ketika fund manager,analis,ekonom Indonesia kompakkan salaah

“We’ve long felt that the only value of stock forecasters is to make fortune tellers look good. Even now, Charlie and I continue to believe that short-term market forecasts are poison and should be kept locked up in a safe place, away from children and also from grown-ups who behave in the market like children.”

-Warren Buffet-

Dalam salah satu quote nya Buffet mengatakan para expert investasi hanya membuat profesi tukang ramal tampak hebat. Menurut pandangan Buffet memprediksi arah pasar dalam jangka pendek tidak ada bedanya seperti Racun, dan sebaiknya menjauhkan diri dari niat tersebut..

Ketika penulis melihat situasi serupa terjadi diawal 2017 ini, penulis kembali teringat ucapan dari Opa Buffet. Di 2017 ini para ekspert investasi ramai – ramai meleset dalam membuat prediksi jangka pendek.  Begitu kompaknya para ahli ini meleset semakin menjelaskan pemahaman Buffet mengenai prediksi jangka pendek, wasting time !!

Kesalahan prediksi dimulai dari ketidaktahuan, dan ketidaktahuan itu bernama Donald Trump..

Terpilihnya Donald Trump menjadi presiden mungkin dapat dikatakan keajaiban terbesar di 2016 setelah leicester juara liga Inggris =P . Kemenangannya membuat pasar dalam ketidakpastian luar biasa, AS sebagai ekonomi terbesar didunia dapat dikatakan merupakan acuan akan arah ekonomi global. Dari pemimpin negara, pebisnis, hingga pelaku financial semuanya bingung. Ketika salah seorang direktur asset management terbesar Indonesia ditanyakan pendapatnya mengenai bagaimana arah investasi dengan kondisi ini, diapun menjawab ” emm emmm yaa akan kami digest ( cerna ) terlebih dulu hingga mendapat perkembangan yang lebih lanjut emm emmm..”

Tidak sampai 3 hari sejak Trump dilantik, pasar negara berkembang terkoreksi besar termasuk Indonesia, pasar meyakini kebijakan yang akan dilakukan Trump akan menyebabkan inflasi AS meningkat pesat dan membuat obligasi terkoreksi, sementara kebijakan proteksinya memberikan risiko pada perekonomian negara berkembang. Dari analis,ekonom, hingga para fund manager top Indonesia kompak merekomendasikan untuk menurunkan risiko. Dan benar saja obligasi Indonesia terkoreksi besar turun hingga -7% kira2 dalam beberapa bulan diakhir 2016.

Kekhawatiran pada obligasi Indonesia terus berlanjut hingga 2017. Para ekspert sepakat risiko global terutama dari AS sangatlah besar. Para Fund manager Bond ( obligasi ) ramai – ramai menurunkan durasi dimana itu berarti menurunkan risiko.

Keputusan para ekspert itu terbukti..

terbukti salaah !!!

well penulis tidak berlagak paling benar, hanya saja penulis melihat peristiwa yang lucu sekali, begitu kompaknya kumpulan para pakar ini dalam melakukan kesalahan prediksi.

Surprised or amazed redhead businesswoman

woooow

Yang terjadi pada obligasi selama periode Januari hingga maret malah menguat sekitar 5% dalam 3 bulan pertama 2017. Untuk pemain saham mungkin angka itu terasa kecil, namun untuk investor obligasi menguat 5% dalam 3 bulan itu WOOOOOW

Untuk merefresh saja bagi yang lupa.. Obligasi pemerintah merupakan surat hutang yang diterbitkan negara. Simplenya  sama seperti kita kalau berhutang wajib bayar bunga, misal 15 – 18% untuk KTA, pemerintah juga membayarkan bunga yang disebut kupon atau dalam kondisi real dipasar kita sebut yield. Buat yang sudah mengenal ORI atau SUKRI, itu merupakan surat hutang pemerintah yang dikhususkan untuk retail / individu seperti kita. Bedanya dengan hutang bank biasa, obligasi ini bisa diperdagangkan, ketika yield semakin naik maka pemegang obligasi merugi karena harga obligasi terkoreksi.

Pada awal 2017 bunga yang dibayarkan pemerintah untuk surat hutang bertenor 10 tahun adalah 7,9%. Terdapat beberapa hal yang mendasari kenapa pemerintah membayar bunga hutang sebesar itu seperti karena kredit rating yang dimiliki Indonesia saat ini, premium yang didapat dibandingkan dengan inflasi ( contoh yield obligasi secara rata – rata inflasi + 2%), dan perbandingan dengan obligasi AS yang merupakan acuan obligasi dunia. Contoh yield normal obligasi Indonesia 5% lebih mahal dari AS, maka ketika bunga hutang obligasi AS 2% normalnya Indonesia 7%, bila yield Indonesia 6% maka investor dapat mengatakan yield Indonesia kurang menarik secara spread ( selisih ) dengan AS.

bond indo maret

Apa yang terjadi di 2017 nyatanya hingga akhir maret bunga hutang pemerintah Indonesia yang tadinya dikhawatirkan naik, ,malah terus turun dari awalnya 7,9% hingga sekarang 7,0%.

Lalu apa sih yang membuat bunga hutang pemerintah Indonesia terus turun ?

Dugaan paling kuat adalah karena ditingkatkannya outlook kredit rating Indonesia oleh lembaga rating besar dunia. Lembaga rating merupakan pihak independen yang memberikan peringkat rating pada penerbit hutang, makin bagus ratingnya berarti risiko gagal bayarnya semakin rendah

Sementara dugaan penulis pribadi faktor lainnya adalah pemerintah membayar terlalu mahal !!! bayangkan saja negara seperti Filipina dan Thailand hanya membayar sekitar 4%, Singapura apalagi cuma sekitar 2%. Maka dapat dikatakan mispriced

Terlepas dari faktor yang membuat yield / bunga hutang terus turun, penulis seperti diingatkan lagi, memprediksi secara jangka pendek sangatlah sulit karena pasar kerap irasional.

Sederhananya begini, dalam 10 tahun kedepan siapa sih yang ga yakin perusahaan Indofood akan tumbuh lebih besar dari sekarang, pasti makin gede donk !! namun jika kita ditanya, “kalau minggu depan gimana ? ” maka jawabannya tentu tidak tahu..

Para Fund Manager atau para ekspert tentunya paham yield indonesia sangat tinggi dan secara jangka panjang akan terus turun, namun ketika seluruh dunia mengatakan ” ngerii boss !! ” terlalu berisiko bagi para ekspert di Indonesia untuk mengambil sikap kontrarian, risiko yang ditanggung tidak sepadan dengan kemungkinan keuntungan yang diperoleh, terlebih pendapat mereka mewakili korporasi besar, pada akhirnya para ekspert ini juga karyawan kawan 😉

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: