Analisa Saham Peternakan ( CPIN , JPFA , MAIN )

analisa saham peternakan
Analisa Saham Peternakan – Pada 3 tahun lalu penulis mendapat tugas untuk menganalisa obligasi salah satu emiten besar Indonesia yang menerbitkan obligasi. Yield dari Obligasinya waktu itu 16%

16% setahun ??

Masaa siiih  ????

😱😱😱

😱😱😱

Penulis ingeet banget dulu 16%. Bahkan yang penulis ingat dalam USD..

Sekarang kalo ingat – ingat kok kayaknya ga masuk akaal yaaa ??

Perusahaan besar yang skalanya uda triliunan, bond yieldnya 16%..

Penulis coba cek – cek di google, dan bloomberg terminal, sayangnya penulis tidak menemukan data tersebut.

Sebagai orang yang terfokus pada equity, dulu penulis kurang peduli dengan obligasi, sehingga ga punya feel soal harga dan yield apakah ini murah atau mahaal.

Sekarang kalo diinget ingeet lagi, gileee beneeeer 16% setaon cuiii

Perusahaan yang penulis maksud adalah Japfa Comfeed perusahaan peternakan ayam kedua terbesar di Indonesia setelah Charoen Popkhand ( CPIN )

Masa Sulit Saham Peternakan

Analisa saham peternakan ini bila penulis menengok kebelakang kinerja saham JPFA pada pertengahan 2015 memang kacau sekali, sulit memang untuk menjustifikasi membeli obligasi JPFA saat itu berdasarkan kinerja.

Rasio keuangan terus menurun bahkan hingga rugi operasional, sementara outlook rupiah yang melemah membuat outlook analisa saham peternakan dalam tekanan besar.

analisa saham peternakan, Analisa Saham Peternakan ( CPIN , JPFA , MAIN ), SlaveBerdasi-Analisa Saham

Melihat keadaan keuangannya dan rasio hutangnya yang sedemikian besar ditambah rupiah yang sangat tertekan saat itu, investor obligasi pasti ngerii belinya

Memang JPFA merupakan perusahaan yang sangat besar, bisnis downstreamnya juga memiliki branding yang sangat baik So Good.

Sayangnya dengan rasio keuangan yang kurang memadai ditambah risiko forex yang sangat besar oleh faktor external pada saat itu membuat risiko meningkat pesat

Bila Obligasinya saja jatuh keharga tersebut, sahamnya apalagi. Dari harga tertingginya di 2013 di 2150, harga saham JPFA jatuh hingga menyentuh 296.

analisa saham peternakan, Analisa Saham Peternakan ( CPIN , JPFA , MAIN ), SlaveBerdasi-Analisa Saham

Waktu penulis melihat harga analisa saham peternakan jatuh terus, penulis juga ngileer memang. Tapi kalo operasional aja rugi, jipeer cuii ( kalo pegang konstruksi ato JSMR skr masih pede laah, BUMN bakal dibackup, pait2 right issue lagi =P )

Penurunan yang terjadi pada saat itu bukan hanya terjadi pada saham JPFA, perusahaan saingannya saham CPIN juga mengalami penurunan signifikan hingga separuhnya, tapi masiih kalah laah sama JPFA, dari 2000an jadi 200an cuii !!

Lalu sebenarnya gimana siih bisnis modelnya saham peternakan ini ? saham cpin , saham jpfa , saham main ? bisnisnya ini sensitifnya kemana siih. Nah mari kita bedah lagii yuuk analisa saham peternakan yang terlupakan ini..

Bisnis Model Saham Peternakan

Analisa saham peternakan ini memiliki tantangan yang lebih besar daripada menganalisa saham komoditi. Data yang butuh diambil scatter terpecah – pecah, tidak terintegrasi. Selain itu sumber informasi atau analisa mengenai peternakan ayam ini tidaklah banyak dan sekomprehensif komoditi.

Untuk menganalisa saham peternakan ini kita coba ketahui dimulai dari dasarnya dulu, proses bisnis peternakan ayam. Penulis mencoba mengumpulkan lagi informasi – informasi mengenai analisa saham peternakan ini.

analisa saham peternakan, Analisa Saham Peternakan ( CPIN , JPFA , MAIN ), SlaveBerdasi-Analisa Saham

pubex jpfa 2017

Bisnis ini dimulai dengan penjualan ayam umur satu hari ( DOC )  dan pakannya dimana hampir 50% bahannya dari jagung. Kemudian setelah dibesarkan, ayam ini akan dijual secara komersial menjadi ayam potong atau petelur. Selain itu Pebisnis ayam besar seperti Charoen dan Japfa mengelolanya lagi dan menjual dengan merek makanan seperti Fiesta ( CPIN ) dan So Good ( JPFA ).

