Dongeng Bernama High Risk High Return

“anak – anak perlu kalian ketahui, yang namanya berinvestasi itu high risk high return, yang paling rendah risikonya itu menabung/deposito, kemudian obligasi/ ORI, dan terakhir saham. Semakin tinggi risikonya maka jangka waktu investasinya harus lebih panjang..”

Kira – kira seperti itulah pemahaman yang kita dapatkan dibangku sekolahan, seminar, buku, ataupun dari financial planner yang kita jumpai.

Berbekal pengetahuan yang kita dapatkan maka mulailah kita berinvestasi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik dimasa depan. Beberapa yang risk taker berinvestasi langsung disaham atau direksadana berbasis saham.

apalagi dalam masa – masa panen saham, sering terdengar bisikan dari relasi ataupun financial planner betapa mudahnya mencari keuntungan bermain saham, akhirnya kitapun tergiur dengan potensi keuntungan yang menjanjikan, walaupun kita tahu kita sebenarnya bukan tipikal yang gemar mengambil risiko.

Lalu benarkah investasi disaham lebih menguntungkan ? terlebih dalam jangka panjang ?

Bisakah investasi kita tinggal tidur tanpa mengikuti perkembangan sama sekali ?

Mari kita lihat fakta sesungguhnya dilapangan, betulkah investasi disaham lebih untung dalam jangka panjang. Disini saya menggunakan JCI atau biasa kita kenal IHSG, kumpulan saham di indonesia, untuk mengukur kinerja saham maka JCI merupakan patokan yang tepat. Kemudian saya menggunakan contoh produk manulife pendapatan bulanan II yang memiliki kinerja relatif mirip dengan ORI ( obligasi / surat hutang untuk retail pemerintah tenor 3 tahun ), dan terakhir saya menggunakan Mandiri investa pasar uang, ini sama saja dengan deposito 6 – 12 bulan. Perlu diingat saya sama sekali tidak terafiliasi dengan perusahaan tersebut, ini hanya sebagai contoh.

Berdasarkan gambar dibawah dapat dilihat return satu tahun terakhir 02/29/2016-02/28/2017 IHSG jauh lebih unggul, annual eq ( rata – rata keuntungan setahun ) mencapai 15,06% sementara Manulife hanya 7,27% dan mandiri hanya 5,90%.. ok dalam setahun terakhir investasi disaham jauh lebih menarik ! waah mesti investasi disaham lebih banyak dan lebih panjang niiih..

16-17

OOOOUUU !! ternyata investasi dua tahun terakhir 2015 – 2017 disaham kita malah nyariiis rugii !!! hanya naik 0,5% pertahunnya, padahal kalau kita beli ori atau deposito rata – rata untungnya sekitar 6% pertahun

hemm mungkin kurang panjang jangka waktu investasinya.. yauda coba kita panjangkan lagi, namanya juga high risk high return..

15-17

Masyaauloooh !!! investasi disaham / IHSG 2013 – 2017 naiknya ga nyampe 3% pertahun dalam 4 tahun terakhir !!. taro di ori malah lebih untung dapat 5%/tahun.. deposito ? malah lebih baguuus lagi, konsisten sekitar 6% setahun !!

Ok ok kata financial planner investasi yang berisiko harus long term ( jangka panjang ), yauda yauda coba kita lihat contoh investasii yang loooong teeerrrmm..

13-17

Luaar biasaaaaaa !!! bila kita investasi saham dishanghai dalam 10 tahun terakhir, maka rata – rata keuntungan setahun,, eeh ralat,, rata – rata kerugian setahun -3,7% ( gambar bawah kiri ). Kalau kita investasinya saham jepang dalam 27 tahun terakhir maka rata – rata rugi ( lagi ) -2,6% setahun ( gambar kanan bawah ).. luar biasa 27 tahun kawan !! hampir seluruh usia kerja kita..

sh-nk

Sudah kita lihat fakta sesungguhnya diatas investasi saham diindonesia 2 – 4 tahun terakhir malah kalah dari ORI atau deposito. Investasi saham dijepang malah rugiii dalam 27 tahun terakhir,makanya ga heran orang jepang cari investasinya diluar negeri kan 😉

Penulis tidak bermaksud mengubah teori high risk high return dimana potensi return saham paling tinggi, itu benar adanya..

namun fakta dilapangan saat ini terdapat kondisi – kondisi yang mengakibatkan lebih untung deposito daripada saham. Apalagi kita ketahui saham itu fluktuatif ( kelihatan sekali dari chart diatas ), dan fluktuasinya bukan dalam hitungan bulan, tapi tahun !!

sementara ketika kita membuat financial planning untuk jangka panjang, kita akan mereview kembali hasil investasi kita setiap 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun. BS laah kalo bilang kita investasi terus tinggal tidur, itu namanya orang yang uda ga butuh duit !!

Naah kalau kita lihat hasil investasi kita di IHSG/saham dalam 3-4 tahun malah lebih rendah dari deposito, apa masih mau kita investasi di IHSG ?

makanya tidak heran kita sering mendengar orang yang kapok berinvestasi di IHSG. Apalagi kalau main saham langsung, fluktuasinya lebih tinggi, lebih sulit diprediksi, semakin banyak faktor X, makin banyak lagi investor yang modar =P

Sebagai gambaran saja sebenarnya kenapa investasi dijepang dan shanghai menurun, karena tren pertumbuhan ekonomi mereka terus menurun yang akhirnya terefleksi pada kinerja sahamnya. Penulis percaya Indonesia masih diperiode bertumbuh, namun fluktuasi yang terjadi itu bisa panjang, bisa menahun, ga mudah menerima hasil investasi kita merugi bertahun – tahun pastinya.

Karena risiko fluktuasi yang tinggi dan hanya Tuhan yang tahu kapan IHSG sedangtinggi atau rendah, maka cara investasi yang dicicil setiap bulan atau periode tertentu atau biasa kita kenal dollar cost averaging itu lebih aman daripada kita langsung mencemplungkan semua dana kita dalam satu waktu atau biasa disebut lump sum. Dan malah lebih baik kita menginvestasikan dana kita lebih besar ketika IHSG sedang turun banyak, bukan lagi naik !! tapi sayangnya kita selalu terjebak dalam perilaku ikut – ikutan yang baru tertarik ketika investasi sedang naik, ketika hasil investasi kita sudah untung ( butuh diubah niih mindset ini ). Dan jangan coba – coba tanya financial planner atau ekspert apapun ituu IHSG mau keberapa, they don’t know !!! 

Lalu bisakah investasi kita tinggal tidur ?

menurut saran penulis bila investasi kita semakin berisiko seperti saham, maka kita tetap butuh untuk mengikuti perkembangan, kita harus terus belajar supaya semakin memahami, berbeda dengan deposito yang tidak ada risiko fluktuasi. Untuk itu tidak direkomendasikan berinvestasi dengan bobot yang lebih besar kesaham kecuali kita sudah memahami dan siap menanggung risikonya.

*sebagai catatan bermain forex, derivatif, ataupun produk futures lainnya penulis tidak kategorikan investasi karena zero sum game.

One Comment on “Dongeng Bernama High Risk High Return

  1. Wakakak..suka nih cara penyampaiannya..
    Betul, they dont know.. Makanya kalo mau nyemplung di bisnis ini harus belajar,,bukan asal ikut..

    Btw “high risk high return” kayaknya buat warning biar ga ketipu investasi bodong om.. 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: