Equity

Bagaimana Mengelola Emosi di Pasar Modal, Belajar dari Pengalaman Saham Saya yang Naik 600%

Pasar saham dan segala volatilitasnya, yang bisa membuat orang merasakan euforia berlebihan dan juga stres berkepanjangan. Ya, memang di situlah ‘seni’ dari investasi dan trading saham. Di situlah ada adrenalin yang ikut berperan, untuk bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk jual dan beli saham.

Bukan perkara mudah, karena ada banyak emosi yang terlibat dalam hal ini. Dalam salah satu artikel Forbes, ada dijelaskan mengenai 14 macam emosi yang sering dirasakan oleh para investor dan trader saham, dan menjadi siklus rutinnya.

Belajar dari Pengalaman Saham Saya yang Naik 600%

Ke-14 macam emosi itu adalah:

  • Optimisme (optimism)
  • Bersemangat (excitement)
  • Sensasi (thrill)
  • Rasa senang yang berlebihan (euphoria)
  • Berpuas diri (complacency)
  • Merasa cemas (anxiety)
  • Menyangkal kondisi (denial)
  • Takut (fear)
  • Panik (panic)
  • Marah (anger)
  • Depresi (depression)
  • Berharap (hope)
  • Lega (relief)
  • Dan kembali ke optimisme

Banyak ya? Iya, dan semuanya membentuk siklus yang akan terjadi berulang pada investor dan trader, tak peduli pemula ataupun mereka yang sudah profesional dan senior. Siklus ini akan ada.

Pelajaran Emosi dari Saham yang Naik 600%

Tahun 2021 merupakan tahun yang membuat saya banyak belajar. Setelah bertahun-tahun berinvestasi jangka panjang pada satu saham, akhirnya setelah konsolidasi selama 2 tahun sabar menunggu, di 2021, harga saham emiten ini naik 600%.

Saya benar-benar belajar banyak dari saham ini. Saya belajar supaya tidak menjual saham terlalu cepat.

Saham ini memang naik 600%, tapi saya hanya menikmati sedikit dari kenaikannya. Lelah mengoleksi saham ini hingga 2 tahun lamanya, membuat saya khawatir saham ini akan kembali turun. Akibatnya, ketika saham ini benar-benar rally, saya hanya menjadi penonton melihatnya terbang ke bulan.

Saya memiliki saham ini sejak 2 tahun yang lalu. Saya melakukan analisis terhadap valuasi dan juga prospek bisnisnya dengan saksama, dan hasilnya, jelas, perusahaan ini sangat menarik. Valuasinya pun sangatlah murah.

Belajar dari Pengalaman Saham Saya yang Naik 600%

Saya tidak mengatakan bahwa perusahaan ini adalah hidden jewel. Pasalnya, bisnisnya relatif baru, dan masih harus membuktikan diri dalam kompetisinya.

Namun, kalau kita perhatikan sebagai saham, melihat bagaimana saham perusahaan startup di luar negeri bisa dihargai sedemikian mahal, maka saham ini dihargai terlalu murah.

Jadi, saya pun menganalisisnya, dan kemudian mencoba sabar untuk berinvestasi jangka panjang.

Masalahnya, setelah memegang saham ini sekian lama, merasakan fluktuasi naik hanya untuk diturunkan lagi berkali-kali—yang membuat harga saham tidak ke mana mana—maka secara psikologis, sulit bagi saya untuk menjustifikasi untuk tetap menahannya ketika sudah menguntungkan.

Hal seperti ini bukanlah pengalaman pertama bagi saya, dan harus diakui, bahwa tidak mudah untuk bisa mencari solusinya.

Memang, berbicara investasi saham tidak melulu hanya tentang pengetahuan, faktor psikologis memiliki peranan yang sangat penting. Bagaimana kita mengelola emosi, agar pikiran dingin dan tenang, sehingga dapat membuat keputusan yang benar, itu adalah kunci.

Menentukan Kapan Waktu Jual dan Beli Saham secara Tepat

Masalah dalam investasi saham bukan hanya tentang kapan beli, tetapi juga tentang kapan jual. Pengalaman sering membuat kita merasa serbasalah. Terkadang ketika kita menunda jual saham yang sudah profit besar, saham tersebut malah turun kembali.

Namun dari pengalaman 2021 saya belajar saham yang memiliki prospek rally panjang dari pesimis hingga optimis adalah saham dengan prospek pertumbuhan tinggi secara jangka panjang.

Apakah menyesali sudah menjual saham yang masih naik terus itu artinya kita serakah?

Kita sering mendengar, kalau sudah untung, meski sedikit, maka harusnya disyukuri. Yes, betul! Kalau kita berbicara sebagai trader, yang merasa penting punya kedisiplinan untuk trading sesuai rencana, maka itu betul.

Seperti halnya Warren Buffet ketika berinvestasi di Coca Cola dalam jangka waktu yang lama, hingga kemudian bisa mendapatkan keuntungan hingga ribuan persen. Menahan profit tidak tergoda menjualnya adalah tindakan yang sudah seharusnya. Dalam sejarahnya, untuk naik hingga ribuan persen ini pun, saham Coca Cola juga telah melalui fluktuasi hebat yang menguras mental investornya.

Value Investing dan Kemampuan Pemilihan Saham

Ternyata keduanya sangat erat berkaitan.

Bagaimanapun, value investing adalah strategi investasi yang memilih bertumbuh bersama perusahaan.  Dan, tahun 2021 bukanlah tahun yang mudah bagi penganut value investing, yang menggunakan pendekatan fundamental.

Saham yang mengalami kenaikan signifikan adalah saham-saham yang memiliki eksposure pada teknologi, dan memiliki prospek menarik. Kenaikan harga sahamnya nggak tanggung-tanggung, dari ratusan hingga ribuan persen.

Namun, secara valuasi dan fundamental, saham sektor ini tak masuk kriteria value investing. Labanya masih kecil, bahkan sebagian masih rugi. Dengan demikian, justifikasi kenaikan harga saham yang selangit ini lebih pada ekspektasi prospeknya.

Yah, di sinilah menariknya berinvestasi saham, terutama strategi value investing.

Pantau Pasar dengan Aplikasi Stockbit

Pasar yang dinamis selalu berubah-ubah. Apa pun yang terjadi, pasar saham tak akan pernah membuat kita berhenti belajar dan menemukan hal baru. Kalau 2020, tahunnya saham diskon, maka 2021 tahunnya saham mimpi.

Jadi, akan sangat menarik ditunggu, 2022 tahunnya saham apa?

Belajar dari Pengalaman Saham Saya yang Naik 600%

Pantau terus kondisi pasar. Ada nih fiturnya di Stockbit yang bisa bantu kamu. Ada Fundachart yang powerful banget untuk melihat tren dan korelasi dalam pasar.

Pilihan metriknya banyak banget, ada valuasi, dividen, sampe kinerja laba. Ini contoh income statement dan EPS-nya. Nah, jadi kelihatan deh, pergerakan labanya dibandingkan harga sahamnya. Kamu bisa pilih current EPS (TTM), yang artinya EPS dalam 12 bulan terakhir.

Belajar dari Pengalaman Saham Saya yang Naik 600%

Ada juga fitur Screener yang bisa bantu kita melakukan screening mencari saham-saham yang bervaluasi bagus atau mengalami peningkatan kinerja yang mungkin luput dari perhatian selama ini. Misalnya, pakai parameter yang simpel aja, seperti P/E di bawah 15x atau sales growth naik 10%.

Belajar dari Pengalaman Saham Saya yang Naik 600%

Jadi, yuk, investasi saham di Stockbit. Kita manfaatkan fiturnya untuk mengoptimalkan profit yang bisa kita dapatkan dari investasi dan trading saham.

Segera download Stockbit aja, supaya kamu bisa membuat rencana investasi atau trading saham yang lebih komprehensif, sehingga keuntungan bisa didapatkan dengan optimal.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.