supir taxi

Seperti kalian ketahui awal mula penulis memiliki ide untuk membuat system / apps / program entah apalah disebutnya mengenai investasi adalah ketika penulis mengikuti conference capital market di Bali. Mendengarkan antusiasme si supir taxi dalam perjalanan mengenai bagaimana berinvestasi yang baik ( baca ini ) . Kebetulan penulis pernah mengcover sector transportasi jadi kurang lebih penulis tau penghasilan supir taxi ada dirange berapa. Ya ga jauh – jauh dari standar UMR Jakarta ternyata sekitar 2,5 juta. Lebiih gede penghasilan gojek ternyata, pantesan banyak yang hijrah ke uber, dapetnya bisa lebih banyak

Sementara gimana dengan karir mereka ?? supir ?? karir ??? hemm..

sulit mengatakan karir untuk profesi ini. Lebih memungkinkan bila mereka pindah bekerja menjadi gojek, grab yang bisa menawarkan penghasilan lebih baik, atau bersedia mengambil risiko kredit mobil lalu mengemudikan sendiri mobil uber. Ambil yang cicilan 3 – 4 juta sebulan, sementara pendapatan menarik uber antara 10 – 15 juta sebulan. Dikurangi cicilan dan bensin masih bisa mendapatkan kira2 5 juta sebulan ( naik 2x lipat dari gaji supir taxi !! ), belum lagi cicilan ini nanti membuat mobil menjadi milik sendiri seutuhnya. Kalau beli dengan harga 120 juta, at least 5 tahun kemudian masih ada nilai 70% nya sekitar 85 juta, setara dengan kerja 3 tahun jadi supir taxi.

Balik ke profesi sebagai supir taxi. Mungkin ga sih profesi menjadi supir taxi bisa mendapat kemandirian finansial ?? well dalam teorinya finansial planner idealnya 15 – 25% dana disisihkan untuk investasi. Namun kalau penghasilan hanya segitu, apalagi kalau sudah punya anak dan istri kayaknya bakal tekor malaah

Anggap uang sekali makan mereka sepuluh ribu. Dengan makan pagi yang lebih murah, biaya makan sehari sekitar 25 ribu. Maka kalau kita kalikan 30 hari menjadi 750 ribu. Kalau biaya makan segini, bila punya anak dan istri yang tidak bekerja jelas tidak akan nutup karena 750 ribu dikalikan 3 orang sudah menjadi 2,25 juta. Kalau situasinya seperti ini solusinya jelas istri harus bekerja, tidak ada pilihan lain, kalau ga ya bakal tekor terus, calon – calon kelilit hutang

Ok kita asumsikan si supir single dengan uang makan 750 sebulan. Sementara biaya kontrakan asumsi 500 ribu sebulan, ditambah pengeluaran transportasi 250 ribu maka total menjadi 1,5 juta. Dari sini masih ada ruang satu juta selisih dari penghasilan 2,5 juta sebulan. Dari 1 juta sekitar 20% mampu disisihkan setiap bulannya untuk investasi atau 200 ribu. Dengan jumlah yang sangat kecil tentu pak supir memilih asset investasi yang bisa memberikan return paling besar yaitu IHSG ( melalui reksadana )

Mari kita hitung :

-Asumsi menyisihkan uang 200 ribu setiap bulannya untuk diinvestasikan

-Asumsi investasi dari umur 30 tahun, dan berinvestasi selama 15 atau 20 tahun

-Dalam jangka waktu itu keuntungan rata – rata setahunnya 18%

-karena tidak membuat asumsi kenaikan dana investasi yang disisihkan setiap tahunnya, maka tidak ada asumsi inflasi alias 0, nilai investasi nanti 15 atau 20 tahun nanti sama dengan nilai sekarang

Maka hasil yang didapat bila berinvestasi selama 15 tahun adalah 184 juta, sementara dalam 20 tahun hasil yang didapat adalah 468 juta..  melihat selisih yang signifikan mari kita gunakan dana investasi 20 tahun kemudian sebagai asumsi..

 

naah ketika usia 50 tahun dapatkah mereka berinvestasi dengan dana ini ??

asumsikan pak supir memiliki 2 anak.. biaya makan dan tinggal kita asumsikan sama

-biaya makan sebulan 1,5 juta sebulan x 12 bulan x 4 orang = 36 juta

-biaya tinggal 500 ribu x 12 bulan = 6 juta

-biaya transportasi 250 ribu x 12 bulan = 3 juta

total biaya hidup setahun adalah 45 juta.. tentu ini merupakan biaya paling minimal dengan mengesampingkan biaya pendidikan anak,kenaikan taraf hidup, dll

dengan dana investasi kita bulatkan menjadi 500 juta setahun. dana tersebut didepositokan bunga 5%, maka bunga yang didapat sekitar 25 juta setahun

angka ini sayangnya masih belum cukup untuk menunjang kebutuhan mendasar dari pak supir. kurangnya dana ini akan menguras nilai investasi pak supir perlahan – lahan, dan akan habis dalam 10 tahun

Hal yang lebih ideal bila pak supir mengejar mimpi meraih kebebasan finansial adalah menaikkan investasi pak supir menjadi 2-3x lipat setiap bulannya untuk menutup kebutuhan mendasar pak supir dengan  bunga yang didapat dari hasil deposito. Itu berarti pak supir harus berinvestasi setiap bulannya 400 – 600 setiap bulan, berat memang, namun hanya itu solusi yang ada bila pak supir ingin meraih kebebasan finansial dalam 20 tahun kedepan dengan pekerjaan yang sama

life is a choice brother..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: