Bond itu apa yaa

Jujur aja pasti banyak masih banyak orang yang belum benar2 paham apa itu bond / obligasi. Seperti investasi di bond itu bisa rugi aja masih banyak yang belum paham.

Untuk mengedukasi investor / klien akan pemahaman bond itu sendiri juga gampang – gampang sulit. Tidak semua investor/ nasabah berduit itu melek finansial. Seperti pengusaha glodok atau ibu rumah tangga yang banyak uang misalnya, sulit untuk mensosialisasikan pemahaman yang betul. pertama mungkin karena tidak punya waktu, kedua mereka lebih tua sehingga enggan “dikuliahi”, ketiga karena mereka nasabah maka mereka adalah raja, yang mengambil kendali apa yang mereka mau. Umumnya mereka hanya mau dengar yang gampang2 saja, bisa untung berapa ? berapa lama investasinya ? ” kaloo lama saya ga mauu loo.. ”

Mari kita kesampingkan mengenai masalah ini dan fokus untuk memahami apa itu bond ??

Begini kita coba melihat dari sudut pandang perusahaan supaya lebih enak.. Misalkan  perusahaan ABC membutuhkan tambahan dana untuk ekspansi usahanya, maka perusahaan ABC memiliki dua solusi untuk menambah pendanaan, pertama dari ekuitas/saham dan kedua, hutang. Kita fokuskan pada hutang, disini pun dapat dilakukan dengan beberapa cara, misalnya hutang dengan minjam kepada bank, sulitnya perusahaan harus menjaminkan assetnya dan membayar bunga beserta pokok setiap bulannya. Cara kedua adalah menerbitkan surat hutang / obligasi / bond !!

naah disini enaknya perusahaan tidak perlu menjaminkan assetnya, ada lembaga independen ( lembaga rating ) yang menilai rating surat hutang perusahaan ini apa sehingga layaknya harus membayar bunga hutang berapa setiap tahunnya ( semakin rendah rating tentu semakin tinggi bunganya ). Pembayarannya pun dilakukan dengan membayar bunga setiap periode dan pada saat jatuh tempo baru membayar hutang pokoknya.

Apa sih uniknya Bond itu ? berbeda dengan hutang bank yang membayar bunga+pokok hutang, bond hanya membayar bunga saja,baru saat jatuh tempo membayar pokoknya. Dan kelebihannya surat hutang ini diperdagangkan dipasar sekunder seperti saham. ketika perusahaan menerbitkan bond maka pokok hutangnya dinilai 100, dan asumsi bunga hutangnya 10%. Nah selama berjalannya waktu hutang yang bernilai 100 itu akan naik turun menyesuaikan kondisi pasar hingga kembali kelevel 100 lagi pada saat jatuh tempo.. Kalau misalkan setelah 2 tahun tren bunga hutang Indonesia akan naik ke 12%, maka bunga hutang 10% tidak menarik donk. Hal yang terjadi adalah harga bond akan turun misalkan ke 80. Secara efektif bunga yang kita dapat tidak lagi 10% namun lebih, hitungannya simple aja 10/80 = 12,5%. Ini yang dinamakan current yield, naik turunnya harga bond akan dipengaruhi kondisi pasar terutama inflasi dan suku bunga

 

Kalian pasti pernah dengar ORI kan ?? naah itu juga surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah. Bila umumnya pemerintah menerbitkan surat hutang dengan minimal pembelian 1 miliar, maka melalui ORI kita bisa membeli dengan angka minimal 5 juta saja, ORI ini memang diperuntukan untuk pembeli ritel / individu, makanya bisa dibeli dengan nominal yang kecil

 

Menilai kualitas dari bond ini berbeda dengan saham. Bila saham dihargai dari growth dan laba bersih, maka menilai bond sudut pandangnya berbeda

 

Sebagai investor bond / surat hutang kita tidak diuntungkan apabila perusahaan mengalami growth yang luar biasa dan membukukan keuntungan yang luar biasa, karena yang kita terima tetap sama, bunga + pokok hutang. Yang kita utamakan adalah kesehatan keuangan dari perusahaan yang menerbitkan surat hutang, mampu ga mereka bayar sampai lunas ??

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: