Setiap orang memiliki gaya investasi yang berbeda beda. Setelah mempelajari berbagai hal dan berdasarkan pengalaman yang dijalani, setiap orang memiliki ciri sendiri bagaimana mereka berinvestasi. Setelah banyak belajar ketika bekerja sebagai analis ekuitas dan berdasarkan pengalaman sendiri penulis memiliki ciri sebagai value investor ketika berinvestasi. Tantangannya sebagai value investor adalah kita melawan arus, ketika ratusan atau bahkan ribuan orang pintar memilih untuk keluar, kita sendirian masuk dan mengatakan “kamu salah ! “. Pertanyaan utama ketika kita menjadi value investor adalah Do You Dare ??

Read More

Bitcoin untuk investasi..

bitcoin sebagai pengganti emas..

Yakin ??

Penulis sudah mendengar mengenai investasi Bitcoin ini dari beberapa tahun lalu. Intinya konsep Bitcoin yang penulis tangkap, bitcoin sebagai mata uang virtual untuk transaksi daripada capek – capek pakai jasa bank kena spread gede kalau convert mata uang, digunakanlah bitcoin sebagai media untuk mengconvertnya.. begitulah yang penulis paham

Dan ternyata penulis salah.. 😅

Penulis tidak menyangka kalau Bitcoin ini seperti menjadi mata uang sendiri dan bisa meroket seperti sekarang ini !!! well, kalau mengenai bitcoin mining dan sebagainya penulis tidak memahami, karena penulis tidak mengikuti. Yang menjadi pertanyaan penulis adalah apakah Bitcoin ini bisa menjadi mata uang sendiri atau menjadi investasi seperti emas ?

Bitcoin terhadap USD

Pertama – tama kita pahami dulu konsep mata uang guys.. Pada awal mula sebelum mata uang diperkenalkan manusia mengenal konsep barter dengan menggunakan seorang penengah yang menilai apakah nilai barter tersebut fair. Karena sulitnya untuk melakukan barter ( beraat kalau bawa beras sekarung boo =P ) mulai lah dikenal konsep mata uang pengganti barter

Lalu apa yang mendasari Nilai Mata Uang ?

Pada awalnya nilai mata uang yang dicetak berdasarkan emas sebagai underlying asset, simple nya sebagai jaminannya. Namun seiring berjalannya waktu konsep itu berubah, Pemerintah atau Bank sentral tidak lagi menggunakan emas sebagai underlying ketika mencetak uang, namun lebih didasari oleh ekonomi negara itu sendiri..

hemm.. ribeet yaa ..

Begini, simple nya nilai mata uang lebih berdasarkan supply and demand.. semakin banyak demand, nilai mata uang menguat, semakin banyak supply nilai mata uang menurun

Contoh :

  • Indonesia lebih banyak ekspor, berarti banyak negara lain butuh beli barang kita,demand rupiah meningkat, maka rupiah menguat
  • Bank Indonesia banyak mencetak uang baru, berarti supply meningkat, maka rupiah melemah
  • Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan, bunga deposito naik membuat orang lebih memilih menabung sehingga supply mata uang rupiah yang beredar dimasyarakat berkurang, ini membuat rupiah menguat

Ini adalah beberapa contoh yang mendasari kenapa mata uang menguat atau melemah. Sama halnya dengan emas

ketika masa MoonSoon di India orang – orang berspekulasi demand emas meningkat yang membuat nilai emas naik. Ditemukan tambang emas baru yang luar biasa besar dan menaikkan supply emas dunia 15%, maka harga emas akan turun.

Konsepnya sama saja dengan mata uang, supply & demand


Balik ke topik, lalu apakah Bitcoin bisa sebagai investasi atau pengganti emas ?

Apa yang mengerek nilai Bitcoin meroket tinggi saat ini ? karena semua orang berbondong – bondong menggunakan mata uang Bitcoin, demand meningkat maka nilainya menguat

Lalu bagaimana dengan supply nya ? menurut informasi supply dari Bitcoin itu dihitung berdasarkan algoritma yang reliable sehingga dapat membuat supply terjaga

How ?

disini penulis skeptis dengan kata2 “algoritma mengontrol supply” , kalau mata uang jelas negara menjadi kredibilitasnya, mereka yang menjaga supply, mereka yang ngatur kapan cetak duit, kapan ditarik, kalau semena – mena cetak duit maka value mata uang akan turun, Zimbabwe contohnya

Lalu Siapa yang mengontrol Bitcoin ? laah pendirinya aja ga jelas, bilangnya namanya Satoshi Nakamoto, tapi dicari orang aslinya ga ada. Kalau kita pegang mata uang Bitcoin, gimana bisa kita pegang kalau mereka ga cetak duit seenaknya yang bisa bikin nilai jatuh, mau dipercayain sama robot algoritma ? come on laah..

Jangan salah sangka, penulis orang yang sangat start up minded, selalu mendukung efisiensi dan efektivitas, ide mata uang virtual jelas ide yang brilian, daripada capek2 ke money changer dikasi spread gede kan

Tapi kalau berbicara Bitcoin sebagai investasi, i don’t think so.. pertama mata uang itu jelas bukan buat untuk investasi, kemudian Apa dasarnya yang membuat nilainya terus menguat ? kalau alasannya seperti sekarang ini karena demand yang meroket tanpa underlying yang jelas, ini maah namanya Buble Masbro..

Algoritma menggantikan peran Profesor – profesor Bank Sentral dalam mengatrol peredaran mata uang ? Parameter yang digunakan Bank Sentral sangatlah banyak, dan selama Doraemon belomlah muncul, penulis tidak percaya ada robo algo yang mampu menggantikan peran tersebut =P

Lalu apakah kenaikan bitcoin bisa terus berlanjut ? Bisa saja, kalau sedang euforia seperti ini harga bisa terus naik kelevel yang tidak masuk akal. Dulu tahun 1600an bunga tulip aja bisa ampe dituker ama rumah, sekarang, tuker bitcoin sama mobil aja belom cukup,baru 64 juta, jadi kalau ditanya apakah masih bisa naik, ya mungkin aja..

Penulis nyesel juga sih ga ikutan spekulasi dari awal hehehe.. tapi ya balik lagi, jadinya ini lebih untuk spekulasi bagi para oportunis sejati, kalo buat investasi long term ? No no no..
*Penulis baru – baru ini saja membaca lebih dalam mengenai Bitcoin. Penulis mencoba memahami Bitcoin dari sudut pandang investasi, CMIIW.

 

 

 

Para pengamat bisnis awalnya memperkirakan setelah selesainya program tax amnesty akan membuat masyarakat Indonesia yang punya duit menjadi lebih tenang dan menjadi berani kembali berinvestasi di properti. Itu skenario bobo indah yang kerap disebut – sebut tahun lalu 2016.

Namun sejauh ini belum tampak perubahan permintaan yang signifikan. Program DP 0% rumah harga 350 jutaan gubernur terpilih Jakarta nantinya bila berjalan akan meningkatkan supply & demand properti kalangan bawah, sementara kajian pemberian pajak untuk hunian kosong jelas akan membuat para investor properti takut. Pelonggaran kredit rumah yang dikeluarkan pemerintah seperti menjadi kontradiktif dengan rencana kebijakan baru ini.

Melihat kondisi ini kita menjadi bingung, jadi gimana nasib properti sekarang ini ?

Read More

“We’ve long felt that the only value of stock forecasters is to make fortune tellers look good. Even now, Charlie and I continue to believe that short-term market forecasts are poison and should be kept locked up in a safe place, away from children and also from grown-ups who behave in the market like children.”

-Warren Buffet-

Dalam salah satu quote nya Buffet mengatakan para expert investasi hanya membuat profesi tukang ramal tampak hebat. Menurut pandangan Buffet memprediksi arah pasar dalam jangka pendek tidak ada bedanya seperti Racun, dan sebaiknya menjauhkan diri dari niat tersebut..

Ketika penulis melihat situasi serupa terjadi diawal 2017 ini, penulis kembali teringat ucapan dari Opa Buffet. Di 2017 ini para ekspert investasi ramai – ramai meleset dalam membuat prediksi jangka pendek.  Begitu kompaknya para ahli ini meleset semakin menjelaskan pemahaman Buffet mengenai prediksi jangka pendek, wasting time !!