Bila dari alur upstream penjualan pakan dan pembibitan hingga midstream penjualan ayam hidup dapat dikatakan seperti bisnis komoditi, karena bergantung dari harga pasar.

Untuk bisnis downstreamnya penjualan ayam dengan merk dagang ( brand ), maka bisnisnya ini masuk ke consumer good.

Idealnya semakin kuat merk dagang tersebut, maka makin besar marginnya.

Dari sini kita ketahui  bisnisnya ini bisa berorientasi pada dua sektor, pertama sejenis bisnis komoditi dengan menjual DOC dan pakan, kedua bisnis konsumer menjual ayam olahan dengan brandnya masing – masing

Dari yang penulis tau. Dari proses pembibitan ayam ini hingga dijual  sebagai ayam hidup, sebagian dilakukan oleh peternak plasma yang independent. Jadi simplenya JPFA jual DOC dan pakan ke peternak plasma. Selanjutnya peternak plasma membesarkan ayam ini kemudian menjual lagi ke CPIN dan JPFA, dan pedagang besar lainnya.

Proses Upstream ke Downstream

Pada umumnya pelaku bisnis ternak ayam terintegrasi ketika melakukan suatu penetrasi pada satu wilayah baru maka hal pertama yang mereka lakukan adalah melakukan penjualan DOC.

Setelah berhasil membangun market maka hal selanjutnya yang dilakukan adalah membangun pabrik pakan ternak dan kemudian dapat dilanjutkan dengan commercial breeding

Angka 1,7x  adalah rule of thumb makanan untuk ayam hingga dijual. Misal pada saat dijual berat ayam 2 kg, maka total makanan yang dihabiskan dari awal adalah 2 kg x 1,7 = 3,4 kg

Ayam hidup peternak plasma dijual dengan harga sekitar 18.000 dengan berat dari ayam sekitar 2 kg

Ayam hidup ini dibeli oleh pedagang besar kemudian dipotong – potong hingga siap jual. Karena sudah dibersihkan berat dari ayam ini turun menjadi 70 – 80% dari beratnya ketika hidup. Jadi beratnya dari 2 kg, ketika dijual oleh pedagang menjadi 1,5 kg.

Harga ayam dipedagang ini sekitar 45.000 untuk 1,5 kg

Dari sini kita hitung kira – kira berapa beban pokoknya ?

Untuk Peternak ayam plasma :

Harga ayam umur sehari ( DOC ) adalah 4.000 dan makanannya per kg adalah  rp 5.000 x 2 kg x 1,7 = 4.000 + 17.000 = 23.000 rupiah

Maka didapat beban pokoknya adalah sekitar 23.000. dari harga jual 18.000 maka untungnya -5000 per ekor..

looh rugi ??

penulis baru cek ulang niih hehehe.. ga ngerti deeh gimana caranya peternak bisa untung, mungkin makanannya campur pake cacing kali yaa biar murahaan 🤣

naah makanya ga heran sering denger peternak plasma rugi makanya harga DOC diteken sama pemerintah.. ga petani ga peternak nelongso mulu yaa ceritanya 😭

Untuk Pedagang Besar :

Harga ayam hidup 18.000 dan harga ayam potong 45.000. Kita tambahkan asumsi biaya transportasi dan tambahan lainnya sekitar 25% dari harga jual yaitu 12.000. Maka total beban pokok adalah 30.000. Dari sini berarti untungnya 15.000 per ekor atau gross profit margin 33%. Jauh lebih tebel di pedagang besar yaa marginnya ( hemmm fishy  🐟🐟🐟 .. )

Well terlepas dari teori konsiprasi yang melayang layang diotak penulis hehehe, kira – kira beginilah gambaran di upstream hingga downstreamnya.

analisa saham peternakan, Analisa Saham Peternakan ( CPIN , JPFA , MAIN ), SlaveBerdasi-Analisa Saham

Kontributor Terbesar Penjualan

Lalu dari berbagai segment bisnis tersebut kontribusi penjualan paling besar darimana ?

