Equity

Cara dan Prinsip Investasi Paling Mudah buat Para Gen Z

Menurut data KSEI, saat ini pasar modal didominasi oleh para milenial dan gen Z, dengan jumlah Single Investor Identification sebesar 5.82 juta orang. Ini artinya naik kurang lebih 50% year to date, per 31 Juli 2021. Ini artinya lebih dari separuh jumlah investor total loh.

Ini tentu berita bagus. Meskipun, mereka ini masih pemula dan belum ada valuasi investasi yang terlalu besar, tapi ya sudah cukup signifikan deh.

Pensiun Dini di Usia 40 Tahun? Ini Strateginya!

Tapi, siapa sih gen Z?

Gen Z, adalah generasi Z, adalah generasi yang terlahir setelah generasi Y atau milenial. Menurut Bencsik, Csikos, dan Juhez (2016), generasi Z adalah mereka yang terlahir dalam rentang tahun 1995 hingga 2010. Jadi, saat ini, generasi Z adalah mereka yang berusia 10 hingga 26 tahun.

So, ini artinya generasi Z pada saat ini mulai memasuki dunia kerja. Mereka mulai membangun karier, dan mungkin beberapa di antaranya sudah menikah dan mulai membentuk keluarga baru. Sudah pasti, kebutuhannya akan berbeda dengan generasi milenial, yang sudah mulai mapan sekarang.

Artinya lagi, ini hal yang bagus jika ternyata sebagian dari mereka sudah mulai berinvestasi di pasar modal, pada khususnya. Dan, jika bisa menerapkan kebiasaan keuangan yang baik sejak usia 20-an seperti gen Z ini, maka sudah hampir bisa dipastikan, kondisi finansial di masa yang akan datang juga akan lebih baik.

Terus, mengapa para gen Z begitu antusias untuk investasi di pasar modal? Ada beberapa alasannya, seperti berikut ini.

Usia Berapa Kita Bisa Bebas Finansial?

Alasan Gen Z Semangat Investasi

Peluang mendapatkan keuntungan yang besar

Tentu saja, peluang keuntunganlah yang paling memikat dari sebuah instrumen investasi. Akan sangat bervariasi, tergantung juga dengan tingkat risikonya, tapi imbal investasi rata-rata lebih tinggi daripada bunga tabungan biasa. Lebih tinggi daripada inflasi, bahkan, untuk beberapa instrumen. Terutama sih di instrumen pasar modal, yang berarti adalah saham.

Menurut data dari salah satu sekuritas yang paling banyak dipakai oleh investor retail, Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia dapat menghasilkan tingkat keuntungan sebesar 398% selama dalam kurun waktu 10 tahun. Angka ini adalah angka yang tertinggi di dunia.

Jadi, wajar kan, kalau para gen Z melirik peluang dapat cuan dari saham?

Usia muda, masih berani ambil risiko

Para generasi Z adalah mereka yang berusia 20 tahun. Pada usia ini, akan bagus kalau bisa mengambil instrumen dengan risiko yang cenderung tinggi? Mengapa?

Karena mereka yang masih berusia muda biasanya tingkat toleransi terhadap risiko juga akan lebih tinggi. Jika ternyata nantinya mengalami kerugian yang cukup fatal sekalipun, mereka lebih mudah untuk bangkit lagi. Waktu juga akan menjadi keuntungan bagi mereka.

Berbeda dengan yang sudah berusia 40 tahun ke atas, tingkat risiko harus ditekan, agar tak kemudian membuat kerugian. Buat yang berusia 40 tahun, jika gagal, upaya untuk bangkit lagi akan lebih sulit.

Tentu saja, hal ini juga masih dipengaruhi oleh banyak faktor lain, sehingga bisa saja berlaku tak sama bagi setiap orang.

Bisa dimulai dari modal kecil

Berinvestasi di pasar modal itu bisa dimulai dari nominal yang kecil. Harga saham sendiri sangat bervariasi, dan kita bisa membeli minimal 1 lot (= 100 lembar) saham. Misalnya kita punya modal Rp1 juta saja, kita bisa membeli saham dengan maksimal harga Rp10.000 per lembarnya. Banyak saham yang dijual dengan harga di bawah Rp10.000. Asal kita melakukan analisis dengan cermat, saham harga berapa pun bisa kita koleksi.

Misalnya kamu “hanya” punya modal Rp100.000 pun, kamu bisa berinvestasi di pasar modal tetapi melalui reksa dana saham. Produknya sama, saham, tetapi kamu berinvestasi “patungan” dengan investor lain melalui manajemen investasi. Imbalnya? Sama saja. Malah akan lebih mudah, karena manajer investasi kan lebih berpengalaman dalam pengelolaan aset.

Mudah!

Generasi Z sekarang dimanjakan dengan berbagai kemudahan teknologi, termasuk juga di dunia investasi. Sudah enggak ada alasan lagi untuk nggak investasi, karena melakukannya tuh mudah banget. Thanks to technology!

Cara dan Prinsip Investasi Paling Mudah buat Para Gen Z

Tip Investasi untuk Generasi Z

1. Mulai dari dana darurat

Adalah penting bagi kamu untuk memiliki dana darurat dulu sebelum mulai berinvestasi di pasar modal.

Dana darurat adalah dana yang sengaja dikumpulkan untuk digunakan di saat darurat atau keperluan mendadak. Banyak hal yang bisa terjadi, ya kan? Contoh paling nyata adalah siapa yang pernah menyangka akan ada pandemi hebat seperti sekarang, yang membuat setiap orang jadi kena efek penghasilannya? Tidak ada. Berani jamin, bahwa mereka yang survive dengan baik sampai sekarang adalah mereka yang punya dana darurat yang kuat.

So, belajar dari kasus yang sudah-sudah, maka penting bagi kamu untuk membangun dulu dana darurat sekarang juga.

Idealnya, kamu memiliki minimal 6 bulan pengeluaran rutin sebagai dana darurat, yang disimpan di instrumen likuid dan tidak boleh digunakan jika tidak benar-benar diperlukan. Jika nominal 6 bulan pengeluaran terlalu besar, kamu bisa membaginya per tahap target. Misalnya bulan depan, harus bisa menabung sampai 1 bulan pengeluaran, bulan berikutnya 1 bulan pengeluaran lagi, dan seterusnya sampai memenuhi target ideal.

2. Tentukan tujuan

Investasi pada produk apa pun tidak akan bisa optimal jika kamu melakukannya tanpa tujuan yang jelas.

Hanya sekadar investasi karena orang lain juga  melakukannya? Investasi ke instrumen saham hanya karena pengin cuan juga seperti orang lain?

Jika itu yang terjadi sekarang, niscaya, ketika nilai investasi turun, maka kamu akan stres, yang pada akhirnya hanya akan membuatmu lebih rugi lagi ke depannya.

So, tentukan tujuan investasimu sebelum memulainya. Mau dipakai buat apa nanti hasil investasinya? Berapa lama lagi dana itu akan kamu pakai? Skema investasinya akan seperti apa?

Nah, jawaban-jawaban dari pertanyaan itu akan membantumu membuat tujuan investasi yang lebih realistis.

3. Review berkala

Jika kamu berinvestasi dengan tujuan, maka kamu juga akan bisa melakukan review secara berkala dan menilai dengan lebih mudah, apakah perkembangan dana investasimu sesuai dengan yang diharapkan atau tidak.

Jika sudah sesuai dengan harapan, kamu bisa meneruskannya, atau justru bisa menambah porsinya. Jika kurang sesuai dengan yang diharapkan, kamu bisa mencari alternatif lain sebagai solusi.

Jangan lupa untuk mendiversifikasikan produk investasimu sesuai kondisi dan profil risiko juga, sebagai salah satu langkah manajemen risiko.

Nah, itu dia 3 prinsip utama investasi untuk generasi Z. Cukup mudah ya, kedengarannya. Tapi percayalah, pada praktiknya akan butuh komitmen dan konsistensi yang lumayan juga dari kamu loh. Jadi, siapkan diri sebaik-baiknya.

Good luck!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.