Bicara Investasi 2018

Tahun baru harapan baru !! setelah melalui tahun investasi yang memuaskan di 2017, kita memulai ekspektasi baru di 2018. Kira – kira apa yaa yang bakal naik banyak tahun ini ??? Bicara investasi 2018 maka kita perlu tahu dulu niih situasinya gimana supaya ada gambaran investasi apa yang punya potensi menarik, ingaat selalu teliti sebelum membeliΒ πŸ€“πŸ€“

2017Β  Pegang apapun menjadi Emas !!

Ditahun kemarin diluar dugaan emas antam menjadi juara dengan kenaikan 25% berdasarkan sumber kontan. Sementara bicara Bitcoin, primadona baru yang meroket pamornya bahasnya bukan puluhan atau ratusan persen lagi, kenaikannya hingga 1400% dalam setahun !!! itu artinya bila kita berinvestasi 100 juta diawal tahun, maka akan menjadi 1,4 miliar diakhir tahunnya !!

Itu kalau kita bicara kejutan, naah kalau kita bicara investasi konvensional, IHSG juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 19,9%, sementara obligasi dengan indeks acuan menggunakan BINDO atau bloomberg Indonesia government bond index mengalami kenaikan 17,7%. Rasanya investasi apapun di 2017 menjadi emas. Kalau sampai mengalami kerugian ditahun kemarin maka mengutip kata Bang Rhoma ” S U N G G U HΒ  Β T E R L A L UΒ  !! ”

bicara investasi 2018, Bicara Investasi 2018, SlaveBerdasi-Analisa Saham

Investasi Pilihan 2018

Tentu dengan mengetahui outlook di 2018 bukan berarti itu cukup untuk kita bisa meraih keuntungan dipasar modal,terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi indeks, pasar kerap irrasional, sering terjadi kejutan dalam berjalannya waktu, 1 tahun adalah waktu yang panjang. Namun dengan kita memahami outlook dan risikonya jadinya ga gelap – gelap amat kan, kita menjadi memiliki bekal untuk investasi. Penulis sangat setuju dengan pemikiran Warren buffet dalam hal β€œ risiko datang dari tidak mengetahui apa yang kamu lakukan..”. Kalau keahlian kamu diproperti, maka investasi lah diproperti, kalau keahlian kamu memang dagang baju, maka investasi lah dalam menyetok baju – baju bagus, atau kalau pebisnis supermarket maka fokuslah disana, jangan malah berinvestasi disaham dan memperlakukan seperti bisnis supermarket, semua saham dibeli, pengalaman dulu punya klien pebisnis supermarket beneran, beli saham ampir 100 biji !!Β  ( tepok jidaat* 🀦 )

OK, Mari kita membahas beberapa jenis instrumen dan melihat outlooknya

 

IHSG / Reksadana ekuitas

Satu hal yang harus kalian ingat, saham itu merupakan perusahaan. Kalau Bicara perusahaan,Β  Kira – kira perusahaan bisa dihargai semakin mahal itu kalau kenapa ? tentu saja kalian tahu jawabannya ! karena kinerjanya semakin bagus !! Nah sama halnya dengan IHSG dimana isinya kumpulan semua saham Indonesia, ditahun 2018 ini ekspektasi kenaikan laba bersih dari para kumpulan analis adalah 11%, jadi kurang lebih ekspektasi kenaikan laba bersihnya juga sekitar itu. Di 2017 kemarin secara kebetulan kenaikan laba bersih IHSG sangat mirip looh dengan kenaikan IHSG, sekitar 19%. Jadi kalau ditanya gampangnya kira – kira bisa keberapa IHSG, ya kalian hitung saja IHSG naik 11% dari penutupan 2017 di 6355, itu berarti bisa ke 7054.

Hal yang membuat saham menjadi menarik dan fluktuatif itu karena dimiliki orang banyak. Harga dari saham / perusahaan terbentuk dari persepsi pemegang saham berapa layaknya nilai saham tersebut. Mahal atau murah menjadi relatif karena terbentuk dari persepsi. Sama lah kayak harga properti, sekarang bilang beli apartemen disudirman dapat 30 juta per meter bisa dibilang murah, tapi kalau krisis ekonomi terjadi seperti tahun 1998 ( amit2.. ) apa harga segitu dibilang murah ? mau jual 20 juta per meter aja bakal susah sekali. Maka kembali lagi, kondisi ekonomi ketika itu seperti apa, mood investor seperti apa, outlookny bagaimana, hal – hal seperti itulah yang membentuk persepsi.

Disinilah seninya investasi yang berfluktuasi seperti saham, harga terbentuk dari persepsi investor. Bicara persepsi, saat ini outlook ekonomi global dan Indonesia lagi cerah terang benderang sejalan dengan peningkatan fundementalnya. Ga heran kalau ekuitas berpotensi kembali naik signifikan tahun ini.

 

Sektor IHSG

Nah kalau buat pemain saham, kira – kira sektor apa yaa yang naik banyak. Tahun lalu IHSG boleh naik 19,9%, tapi kalau pemain saham maennya sektor perbankan, naiknya itu bisa lebih dari 40% !! Dengan melihat outlook ekonomi yang semakin baik, pengusaha semakin percaya diri, maka potensi penyaluran kredit akan semakin baik di 2018 ini, dengan pandangan itu jelas sektor perbankan akan tetap menjadi sektor unggulan terlepas dari kekhawatiran pada valuasi saat ini yang dianggap sudah cukup mahal.

Bicara saham satuan, penulis sendiri sempat membahas batubara khusus sahamnya Bukit Asam di artikel Β https://slaveberdasi.com/2017/10/10/berani-membeli-saham-batubara/. Sejak penulis membahas saham itu pada October saat ini telah mengalami kenaikan 35%, not bad at all !!. Penulis melihat tetap masih ada upside pada saham ini mengingat yield dividen masih menarik, namun berbicara sektoral penulis meyakini sektor kontruksi khususnya BUMN akan kembali menjadi primadona tahun ini.

Dengan Asian Games akan diselenggarakan tengah tahun ini dan masa kerja pemerintah akan berakhir tahun depan, maka pengerjaan proyek – proyek akan dipercepat, itu berarti pembayaran pada perusahaan kontruksi juga akan semakin mengalir. Apalagi dengan melihat saham – saham kontruksi yang terkoreksi dalam beberapa tahun terakhir, membuat valuasi mereka saat ini menjadi sangat menarik, P/E hanya 10 – 12x. Dilihat dari kepemilikan, penulis percaya saat ini banyak investor institusi yang masih undeweight pada sektor ini, Itu berarti downside terbatas, upsidenya banyak !! Apabila saham – saham sektor ini mengalami kenaikan mencapai 40 – 50% ini, menurut penulis bukan hal yang aneh, mengingat di 2013 – 2014 diperdagangkan pada level diatas 20x P/E.

bicara investasi 2018, Bicara Investasi 2018, SlaveBerdasi-Analisa Saham

Investasi Obligasi / ORI / Reksadana pendapatan tetap

Bicara investasi obligasi maka penulis kerap menggunakan inflasi sebagai perbandingan. Secara rata – rata historikal yield obligasi 10 tahun Indonesia sekitar 1,5 – 2,5% diatas inflasi. Dengan ekspektasi inflasi di 2018 masih disekitar 4% maka ekspektasi yield obligasi antara 5,5% – 6,5%. Saat ini yield berada dilevel 6,2%.

Risiko lebih besar datang dari pasar global. Walaupun dari tone para pejabat bank sentral Eropa dan AS cenderung akan berhati – hati, namun arah kebijakan bank sentral dunia saat ini adalah menaikkan bunga secara perlahan – lahan. Bila outlook suku bunga akan naik, maka ini negatif untuk obligasi..

Haduuuuh njelimeeet amaaaat !!!  😱 😱 😱

eehm.. ehmm..

Ok ok simple nya gini guys,

kalo beli ORI ya paling untungnya dari bunga sekitar 5,5 – 6% setahun. Sementara kalo beli reksadana pendapatan tetap, pendapat penulis returnnya sekitar 4 – 9%, range yang lebar disebabkan adanya potensi fluktuasi pada harga obligasi.

Kok kecil – kecil amat ? justru bagus guys bunga semakin kecil itu sinyal negara makin maju looh. Ga usah jauh – jauh, lihat saja negara di Asia Tenggara lainnya, 5% aja uda ga dapet !!

Untuk memahami lebih lanjut bisa masuk ke halaman https://slaveberdasi.com/historical-return-investasi/

Investasi Properti

Akankah 2018 menjadi tahun kebangkitan bisnis properti ? tema ini sudah didengung – dengungkan pada 2017 ketika para analis berharap suksesnya program tax amnesty akan memberi kontribusi besar pada bisnis properti. Faktanya ? ya gitu – gitu aja sampai sekarang..

Lalu gimana dengan 2018 ? berdasarkan harga apartemen secondary di jakarta dibandingkan harga yang diberikan developer, penulis membaca saat ini selisih semakin tipis, sementara dari launching – launching baru angka take up rate sudah semakin baik ( take up rate = persentase terjual dari yang dipasarkan ). Dengan fakta – fakta demikian indikasi kearah semakin baik sudah ada.

Namun bila melihat daya beli masyarakat Indonesia, jakarta khususnya, penulis sangsi bisnis properti akan boom dalam waktu dekat. Penulis yakin harga properti akan naik, namun masih dikisaran single digit di 2018 ini.

Penulis lebih yakin ketika infrastruktur Indonesia banyak yang selesai dibangun pada 2019 seperti MRT jakarta, dan ada kepastian untuk pemerintahan 2019 – 2024, maka akan menjadi momentum kebangkitan untuk bisnis properti.

Walaupun begitu jangan harap kenaikannya seperti periode 2009 – 2012 karena secara harga saat ini sudah tinggi bila dibandingkan daya beli middle class Indonesia.

Untuk perkembangan lebih lanjut penulis menunggu riset terbaru dari Colliers. Artikel mengenai properti juga sudah penulis bahas dijudul berikut ini :

 

Investasi lain – lain

Ketika penulis membahas Bitcoin dibulan september kemarin, harga masih USD 6.000, menurut penulis ketika itu harga sudah tidak masuk akal karena tidak memiliki underlying yang jelas, tidak diregulasi, dan pengaturan supply tidak reliable menurut penulis, namun mengatakan kalau harga naik ya bisa saja karena masih kalah dari buble tulip tahun 1600an. Kemudian yang terjadinya setelahnya harga terus meroket hingga mengalahkan buble tulip !! menyentuh USD 19k !!. Bitcoin saat ini sudah resmi menjadi buble terbesar sepanjang masa. Kalau sudah begini apakah penulis masih akan merekomendasikan investasi ini ? sudah taulah jawabannya yaaa.

Pada saat harga 6000 dan penulis membahas tentang bitcoin, teman penulis mentertawakan kok bisa – bisanya penulis sebodoh itu tertarik dengan bitcoin yang tidak masuk akal. Sekarang ? teman penulis yang tertawa itu malah beli bitcoinΒ πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘Β . Namun dengan hal – hal gila seperti ini, kemudian mendengar teman yang tidak mengerti apa – apa soal investasi mendadak bisa bicara betapa mudahnya investasi dibitcoin, penulis semakin takut, ini cikal bakal bangeeet..

Sementara untuk emas penulis tidak menganggap sebagai salah satu pilihan investasi walaupun memberikan keuntungan yang sangat baik di 2017. Sejarah menunjukkan emas adalah sarana untuk hedging / lindung nilai ketika ekonomi menunjukkan ketidakpastian. Dengan ekonomi global sekarang sedang mengarah dari recovery ke ekspansi, penulis tidak melihat alasan memegang emas sebagai pilihan yang tepat

 

Bicara Investasi 2018 Mau yang Mana ?

Semua yang dibahas diatas adalah pandangan penulis berdasarkan analisa sebagai investor. Dengan kondisi ekonomi global termasuk Indonesia sedang melakukan shifting dari fase recovery menuju ekspansi maka kebijakan – kebijakan saat ini akomodatif untuk pertumbuhan, oleh karena itu saham tetap menjadi pilihan investasi yang menarik.

Sementara untuk investasi pendapatan tetap akan tetap menjadi pilihan yang menarik mengingat yield atau bunga Indonesia masih tergolong tinggi secara relatif untuk negara dengan rating layak investasi ataupun dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya, sehingga masih berpotensi turun dimana berarti kenaikan harga obligasi. Namun karena kebijakan negara maju saat ini adalah menaikkan suku bunga hingga kelevel normal, dapat menciptakan ketidakpastian akan dampak yang diberikan pada yield obligasi Indonesia dan dapat membuat fluktuasi. Karena pertimbangan inilah rata – rata analis memandang investasi pada aset alokasi saham lebih menarik.

Hingga per 10 januari saat ini cryptocurrency lainnya bermunculan dan eufora semakin besar. Penulis tetap pada pendapat semula tidak memilih untuk berinvestasi disana walaupun gigit jari saat melihat bitcoin naik dari 6000 ke 19000Β πŸ˜…

Dengan background penulis yang lama dipasar ekuitas maka investasi saham satuan tetap menjadi pilihan penulis, namun sekitar 15% investasi penulis saat ini disisihkan ke peer to peer lending. Penulis ingin sedikit mendiversifikasi, sekaligus untuk dana jaga – jaga kalau terjadi sesuatu diluar ekspektasi dipasar saham. Berjaga – jaga bukan untuk menyambung hidup, tapi justru buat beli saham lebih banyak jika koreksi dalam, kalau perlu pakai hutang HAHAHAHAHA ( don’t try this at home !! )

5 Comments on “Bicara Investasi 2018

    • masuk di modalku gan.. cukup menarik gan return dari P2P bisa 15% atau lebih, tooh kalau investasi disaham rata – rata return setahun secara portfolio ga jauh dari itu, mesti capeek2 analisa jungkir balik pula gan, belum lagi kalau marketnya yang jungkir balik πŸ€ͺ

      tapi porto ane tetep mayoritas disaham gan, ane uda cukup pede dengan kemampuan ane disitu πŸ˜‹

  1. Pingback: Analisa Saham MTDL - Bicara Investasi Tanpa Basa Basi

  2. Pingback: 5 Faktor Penyebab Koreksi IHSG - Bicara Investasi tanpa basa basi

  3. Pingback: Reksadana Pendapatan Tetap yang ga Tetap - Tetap Amat | SlaveBerdasi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: