Kebebasan Finansial

Cara Menghitung Dana Pensiun: Berapa Sebenarnya Kebutuhan Kita?

Bebas finansial saat memasuki usia pensiun adalah keinginan banyak orang. Siapa sih yang tidak ingin menikmati hidup di usia senja tanpa perlu memikirkan cicilan dan mesti kerja? Itulah mengapa dana pensiun diperlukan untuk bisa mencapai hal tersebut. Tapi, yang sering kali ditanyakan adalah bagaimana cara menghitung dana pensiun?

Pada umumnya kaum pekerja usia produktif akan bekerja dengan tujuan meraup keuntungan sebanyak mungkin, tapi sayangnya tujuan keuangan tidak jelas. Inilah yang pada akhirnya membuat mereka seperti hilang arah, menghabiskan uang yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan konsumtif.

Jika sudah bekerja keras di usia produktif dan tidak memiliki tujuan keuangan jelas, maka di usia senja nanti yang susah ya kamu sendiri. Itulah mengapa ditekankan setiap orang wajib memiliki tujuan keuangan dalam hidup termasuk di dalamnya dana pensiun.

Dana pensiun kerap diabaikan, bahkan banyak orang yang belum tahu bagaimana cara menghitung dana pensiun dengan benar. Pasalnya, mereka menganggap menganggap apa yang didapat dari kantor sudah cukup untuk bisa meng-cover segala macam kebutuhan di usia pensiun nanti. Eits, kenyataan tidak seindah itu, teman.

Kamu harus bisa tahu cara menghitung dana pensiun agar perencanaanmu matang dan menghindari masalah-masalah kecil yang bisa saja muncul, sakit misalnya. Biar kamu nggak bingung dalam merumuskan dana pensiun, berikut ini komponen yang sangat penting dalam menghitung dana pensiun.

7 Sikap yang Bisa Bikin Gagal Investasi

7 Komponen Penting Jika Ingin Tahu Cara Menghitung Dana Pensiun

1. Hitung pengeluaran saat memasuki usia pensiun

Untuk bisa menghitung dana pensiun, mulailah dengan mencari tahu dengan jelas berapa besar pengeluaran saat memasuki usia pensiun. Biaya hidup yang menjadi patokan adalah biaya makan, minum, kesehatan, gaya hidup dan lainnya.

Apabila kamu sudah bisa mengalkulasi berapa biaya yang mesti dikeluarkan per bulan, maka akan mudah bagi kamu mengetahui besaran biaya saat usia pensiun nanti.

Jika di usia pensiun nanti, anak-anak masih sekolah, maka kamu mesti menambahkannya di pos pengeluaran.

2. Hitung cicilan

Idealnya ketika memasuki usia pensiun, kamu sudah nggak punya cicilan atau angsuran lagi. Tapi, jika masih ada, cari solusi untuk bisa melunasinya.

Agar dapat menghitung dana pensiun dengan benak, hitung besarannya secara pasti. Nantinya untuk cicilan ini bisa dimasukkan juga ke pos pengeluaran. Dengan begitu, kamu akan tahu berapa biaya yang mesti ada sebagai pemasukkan.

3. Hitung pendapatan yang akan hilang

Memasuki usia pensiun berarti kamu tidak akan bekerja lagi dan otomatis tidak akan menerima gaji rutin setiap bulan. Perhitungkan juga bonus yang akan hilang saat kamu tidak bekerja nanti.

Nah, di masa pensiun nantinya kamu akan menerima sekitar 75% dari dana pensiun yang dikumpulkan selama kamu bekerja. Inilah yang nantinya akan menjadi ‘pendapatan’ kamu per bulan. Dicatat berapa besarannya, ya.

4. Pengeluaran yang hilang

Berbeda dengan poin pertama, ini merupakan pengeluaran yang akan hilang saat memasuki masa pensiun. Ini berupa biaya transportasi. 

Jika selama ini uang gaji banyak dihabiskan untuk biaya transportasi seperti bensin, bayar tol, maka kamu mesti hitung berapa banyak nominal untuk pengeluaran yang hilang ini.

5. Hitung biaya sosial

Ketika berada di masa pensiun tentunya kamu ingin melakukan hal-hal yang menyenangkan salah satunya bersosialisasi. Ini bisa berupa reuni dengan teman-teman, atau melakukan kegiatan sosial. Kamu bisa menentukan berapa besar nominal untuk dialokasikan ke pos ini.

6. Hitung inflasi

Inflasi adalah hal yang sudah pasti terjadi, jadi kamu harus benar-benar memperhitungkannya.

Kamu berencana untuk pensiun 20 tahun lagi, untuk menghitung biaya hidup di masa depan jangan jadikan harga sekarang ini sebagai acuan, ya. Karena ada inflasi yang memengaruhi perubahan harga-harga di masa mendatang.

Untuk negara kita, rata-rata kenaikan inflasi sebesar 3% per tahun. Jadi, kamu sudah bisa mengkalkulasi ya berapa harga pokok makanan dua puluh tahun nanti dengan menambahkan besaran inflasi ke dalamnya.

7. Dana darurat harus ada

Masa pensiun nanti dana darurat masih dibutuhkan? Masih dong.

Ada hal-hal yang akan terjadi dan itu kita tidak akan pernah tahu, jadi sebaiknya kita mesti berjaga-jaga. Dan dana darurat ini akan sangat membantu jika kita mengalami masalah.

Selagi berada di usia produktif kerja, kumpulkan dana darurat semaksimal mungkin, sehingga kelak saat berada di masa pensiun kamu tidak perlu menyisihkan uang lagi.

Cara Menghitung Dana Pensiun: Berapa Sebenarnya Kebutuhan Kita?

Cara Menghitung Dana Pensiun 

Bagi sebagian orang cara menghitung dana pensiun itu rumit, penuh dengan rumus dan angka-angka. Faktanya, tidak se-horor itu kok. Kamu tak perlu menjadi ahli ekonomi dulu untuk bisa mengetahui cara menghitungnya.

Untuk kamu yang ingin mengelola keuangan atau menyiapkan rencana pensiun, sebaiknya mengetahui The 4% Rule atau biasa dikenal dengan The Trinity Study.

The 4% pertama kali dikenalkan oleh tiga orang profesor yang ahli di bidang keuangan dari Universitas Trinity. Ketiganya melakukan penelitian tentang dana pensiun di mana mereka menganggap dalam kurun waktu 15-30 tahun, rata-rata imbal hasil investasi kurang dari 4% setahun.

Nominal tersebut diperoleh dari asumsi imbal hasil dari investasi yakni rata-rata 7% per tahun yang dikurangi asumsi inflasi 3% per tahun, maka muncullah angka 4%.

Ringkasnya The Rule 4% merupakan sebuah aturan praktis yang sering digunakan dalam menghitung berapa banyak uang yang bisa ditarik secara rutin dari tabungan pensiun yang dimiliki setiap tahun.

Aturan ini dibuat agar menjaga dana pensiun untuk tetap stabil dan aman. Sedangkan pemasukan yang diperoleh berupa penarikan dari dividen atau bunga investasi yang sudah kamu miliki sejak bekerja.

Dari studi tersebut, kamu bisa menyiapkan dana pensiun dimulai dengan menghitung pengeluaran bulanan. 

Begini Cara Menghitung Net Worth untuk Memastikan Progress Finansialmu Sesuai

Cara menghitung dana pensiun:

  • Total pengeluaran bulanan dikalikan dengan dua belas (ini untuk mengetahui biaya yang akan digunakan selama setahun)
  • Lalu, kalikan dengan 25 (ini hasil pembagian 100% : 4%). Hasil akhirnya merupakan total biaya yang mesti kamu kumpulkan.

Contoh kasus:

Pengeluaranmu dalam sebulan sebesar 10 juta. Dengan rumus The 4% maka kamu bisa menghitung total biaya pensiun yang mesti disiapkan dengan perhitungan :

Jumlah pengeluaran sebulan x 12 x 25

10.000.000 x 12 x 25 = 3.000.000.000,-

Ini berarti dana pensiun yang mesti kamu siapkan sebesar tiga miliar dengan pengeluaran sebulan sebesar sepuluh juta.

Walaupun aturan The 4% rule ini sudah diteliti oleh ahlinya, tetapi masih ada yang diperdebatkan. Faktor-faktor inilah yang menjadi bahan untuk ‘perdebatan’ dalam menerapkan The 4% rule.

  • Aturan ini hanya berlaku dalam kurun waktu 25-30 tahun di masa pensiun kita, dengan catatan keadaan ekonomi nasional dan dunia sedang baik-baik saja tidak ada yang namanya krisis ekonomi, pandemi, perang dunia.
  • The 4% rule ini diteliti ketika bahan bakar fosil masih murah, tapi untuk sekarang ini penggunaan bahan bakar fosil sudah mencapai setengah dari yang ada di bumi.
  • Aturan ini juga tidak mempertimbangkan sumber pendapatan lain. 
  • Nilai saham selalu naik-turun, tidak bisa diprediksi.

Walaupun ada perdebatan, aturan The 4% rule ini bisa menjadi patokan bagi kamu dalam cara menghitung dana pensiun yang bisa mencukupi kehidupan di usia senja. Semoga bisa dipahami ya penjelasan di atas.

Yuk, jangan tunda lagi untuk menyiapkan dana pensiun!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.