Analisa Saham Auto

saham auto,analisa saham auto

Analisa Saham AUTO – Seperti kalian tahu penulis penggemar saham – saham yang lagi nyungsep, terjun, berdarah – darah, dan semacamnya. Saat ini penulis menemukan kandidat lain pada analisa saham auto ( Astra Otoparts ).

Dulu sempat berada di harga tertinggi 4775, sekarang ini harga saham AUTO Cuma 1700 saja. Melihat harganya yang menarik penulis ingin melakukan analisa saham AUTO lebih dalam, supaya dapat mengetahui masih adakah harapan saham ini layak kembali kepuncaknya, atau memang normal saja kalau harganya nyungsep seperti sekarang ??

Dengan kondisi IHSG yang sedang terkoreksi sebenarnya banyak saham blue chip yang terkoreksi dan menjadi menarik untuk dikoleksi. Tapi kalau saham blue chip kan yang cover sudah banyak yaaa, penulis bagian yang kurang disentuh aja deeh.

Selalu ingat penulis tipikal buy & hold strategi. Kadang uda capek – capek hold juga salaaah looh hehehe. Jadi untuk pemain saham terutama trader, sebaiknya liat timing juga yaa ( penulis jarang menggunakan teknikal )

*Baca juga analisa saham lainnya di equity

Analisa-Saham Auto Terjun Bebas

Setelah lama tidak ubek ubek saham ini, ketika penulis lihat harganya..

“ gilee.. “

Penulis kaget ketika melihat analisa saham AUTO yang terjun bebas. buseet yang boneng turun segini, kok bisa siih ???

Emang berapa siih deviden saham auto ?? kok bisa dikasi turun sebanyak ini ??

Penulis coba mengecek. Dengan rata – rata membagi dividen 40% dari labanya ( payout ratio ), tahun lalu dividen yield saham AUTO itu sekitar 2,3% dari harga sekarang

2,3% ??

Gilee keciiiiil bangeeet !!!

Eiit eiit sabar guys, jangan buru – buru dicoret

Membagi 40% dari laba itu rasio yang cukup besar, menunjukkan itikhad yang baik dari perusahaan, yaa Astra gitu looo.

Kecil buat kita, tapi ini kan Astra Autoparts guys, perusahaan yang punya afiliasi besar dengan Jepang, pemegang saham terbesar keduanya juga dari Jepang.

Ingaat di Jepang nyari yield itu susah seperti penulis pernah bahas di kebebasan finansial 20x, jadi kalau perusahaan bonafit kayak AUTO bisa kasi yield gedean dikit, ini bakal menarik banget buat para investor Jepang ini.

Walaupun dulu nominal dividen auto lebih besar, namun karena harga sahamnya tinggi di 3000 – 4000an, maka yield nya sama – sama aja kayak sekarang dilevel 2%. Jadi kalo yield bisa naek jadi 3 – 4%, investor asingnya bakal balik kucing sih hehehe.

Analisa Penyebab Saham AUTO Terjun Gratis

Melihat harga saham ini turun terus dari tahun 2013 penulis uda langsung feeling niih pasti masalahnya ga jauh – jauh..

Bahan baku nya pasti impor pake dollar !!

Lihat aja margin bersihnya hancur – hancurnya pas di 2015, ketika rupiah mengalami penurunan terdalam, saat itu bahkan dipertengahan tahun 2015 rupiah sempat menyentuh 14.700.

saham auto, Analisa Saham Auto, SlaveBerdasi-Analisa Saham

Kalo gitu dengan rupiah sekarang lagi tren melemah saham auto jelek donk ?

Embeeer !!

Kalo rupiah melemah gini dampak ke emitennya secara riil jelek..

“Kata Management mereka sudah hedging kook.. “

Preeeeet hedging 🤪🤪 . Hedging itu biaya nya mahal, bukan tongkat ajaib, malah bisa balik merugikan kalau rupiahnya menguat.

Selama bisnis model mereka menggunakan bahan baku import pake USD, sementara pemasukannya rupiah, pasti bisnis ini akan suffer ketika rupiah melemah.

Secara outlook dengan rupiah melemaah, yaa memang kurang bagus AUTO saat ini, tapi kita selesaikanlah dulu analisa saham auto ini hehehe. Lagian dengan koreksi uda sebanyak ini, price to book uda dibawah 1x, ada margin safety nya kook.

Dua Bisnis Utama Saham AUTO

 Secara bisnis Astra Autoparts ini terbagi menjadi dua yaitu Divisi manufaktur dan Divisi perdagangan

saham auto, Analisa Saham Auto, SlaveBerdasi-Analisa Saham

Walaupun penjualan dari bisnis perdagangan lebih kecil dari bisnis manufaktur, namun laba kotor dari perdagangan ini jauh lebih besar daripada manufaktur, mengkontribusikan 68% dari total laba kotor ( gross profit ) saham auto

Simplenya gini:

  • kalo perdagangan ini lebih main di retail dibutuhkan untuk kendaraan yang lagi servis dibengkel,
  • sementara manufaktur ini jualannya grosiran ke pabrikan buat bikin kendaraan baru, makanya margin labanya tipis

Saham Otomatis yang menarik

Menurut penulis menariknya AUTO ada disini, bila divisi manufaktur most likely untuk pabrikan yang membuat kendaraan baru, maka bisnisnya dapat dikategorikan otomotif, fluktuatif mengikuti perkembangan ekonomi

Sementara untuk bisnis perdagangan ini yang dijual itu spare part dimana ini dibutuhkan untuk kendaraan – kendaraan yang sudah dipakai..

Dari sini nangkap maksud penulis ??

Yeees !!

ini jadinya seperti sektor konsumsi !!!

Tau sendiri kan orang Indonesia lebih sayang mobil daripada nyawa, asuransi mobil pasti punya, asuransi jiwa ?? loom tentu..

Kalau ekonomi lagi lesu mungkinkah masyarakat nunda beli mobil baru ?

Masuk akal ..

Tapi apa masyarakat bakal nunda ganti oli karena ekonomi lagi lesu ?

kagaaak kaaaan !!

Naah kalau kita mempertimbangkan bisnis ini sebagai sektor konsumsi maka saham auto pada kondisi normal memang layak diharga P/E yang cukup tinggi, kan uda kayak kebutuhan primer 😉

Yaa ga sampe 30x siih, tapi setidaknya 15x – 20x itu tergoloong wajar yaa mengingat bisnis ini lebih solid terhadap fluktuasi ekonomi, bukan bisnis cyclical

Untuk membuktikan hipotesa, penulis mencoba membuka laporan keuangan saham auto ini ketika 2015 dimana ekonomi kita melambat. Disini jelas terlihat ketika penjualan manufaktur turun, penjualan dari perdagangannya tetap naik.

saham auto, Analisa Saham Auto, SlaveBerdasi-Analisa Saham

Penulis mencoba menanyakan pada teman penulis yang bekerja di Astra, apakah ada masalah dengan tingkat kompetisi yang meningkat pesat sehingga menyebabkan margin laba nya kempes ?

Menurut teman penulis persaingan maah sama gitu – gitu aja, ini bisnis yang high entry barrier. Masalahnya yaa ada di import itu tadi dan bisnis – bisnis baru dari saham AUTO ini yang belum menguntungkan.

Dibandingkan Perusahaan negara Tetangga

Well penulis tidak mau njelimet terlalu mikro masuk ke bisnis – bisnis kecilnya, yang penting sampai disini kita sudah ada gambaran masalahnya dimana..

Untuk mengetahui seberapa layaknya perusahaan ini dihargai, penulis mencoba mengecek perusahaan – perusahaan sejenis dari negara Asia lainnya.

Disini penulis dapatkan memang rata – rata perusahaan seperti saham auto ini dihargai cukup mahal ( normal tooh? )

saham auto, Analisa Saham Auto, SlaveBerdasi-Analisa Saham

Seperti kita lihat pada tabel, rata – rata P/E dari perusahaan lain itu bahkan diatas 20x. Jadi bukan hal yang aneh kalau AUTO dulu bisa dihargai hingga 25x P/E

Selain itu hal menarik yang perlu kita perhatikan adalah operating margin AUTO yang sangat rendah dibandingkan emiten lainnya.

Menurut penulis ini karena AUTO sedang mengalami kerugian yang signifikan akibat beban dollar yang ditanggung, dan bukan margin yang normal, masa bisnis konsumer operating marginnya cuma 3,5% 😛

Dulu margin laba bersih bisa sampai 13%, sementara dalam 3 tahun terakhir margin bersihnya hanya 2 – 4% tergerus forex loss.

OIL AUTO adalah Bear dalam mode Hibernate

Penulis tidak memiliki informasi kenapa investor asing buang – buangan dalam 1 tahun terakhir dari harga 2700, penulis hanya bisa menjustifikasi dari rupiah, namun rupiah kan baru melemah diawal 2018, so it’s safe to say i don’t know why 😐

Kekurangan lain saham AUTO adalah likuiditasnya yang kecil, dimana menurut pubex 2017 hanya 4% yang dimiliki publik dari market cap 8 triliun, artinya Cuma ada 240 miliar yang ada dipasar.

Dengan rupiah sedang dalam tekanan hebat, idealnya kita harus menghindari saham – saham yang sensitif seperti ini.

Namun jangan pernah coreet analisa saham AUTO ! never !!

Someday mereka bakaal terbang lagii !! jadi primadona lagii !!!

Perusahaan ini masih bertumbuh, rata – rata penjualan saham AUTO meningkat 11% setiap tahunnya

Nilai buku mereka dibawah satu dengan rasio hutang yang sangat rendah, simple nya kita bisa bilang harga saham sekarang ini lebih murah dari harga asetnya kalau dijual semua !! too cheap ! dan ini ASTRA cuiii !! high entry barrier !!!

Yes margin mereka sedang squeeze, tapi gimana kalau sudah normalize ?

Penulis asumsikan dengan sales 2017, menormalisasi margin laba saham AUTO yang merupakan emiten setengah konsumer, anggaplah dari 4% naik jadi 7% ( dulu tertinggi 13% ). Maka P/E diharga 1700 hanya 8,6x dan yield 4,6%

saham auto, Analisa Saham Auto, SlaveBerdasi-Analisa Saham

Bagaimana kalau rerating lagi menjadi 20x P/E ?

Balik ke 4000 harganya !!! naik 130% !!!!

Dari hasil analisa saham auto penulis mengambil kesimpulan saham ini layak dimasukkan watch list walaupun outlooknya kurang bagus saat ini akibat melemahnya rupiah.

Potensi dari saham ini sangat besar untuk menjadi primadona lagi, ketika momentum itu datang, tidak aneh melihat saham auto kembali diperdagangkan pada p/e 20x dan pbv 2x

Kita lihat saja nanti..

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: