Kambing Hitam Bernama Kapitalisme

Kambing hitam bernama kapitalisme

F**K Kapitalisme !!!

Dalam suatu perjalanan mendaki gunung pasir Big Daddy, penulis berdebat dengan teman penulis seorang turki berkewarganegaraan jerman. Menurutnya kapitalisme merupakan biang dari ketimpangan ekonomi. Penyebab terjadinya perang, kejahatan, ketamakan.

Menurutnya sosialisme di Amerika Latin sebelum AS masuk merupakan masa – masa terbaik, sebelum dijebak dalam kerakusan hedonisme. Betulkah demikian, kapitalisme menjadi penjahat utama penyebab ketimpangan ekonomi ?

Sebagai informasi teman penulis seorang dokter yang bekerja disalah satu kota besar Jerman, quite educated lah, ga cuma modal omong doang.

Menurutnya apabila seseorang dapat memiliki kekayaan hingga triliunan, memiliki mobil hingga 100 buah, rumah tersebar di 30 negara, maka itu adalah sesuatu kesalahan.

Bagaimana mungkin ketika ada orang yang mati karena kelaparan, dinegara yang sama bisa ada orang yang memiliki kekayaan sebesar itu.

Idealnya kayalah secukupnya, miskinlah secukupnya. Kapitalisme telah menciptakan orang – orang tamak yang menjadi super kaya, membuat jurang yang sedemikian besar dengan orang yang tidak beruntung, membuat ketimpangan ekonomi yang tidak seharusnya ada.

Ciri Negara Sosialis

Well, penulis tidak tahu bagaimana masa keemasan sosialis seperti yang digambarkan oleh teman penulis “sebelom AS datang.. “. Penulis mencoba mencari – cari tahu mengenai sosialis amerika latin dimasa awal, namun artikel yang muncul..

“che..”

Ya Che Guevera yang terkenal itu, dengan gaya stylishnya.

Namun saat itu AS telah datang memberi pengaruhnya di Amerika Latin. Apakah yang dimaksud itu ? atau sebelumnya, sebelum Che lahir tahun 1920 , dan sesudah Karl Marx tentunya bapake komunis yang wafat di 1883.

Well dalam perdebatan itu penulis menolak untuk menyalahkan kapitalisme merupakan sebuah produk gagal. Faktanya ideologis sosialis / komunis di era perang dingin berakhir dengan perpecahan Uni Soviet.

Lebih dari itu banyak kemunafikan pada negara – negara sosialis. Ketika pemerintah mendengung dengungkan kesama-rataan, pejabat – pejabat tingginya menggunakan jam tangan berlapiskan emas, mobil mewah limited edition.

Yaa memang ada orang seperti Mujica, mantan presiden Uruguay yang sangat humble dengan mobil VW bututnya. Namun itu saja tidaklah cukup..

Achmadinejad mantan presiden Iran juga orang yang sangat humble, tidur beralaskan karpet, namun ketika penulis disana, dari puluhan orang yang penulis ajak ngobrol, tidak satupun menyukainya !!!

Jose Mujica & his VW

yeees !! ini Mujica waktu jadi presiden Uruguay cuiiii

Ketika kita berbicara sosialis, maka kita selalu berbicara tentang peran pemerintah yang

lebih besar..

Sangaat besaar..

Semua yang bersinggungan dengan kepentingan masyarakat diatur oleh pemerintah.

Sisi Kapitalisme

Disisi lain kapitalisme terkenal dengan pasar bebasnya, biarkan masyarakat yang bekerja sematre – matrenya, biarlah harga terbentuk karena supply & demand, pemerintah cukup perhatiin dari jauh saja, ga usah kepo =P

Ketamakan kapitalisme terlihat jelas ketika meledak sebesar – besarnya pada krisis Subprime Mortgage di 2008, diakibatkan orang – orang kaya wall street yang ingin semakin kaya, orang miskin yang juga kepingin kaya, maka digoreng – gorenglah properti dengan berbagai bumbu hingga meleduk ( kalo sekarang analogi yang cocok cryptocurrency kali yaak  😝 ), diawali dengan ketamakan hingga menyebabkan hilangnya akal sehat.

Terlepas dari lubang hitam besar yang dimiliki, kapitalisme memberikan sumbangan yang sangat besar pada dunia. Penulis percaya tanpa kapitalisme, ekonomi dunia tidak akan semaju ini ( siap2 ditimpuk mahasiswa )

Sifat Dasar Manusia sebagai esensinya

Penulis percaya akan kekuatan kapitalisme, karena semua itu kembali pada sifat dasar manusia, menginginkan kebahagiaan. Dan dalam mencari kebahagiaan, kemakmuran memberikan kontribusi yang signifikan.

Jangan berpikir penulis tikus mata duitan, sejak masa sekolah penulis sangat tidak suka dengan cara berpikir yang terlalu matree, baca artikel ini , penulis malah agak – agak “kiri” cara berpikirnya , penulis tidak menutup fakta walaupun kemakmuran bukan segalanya, namun memberi kontribusi yang signifikan dalam mencari kebahagiaan

Karena sifat dasar manusia itulah yang membuat kapitalisme tumbuh subur, memotivasi setiap orang hasil bekerja jerih payahnya akan memberikan kesempatan untuk lebih bahagia.

Dapat memiliki rumah yang lebih besar, mobil yang kereen, makanan enaak, pasangan yang cantik ( uups!! =P )

Sementara sosialis membatasi masyarakat menjadi lebih kaya. Melenyapkan mimpi – mimpi untuk menjadi lebih bahagia.

Contoh misalnya kamu bekerja keras 18 jam sehari, 7 hari seminggu selama 20 tahun lama nya, yang membuat kekayaanmu menyentuh 1 miliar rupiah lebiih..

Lalu kemudian tiba – tiba pemerintah datang mengetuk pintu rumahmu “ Boss elo uda terlalu kaya, mulai sekarang dibatasin yaa kekayaanmu segini aja..

Mendengar itu masihkah kamu akan bersemangat kerja diesok paginya ?

Masihkah kamu bekerja 18 jam sehari, 7 hari seminggu ??

Pembatasan kekayaan akan mematikan enterpreneurship ( wirausaha ), dan ketika enterpreneurship mati, maka bisnis – bisnis akan dipimpin oleh politisi dalam pemerintahan, bukan pengusaha.

Kebayanglaah hasilnya gimana yaa,ngertinya ngambil projek – projek gede, trus disubcon deh, orang laen yang kerja ampe berak darah =P

Kalau sudah begitu, apa bedanya dengan sistem monarki Eropa jaman dahulu ?  yang membuat mereka terjerembab dalam masa kegelapan hingga ribuan tahun..

Tidak ada yang sempurna

Karena sifat dasar manusia inilah yang membuat penulis percaya akan pentingnya pasar bebas, jiwa dari kapitalisme. Walaupun tidaklah sempurna, pada masa kelamnya dapat terjerembab dalam ketamakan, namun secara overall dalam dunia riil, kapitalisme merupakan mesin yang membuat ekonomi berlari.

Sementara sosialis terdengar indah dikuping, tidak dalam kehidupan nyata..

Sebagai seorang fundamentalis, kalau bicara saham maka fundementalnya perusahaannya, kalau bicara ideologi maka fundementalnya adalah manusianya ( maap yak filsup gagal lagi ngelantur =P )

Penulis tidak memungkiri kapitalisme menciptakan perbudakan dunia modern dengan uang sebagai Tuhannya, hingga membuat penulis menciptakan blog ini ;(

Namun penulis juga percaya, kapitalisme secara overall memberikan dampak positif yang lebih banyak, mengaktifkan roda ekonomi, membuat masyarakatnya semakin makmur.

Dalam prakteknya tidak ada yang sempurna..

Transformasi Kapitalisme

Di AS sendiri dedengkotnya kapitalisme, tidak berarti kedua partainya kapitalis banget. Partai demokrat partainya Obama merupakan partai yang lebih “kiri” , dengan paham Keynesian, mereka memandang pentingnya peran pemerintah yang lebih besar dalam mengatur ekonomi.

Partai Republik, partai penguasa AS saat ini partainya Trump baru bisa dibilang kapitalisme sebenar – benarnya, hobinya deregulasi, biarkan pasar berjalan sendirinya, pemerintah cukup mantau dari patung liberty pake sedotan =P

Seperti kebijakan AS saat ini memangkas pajak, rasanya hal yang mustahil itu dilakukan bila dipimpin oleh demokrat.

Pajak memiliki image yang lekat dengan sosialis. Dengan pajak  itu dapat membuat masyarakat memiliki kemakmuran yang lebih merata.

Ketika kita berbicara pajak yang tinggi mungkin yang terbayang dikepala kita adalah negara – negara sosialis seperti  Amerika latin

pajak penghasilan individu di dunia

Namun lihatlah faktanya, pajak individu yang paling tinggi justru di Eropa !!! bahkan dinegara skandinavia tax bracket yang paling tinggi bisa menyentuh 60% !!!

Menderita ga negara di skandinavia itu ? enggak

Tinggi ga ketimpangan disana ? enggak

Tinggi ga angka kejahatan disana ? enggak

Jadi mereka sosialis ? enggak

Memang mereka seperti negara sosialis dalam kapitalis, karena pajaknya. Tapi ini membuktikan potensi dari kapitalisme, pasar bebasnya menciptakan negara yang lebih makmur, sementara pajak yang pas dapat menciptakan keseimbangan..

ketimpangan Ekonomi Bukanlah Isu Utama

Dalam perjalanannya ga ada yang kapitalis kapitalis banget, ga ada juga yang sosialis – sosialis banget.

China pun sekarang menggunakan pasar bebas sebagai mesin yang menggerakan ekonomi, sosialis rasa kapitalis. Kalau masih sosialis tulen, maka tidak akan pernah ada Jack Ma yang 6x lebih kaya dari Anthony Salim.

Dalam prakteknya ketika menjalankan roda ekonomi, menyangkal sifat dasar manusia merupakan kesalahan besar, dan dapat menyebabkan roda ekonomi mati suri.

Mungkin tidak semua dapat meniru seperti negara skandinavia ( teman penulis masih ngeyel itu hanya bisa sukses pada negara kaya =P ).

Dalam kehidupan nyata tidak ada nilai 100, tidak ada yang sempurna, namun sejauh ini mereka merupakan contoh terbaik yang telah terbukti, they walk the talk..

Apakah kapitalisme penyebab ketimpangan, kejahatan, perang ? mungkin..

Namun sejarah membuktikan kapitalisme yang tidak sempurna telah memberikan kontribusi yang besar pada ekonomi dunia, membuat dunia lebih makmur, membuat negara lebih kaya karena membuat masyarakat yang lebih produktif, masyarakat yang lebih mapan.

Dan ketika masyarakat sudah makmur, rasanya ketimpangan ekonomi bukan lagi menjadi isu utama, tapi isu yang tersisa..

One Comment on “Kambing Hitam Bernama Kapitalisme

  1. Pingback: Analisa Saham JSMR - Bicara Investasi Tanpa basa basi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: