Ketika suku bunga turun lagi

Satu tahun adalah waktu yang panjang, banyak kejutan yang dapat terjadi diluar dugaan kita. Bila kita bicara tahun lalu, maka tidak akan ada yang percaya bunga deposito bisa turun hingga 4%. Penulis juga tepat 1 tahun lalu  menulis tentang bunga deposito 4% itu masuk akal, namun tidak menyangka dapat secepat ini. Hanya butuh waktu satu tahun kita dapat melihat suku bunga turun hingga kelevel yang sedemikian rendah. Siapa yang sangka bunga ORI bisa cuma ngasi 5,85%, laah tahun lalu dikasi bunga ORI cuma 6,6% aja uda marah – marah bilang kecil. Jadi kecil itu seberapa kecil sih sebenarnya ? turun bisa sampai seberapa turun ??

Inflasi Sebagai Katalis

Seperti yang penulis pernah bicarakan di topik bunga deposito 4% sebenarnya bukan hal yang mengherankan bunga simpanan dapat terus – terusan turun melihat inflasi kita yang sangat rendah dibawah 4%. Seperti dapat kita lihat pada gambar fluktuasi inflasi ( garis putih ) memberi pengaruh besar naik turunnya bunga rata – rata deposito ( warna hijau ). Ketika inflasi turun secara drastis, bunga deposito membutuhkan waktu untuk beberapa bulan untuk menyesuaikan penurunan

suku bunga turun, Ketika suku bunga turun lagi, SlaveBerdasi-Analisa Saham

yang menariknya pada tabel. garis warna biru bunga interbank dimana merupakan bunga pinjaman sesama bank biasa bergerak terlebih dahulu daripada bunga deposito. Dengan sampai saat ini dibulan October bunga interbank masih terus turun artinya apa ? artinya bunga deposito masih bakal turun lagi !!

untuk catatan bunga deposito 1 bulan disini sebesar 6,3%. Ini merupakan nilai rata – rata berdasarkan seluruh nominal. Tapi kalau duit kamu cuma 5 juta terus minta bunga deposito 6,3% ? Ngareeeep !!!

ORI 14 bunganya 5,85% Berapa kira – kira bunga ORI 15 ??

Dari awal pertama kali diterbitkan ORI pertama, ORI 14 saat ini merupakan ORI dengan bunga terendah dalam sejarah

lalu gimana kira – kira di 2018 nanti, akankah pemerintah kembali mencetak rekor bunga yang lebih rendah ?

( Baca topik terkait Investasi : ORI pada Historical return )

suku bunga turun, Ketika suku bunga turun lagi, SlaveBerdasi-Analisa Saham

Disini penulis mencoba membandingkan rata – rata selisih bunga obligasi pemerintah 3 tahun ( salah satunya ORI !! ) dengan inflasi tahunan. Berdasarkan data ini kita ketahui rata – rata selisihnya adalah bunga obligasi pemerintah 3 tahun 1,48% lebih tinggi dari inflasi. Dengan ekspektasi inflasi tahun depan hanya berada di 4%, maka terbuka kemungkinan bunga ORI tahun depan 5,5% !! Wooooww 😱😱

well, ini hanya hitung – hitung sederhana bila kita membandingkan dengan inflasi guys tanpa memperhitungkan faktor lain. Namun sebagai catatan berdasarkan informasi dari kementrian keuangan, mereka memiliki itikhad untuk tidak lagi memberikan ORI bunga – bunga premium seperti sebelumnya. Alasannya karena banyak disalagunakan. Pada akhirnya ORI yang awalnya untuk masyarakat akhirnya malah jatuh untuk institusi. well, ini yang pemerintah coba cegah dengan memberi bunga yang normal normal aja.

suku bunga turun, Ketika suku bunga turun lagi, SlaveBerdasi-Analisa Saham

Sejarah bunga ORI – kontan

Sampai Berapa Jauh Suku Bunga Turun ?

Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah sampai kapan suku bunga turun ? Apakah masih akan berlanjut tahun depan ataukah berhenti sampai disini saja ?

 Dengan suku bunga acuan sudah sedemikian rendah 4,25% rasanya tidak banyak ruang untuk kembali memangkas suku bunga dari sisi Bank Indonesia ( BI ). Tidak adanya rencana pencabutan subsidi dan harga minyak tetap stabil maka dipercaya inflasi tetap rendah dikisaran 3 – 5%.

Namun dipercaya risiko lebih besar datang dari kebijakan negara negara lain didunia. Dengan kebijakan negara negara maju menormalkan suku bunga mereka yang terlalu rendah, maka secara global bunga relatif berpotensi akan naik. Menghadapi kondisi demikian akan menjadi tantangan besar untuk Bank Indonesia mempertahankan suku bunga rendah dan rupiah stabil.

All in all, menurut pandangan penulis ruang untuk bunga deposito ataupun ori kembali turun tetap ada namun terbatas tidak akan sebesar tahun ini. Tantangan besar lebih bagaimana Bank Indonesia menjaga rupiah stabil menghadapi risiko synchronize yield global. karena kalau rupiah melemah lagi maka mau ga mau BI harus menaikkan suku bunga.

So how they gonna face it ? we’ll see..

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: