Faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham di 2019

Awal tahun 2019 ini diawali dengan pesta pora untuk para investor saham. IHSG boleh saja cuma terlihat naik 5%. Tapi kalau kita lihat secara spesifik saham – saham lapis dua, maka kenaikannya sudah mencapai belasan hingga puluhan persen !! No wonder reksadana yang suka koleksi barang lucu pada terbang semua. Kenaikan ini membuat penulis refleksi β€œ Apa sih faktor yang mempengaruhi harga saham β€œ . Sebagai salah seorang pelaku pasar modal, penulis selalu haus mencari magic formula itu

Penggerak Saham di 2019

Syukur alhamdulilah awal tahun ini penulis juga ikut dapet rejeki dari naiknya saham – saham lapis dua, target normal setahun achieve dalam satu bulan lebih dikit 🀣🀣

Pada postingan review analisa saham dan strategi investasi 2019 di bulan desember 2018 penulis membahas Indonesia yang sedang berada fase ekonomi ekspansi, oleh karena itu merupakan momentum pada saham – saham cyclical yang memiliki potensi growth cukup baik.

Hipotesa penulis pada outlook saham 2019 sejauh ini cukup tepat, sektor saham perdagangan atau yang bertipe cyclical seperti MAPI, RALS,MTDL ditarik naik diatas 25%, termasuk analisa saham MNCN yang penulis cover januari kemarin, sementara saham defensive secara umum dihindari dulu pada fase ini. Namun ternyata hipotesa ini masih kurang lengkap untuk faktor yang mempengaruhi harga saham di 2019, semua saham lagging naeek cuii !!

Angka kenaikan 25% sebenarnya uda kereen banget hanya dalam 2 bulan. Tapi jadi berasa lagging kalau kita bandingkan dengan saham FREN,BNLI,GIAA,MPPA, dll

Memang secara kinerja keuangan tidak semua saham lapis dua sudah bisa dikatakan baik. Namun secara nilai buku banyak dari saham – saham ini yang sudah diperdagangkan terlalu murah. Yang gampangnya penulis bisa bilang jauh lebih mahal bikin pabrik baru daripada akuisisiΒ  perusahaan dengan membeli sahamnya dimarket

Dan ini lah yang terjadi, faktor yang mempengaruhi harga saham di 2019 adalah saham lagging itu betul, dan saham cyclical juga betul.

Memang saham seperti MPPA uda sebagus apa kinerja keuangannya ? woong masi merugii. Tapi kita semua tahu saham ini dulu diperdagangkan diatas 1000an, lalu kemarin harga nya cuma cepe, tinggal 10% nya doank

faktor yang mempengaruhi harga saham

Isu M&A pun juga merebak dipasar. Karena logikanya bila ini yang diangkat, maka saham – saham undervalue ini akan dijual pada fair price pada pembelinya, terbanglaah sahamnya =P

Penulis jadi teringat era M&A yang dibahas Soros dibukunya alchemy of finance demi mendongkrak kinerja perusahaan – perusahaan yang organic growth nya sudah mentok. Namun rasanya tidak relevan bila dibandingkan dengan Indonesia saat ini, we’ll see !!

Logika Investor Saham

Logika yang terbentuk dikepala pemain saham selama ini adalah saham – saham blue chip bergerak dulu ketika market naik, sementara bila setelahnya yang gerak saham lapis dua tapi indeks nya ga kemana – mana, itu pertanda indeks mau ambrool !!

Pengalaman ini penulis rasakan di 2013, 2015, dan 2018 kemarin. Namun uniknya awal 2019 ini, ketika IHSG baru mulai naik lagi setelah terkoreksi di 2018, yang gerak malah saham – saham lapis dua, masa belum apa – apa indeksnya uda mau ambrol lagii ??

Dalam hal ini penulis percaya kondisi ditahun ini seperti menseimbangkan dengan apa yang terjadi di 2017. Ditahun 2017 ketika IHSG naik 20%, yang dominan bergerak adalah saham – saham big cap. Ga usah capek capek cari inpo saham lapis dua, beli saham Mandiri aja naeknya 50% setaon, edaaan !!

Di 2017 ini saham – saham lapis dua cenderung flat, akibatnya valuasi saham big cap semakin mahal dan lapis dua semakin murah. Sementara reksadana saham yang fokus pada segmen ini kinerjanya menjadi underperform

gap valuasi saham IHSG
Membesarnya selisih valuasi saham Kapitalisasi besar ( LQ45 ) dengan lapis kedua ( Indonesia MSCI Small Cap )

Semakin besarnya gap valuasi ini semakin terlihat di 2018. Penulis menemukan banyak saham – saham yang bisa memberikan dividen yield lebih dari 5%, untuk pertama kalinya penulis bisa mendapatkan banyak saham yang memberikan yield sebesar itu sejak berinvestasi di saham

Akhirnya diskrepansi ini mulai kembali ketitik ekuilibrium dengan bergerak naik kembalinya saham – saham lapis dua ini

Jadi bila ditanya apakah ini pertanda indeks mau ambrol, menurut penulis tidak, ini terjadi karena diskrepensi yang terlalu besar, wajar bila saham saham pada IHSG ini kembali ketitik ekuilibrium

Beberapa Faktor yang Mempengaruhi harga Saham

Bila kalian mengikuti post – post mengenai saham, maka akan menyadari penulis adalah seorang value investor

Pada dasarnya penulis adalah seorang value investor, dan bukan sesuatu hal yang sulit untuk penulis melawan keyakinan konsensus, karena dalam kesehariannya penulis orang yang anti mainstream. Tapi bukan berarti penulis menggunakan kacamata kuda mengatakan value adalah segalanya !!

Penulis ga kuat untuk menahan floating loss hingga 2 tahun atau lebih sementara saham lainnya pada naik ( gigit jari kan cyiin T_T )

Sebagai investor yang penulis cari adalah keuntungan yang konsisten, tiap tahun mau nya untung, indeks lagi turun juga harus untuung, bodoo amaaat πŸ˜†

Naah karena filosofi ini yang penulis pilih, maka Β penulis perlu untuk fleksibel pada berbagai kondisi. terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi harga saham yang penulis percayai :

  • Earning. Yang paling utama tentu earning sebagai underlying perusahaan. Apabila perusahaan memiliki outlook growth yang baik, maka harga saham juga akan bergerak sejalan, hal ini lah yang penulis lihat pada MAPI dalam beberapa tahun terakhir
  • Valuasi. Untuk yang ini seninya banyak dan risiko nyangkutnya tinggi. Kalau sahamnya sudah terlalu undervalue maka ditiup rumor dikit gampang naiknya, karena harga pasar dijual dibawah harga fair nya. Masalahnya kapan ? kita ga pernah tahu, oleh karena itu sembari menunggu ada perbaikan kinerja atau isu semacamnya yang bisa mendorong harga saham ini naik, penulis mengharapkan dividen yang OK, sebagai tolak ukur bottomnya ada dimana dan tetap ada cash flow. Bila sudah memberikan yield diatas deposito, itu sudah menarik, apalagi kalau sampai belasan persen !!
  • Fund Flow. Secara umum pelaku pesar berpikir apabila yang menggerakan pasar adalah foreign inflow, maka yang bergerak adalah saham blue chip. Penulis tetap mempercayai pemikiran ini walaupun terjadi anomali di 2017 dan awal tahun ini. Apabila skenario pilpres berjalan baik, market rally, foreign inflow, penulis meyakini penggerak pasarnya adalah saham – saham big cap
  • Sentimen. Faktor yang mempengaruhi nya banyak dan setiap kondisi berbeda. Saham yang meningkat terbentuk akibat konsensus positif yang terbentuk pada emiten tersebut. Bisa karena ada perbaikan kinerja, bisa karena diuntungkan harga komoditas, atau karena perubahan kebijakan yang menguntungkan emiten, banyak !!
  • Siklus ekonomi. Semakin penulis memperdalam pemahaman konsep ini, penulis semakin meyakini besarnya korelasi antara fase ekonomi pada saham yang bergerak. Seperti pada periode ekspansi ini, merupakan waktunya berinvestasi disaham saham cyclical

Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham di 2019

Kalau yang kita cari adalah saham – saham jackpot maka formulanya relatif sama,

Saham yang sudah depress sekali, dibawah nilai intrinsiknya mulai menunjukkan perbaikan kinerja, pelan – pelan harga sahamnya naik, lalu analis mulai kembali mengcover saham ini, eksposure semakin besar, lalu emiten ini kembali membuktikan baiknya kinerja, melampui ekspetasi..

Terbaaang daaah terbaaaang !!!

Dari yang awalnya undervalue sampai menjadi buble

Kondisi ini sudah terjadi pada saham pertambangan dan kertas dalam beberapa tahun terakhir ( tapi ga sampe buble yaa )

Sementara untuk faktor yang mempengaruhi harga saham di 2019, sejauh ini faktor valuasi sangat dominan sebagai faktor terkuat

Selanjutnya penulis berekspektasi faktor fund flow pada big cap akan terlihat, terutama pada momentum pilpres dan 100 hari pertama pemerintahan, tentu dengan catatan berjalan baik2 saja πŸ˜‰

Best skenarionya Pilpres berjalan sukses, fund inflow membuat Rupiah kuat dan memberikan ruang untuk Bank Indonesia memangkas suku bunga. Momentum kebentuk, saham – saham big cap akan mendapatkan gilirannya untuk tampil

Apakah akan terjadi ? kita liat aja, kalau sudah punya posisi itu ya diaminin deeh =P

__________________________________________________________________________________________________
*Tentang penulis : Yuvenz pertama kali bekerja didunia investasi di 2008. Saat ini bekerja sebagai portfolio manager pada perusahaan finansial di jakarta dengan pengelolaan pada kelas aset ekuitas dan pendapatan tetap.
**Apabila ada pertanyaan atau mau update terbaru dari slaveberdasi dapat contact langsung di twitter @slaveberdasi , facebook slaveberdasi ,dan email di [email protected]

3 komentar

Tinggalkan Balasan