Analisa Investasi Sektor Saham IHSG

“Saham Astra sudah murah P/E nya cuma 10x”

Sering kita mendengar itu, namun kita juga bertanya tanya kenapa 10x dibilang murah. Lalu mahalnya berapa ?

Sama halnya ketika kita berbicara sektor saham IHSG, memiliki P/E yang berbeda beda. Sektor saham yang memiliki P/E murah bisa saja tetap murah, sementara sektor saham yang memiliki P/E mahal, bisa menjadi jauh lebih mahal.

Seperti penulis bahas pada sektor saham, peristiwa yang telah lalu tidak bisa kita jadikan satu2nya patokan kedepannya, setiap peristiwa memiliki keunikannya sendiri, ketidakpastian ini yang memberikan tantangan bagi kita investor dan membuatnya menjadi menarik untuk terus diikuti

P/E Sektor Saham IHSG

P/E sektor saham IHSG dapat berbeda beda dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor :

Pada umumnya perusahaan yang bergerak pada bidang kebutuhan primer, inelastis terhadap perubahan kondisi ekonomi dihargai dengan P/E lebih mahal daripada sektor lain di IHSG

Sektor saham ini merupakan sektor konsumsi seperti saham Unilever yang penulis ceritakan pada bagian pertama, secara bisnis defensive, mau lagi susah gimana kita mandi tetep pake sabun kan =P

Karena nature bisnisnya yang lebih stabil dan relatif kebal krisis membuat perusahaan ini dihargai dengan P/E yang cukup tinggi, umumnya diatas 20x P/E

Sementara sektor saham IHSG yang memiliki nature bisnis cyclical memiliki P/E yang fluktuatif. Dengan memiliki bisnis yang rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi membuat sektor saham ini memiliki pendapatan yang lebih fluktuatif dan terefleksi pada harga sahamnya, roller coaster !!

Contoh saja sektor saham pertambangan ditahun 2015 mengalami kontraksi pendapatan yang signifikan akibat terjatuhnya harga batubara. Namun ditahun berikutnya harga saham sektor pertambangan ini naik signifikan

laba sektor saham 10 tahun terakhir

Bila ditarik secara garis lurus sebenarnya kenaikan dari sektor saham pertambangan ini biasa saja, namun bergerak yoyo keatas kebawah, berbeda dengan sektor defensive yang bergerak relatif konstan

Selain ciri dari sektor saham masing – masing, faktor outlook pertumbuhan laba menjadi justifikasi perusahaan dihargai lebih mahal atau lebih murah

Simpel aja, kalau kita mempunyai bisnis yang sedang berkembang pesat, apa mau kita jual dengan harga murah ? jual mahaal donk !!

Murah Mahal atau Mahal Murah..

Jadi P/E murah itu berapa mahal itu berapa ?

Tentu mengatakan mahal atau murahnya P/E sektor saham itu sangat relatif. Bergantung banyak faktor, seperti mood market apakah sedang eufora atau sedang depres, begitu juga pada outlooknya pertumbuhannya masing masing

Namun terlepas dari angka P/E yang sangat relatif dan bisa berbeda bagi setiap orang, Kita bisa menilai apakah angka tersebut masih wajar atau tidak

Pertama, kita bisa melihat dari earning yield, yaitu laba perusahaan dibagi harga saham ( eps / share price ). Apabila didapat earning yield 10%, sementara yield dari obligasi atau tabungan hanya 6 – 7%, maka dapat kita katakan menarik. Bisa kita asumsikan investasi kita menghasilkan 10% setahun, lebih baik dari obligasi yang hanya 7%

Kedua, dari dividen yield, apabila kita ketahui perusahaan memberikan yield tinggi, bahkan melebihi yield obligasi, maka jelas investasi tersebut menarik. Seperti halnya bila kita berinvestasi properti, kita perlu tahu berapa yield yang didapat dari sewa

Dua hal tersebut kita kombinasikan juga dengan outlook perusahaan tersebut. Apakah ruang untuk bertumbuh masih baik, atau malah akan nyungsep kedepannya

Percuma juga memiliki perusahaan yang earning yieldnya 10%, tapi outlook laba akan turun menjadi setengahnya tahun depan

 Perfoma Sektor Saham

Penulis membuat grafik perfoma sektor saham IHSG secara tahunan dari tahun 2011 hingga 2018. Kenapa angkanya ganjil karena penulis memiliki keterbatasan data ketika memasukan juga return dari obligasi

Dari grafik tersebut kita bisa melihat jelas konsistensi perfomance ada pada dua sektor, yaitu sektor keuangan dan konsumsi. Koreksi relatif terbatas dan jarang, sementara return konsisten meningkat setiap tahunnya

Perfoma Sektor Saham IHSG

Selama ini penulis alergi terhadap sektor big cap seperti saham bank, namun begitu melihat chart ini penulis baru benar benar ngeeh, bila kita menginginkan investasi pada sektor yang stabil, maka sektor keuangan merupakan sektor yang perlu kita miliki

Sementara sektor pertambangan terlihat memiliki fluktuasi yang luar biasa. Ketika terkoreksi bisa terjatuh sangat dalam, dan ketika rally, bisa mengalami kenaikan yang signifikan dalam satu tahun

Tentu bila kita bisa menganalisa saham tambang dan memutuskan membeli ketika sektor saham ini sedang dibawah dan menjual ketika diatas, kita bisa mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Tapi begitu juga sebaliknya, bisa ancur portfolio investasi kita bila salah timing membelinya.

Dari pola chart ini kita juga bisa melihat sektor saham yang cocok untuk berinvestasi secara jangka panjang adalah sektor saham keuangan dan konsumsi. Istilah beli saham tinggal tidur cocok untuk dikedua sektor saham ini

Keunikan ada pada sektor agri yang didominasi saham sawit, dimana kita tidak melihat pertumbuhan sama sekali berbanding lurus dengan labanya yang flat dalam 10 tahun terakhir

Kenapa begitu ? Bukannya Indonesia Penguasa sawit terbesar didunia ??

Kalau menurut penulis karena emiten – emiten ini sudah mengalami kesulitan untuk meningkatkan volume produksi dimana dibutuhkan perluasan lahan.

Mungkin bagi pengusaha sawit bisnis ini tetap menguntungkan dengan margin yang baik, namun bagi kita investor saham, bila laba perusahaan tidak bertumbuh, dan dividen juga biasa saja, maka tidak ada justifikasi untuk memegang saham tersebut

Pengusaha –> Margin profit tebel

Investor –> Growth or dividen

Sektor Saham IHSG

Setiap sektor saham IHSG memiliki karakternya sendiri

Investasi disektor cyclical seperti tambang kurang cocok bila menggunakan strategi investasi jangka panjang. Dengan karakternya yang memiliki siklus, ada masanya sektor saham re-rate p/e ketika peak dan ada masanya de-rate p/e ketika sedang terkontraksi

Waktu yang tepat untuk berinvestasi pada sektor ini adalah ketika sedang dalam siklus kontraksi dan take profit ketika di fase boom

Masalahnya sulit untuk mendapatkan titik bottom, dibutuhkan kesabaran dan kekuatan mental ketika ikut terjebak dalam fase koreksinya sementara sektor saham lain mengalami peningkatan

Investasi jangka panjang lebih cocok ketika kita berbicara sektor keuangan dan setelahnya konsumsi

Pendekatan strategi investasi dollar cost averaging dapat dilakukan pada sektor ini. Koreksi jarang dan minimalis, sementara bila ditarik garis lurus rata – rata memberikan returnnya sekitar 15 – 20%, belum plus dividen 2 – 3%

Sektor industri dasar memiliki perfoma yang melejit di 2018 ditopang saham kertas dan poultry. Namun ini sama halnya dengan pertambangan, merupakan sektor saham cyclical, kita mesti bijak – bijak menganalisa sudah berada disiklus apa saat ini

Pada akhirnya kembali kepilihan kita, cocoknya strategi investasi kita pada sektor saham IHSG yang mana ??

________________________________________________________________________________________________________
*Tentang penulis : Yuvenz pertama kali bekerja didunia investasi di 2008. Saat ini bekerja sebagai portfolio manager pada perusahaan finansial di jakarta dengan pengelolaan pada kelas aset ekuitas dan pendapatan tetap.
**Apabila ada pertanyaan atau mau update terbaru dari slaveberdasi dapat contact langsung di twitter @slaveberdasi , facebook slaveberdasi ,dan email di [email protected]

Tinggalkan Balasan