Memilah Strategi Investasi 2019

Beli reksadana saham rugi..belii reksadana obligasi juga rugi.. belii bitcoiin awal taon ??  😵😵.. uda jangan sebut sebut lagi deeh aah, haraaaam !! .. tenang guys, walaupun 2018 menjadi tahun yang kurang menyenangkan untuk investasi, ga berarti di 2019 akan kembali menjadi tahun yang sama. Mari kita review lagi investasi kita setahun ini dan setelahnya mengatur strategi investasi 2019

Pandangan Investor Global

Apa yang terjadi bila masyarakat pada umumnya berkendara dengan kecepatan 20 km / jam ? bila diantaranya mendadak muncul yang berkendara 40 km / jam maka ia terlihat seperti Ferari ngebuut !!!

Tema ini lah yang diusung oleh para investor global ditahun 2019. Dimana saat ini kecepatan lari ekonomi lebih lambat dari 20 tahun yang lalu. everything run slowly..slowly..🐌🐌🐌

Namun walaupun begitu masih ada lah yang berlari 40 km / jam , jadi walaupun secara absolut sebenernya biasa aja, tapi secara relatif terlihat kereeen !!

Itu siapa ? ada filipina, Indonesia. India mungkin agak kencengan dikit, 60 km/jam laah

Dengan tema siapa yang lari lebih cepat , negara – negara Asia kembali menjadi target investasi investor global di 2019, itu berarti oportuniti untuk kita, duiiit neeeh 🤑

Dengan adanya potensi hot money kembali ke Indonesia maka kronologinya bisa beginii

Hot Money –> Indonesia –> rupiah menguat –> Obligasi laris –> saham IHSG diborong

Yeaaah dream on guys !! dream on !! 🤣

Itu bila dilihat dari sisi external. Nantinya kita juga membahas dari sisi fundamentalnya juga yang sebagai backbone masing – masing instrumen investasi

Hingga tulisan ini dibuat, IHSG telah kembali kelevel 6.150 turun -1,5% Ytd, namun naik sekitar 5 – 6% dari pertengahan tahun ketika penulis membahas Bicara Investasi 2nd half 2018. Sementara untuk reksadana obligasi melemah sekitar 3 – 4% dari awal tahun. Yield obligasi 10 tahun pemerintah Indonesia menjadi 8,0% dari awal tahun di 6,5%

Untuk strategi investasi 2019 terdapat 4 instrumen yang selalu penulis jadikan pertimbangkan. Dengan mereview apa yang telah terjadi di 2018, kita menatap potensi yang ada di 2019, dan strategi investasi yang tepat !!

Strategi Investasi 2019 Saham / Reksadana Saham

Secara kebetulan lowest IHSG dikoreksi 2018 ini ada di 5600an, terkoreksi sekitar -15% dari titik tertingginya, hal yang berulang seperti koreksi – koreksi sebelumnya di 2011, 2013, 2015, seperti yang penulis pernah bahas pada bicara investasi 2nd half 2018

Permasalahan IHSG di 2018 bukanlah fundamental, lebih karena faktor external, karena sebenarnya laba perusahaan tetap bertumbuh walau memang belum sebaik yang diharapkan

Dengan ekonomi Indonesia yang masih ditahap awal ekspansi menurut penulis, maka wajar bila masih ada gap nya, belum benar benar selaras proses ekspansinya, ditambah dengan kondisi ekonomi global yang sudah gemuk, menua, lambat..

Faktor external kenaikan suku bunga US membuat capital outflow yang sangat besar, hingga membuat rupiah melemah. Ini adalah faktor utama kenapa IHSG terkoreksi

Kenaikan suku bunga US memang masih akan berlanjut di 2019, namun dengan outlook yang lebih rendah dan sudah diantisipasi. Apalagi efek reformasi pajak yang membuat laba emiten US meroket di 2018 dipercaya akan memudar dampaknya ditahun depan. Momentumnya US sudah lewat, membuat hot money ini sangat berpotensi mencari potensi – potensi baru

Kondisi ini membuat rupiah diekspektasikan berbalik menguat seperti yang terjadi dalam 1 – 2 bulan terakhir

Rupiah menguat erat korelasinya dengan penguatan IHSG, selalu selaras !!! apalagi ditambah dengan ekspetasi pertumbuhan laba sekitar 12 – 13%, dan dengan valuasi yang jauh lebih menarik

Dengan kondisi demikian penulis berekspektasi IHSG dapat naik setidaknya sama dengan kenaikan laba bersihnya..

Best case scenarionya ? ditambah kenaikan laba di 2018, itung sendiri deh tuuh berapa =P

Untuk investor global, Indonesia jelas kembali menarik, laba emiten dapat tumbuh belasan persen, ditambah outlook growth jangka panjang nya masih sangat baik..

Ingaaat !! Indonesia akan mengalami bonus demografik di 2020 – 2045. kebalikannya negara maju yang isinya opa2, Indonesia baru akan memulai momentum besarnya..

Strategi Investasi 2019 Obligasi

Bila di 2018 investor bicara bagaimana US terus menaikkan suku bunga, maka di 2019 yang naik suku bunga nya bukan Cuma US saja, Uni eropa juga akan naik, perlahan – lahan suku bunga akan dinaikkan kelevel normal

Analoginya sekarang bank bank gede uda pada kasi bunga deposito lebiih gedee.. Naah kalau begini kira – kira Indo sebagai bank kecil bagaimana kalo ga naikkin bunga depositonya ??

Bisa aja siih enggak ngaruuh, secara selisihnya cukup jauh dimana yield Indonesia 8% sementara negara maju Cuma 1 – 3%

Namun secara outlook kalau kondisinya seperti ini, tentu akan ada faktor risiko ketidakpastian

Dengan keyakinan penulis hot money akan kembali ke Indonesia, maka logikanya obligasi juga menguat. Namun dengan outlook global yang “lagi pada naekkin bunga deposito” seperti itu, maka penulis lebih mempertimbangkan ekuitas, baru setelahnya obligasi

Sementara dari fundamentalnya sangatlah positif. Bicara obligasi negara berarti bicara cash flow nya harus lancar. Nah penerimaan pajak negara tahun ini sangatlah baik, melebihi perencanaan APBN-P, rekoor guys.. disisi lain defisit fiskal tahun depan diekspektasikan mengecil menjadi dibawah -2% dari GDP

FYI = yield ( bunga ) obligasi naik berarti harga obligasi terkoreksi

Strategi Investasi 2019 Properti

Dari informasi yang penulis dapatkan terakhir, hasil marketing sales pemain properti yang besar – besar demand nya masih soft. Ditambah akan adanya pilpres di 2019, maka katalis positif properti baru bisa kita lihat di semester kedua 2019

Untuk jangka panjang maka properti saat ini jelas menarik, sudah 5 tahun flat. Sementara dari harga, walaupun terlihat mahal dimata kita orang lokal, namun bila membandingkan dengan negara tetangga menjadi terlihat muraah

Contoh yang penulis gunakan adalah harga apartemen per meter ( sqm ) dipusat kota. Bahkan masih dibawah kamboja !!

strategi investasi 2019, Memilah Strategi Investasi 2019

Bukan hanya harga properti secara riil, harga saham properti pun saat ini juga sudah menarik, undervalue kata kereennya, sehingga membuat penulis menjagokan sektor ini akan menjadi salah satu sektor IHSG yang top perform di 2019

Namun penulis tidak mengekspektasikan akan perubahan marketing sales yang signifikan. Tentu akan ada peningkatan penjualan, ditopang valuasi yang terlalu menarik untuk dilewatkan

Pasca pilpres apabila ada kebijakan yang semakin mendorong kepemilikan rumaah, maka hal itu dapat menjadi katalis untuk properti + diturunkannya suku bunga acuan dengan penguatan rupiah

Kan kata Pakde fokus periode kedua human development, yaa kebutuhan primer dipenuhin dulu donk 😉

Strategi Investasi 2019 P2P

Untuk 2019 penulis memilih Peer to peer sebagai tempat parkirnya dana darurat saja. Namun apabila untuk investasi, penulis melihat saat ini peluang lebih besar ada di ekuitas dan obligasi

strategi investasi 2019, Memilah Strategi Investasi 2019Memang untuk obligasi tahun ini faktor ketidakpastiannya  masih tinggi. Namun bila kita panjangkan waktu investasinya menjadi 3 tahun, maka menjadi sangat penarik !!! potensi keuntungan bukan hanya dari bunga, namun juga dari capital gain. Sayang rasanya bila kita tidak menggrab oportuniti tersebut

walaupun begitu, P2P tetap menjadi pilihan yang menarik bagi kalian yang menginginkan investasi tanpa fluktuasi. Ingat penulis merekomendasikan pilih invoice financing untuk menurunkan risiko gagal bayar

Top Pick Strategi Investasi 2019 

Dengan fundamental mendukung dan relatif tidak adanya faktor risiko eksternal seperti di obligasi, maka bagi penulis strategi investasi 2019, top pick nya adalah aset class saham

saham :

  • valuasi OK
  • pertumbuhan laba cukup baik ( proyeksi 12 – 14% YoY )
  • Secara relatif terhadap negara lain, growth Indonesia menarik
  • sentimen untuk negara berkembang asia kembali positif

Sementara untuk Obligasi secara valuasi sesungguhnya ok bangeet, namun terdapat faktor ketidakpastian dari eksternal. Sebagai solusinya, panjangkan tenor waktu investasinya !!

Obligasi :

  • Valuasi OK banget ( inflasi rendah )
  • Lapak – lapak gede pesaing lagi pada diskon ;(

Secara overall menurut pandangan penulis investasi di 2019 akan lebih baik daripada tahun ini.  Dengan catatan pilpres berjalan damai sentosa ✌️

———————————————————————————————————————————————–

*Tentang penulis : Yuvenz pertama kali bekerja didunia investasi di 2008. Saat ini penulis bekerja sebagai portfolio manager pada perusahaan finansial di jakarta dengan pengelolaan pada kelas aset ekuitas dan pendapatan tetap. 
**Apabila ada pertanyaan atau mau update terbaru dari slaveberdasi dapat contact langsung di twitter @slaveberdasi , facebook slaveberdasi ,dan email di slaveberdasi@gmail.com

 

4 komentar

  1. bukan shanti.. melihat ciri ekspansi dan kontraksi ekonomi itu dari beberapa indikator ekonomi riil seperti pertumbuhan saluran pinjaman perbankan, penjualan kendaraan bermotor, earnings, dan beberapa indikatornya lainnya.. dari beberapa indikasi itu menunjukkan Indonesia sedang berada dalam proses recovery ke ekspansi.. Ini adalah hipotesa penulis yaa, dan beberapa ekonom jg berpikir demikian

    penulis ada membahas sedikit di artikel https://slaveberdasi.com/2018/12/15/review-analisa-saham-2018-2/

  2. Ohh siap boskuh.. 😀 kalau penjualan kendaraan bermotor oke berarti ASII dan IMAS bisa dipilih dong ya? Beli dari sekarang? Lagi cari momentum nih. Aku pegang SCMA dan MNCN dan beberapa emiten yang transaksinya pakai dollar seperti WOOD, dll. Kecele satu nih di HRUM, suek itu emang. Aku juga ada KOBX dan HEXA, Menurut om gimana? Saham momentum yang kira2 oke apa ya tahun 2019?

    1. kalau penulis lebih memilih yang cyclical yaa.. properti,retailer.. mncn penulis baru nih beli, sungguh terlalu itu harganya hehehe

Tinggalkan Balasan