Berani membeli saham Batubara ?

Wacana pembatasan harga jual batubara

Setiap orang memiliki gaya investasi yang berbeda beda. Setelah mempelajari berbagai hal dan berdasarkan pengalaman yang dijalani, setiap orang memiliki ciri sendiri bagaimana mereka berinvestasi. Setelah banyak belajar ketika bekerja sebagai analis ekuitas dan berdasarkan pengalaman sendiri penulis memiliki ciri sebagai value investor ketika berinvestasi. Tantangannya sebagai value investor adalah kita melawan arus, ketika ratusan atau bahkan ribuan orang pintar memilih untuk keluar, kita sendirian masuk dan mengatakan “kamu salah ! “. Pertanyaan utama ketika kita menjadi value investor adalah Do You Dare ??

Berdasarkan 4 karakter yang penulis sebutkan di artikel tipe investor , penulis adalah SpKo, dalam berinvestasi penulis berani melakukan spekulasi besar ketika memiliki high conviction. Bukan hanya menyalahi konsep diversifikasi yang sering diajarkan financial planner untuk menurunkan risiko, penulis bahkan  berani meleverage lebih tinggi lagi dengan hutang hanya untuk satu investasi. Well, don’t do this at home, office, or everywhere !!

Namun seorang Spko adalah investor yang terkonsentrasi, lihat saja bagaimana George Soros, Warren Buffet, atau Jim Rodgers berinvestasi ketika memiliki high conviction tinggi, they do Big Bet, i mean Big Big Big Bet !!

Sementara untuk karakter seperti ReiS dan WeiS yang memiliki toleransi risiko lebih rendah, diversifikasi investasi merupakan langkah yang tepat.

Saat ini penulis memiliki high conviction besar di saham batubara Bukit Asam ( PTBA ) perusahaan batubara BUMN. Sebagai informasi saham perusahaan – perusahaan batubara terjatuh cukup dalam 10 – 25% beberapa minggu lalu akibat wacana pemerintah membatasi harga jual batubara ke PLN. Sebagai informasi harga jual batubara di Indonesia menggunakan harga pasar batubara dunia sebagai acuan. Dan PTBA sebagai perusahaan batubara Indonesia yang memiliki porsi penjualan batubara ke PLN paling besar mengalami kejatuhan paling dalam. Sekitar 64% dari total penjualan batubara PTBA dijual ke PLN

Harga saham batubara terjatuh dari 12500 hingga menyentuh 9050, koreksi 27% !! perusahaan – perusahaan investasi terkemuka baik dari domestik maupun luar negeri memutuskan untuk menjual saham ini

saham batubara, Berani membeli saham Batubara ?, SlaveBerdasi-Analisa Saham

penurunan saham PTBA karena wacana pemerintah membatasi harga

Selain itu, Riset – riset perusahaan international bergengsi mengeluarkan laporan risiko – risiko yang dimiliki PTBA baik karena besarnya risiko kerugian yang akan ditanggung bila harga jual batubara dibatasi, kesulitan untuk mengalihkan penjualan ke ekspor karena kewajiban kontrak dengan PLN, ataupun risiko harga jual batubara global

Pada kondisi seperti ini banyak perusahaan multinasional, ataupun kelas dunia memutuskan untuk menjual berdasarkan analisa yang begitu mendalam. Ketika menghadapi kondisi seperti ini seorang value investor cere dihadapkan pada ujian mental yang luar biasa, Do you Dare ? hanya sendirian berani berbeda, seakan akan Me againts The World !!

Penulis tentu memiliki argumen tersendiri kenapa menilai saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli banyak saham batubara PTBA. Berikut pandangan penulis

  1. P/E PTBA hanya 7x !! coba cari saham LQ45 ( blue chip ) yang p/e nya 7x, ketemu ga ? ini super duper murah. Kenapa ini penting ? perusahaan yang baik ketika mendapatkan keuntungan akan membagi – bagikan kembali sebagian keuntungannya kepada pemegang saham. Dengan kita membeli saham diharga murah maka rasio dividen yang kita dapatkan semakin tinggi. Dengan payout ratio PTBA berkisar 30 – 50% maka yield dividen dari PTBA bisa mencapai 7% !!! bayangin aja dari dividen doank bisa dapat 7% setahun, ga perlu berharap kenaikan harga saham. Deposito aja sekarang bunganya Cuma 4 – 5%. Ini margin safety yang didapat karena membeli diharga murah
  2. Argumen yang membuat PTBA dijauhi adalah karena apabila pemerintah memberlakukan konsep harga batubara mulut tambang maka harga jual batubara PTBA dapat turun hingga 30%. Menurut penulis ? Nooo Waaaay in Heelll !! Memang betul PLN mengalami kondisi keuangan lebih berat saat ini, tapi itu karena projek ambisius pemerintah mengejar pembangunan PLTU 35 ribu watt yang menelan duit banyak. Membangun PLTU 10 mw saja membutuhkan hampir IDR 200 miliar, apa lagi 35.000 mw !!
  3. Apabila tingginya harga batubara menjadi alasan, maka perlu diingat baru saja 1 tahun yang lalu harga batubara terjun bebas menjadi 40 dollar per ton ( saat ini kembali ke 90 ), banyak penambang gulung tikar dan membuat kasus gagal bayar dimana mana meningkat. Apabila saat ini perusahaan batubara terlihat berleha leha karena margin keuntungan yang besar, maka itu memang merupakan keuntungan dari bisnis, begitu juga risiko bisnis yang mengalami kebangkrutan tahun lalu. Bila pemerintah tidak bisa menerima itu, yasuda monopoli saja jalankan sendiri semua tambang batubara go private, tapi sulit juga kan secara ga ada modal, dan berisiko banyak tikus kalau dibikin gelap .  Melihat kondisi yang baru saja terjadi tahun lalu tentu pemerintah harus sangat berhati – hati dalam membuat kebijakan, tidak hanya berpikir short term tambal sana tambal sini
  4. Pemerintah sendiri sudah mengambil royalti sebesar sekitar 6% dari perusahaan batubara, belum ditambah pajak lain – lain. Kalau pemerintah butuh tambahan pemasukan, ya minta naikan saja rasio dividen dari BUMN , saat ini 65% saham PTBA milik pemerintah. Seperti yang dilakukan pemerintahan sebelumnya
  5. Skenario terburuk Seandainya pun pemerintah tetap membuat peraturan harga jual batubara ke PLN dicap, maka maksimal 10% lebih rendah dari harga pasar ( rasanya juga ga akan sebesar itu mengingat PLN memang selalu membeli lebih murah ). Berkaca dari pengalaman perusahaan semen dimana sebelumnya dikenal oligopoli dan membuat harga jual semen di Indonesia salah satu yang tertinggi didunia. Dengan kondisi seperti itu saja pemerintah hanya berani memangkas harga -5%. Sebagai informasi dalam kasus semen penulis setuju dengan intervensi pemerintah karena tingginya harga semen bukan terbentuk karena mekanisme supply & demand, tapi karena diikat oleh supplier, namun untuk kasus perusahaan batubara rasanya sangat konyol kalau sampai dicap, karena harga sudah transparan mengikuti harga pasar dunia, apabila margin menjadi gemuk karena harga batubara naik ya itu memang keuntungan dari usaha, begitu juga risikonya ketika harga jatuh seperti tahun lalu. Yang lebih memungkinkan menurut penulis adalah kontrak jangka panjang untuk harga, dan menetapkan price ceiling yang masuk akal, sehingga cash flow lebih dapat diproyeksi, dibandingkan dengan saat ini harga ditetapkan PLN setiap akhir tahun berdasarkan rata – rata harga batubara dunia beberapa bulan sebelumnya.
  6. Konsep harga jual mulut tambang adalah biaya menambang ditambah margin keuntungan 20 – 25%. Nah disini PTBA memiliki keunggulan sebagai perusahaan batubara dengan cadangan salah satu yang terbesar di Indonesia 3 miliar ton . Dengan banyaknya pilihan PTBA dapat menjual ke PLN batubara yang memiliki lokasi lebih sulit dan mendapatkan harga jual lebih tinggi
  7. Dalam 3 – 5 tahun terakhir adakah perusahaan batubara yang salesnya meningkat ? jawabannya almost zero !! karena rata – rata perusahaan batubara di Indonesia sudah terlalu besar, contoh saja adaro menjual lebih dari 50 juta ton setahun, sehingga untuk meningkatkan volume tidaklah mudah, mau jual kemana ? Sementara penjualan PTBA masih terus meningkat karena secara volume masih rendah sekitar 20 juta ton per tahun, sehingga growth story masih tetap terjaga.
  8. Jatuhnya harga saham disebabkan investor asing memutuskan menjual saham tersebut karena alergi dengan sikap pemerintah yang kerap melakukan intervensi. Terkadang kebijakan dari investor asing seperti ini tidak memiliki hubungannya pada fundamental perusahaan, lebih pada kebijakan internal perusahaan investor asing, dan dapat memberikan oportuniti dari jatuhnya harga
  9. Pemerintah khususnya Presiden sudah mengutarakan fokus untuk meningkatkan investasi baik dari dalam ataupun luar negeri untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Bila ingin mengundang investor masuk maka perlu kebijakan yang bisnis friendly, kebijakan intervensi dan berubah sewaktu waktu tentu bukan diantaranya.
  • PTBA sendiri sedang bertransfomasi menjadi perusahaan PLTU !!! dibandingkan perusahaan batubara lainnya PTBA memiliki projek paling banyak dalam membangun PLTU. Laah kalo pemasukkan nya dipotong sama pemerintah, bikin PLTU nya pake apa too ??
saham batubara, Berani membeli saham Batubara ?, SlaveBerdasi-Analisa Saham

Source : ptba.co.id

Apapun alasannya, pembuktian saham batubara PTBA membutuhkan waktu, bagaimana sikap pemerintah nantinya masih terus dinantikan, bagaimana sentimen investor kedepan, dan pada akhirnya apakah laba perusahaan akan tetap baik atau tidak. Menjadi value investor adalah long game play, dan kadang bisa saja salah setelah menahan berlama – lama. Atau  disaat kita tetap mempertahankan dan belum membuahkan hasil, kita banyak melihat saham – saham lainnya yang mengalami kenaikan jauh lebih besar. Disitulah tantangannya menjadi seorang value investor sekaligus SpKo seorang spekulan yang berani mengambil posisi besar.

Do you Dare ??

 

4 Comments on “Berani membeli saham Batubara ?

    • Perjalanannya panjang pasti bro, kayak jasa marga maren2 laah..worst scenario g sih jelang deviden mid year taon depan yaak,g ekspek ke 14 – 15 ribu

  1. Pingback: Bicara Investasi 2018 - Investasi Dibahas tanpa basa - basi

  2. Pingback: Analisa Saham NRCA - SlaveBerdasi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: