Pertama – tama penulis menulis judul yang sangat Bold mengharamkan yang baca untuk maen saham bukan dengan tujuan untuk memukau dan pada akhirnya malah menganjurkan investasi saham menarik, noo ! i mean it !!!

Memang betul saham menjanjikan return yang menarik, penulis sendiri jujur sampai saat ini investasinya dapat dikatakan 100% disaham.

Looh, kalo gitu kenapa melarang ?

Berbeda dengan deposito, atau beli ORI dimana kita tinggal beli terus tinggal tidur bunga nya ngalir kerekening kita tiap waktunya, investasi disaham membutuhkan keahlian dan pengetahuan untuk dapat memperoleh return, dan tidak kalah penting faktor psikologis sangat berperan dan sangat menentukan apakah kita punya mental untuk berinvestasi disaham atau tidak.

Berikut 4 alasan penting kenapa kalian tidak seharusnya investasi disaham berdasarkan pandangan penulis :

Pertama, Setiap hari di IHSG pasti ada aja saham yang naik diatas 20% menarik ? memang ! gampang ? jelas tidak !! berusaha mengejar saham yang naik 20% setiap hari sama hal nya seperti mencari jarum ditumpukan jerami. Begini logikanya saham yang terdaftar di IHSG saat ini  berjumlah kira – kira lebih dari 500 emiten. Anggaplah setiap hari setidaknya ada 2 saham yang naik diatas 20%. Berapa peluang kita mendapatkan keuntungan itu ? mudah saja, kita hitung hukum probabilitas 2 / 500 = 0,4%. Ini sama saja dengan kita mencoba 500x dan kesempatan untuk meraih keuntungan 20% sehari hanya 0,4%. Apa mau kita investasi yang memberikan probabilitas keuntungan 20% hanya 0,4% ? sementara terdapat 99,6% probabilitas kita salah dalam menebak dan berujung merugi, jelas ga masuk.

Kedua, Yauda jadi follower aja deh dipasar modal ngikutin tren dipasar, ada gula ada semut,  kita ikutin aja saham yang lagi hot, bumi misalnya dari akhir tahun kemarin hingga awal 2017 naik dari 50 sampai 500, untung 1000% !!

Balik lagi penulis bertanya, dari rally yang sebegitu dahsyat dititik mana peluang kita masuk ambil posisi beli ? ok lah kita lagi wangi masuknya pada saat awal2 rally di 150 misalnya.

Pertanyaan nya seberapa besar peluang kita menahan posisi beli di 150 lalu jual di 500?? almost zero !!! dengan sahamnya seperti roller coaster bergerak turun naik, lebih memungkinkan kita akan mentradingkan saham itu, ” jual dulu deh, nanti kalau naik beli lagi, yang penting amanin profit dulu “, tooh rally masih terus berlanjut jadi kita senang senang saja. Namun langkah ini akan mengurangi profit kita, itu alasan pertama, alasan kedua pada saat sahamnya turun apakah kita akan mentradingkan jual beli ?? no waay !! yang ada kita denial menyangkal kerugian, dan malah melakukan average down menambah beli dengan harapan sahamnya membal lagi. Sudah ruginya maksimal karena dihold terus, yang ada malah double ruginya karena kita beli lagi diposisi bawah dan sayangnya sahamnya masih terus turun.

Well, ini nih jurus paling mujarab untuk bangkrut disaham, dan sangat lazim kita melakukannya, karena secara psikologis menerima kekalahan itu sulit !! sudah banyak pelajaran – pelajarannya dari dulu, contoh saja saham bwpt, tmpi, atau group bakrie sendiri.

Dapat dilihat pada gambar dibawah bagaimana rally luar biasa saham TMPI aka Taman Makam Para Investor.. Penulis mencoba menggambarkan disini bagaimana para pemain saham berbondong bondong membeli saham ini karena tergoda saham naik terus setiap waktunya, terefleksinya dengan volume yang meroket ( sama lah kayak bumi maren ). Harga saham naik dari 200 menjadi 4650 dalam setahun !! namun selanjutnya saham ini terkoreksi kembali ke 300 tidak pakai rem dan tanpa volume dimana artinya banyak yang beli saham ini ketika rally tidak memiliki kesempatan keluar. Sudah jelas dengan melihat gambar ini banyak sekali pemaen saham yang merugi.

Pola nya klasik, masuk ditengah tengah rally, beberapa bahkan diakhir rally, kemudian ketika turun ditahan terus sahamnya ( susah jual juga ), bahkan besar kemungkinan average down ditengah koreksi ngareeep balik lagi..

TMPI

TMPI

Ketiga, Waah ngerii yaa !!  yauda deh kita main saham yang aman – aman aja deh, kita invest di saham blue chip aja ( perusahaan besar dan likuid ). Lumrah untuk pemain saham yang sudah kapok bermain saham “gorengan” beralih fokus investasinya disaham blue chip.

Pemikiran kalau beli saham blue chip, seandainya turun pun, nanti bakal balik lagi tidak salah, mayoritas memang seperti itu. Namun balik lagi penulis bertanya, berapa lama saham blue chip terkoreksi ? apa sanggup kalian menunggu selama itu ? ada opportunity lost yang dilewatkan..

Disini penulis menggunakan contoh saham Astra international, perusahaan dengan nilai pasar salah satu yang terbesar di IHSG. Pada 2015 saham ini terkoreksi dari harga 8000 menjadi 4975. Lalu untuk kembali ke harga 8000 dibutuhkan waktu 1,5 tahun. Naah apa kalian cukup sabar menunggu saham ini balik lagi ? banyak yang terjadi pada prosesnya kalian termakan media atau para “ekspert” yang terus mengeluarkan informasi  betapa buruknya astra, bagaimana lesunya penjualan mobil dan outlook yang suram, cut loss deh..

Saham Astra International

Saham Astra

Keempat, Gimana kalau main teknikal aja ?? Kalau kita bicara teknikal maka kuncinya adalah disiplin, tidak ada ceritanya setelah kalian kursus teknikal 3 hari atau modal baca buku lalu kalian dapat wangsit yang membuat pilihan kalian selalu betul. Ya kalau pengajar ditraining kalian bilang bisa betul terus, ngapain dia capek – capek cuap cuap ngajar ?

 Trading teknikal itu sama saja dengan bermain probabilitas, dari 10 kali mencoba 7x tepat. Permasalahannya seberapa besar kita untung dari 7x benar, dan seberapa besar kita rugi dari 3x salah, disini disiplin kita akan sangat diuji, dan penulis bisa bilang sangat  – sangat sulit, banyak terjadi ketika benar untung sedikit kita buru – buru realisasi profit, sementara ketika salah kita tahan – tahan dan mengakibatkan kerugian semakin besar.

 

Faktor Psikologi memiliki peranan penting dalam berinvestasi, dan sangat di underrated. Apa kuat kita nahan profit ketika betul ? apa berani menerima kesalahan ? kadang ketika kita disiplin cut loss eeh sahamnya balik lagi dan kita gigit jari dan mengakibatkan kita menjadi tidak disiplin selanjutnya.

kalau hanya sekedar untung sebenernya tidak sulit. Kita beli aja semua saham blue chip misal semua yg masuk dalam LQ45 ( isinya 45 saham blue chip ), terus kita tahan dalam beberapa tahun ga diutak atik, besar kemungkinan kita untung. Masalahnya berapa untungnya ? siap ga nahan kalau dibawa koreksi dulu dalam perjalanannya ? lalu kalau ada saham lain yg naik jauh lebih kencang, kuat ga kita nahan godaan ?? Lagian kalau begini apa bedanya dengan kita beli reksadana ? mending beli reksadana dikelola langsung oleh ekspert nya, ga perlu capek capek pelototin harga.

bukan bermaksud melarang 100% dalam berinvestasi saham, namun penulis mau  mengingatkan risiko nya luar biasa besar, kalau maen saham hanya dengan modal mau denger kata orang saja dan ga mau mencari tahu sendiri, tidak mau belajar dari kesalahan lebih baik jangan. Dari pengalaman penulis ketika awal karir menjadi broker saham dari hampir 100 klien yang benar – benar untung cuma 1, itupun dia memang mantan fund manager. Yang ada klien maen saham cuma buat salurin hobi doank.

penulis sendiri pemain saham 100%, filosofi penulis adalah buy n hold  untuk saham high conviction berdasarkan analisa penulis. Namun penulis sendiri tidak merasa benar benar mampu mencari untung dipasar modal sampai penulis bekerja sebagai analis disalah satu perusahaan manajer investasi, sebelumnya yaa gitu kadang untung kadang rugi. Teman penulis juga ada yang seorang trader chartist, dan dia sendiri bisa membuktikan untung dari sana. Setiap orang bisa berbeda – beda metodenya, banyak jalan untuk cuan istilahnya. Namun sekali lagi, apa kalian siap rugi ? banyak lo uang sekolah nya, dan banyak juga yg ga lulus – lulus. Warren Buffet pernah mengatakan kalau kamu tidak punya kekuatan mental menahan posisi rugi sampai 50%, maka bermain saham bukan untuk kamu.

Kalau sudah tahu begini apa masih mau maen saham ???

back to you guys..

Para pengamat bisnis awalnya memperkirakan setelah selesainya program tax amnesty akan membuat masyarakat Indonesia yang punya duit menjadi lebih tenang dan menjadi berani kembali berinvestasi di properti. Itu skenario bobo indah yang kerap disebut – sebut tahun lalu 2016.

Namun sejauh ini belum tampak perubahan permintaan yang signifikan. Program DP 0% rumah harga 350 jutaan gubernur terpilih Jakarta nantinya bila berjalan akan meningkatkan supply & demand properti kalangan bawah, sementara kajian pemberian pajak untuk hunian kosong jelas akan membuat para investor properti takut. Pelonggaran kredit rumah yang dikeluarkan pemerintah seperti menjadi kontradiktif dengan rencana kebijakan baru ini.

Melihat kondisi ini kita menjadi bingung, jadi gimana nasib properti sekarang ini ?

Read More

“aah sekarang rugii nabuung dibank, abiis dikenakan fee, jaman dulu enaak dapet bunga”

gerutu nasabah yang merasa kecewa sekarang menabung dibank rugi karena besarnya fee. Seandainya bunga tinggi seperti dulu, mungkin seperti itu gumam deposan yang kecewa karena terus menurunnya bunga tabungan.

Bila melihat dari sejarah pada masa lalu, maka pada masa – masa 90an bunga tabungan dapat mencapai 20%, bahkan saat krisis moneter 98 sampai menyentuh 50% !!  Enaaak beneer yaa jaman dulu, tinggal nabung trus ongkang – ongkang kaki, tu duit berkembang biak kemana – mana. Warren Buffet yang dibilang investor legendaris cape – cape baca laporan keuangan tiap ari ampe kacamata tebeel kayak gitu aja rata – rata return nya cuma 15% setahun.

Lalu kalau dulu bunga tinggi, kenapa sekarang harus turun ?

Read More

“anak – anak perlu kalian ketahui, yang namanya berinvestasi itu high risk high return, yang paling rendah risikonya itu menabung/deposito, kemudian obligasi/ ORI, dan terakhir saham. Semakin tinggi risikonya maka jangka waktu investasinya harus lebih panjang..”

Kira – kira seperti itulah pemahaman yang kita dapatkan dibangku sekolahan, seminar, buku, ataupun dari financial planner yang kita jumpai.

Berbekal pengetahuan yang kita dapatkan maka mulailah kita berinvestasi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik dimasa depan. Beberapa yang risk taker berinvestasi langsung disaham atau direksadana berbasis saham.

apalagi dalam masa – masa panen saham, sering terdengar bisikan dari relasi ataupun financial planner betapa mudahnya mencari keuntungan bermain saham, akhirnya kitapun tergiur dengan potensi keuntungan yang menjanjikan, walaupun kita tahu kita sebenarnya bukan tipikal yang gemar mengambil risiko.

Lalu benarkah investasi disaham lebih menguntungkan ? terlebih dalam jangka panjang ?

Bisakah investasi kita tinggal tidur tanpa mengikuti perkembangan sama sekali ?

Read More

Rasanya hampir tidak ada orang Indonesia yang membantah kalau negeri kita adalah negeri yang indah dengan keindahan alam yang luar biasa. Sebenci bencinya kita dengan negeri kita, setidaknya kita selalu bangga pada 2 hal :

  1. makanan kita yang endeees bangeet,tiada hari tanpa cabe 😉
  2. Keindahan alam Indonesia terutama pantainya yang wowww

Wajar bila pemerintah begitu giat meningkatkan pariwisata kita walaupun dengan budget yang pas – pasan.

Kedatangan Raja Salman kemarin merupakan media promosi yang luar biasa untuk masyarakat timur tengah pada Indonesia. Para ahli pariwisata bahkan meyakini kedatangannya Raja Salman seperti layaknya sentuhan Midas, batu menjadi emas !!

Read More