Diversifikasi Investasi Untuk Investor Super Agresif

Diversifikasi Investasi

Setiap kali hendak berpergian keluar negeri dengan mengajukan visa penulis kerap dipusingkan oleh satu persyaratan. mungkin masalah yang penulis alami, juga dialami oleh kalian.

Persyaratan yang memusingkan bagi penulis adalah memenuhi kebutuhan minimal saldo ditabungan dalam 3 bulan terakhir.

Kalau dalam financial planner kategori paling agresif mengalokasikan 80% diekuitas,

kalau penulis 100% diekuitas..

minimuum..

haahahaha 🀣🀣

Penulis adalah orang yang memiliki profil risiko super duper agresif, jelas tidak ada dalam kolom  risikonya financial planner, off the chart !!

Seandainya ada duit kash baru pun, haram namanya lama – lama ditaruh ditabungan, mesti cepet – cepet disekolahin niih duit.

Hal yang sama penulis rasa juga dilakukan bagi para pemain saham yang masih muda – muda, memiliki mimpi – mimpi yang besar, mungkin mimpi kebebasan finansial di usia muda seperti yang penulis kejar saat ini..

Naah sebagai sesama investor yang supeer agresif, mari kita ketahui risiko dan idealnya diversifikasi investasi yang sesuai dari sudut pandang perencanaan keuangaan dan dari sudut pandang penulis yang uda banyak bayar uang sekolah dipasar modal =P

Tipe Investor

Dalam tipe investor yang penulis buat berdasarkan pemahaman sendiri, dikembangkan dari teori – teori yang penulis pelajari, maka untuk investor agresif seperti pemaen saham jelas masuk dalam kategori Fast dan Speculator.

Berdasarkan tipe ini diversifikasi investasi selalu difokuskan pada investasi yang memberikan return menarik.. lalu bolehkah 100% selalu disaham terus ??

Diversifikasi Investasi Tidak Tepat Ketika Duit Masih Pas – Pasan

Penulis paham ketika kita masih awal – awal kerja, apalagi masih kuliah, duit masih pas – pasan, yang namanya diversifikasi investasi itu BS laah, forget it laah soal gitu2an.

Diversifikasi investasi itu baru mulai berasa ketika aseet kita mulai gede, kita bukan hanya lagi berpikir return yang lebih besar, kita sudah mulai berpikir supaya aset kita tidak berkurang, baik apakah karena rugi investasi ataupun kemakan inflasi

Mungkin diumur 26 – 28 kita sudah mulai memiliki dana berlebih / disposible income, pada posisi seperti ini baru bolehlah kita pertimbangkan diversifikasi investasi, tujuannya bukan untuk menyesuaikan risk profile tapi untuk melindungi portfolio investasi utama kita !

Sebelum membicarakan diversifikasi investasi, penulis merasa perlu untuk menyamakan pandangan dulu sebagai sesama pemain saham

Menghitung Portfolio Investasi Dengan Benar

Ketika kita mendengar return 11 – 12% setahun mungkin buat para pemain saham merasa kecil, β€œ saya target return 10% tiap bulan” atau β€œ tiap hari ada puluhan saham yang naik 11 – 12%, ngapain saya investasi bunga segitu untuk setahun ? β€œ

Perlu diketahui ini merupakan persepsi – persepsi yang salah buat para street investor. Pada umumnya investor – investor yang berpikir kayak gini  mempunyai posisi saham nyangkut dan menganggap kalau saham nyangkutnya beloom direalise maka beloom rugi..

wroong..

wroong..

wroong..

wroong..

Kenapa penulis begitu ngotot membenarkan karena penulis mengawali karir dipasar modal sebagai broker, jadi penulis paham betuul cara berpikir para pemaen saham yang salaah πŸ˜…πŸ˜…

Penulis sudah berbusa – busa ngejelasinnya tapi teteep aja pada ga nyantool ;(

Cara yang benar menghitung investasi kita disaham adalah melihat nilai total portfolio kita. Yaitu cash dan market value saham yang kita punya.

portfolio investasi

Bagusnya kita ga bentar – bentar withdraw terus masukin lagi.. kalau begitu susah ngitungnya

Selanjut kita hitung portfolio kita, apa betul returnnya bisa seperti target yang ngejer 10% tiap bulan ?

Logis Dalam Memberi Target

Cara yang lebih relevan mengukur kinerja kita adalah membandingkan dengan IHSG. Dan cara yang ok adalah mengukur kinerja secara tahunan, misal perfomance portofolio investasi di 2016 dan 2017..

Contoh di 2017 kemarin IHSG naik 19,9%. Kalau diwaktu yang sama return kamu 200%, maka kamu supeer hebaaat !!! πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Mungkin saja itu terjadi, ada beberapa saham yang memang naek sedahsyat itu di 2017, contoh saja seperti INKP, BFIN, PTRO gituu

Tapi berapa banyak yang membeli saham INKP full power semua dana portfolionya, dan menggapai return maksimal ??

Probabilitasnya orang – orang yang bisa seperti itu sangatlah rendah. Dan seandainya bisa meraih return sebesar itu, maka gaya investasinya super – super berisiko, bisa2 tahun depannya rugi lebih dari 50%

Mungkin kalian terinspirasi dari investor super Indonesia yang menang banyak dari INDY dan PTRO. Tapi diapun juga membagi investasinya setidaknya 5 saham dimana artinya maksimal 1 saham 20% dari portfolionya ( untuk case ini penulis akan bahas dipost lain, panjang soalnya )

*baca juga analisa saham untuk mengetahui outlook beberapa saham yang penulis bahas

Kalau kita rata – rata return IHSG itu sekitar 15 – 20% setahunnya. Sebagai pemaen saham, apalagi darah muda, pasti kalian ekspektasi meraih return lebih dari itu, penulis sangat paham karena penulis juga demikian, namun harus selalu kalian ingat, tetaplah logiis

return sektor IHSG

Coba hitung lagi, berapa rata – rata return portfolionya setahun. Jangan lagi nyebut target return 10% sebulan ( getook yaa πŸ”¨πŸ”¨ )

Portofolio investasi penulis tahun lalu juga untung 50%, moo pameer sekalian ceritanya πŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ˜Ž

Penuliis juga orangnya greedy dalam investasi πŸ€‘ , jadii paham laah jiwa – jiwa itu hahaha, tapi Selalu ingat kita berinvestasi disaham, nyari duit disini, bukan mau nyumbang duit =P

Rule Number 1# Don’t lose your money

Diversifikasi Investasi Untuk Investor Agresif Starter ( Fast & Speculator )

Pertama – tama untuk yang masi kuliah, atau duitnya masih pas – pasan, mungkin baru mulai kerja, udaah sikaaat aja 100% saham. Ga perlu laah diversifikasi, ketika portfolio investasi masih kecil, memulihkannya jauh lebih mudah daripada ketika sudah besar.

Preeet laa diversifikasi kaloo duit masih seupriit πŸ€£πŸ€£

Misal yaa kalian baru kerja penghasilan 7 juta sebulan. Kalian investasi disaham dengan dana 35 juta sebulan.

Kalau kalian diversifikasi investasi ala financial planner, 50% disaham 50% dipasar uang, lalu return kalian setahun 10% setahun dari modal 35 maka dapatnya 3,5 juta..

Baaaaaah !!!

Ga ada rasaanyaa cuii !!!

Investasi setahun Cuma dapatnya setengah gaji sebulan kalian, what for ??

Diangka seperti return 20 – 40% atau rugi segitu memulihkannya mudah dengan penghasilan kalian, Cuma 1 – 2x bulan gaji.

Apalagi kalian starter diusia muda, take a risk !!!

*catatan : kalau investasinya pakai duit orang tua / warisan / dll dengan jumlah yang jauh melampaui pendapatan kalian sebulan, don’t do this β›”β›”β›”

Diversifikasi Investasi Untuk Investor Agresif Muda ( Fast & Speculator )

Strategi yang berbeda diterapkan ketika sudah mulai mapan. Kalian sudah mulai memiliki dana berlebih dari penghasilan kalian.

selama ini dana tersebut selalu masuk kesaham Sehingga portfolio investasi sudah mulai jauh lebih besar selisihnya dari penghasilan bulanan. Katakanlah 10x lipat dari penghasilan bulanan

Dilevel seperti ini mempertimbangkan diversifikasi investasi merupakan pemikiran yang bijak

Bila mengikuti kiat finansial planner, maka rekomendasi investasinya adalah 80% di ekuitas, sisanya dipendapatan tetap dan kash

aset alokasi

biasa ditawarkan alokasi seperti ini oleh finansial planner / sales / konsultan

Sementara kalau penulis tidak menggunakan strategi demikian, penulis pengennya tancap gas teruus ( kalian pahamlaah =P )

Caranya lebih memikirkan emergency fund, atau dana darurat. Idealnya kita memiliki dana darurat itu 3 – 5x pengeluaran sebulan, buat jaga – jaga ( pengeluaran yaaa bukan gajii )

4 Alasan Fokus Pada Emergency Fund

Kenapa penulis mempertimbangkan itu, alasannya begini :

  • Melindungi portofolio investasi utama, Terkadang pengeluaran kita bisa lebih besar dari penghasilan kita sebulan, kondisi demikian tidaklah sehat karena memaksa kita mengambil dana dari asset kita yang most likely duit saham. Sementara kita tidak tahu saat itu kondisi saham sedang bagus atau jelek
  • Market is unpredictable. Kita tidak pernah bisa benar – benar tahu kapan market akan crash. Ketika itu terjadi dan kita kurang beruntung portfolio kita nyangkut, pasti pengen average down donk. Dana cadangan ini sangat berguna untuk average down portfolio utama kita
  • well, tujuan dari diversifikasi aset investasi sebenarnya untuk menurunkan risiko supaya kalau pasar sedang tidak baik, tidak semua investasi kita jatuh merugi. Namun begitu juga sebaliknya, kalau kita mau return yang maksimal, maka fokus pada satu asset high conviction adalah kuncinya, bukan diversifikasi. Semua investor besar melakukan hal tersebut, warren buffet, george soros, jimm rodgers, ellon musk, dll
  • Strategi ini tepat untuk investor yang memiliki time frame investasi yang panjang, >10 tahun. Alokasi Investasi berdasarkan time frame / jangka waktu lazim digunakan diluar negeri, sementara di Indonesia sepengetahuan penulis lebih banyak berdasarkan toleransi risiko.

Namun penulis juga ga tahan kalau dana darurat tersebut penulis tabung biasa saja. Makanya saat ini penulis menggunakan Peer 2 Peer lending sebagai salah satu alternatif investasi yang menarik.

Penulis ga muluk – muluk, cukup yang bunganya 11 – 14% aja setahun,

Return IHSG 15 – 20% setahun, P2P 12 – 14% yaaa okeelaaah buat parkir dana darurat

risiko gagal bayar kecil, tapi returnnya ga nyesek daripada disuru deposito Cuma 5% setaon, gross pulaa 😭😭

Sebagai investor super agresif, penulis selalu mengejar return tertinggi, namun penulis mengejar return untuk mengejar mimpi penulis meraih kebebasan finansial , bukan untuk bersenang senang.

Maka haram namanya kalau sampai investasi penulis merugi karena tidak menggunakan perencanaan yang baik.

Jadi bottom line nya buat para investor agresif, diversifikasi investasi yang tepat bukan berarti harus memecah – mecah ke beberapa aset alokasi. Cukup sisihkan dana kash untuk dana darurat. Dan yang penulis lakukan saat ini penempatan dana darurat itu pada yang bunganya menarik namun tetap terkendali seperti di Peer2Peer lending.

Smoga membantu βœŒοΈ

*sebagai informasi penulis saat ini bekerja dalam bidang keuangan, yang mengatur strategi aset alokasi berdasarkan profile risiko. Tapi apa yang penulis tulis diblog berbeda dengan yang penulis kerjakan ditempat kerja hehehe, ini adalah view penulis sebagai seorang investor πŸ€ͺ

2 Comments on “Diversifikasi Investasi Untuk Investor Super Agresif

  1. Buahahahaah.. ngakak gue ama ini
    Ya, mau ga mau sih gue musti setuju ya kalo untuk tipe investor super duper agresif.
    Tapi gapapa diversifikasi, ke instrumen yang lebih berisiko macam kripto. Jadi bakal tambah ngebut kalo pas.
    haha

    • iya masbro, dari yang ane belajar ga pernah tuh denger investor legendaris rekomendasi diversifikasi investasi

      mentor ane pas dibuyside juga ngajarin hal yang sama..

      kalo mau return maksimal yaaa highly concentrated investasinya.. tapi sekali salah yaa ruginya juga maksimal 😝

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: