek pergerakan pasar lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen. Dan mengukur sentimen pasar adalah hal yang hampir mustahil, karena terlalu banyak faktor didalamnya. Namun bila berbicara pada periode yang lebih mid term ke long term maka akan lebih mudah untuk memprediksi pasar, karena dengan periode yang lebih panjang kita lebih dapat membaca pattern dari pergerakan harga yang merepresentasikan fundamental dan fakta – fakta yang ada. Kita menjadi lebih memahami point – point penting apa saja yang membuat harga bergerak demikian. Dengan potensi seperti ini, fundamental saat ini seperti ini, maka pasar dapat menyentuh level sekian dalam satu – dua tahun kedepan. Naah itu lebih masuk akal.

Bila kita mengacu pada buku teori ataupun rekomendasi dari financial consultant berinvestasi pada saat pasar dalam kondisi baik, maka kita akan kembali terjebak dalam lubang yang sama, berinvestasi dititik antara tengah dan tertinggi dari rally harga pasar.

well, menganjurkan berinvestasi pada saat pasar sedang berdarah – darah tentu membawa risiko yang besar, dan bukan hal yang bijak dilakukan oleh para financial konsultan. Ada risiko korporasi yang dibawa disini, dimana kredibilitasnya merekomendasikan beli saat pasar mau ambrol ??. Naah disinilah dilema besar yang sulit diungkapkan oleh para financial consultant, walaupun dari segi investor individu, mereka sendiri juga ketakutan pada saat pasar terkoreksi besar. Karena pada umumnya mereka kurang memahami investasi, tak tau risikonya, dan langkah paling safe yang diambil adalah cash is king !!

sebenarnya para manager investasi yang terbilang expert juga tidak pernah bisa benar – benar tau dampak dari risiko dan mengukur setiap risiko secara terperinci. investasi bukan hanya matematika, unsur psikologi berperan sangat kuat disini, sentimen pasar bisa bergerak dengan sangat cepat

Tidak perlu mengetahui segalanya terlebih dahulu sebelum memulai investasi. Kata – kata dari investor legendaris dunia Warren Buffet sudah memberikan point yang sangat kuat kapan memulai berinvestasi. “ Be greedy when others fearfull, and be fearfull when others greedy“. banyak – banyaklah berinvestasi ketika semua ketakutan melihat kondisi pasar yang tidak menentu, dan take profit lah ketika pasar sudah dalam euforia. Penulis gemar sekali masuk dalam porsi besar ketika pasar terkoreksi besar, namun masih kesulitan untuk take profit ketika dalam euforia, karena penulis sendiri terbawa dalam euforia itu =P

Untuk melengkapi quote dari warren buffet tadi ada beberapa point yang tepat kapan be greedy ( belii ! borong !! borooong !!! ) ketika orang2 ketakutan berdasarkan data – data historis

  • sejak krisis subprime 2008, IHSG hampir setiap 2 tahun terkoreksi sekitar 20% dari level tertingginya. kalau mengikuti teori mati kita, karena dalam teori market bearish / koreksi bila telah turun 20% dari level tertingginya. Teori ini tidak relevan karena justru ini merupakan titik membal IHSG dalam 7 tahun terakhir.
  • kejatuhan pasar 2x lebih cepat dari kenaikannya. Normalnya setelah mengalami periode kejatuhan, pasar akan berada dalam fase konsolidasi, secara psikologi para investor skeptis difase ini. Dan sebenarnya inilah titik terbaiik untuk aksi borooong dipasar !!
  • Sementara ketika pasar / IHSG mengalami rally, apabila setelah mengalami rally yang cukup besar, naik 20% dari level terendah, namun dalam 2 – 3 minggu tidak berhasil menembus level yang lebih tinggi, maka saat itulah pasar rawan dalam koreksi

 

dan kalau kalian bertanya lagi jadi sekarang atau beli ?? well ,saat ini pasar dalam persimpangan, saya enggan mengambil risiko yang lebih besar ketika pasar dalam kondisi nanggung seperti ini. Bila time horizon kalian jangka panjang ok2 saja masuk dilevel saat ini dengan melakukan akumulasi beli, namun dalam periode jangka pendek kita tidak tahu mau dibawa kemana IHSG, makanya bukan momentum yang tepat untuk melakukan aksi borong dititik ini.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: