Waktu Yang Tepat Berinvestasi di Obligasi Pemerintah

Ketika kita berbicara investasi selalu pembahasannya tidak jauh – jauh dari saham, properti, dan emas. Padahal terdapat satu aset investasi lain yang dapat memberikan potensi keuntungan menarik dan layak untuk dipertimbangkan. Investasi itu ada pada obligasi pemerintah atau surat hutang negara. Untuk tipe investor yang cenderung konservatif, mau dapet bunga secara berkala, pada entry level saat ini keuntungan obligasi pemerintah sangat menarik !!

Beda Negara Maju dan Berkembang

Kalau yang dibahas saham, maka yang mengulas banyak sekali, walaupun mayoritas masih didominasi oleh chartist.

Namun kalau bicara obligasi, langsung deeh sepiii. Paling – paling ekonom yang ngomong. Kalo dengeer “ekonom” uda mau tidur aja bawaannya, beraat kakaa =P

Lain halnya dinegara maju. Obligasi ini merupakan salah satu bagian krusial dalam berinvestasi. Eksposure pembahasan investasi pada aset ini lebih besar.

Bahkan untuk pembahasan obligasi saja dibagi menjadi dua, yaitu obligasi pemerintah dan korporasi, detail bangeet. Padahal keuntungan obligasi dinegara – negara majuu ini sediiih, setaon bisa untung 2 – 3% aja uda baguus.

Yaa memang bila berinvestasi dalam mata uang USD atau EUR maka kita mengekspektasikan keuntungan yang lebih rendah,susah kaka cari cuan dinegara maju, tapi kalau Cuma 2% yaa gimanaa gituu

Naah kalau investasi yang untung 2% aja dibahas sampe segitunya, maka kita yang bunganya lebih besar perlu doonk tau lebih banyak mengenai investasi obligasi pemerintah ini

Keuntungan Historikal Jenis investasi

Perlu diingat, salah satu cara berinvestasi obligasi pemerintah yang paling sering digunakan adalah dengan membeli reksadana pendapatan tetap. Kalau beli obligasi langsung mahaal soalnya, minimal seembeer.

Diluar tahun 2018 dimana reksadana pendapatan tetap mengalami koreksi -2,3%, rata – rata keuntungan dari obligasi pemerintah ini cukup menarik looh, rata2nya bisa sampai 10% nett !!!

Apa menurut kalian return 10% setahun kecil ?

Surat hutang negara

Coba cek bunga deposito nett nya berapa sekarang ? jangan lupa deposito itu realnya masih dipotong pajak 20%, paling bersih – bersihnya kita Cuma dapat 5 – 6%, setengahnya keuntungan obligasi pemerintah

Aah saham lebiih gedee untungnyaa….

Kalau kalian mencurahkan jiwa dan raga kalian disaham dan merasa saya bisa cuan secara berkesinambungan disini yaa boleeh ajaa. Tapi kalau kita bicara reksadana saham , dari historikal return investasi rata – rata returnnya 13% setahun..

Keciiil bangeeet !!! yaa faktanya memang begitu..

Inget, di Eropa dapet 5% aja uda bersyukur, apalagi 13%, pesta poraaa 🤣

Well, itu juga sebenernya masih sedikit ketinggian, bila kita lihat pertumbuhan laba IHSG yang merupakan backbonenya dalam beberapa tahun terakhir, masih dibawah itu siih

Ketika bicara investasi yang normal, perencanaan keuangan yang solid untuk jangka panjang, kita kesampingkan dulu para pemaen saham dan trader – tradernya yang punya mimpi keuntungan ga masuk akal ituu ( termasuk saya pastinya 😅 )

Dari 250 juta masyarakat Indonesia, kelas menengahnya ada 100 juta orang yang mempunyai kapasitas untuk berinvestasi, dan hanya 1 juta diantaranya yang berinvestasi langsung disaham.. dan yang untung ?? ga lebih dari 5% laah

Ekspektasi Keuntungan Saham dan Obligasi

Berdasarkan riset Templeton, salah satu perusahaan investasi terbesar didunia, dalam 7 tahun kedepan rata – rata keuntungan kelas aset saham negara maju sekitar 6,5% setahunnya sementara negara berkembang seperti Indonesia 7,5% ( apaaa gue bilaang =P )

ekspektasi keuntungan investasi

Sementara keuntungan untuk obligasi pemerintah negara maju hanya 1,5% dan negara berkembang 6% setahun

Jauuh bangeetkan bedanya !!

kalau negara berkembang selisihnya keuntungan obligasi pemerintah dan saham tipis Cuma 1,5%, kalau negara maju sampai 5%

Padahal bicara obligasi pemerintah tentu risikonya lebih kecil, dan mendapatkan bunga secara berkala, ada cash flow yang masuk

Dilihat dari kondisi ini, kita dapat melihat menariknya berinvestasi obligasi pemerintah di Indonesia sebagai alternatif dari investasi saham, bagi – bagilaaah

Makin Bagus Negaranya Makin Kecil Bunganya

Mungkin kita bermimpi seandainya bunga tinggi seperti dulu lagii

Namun bila kita ingin makmur maka kita harus bermimpi sebaliknya, kita berharap bunga semakin kecil.

Itu artinya biaya usaha semakin murah, negara semakin maju, penghasilan kita jadi jauh lebiiih besaar !!!

Contoh saja negara – negara Eropa, Jepang, Amrik, ga ada yang bunganya lebih dari 3%. Karena memang ketika kita berbicara ekonomi, maka biaya usaha ( cost of fund )  yang rendah menunjukkan negara itu kompetitif, dan tentunya itu adalah negara maju

Naah saat ini yield atau bunga obligasi pemerintah kita 8%, sementara kita tau negara negara tetangga kita bunganya jauh lebih rendah, berkisar 2 – 5%

Cepat atau lambat bunga obligasi Indonesia juga akan turun menuju kelevel tersebut. Dan pada saat yield dari obligasi Indonesia perlahan lahan turun, maka investor obligasi akan diuntungkan dari kenaikan harga obligasi tersebut

Dalam jangka pendek memang akan ada fluktuasi pada obligasi seperti penulis bahas pada strategi investasi, namun bila kita berinvestasi untuk jangka panjang, setidaknya 3 tahun, maka investasi obligasi sekarang ini okeee bangeeeet

Bisa laah kita memiliki ekspektasi keuntungan 10% setahunnya

Pilihan Instrumen Obligasi Pemerintah

Lalu kalau mau membeli obligasi pemerintah harus lewat mana ?

  • Produk ORI yang sering kita dengar merupakan salah satu produk obligasi pemerintah yang dijual eceran teruntuk masyarakat, modal 1 juta aja bisa

Sayangnya ORI ini memiliki jatuh tempo hanya 3 tahun. Menurut penulis saat ini akan lebih baik untuk memiliki obligasi yang memiliki jatuh tempo lebih panjang, karena akan mendapatkan keuntungan lebih besar dari kenaikan harga ketika yield mulai turun

  • Pilihan lainnya adalah dengan membeli reksadana pendapatan tetap, dimana umumnya isinya merupakan obligasi pemerintah dengan waktu jatuh tempo kurang lebih 10 tahun.. kalian bisa tanyakan terlebih dahulu kepada tenaga penjualnya ( atau tanya saya langsung jg boleh ^^ )
  • Opsi membeli langsung obligasi pemerintah juga bisa melalui perbankan dengan besaran minimal 100 juta.. Kekurangannya karena ini bukan transaksi langsung dan dalam nominal yang lebih kecil, harga bid offer nya masih kurang baik dibandingkan ketika institusi membeli langsung obligasi pemerintah
  • Sekitar 2 bulan lalu penulis bertemu dengan manajemen Indopremier.. Saat ini mereka sudah menerbitkan obligasi pemerintah dalam bentuk ETF

Dalam berinvestasi haram namanya mengatakan keuntungan yang pasti, karena selalu ada faktor tak terduga yang membuat kinerja investasi tersebut meleset

Namun bila kita memanjangkan waktu investasi kita, dan memilih timing yang tepat, let’s say dari 1 tahun menjadi 3 tahun, maka investasi dapat menjadi instrumen yang membuat dana idle kita tumbuh produktif

Kapan waktu yang tepat untuk investasi obligasi pemerintah ?

Sekarang !! ✌️

________________________________________________________________________________________________________

*Tentang penulis : Yuvenz pertama kali bekerja didunia investasi di 2008. Saat ini bekerja sebagai portfolio manager pada perusahaan finansial di jakarta dengan pengelolaan pada kelas aset ekuitas dan pendapatan tetap. 
**Apabila ada pertanyaan atau mau update terbaru dari slaveberdasi dapat contact langsung di twitter @slaveberdasi , facebook slaveberdasi ,dan email di slaveberdasi@gmail.com

 

4 komentar

  1. Kenapa ga dari kemarin bahas ini kakaa?
    Mulai dari Sukri010, SBR003, dll, kan menarik tuh buat dibahas.. Ga ngerti neh..
    Ditawarin sama CS di BNI buat beli Sukuk ritel, tapi kok rasanya kurang pengetahuan, yaudin ga jadi..
    Ulas dong kakaaa…

    1. penulis jg kurang perhatiin tanggal launchingnya hahaha..

      penulis membahas ini karena menurut penulis skr lebih aman, terutama melihat dari kestabilan rupiah yaa

      okok next time penulis akan bahas dan post diwaktu yg pas 👍

    1. hai Zai..bila membandingkan nya diwaktu yg sama maka yg perlu kita perhatikan adalah waktu jatuh temponya, krn itu yg paling menentukan, semakin lama jatu tempo smakin brisiko maka semakin besar bunganya.. misalnya saja yg 3 tahun saat ini 7,3% sementara 10 tahun 7,9%

Tinggalkan Balasan