Berdasarkan laporan keuangan tiga saham peternakan ini dapat kita ketahui saham JPFA disusul saham CPIN memiliki pendapatan dari downstream yang cukup besar 41% dan 37%. Sementara MAIN sebesar 65% penjualannya masih dikontribusikan oleh penjualan pakan.

Walaupun ketiga saham ini merupakan saham peternakan , namun setelah kita ketahui lebih detail seperti ini kita menjadi mengetahui mana sahamnya yang lebih seperti saham komoditi, dan mana saham yang lebih seperti saham consumer.

analisa saham peternakan, Analisa Saham Peternakan ( CPIN , JPFA , MAIN ), SlaveBerdasi-Analisa Saham

Dari proses bisnis peternakan ayam tadi kita ketahui, margin ketika menjual ayam hidup itu tipis. Kalau margin dari penjualan ayam hidup itu tipis, maka harga beban pokok untuk ayam hidup ini yaitu DOC dan pakan tidaklah bisa dinaikkan sembarangan.

Masalahnya kalau pakan ternak itu hampir 50% nya menggunakan bahan jagung, dan harga jagung ini berpacu pada harga pasar, dan yang penulis ingat separuhnya diimpor sehingga membuat saham peternakan ini memiliki risk eksposure pada mata uang.

Karena bahan dari pakan mengikuti harga pasar, pemerintah tidak bisa terlalu ikut campur pada harga jual pakan. Sebagai gantinya pemerintah banyak intervensi pada DOC ( ayam umur sehari )

Menurut pemerintah ini diperlukan supaya peternak plasma ayam tidak merugi. Miriplah kayak petani, marginnya yang paling tipis T_T

Lalu apakah solusinya menaikkan harga jual ayam potong dipedagang ?

Rasanya tidak, dari yang penulis pernah bahas mengenai living cost , harga ayam di jakarta uda muahaal !! yang boneng ajaa naik lagii. Yang harus dibenerin itu cost structure nya, ga sembarangan naekkin harga , modaar kita yang beli ayamnya.

Dari tren penjualan dapat kita lihat pada JPFA, penjualan dari downstreamnya telah mengalahkan penjualan pakan sejak 2016. Bagi penulis ini tentu hal yang bagus. Kalau saham konsumsi itukan lebih stabil bisnisnya, dan layak dihargai lebih mahal, makanya saham sektor konsumer p/e nya lebih tinggi dari saham komoditi.

Dilihat dari sini penulis menduga mungkin karena masih terlalu besarnya bisnis saham MAIN pada penjualan pakan membuat perusahaan ini cukup suffer dibandingkan kompetitornya. Karena margin dari pakan dan DOC ini cukup tertekan dalam beberapa tahun terakhir, baik untuk intervensi harga DOC oleh pemerintah, atau dari melemahnya rupiah.

analisa saham peternakan, Analisa Saham Peternakan ( CPIN , JPFA , MAIN ), SlaveBerdasi-Analisa Saham

Sensitivitas Setiap Analisa Saham Peternakan

Sampai disini kita dapat mengambil kesimpulan untuk analisa saham peternakan seperti saham JPFA dan saham CPIN kita perlu memperhatikan lebih dalam pada downstreamnya, gimana penetrasinya, karena sumber growth dan kontribusinya sekarang berada disana. Sementara untuk saham MAIN maka masih berpusat pada upstream, lebih sensitif terhadap perubahan harga jagung, salah satu beban pokok terbesarnya.

( Penulis akan melanjutkan analisa saham peternakan lanjutan pada bagian 2 , untuk melihat lebih dalam mengenai perkembangan downstream, sensitivitas bisnis, dan outlook saham peternakan )

5 Comments on “Analisa Saham Peternakan ( CPIN , JPFA , MAIN )

  1. Pingback: Tanaman Obat Asam Urat yang Ampuh Untuk Penyembuhan | Situ Web Info

  2. Pingback: Harga Dan Spesifikasi Lamborghini Huracan 2018 | Tekno Utama

  3. Pingback: Indonesia Tidak Lagi Anggota Fragile 5 - Tekno Utama

  4. Pingback: Jenis – Jenis Indeks Saham

  5. Pingback: Bolehkah para Buruh Bermimpi ? | SlaveBerdasi-Analisa Saham

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: