Kebebasan Finansial

Bebas Finansial vs Kaya: Kamu Pilih yang Mana?

Kalau ditanya bebas finansial vs kaya, kamu bakalan milih yang mana? Apa alasannya?

Kadang, inilah yang jadi kesalahan banyak orang, bahwa menyamakan arti bebas dan kaya. Padahal, keduanya punya makna yang beda banget.

Untuk bisa bebas—apalagi secara khusus, bebas finansial—banyak yang mengira bahwa kita harus kaya. Banyak orang yang bilang, “Pengin kaya, sehingga bisa merasakan kebebasan finansial. Mau ngapain aja, bebas! Nggak perlu mikirin duit!”

Mind you, ini sebenarnya pemikiran yang keliru. Faktanya, you don’t need to be rich to be free!

Percaya atau enggak, banyak orang kaya tapi justru tidak merasakan kebebasan finansial. They work their asses off untuk bisa kaya, dan menjaga aset mereka yang banyak. Banyak orang kerja tak kenal waktu, sampai-sampai 24 jam saja rasanya kurang!  Of course, ini tidak akan terjadi jika yang kamu targetkan adalah menjadi bebas finansial.

Hidup bebas finansial literally hidup yang stress-free, karena buat ngapain aja (seharusnya) kamu tak perlu khawatir soal uang lagi.

Jalan menuju kebebasan finansial itu berbeda dengan jalan menuju kaya. Secara fundamental, keduanya adalah hal yang sangat berbeda.

Bebas Finansial Itu yang Kayak Apa Sih?

Menjadi Orang Kaya

Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi kaya adalah punya banyak harta, yang berupa uang dan berbagai hal lainnya.

Seberapa harta yang harus kamu punya untuk disebut sebagai orang kaya? Nah, ini yang relatif. Bisa jadi setiap orang punya ukuran sendiri-sendiri. Mungkin kalau asetmu sebanyak Budi Hartono yang dikatakan sebagai orang terkaya di Indonesia, barulah dibilang kaya.

Untuk menjadi orang kaya, ada beberapa cara yang bisa kamu tempuh:

1. Punyai barang-barang mewah

Ingat, prinsip dari menjadi kaya adalah punya uang banyak, dan kemudian punya aset yang juga banyak, terlepas aset yang kamu miliki ini aset yang bersifat produktif, ataupun aset yang mengalamii depresiasi seiring waktu.

Asalkan kamu memiliki barang-barang mahal yang dalam jumlah banyak, maka kamu bisa dibilang orang kaya.

Untuk menjadi kaya, pastikan kamu memiliki barang-barang ini, dan belilah dengan uang yang kamu hasilkan dari bekerja.

Begini Cara Menghitung Net Worth untuk Memastikan Progress Finansialmu Sesuai

2. Perbesar penghasilan

Perbesar penghasilan, agar uangmu semakin banyak. Ada beberapa cara untuk mendapatkan penghasilan, yaitu:

  • Bekerja di perusahaan milik orang lain, dan kemudian kita bekerja untuk mendapatkan imbalan sebagai “alat tukar” terhadap waktu, tenaga, dan pikiran yang kita keluarkan. Yes, get your ass to work, kalau perlu ambil lembur sebanyak-banyaknya, biar dapat uang lemburan yang banyak juga. Dengan demikian, uang akan lebih cepat terkumpul.
  • Investasi, dengan fokus pada growth instrumen investasi yang cepat. Misalnya, trading saham.
  • Bisnis, dan sekali lagi, get your ass to work, kalau perlu 24/7. Biar bisnis semakin melejit, uang makin banyak, yes?

3. Pertahankan aset

Agar uangmu yang banyak tak berkurang, tentu saja kamu harus menjaganya sebaik mungkin. Miliki rekening tabungan yang cukup aman, untuk menyimpan semuanya.

Kalau perlu, live below your means. Tujuannya tentu saja, supaya asetmu terjaga dengan baik.

Bebas Finansial vs Kaya: Kamu Pilih yang Mana?

Bebas Finansial

Sudah disebutkan di atas, bahwa menjadi bebas finansial itu, secara fundamental, memiliki strategi yang berbeda dengan menjadi orang kaya.

Prinsip dan fokus utama pada menjadi bebas finansial adalah pada kepemilikan aset aktif yang kemudian bisa meng-generate pendapatan pasif, untuk memungkinkanmu mendapatkan penghasilan tanpa harus bekerja secara aktif. Uang yang akan bekerja untukmu, mendatangkan uang-uang yang lain.

So, mereka yang berorientasi pada kebebasan finansial tidak akan membiarkan uang hanya menumpuk di bank atau di bawah kasur, tetapi akan membuat uangnya bekerja sehingga mendatangkan penghasilan lagi.

Pada akhirnya, dengan bebas finansial kamu dapat mencapai banyak hal. Kamu punya waktu luang yang banyak untuk dihabiskan bersama orang-orang tercinta, kamu tak perlu khawatir juga akan keuangan.

Nah, lebih detail mengenai kriteria bebas finansial bisa dilihat di artikel sebelumnya. Sok, silakan dibaca jika kamu belum baca ya.

Lalu, untuk bisa bebas finansial, kamu bisa melakukan apa? Ini dia di antaranya:

1. Kelola uang dengan baik

Intinya memang pada keuangan yang sehat, sehingga kamu tak lagi mengalami beban masalah keuangan. Salah satunya adalah masalah utang. Untuk bisa merasakan bebas finansial, kamu harus bisa mengelola uang dengan baik, sehingga utang bisa segera diselesaikan.

Karena bebas finansial berarti:

  • Bebas utang
  • Bebas menentukan gaya hidup yang pengin dijalani
  • Bebas melakukan segala sesuatu tanpa khawatir kehabisan uang
Strategi Investasi Dollar Cost Averaging: Apa yang Perlu Kamu Tahu?

2. Fokus pada membangun aset aktif

Karena prinsipnya adalah membiarkan uang yang bekerja untukmu, maka fokuslah membangun aset aktif, yang nantinya dapat meng-generate penghasilan pasif untukmu.

Jenis aset aktif yang bisa kamu miliki di antaranya:

  • Surat berharga, dengan fokus pada instrumen yang dapat memberimu penghasilan yang relatif teratur. Dengan demikian, mungkin kamu lebih fokus ke value pada instrumennya. Misalnya saham, maka kamu akan memilih yang bertipe dividend aristocrate. Demikian pula jika memilih obligasi, misalnya, kamu akan lebih fokus pada jangka waktunya sehingga kamu bisa mendapatkan kupon lebih banyak.
  • Bisnis, tak hanya sekadar membangun bisnis, kamu pun harus berpikir jangka panjang dan berfokus membuat bisnis yang bersifat sustainable. Dengan demikian, tanpa harus kamu terlibat terlalu banyak, operasional tetap berjalan dan bisa mendatangkan keuntungan yang tetap setiap periodenya untukmu.
  • Properti, yang akan memberimu penghasilan pasif berupa uang sewa dalam periode tertentu sesuai kesepakatan. Ini bisa dalam bentuk rumah petak, apartemen, ruko, rukan, kios, dan sebagainya.

3. Punyai jaring pengaman yang cukup

Apalah artinya punya uang banyak, jika kamu tak punya jaring pengaman yang cukup? Jaring pengaman terhadap apa? Terhadap segala risiko keuangan yang bisa terjadi, yang bisa membuatmu menderita kerugian finansial.

Ada 2 jenis jaring pengaman yang perlu kamu miliki, yaitu dana darurat dan asuransi sesuai kebutuhan. Ya, yang paling wajib punya adalah asuransi kesehatan, untuk mengcover biaya jika kamu sakit.

7 Tahap Bebas Finansial – Kamu Sudah Sampai Mana?

Bebas Finansial vs Kaya

Jadi, gimana? Setelah melihat paparan di atas, manakah yang akan kamu pilih?

Kaya memang menjamin bahwa hidupmu berkelimpahan. Berlebihan. Bebas finansial menjamin hidup yang bebas stres dan lebih nyaman.

Bisa jadi, kamu tidak dalam kondisi “kaya” ketika mencapai bebas finansial. Mengapa? Karena uangmu sudah dipekerjakan semua. Bisa jadi, kamu hanya memiliki sedikit tabungan dan dana darurat yang secukupnya. Aset kamu juga tidak banyak, tetapi kamu sudah memastikan bahwa semua asetmu bisa memberimu penghasilan secara pasif.

Namun, untuk menjalani hidupmu sehari-hari, kamu enggak perlu bekerja dengan jam-jam yang panjang, apalagi sampai lembur. Ibaratnya, kapan pun kamu pengin liburan ke luar negeri, ya saat itu pula kamu bisa pesan tiket dan langsung cus berangkat, tanpa mikirin lagi ongkos liburan dari mana, apalagi pakai ngutang.

So, pilih bebas finansial atau kaya?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.