Belum genap satu bulan di 2018 saham – saham kontruksi bumn kembali melesat naik hingga 20%. Setelah sekian lama berada dalam kondisi terkoreksi ditinggalkan, saat ini saham kontruksi menunjukkan tanda – tanda akan kembali bangkit. Betulkah demikian ?? untuk mengetahuinya, mari kita analisa saham kontruksi, bagaimana risiko dan peluangnya. Sudah telatkah bila masuk sekarang, secara sudah naik 20% di januari ini ??

Read More

Sejak kecil penulis tidak pernah bermimpi menjadi orang kaya sebagai tujuan. Namun seiring berjalannya waktu, menghadapi kenyataan pedihnya menjadi kuli kampret 🤪🤪   membuat penulis mulai berpikir untuk mendapatkan lebih banyak pemasukan.

Mendapatkankan lebih banyak bukan untuk menjadi kaya, tapi untuk mendapatkan kebebebasan. Kebebasan finansial di usia muda , siapa yang tidak mau ?

Read More

Kita Sudah sering mendengar salah satu pilihan terbaik dalam berinvestasi adalah reksadana. Namun ketika kita tanyakan lagi reksadana yang bagus, Kerap jawaban yang diberikan berbeda – beda. Memang pada umumnya menjawab reksadana yang dikelola oleh manajer investasi besar ( pengelola dana investasinya ). Namun apa betul selalu demikian “ Big,fat, Beautiful ?? “

Tidak semua yang paling besar itu diperuntukkan untuk kita, oleh karena itu sebelum membeli reksadana ada baiknya kita ketahui dulu bagaimana cara memilih manajer investasi.

Read More

Tahun baru harapan baru !! setelah melalui tahun investasi yang memuaskan di 2017, kita memulai ekspektasi baru di 2018. Kira – kira apa yaa yang bakal naik banyak tahun ini ??? Bicara investasi 2018 maka kita perlu tahu dulu niih situasinya gimana supaya ada gambaran investasi apa yang punya potensi menarik, ingaat selalu teliti sebelum membeli 🤓🤓

Read More

Mendengar Bill Gates, Mark Zuckerberg, Steve Jobs yang drop out dari sekolah seperti membuat pembenaran belajar tidak harus disekolah. Membuat orang mengidolai street learner seperti mereka. Namun kita harus ingat mereka adalah orang – orang jenius yang kuliah di universitas Top AS, mereka mengawali pendidikannya juga melalui sekolah, dan selanjutnya dengan kemauan kuat mereka mampu berkembang sendiri. Mungkin orang – orang seperti mereka hanya kurang dari 0,1% didunia !! lalu bagaimana 99,9% sisanya kalau ikutan drop out ??

Read More

“ Iya gajinya gede tapi biaya hidupnya juga mahaal.. “

kita sering mendengar celetukan itu ketika kenalan kita ketika membahas mengenai kerja diluar negeri, apakah itu di Jepang, timur tengah, ataupun malaysia. Dengan status negara berkembang Indonesia memiliki persepsi sebagai negara dengan biaya hidup yang murah. Namun betulkah persepsi itu ? apakah betul biaya hidup di jakarta murah ? gimana kalau dibandingkan Kuala Lumpur ? rasanya ga percaya murah, sapi 1 kilo aja harganya 100 ribu lebih, ndaasmu muraah !! 😤

Untuk mengetahui apakah biaya hidup jakarta mahal atau murah penulis membandingkan dengan ibukota dari negara tetangga seperti kuala lumpur dan bangkok. Singapore penulis coret karena sudah jelas sangat mahal. Biaya hidup kita lihat dari 3 pengeluaran utama paling besar dari masyarakat pada umumnya yaitu biaya makan, biaya transportasi, biaya tinggal.

Read More

Satu tahun adalah waktu yang panjang, banyak kejutan yang dapat terjadi diluar dugaan kita. Bila kita bicara tahun lalu, maka tidak akan ada yang percaya bunga deposito bisa turun hingga 4%. Penulis juga tepat 1 tahun lalu  menulis tentang bunga deposito 4% itu masuk akal, namun tidak menyangka dapat secepat ini. Hanya butuh waktu satu tahun kita dapat melihat suku bunga turun hingga kelevel yang sedemikian rendah. Siapa yang sangka bunga ORI bisa cuma ngasi 5,85%, laah tahun lalu dikasi bunga ORI cuma 6,6% aja uda marah – marah bilang kecil. Jadi kecil itu seberapa kecil sih sebenarnya ? turun bisa sampai seberapa turun ??

Read More

Setiap orang memiliki gaya investasi yang berbeda beda. Setelah mempelajari berbagai hal dan berdasarkan pengalaman yang dijalani, setiap orang memiliki ciri sendiri bagaimana mereka berinvestasi. Setelah banyak belajar ketika bekerja sebagai analis ekuitas dan berdasarkan pengalaman sendiri penulis memiliki ciri sebagai value investor ketika berinvestasi. Tantangannya sebagai value investor adalah kita melawan arus, ketika ratusan atau bahkan ribuan orang pintar memilih untuk keluar, kita sendirian masuk dan mengatakan “kamu salah ! “. Pertanyaan utama ketika kita menjadi value investor adalah Do You Dare ??

Read More

Bitcoin untuk investasi..

bitcoin sebagai pengganti emas..

Yakin ??

Penulis sudah mendengar mengenai investasi Bitcoin ini dari beberapa tahun lalu. Intinya konsep Bitcoin yang penulis tangkap, bitcoin sebagai mata uang virtual untuk transaksi daripada capek – capek pakai jasa bank kena spread gede kalau convert mata uang, digunakanlah bitcoin sebagai media untuk mengconvertnya.. begitulah yang penulis paham

Dan ternyata penulis salah.. 😅

Read More

Budaya Konsumerisme

“Ketika kecil nenek sering berkata, ayoo diabisiin makanannya, kasian looh banyak orang diluar sana yang tidak bisa makan “

Kalo tidak beruntung – beruntung amat secara finansial, pembaca yang lahir dibawah tahun 90 pasti mengalami hal – hal serupa. Kita diajarkan untuk hidup irit, menabung untuk masa depan kelak

Lalu apa yang terjadi sekarang ?

kalau mau irit kita bisa beli kopi harga 2000 perak per sachet, yang kita lakukan malah membeli kopi seharga 60.000 rupiah, 30x lipat !!! Nenek penulis mungkin kalau masih ada sudah geleng – geleng kepala

Read More

Para pengamat bisnis awalnya memperkirakan setelah selesainya program tax amnesty akan membuat masyarakat Indonesia yang punya duit menjadi lebih tenang dan menjadi berani kembali berinvestasi di properti. Itu skenario bobo indah yang kerap disebut – sebut tahun lalu 2016.

Namun sejauh ini belum tampak perubahan permintaan yang signifikan. Program DP 0% rumah harga 350 jutaan gubernur terpilih Jakarta nantinya bila berjalan akan meningkatkan supply & demand properti kalangan bawah, sementara kajian pemberian pajak untuk hunian kosong jelas akan membuat para investor properti takut. Pelonggaran kredit rumah yang dikeluarkan pemerintah seperti menjadi kontradiktif dengan rencana kebijakan baru ini.

Melihat kondisi ini kita menjadi bingung, jadi gimana nasib properti sekarang ini ?

Read More

“aah sekarang rugii nabuung dibank, abiis dikenakan fee, jaman dulu enaak dapet bunga”

gerutu nasabah yang merasa kecewa sekarang menabung dibank rugi karena besarnya fee. Seandainya bunga tinggi seperti dulu, mungkin seperti itu gumam deposan yang kecewa karena terus menurunnya bunga tabungan.

Bila melihat dari sejarah pada masa lalu, maka pada masa – masa 90an bunga tabungan dapat mencapai 20%, bahkan saat krisis moneter 98 sampai menyentuh 50% !!  Enaaak beneer yaa jaman dulu, tinggal nabung trus ongkang – ongkang kaki, tu duit berkembang biak kemana – mana. Warren Buffet yang dibilang investor legendaris cape – cape baca laporan keuangan tiap ari ampe kacamata tebeel kayak gitu aja rata – rata return nya cuma 15% setahun.

Lalu kalau dulu bunga tinggi, kenapa sekarang harus turun ?

Read More