Kesalahan prediksi dimulai dari ketidaktahuan, dan ketidaktahuan itu bernama Donald Trump..

Terpilihnya Donald Trump menjadi presiden mungkin dapat dikatakan keajaiban terbesar di 2016 setelah leicester juara liga Inggris =P . Kemenangannya membuat pasar dalam ketidakpastian luar biasa, AS sebagai ekonomi terbesar didunia dapat dikatakan merupakan acuan akan arah ekonomi global. Dari pemimpin negara, pebisnis, hingga pelaku financial semuanya bingung. Ketika salah seorang direktur asset management terbesar Indonesia ditanyakan pendapatnya mengenai bagaimana arah investasi dengan kondisi ini, diapun menjawab ” emm emmm yaa akan kami digest ( cerna ) terlebih dulu hingga mendapat perkembangan yang lebih lanjut emm emmm..”

Tidak sampai 3 hari sejak Trump dilantik, pasar negara berkembang terkoreksi besar termasuk Indonesia, pasar meyakini kebijakan yang akan dilakukan Trump akan menyebabkan inflasi AS meningkat pesat dan membuat obligasi terkoreksi, sementara kebijakan proteksinya memberikan risiko pada perekonomian negara berkembang. Dari analis,ekonom, hingga para fund manager top Indonesia kompak merekomendasikan untuk menurunkan risiko. Dan benar saja obligasi Indonesia terkoreksi besar turun hingga -7% kira2 dalam beberapa bulan diakhir 2016.

Kekhawatiran pada obligasi Indonesia terus berlanjut hingga 2017. Para ekspert sepakat risiko global terutama dari AS sangatlah besar. Para Fund manager Bond ( obligasi ) ramai – ramai menurunkan durasi dimana itu berarti menurunkan risiko.

Keputusan para ekspert itu terbukti..

terbukti salaah !!!

well penulis tidak berlagak paling benar, hanya saja penulis melihat peristiwa yang lucu sekali, begitu kompaknya kumpulan para pakar ini dalam melakukan kesalahan prediksi.

Surprised or amazed redhead businesswoman

woooow

Yang terjadi pada obligasi selama periode Januari hingga maret malah menguat sekitar 5% dalam 3 bulan pertama 2017. Untuk pemain saham mungkin angka itu terasa kecil, namun untuk investor obligasi menguat 5% dalam 3 bulan itu WOOOOOW

Untuk merefresh saja bagi yang lupa.. Obligasi pemerintah merupakan surat hutang yang diterbitkan negara. Simplenya  sama seperti kita kalau berhutang wajib bayar bunga, misal 15 – 18% untuk KTA, pemerintah juga membayarkan bunga yang disebut kupon atau dalam kondisi real dipasar kita sebut yield. Buat yang sudah mengenal ORI atau SUKRI, itu merupakan surat hutang pemerintah yang dikhususkan untuk retail / individu seperti kita. Bedanya dengan hutang bank biasa, obligasi ini bisa diperdagangkan, ketika yield semakin naik maka pemegang obligasi merugi karena harga obligasi terkoreksi.

Pada awal 2017 bunga yang dibayarkan pemerintah untuk surat hutang bertenor 10 tahun adalah 7,9%. Terdapat beberapa hal yang mendasari kenapa pemerintah membayar bunga hutang sebesar itu seperti karena kredit rating yang dimiliki Indonesia saat ini, premium yang didapat dibandingkan dengan inflasi ( contoh yield obligasi secara rata – rata inflasi + 2%), dan perbandingan dengan obligasi AS yang merupakan acuan obligasi dunia. Contoh yield normal obligasi Indonesia 5% lebih mahal dari AS, maka ketika bunga hutang obligasi AS 2% normalnya Indonesia 7%, bila yield Indonesia 6% maka investor dapat mengatakan yield Indonesia kurang menarik secara spread ( selisih ) dengan AS.

bond indo maret

Apa yang terjadi di 2017 nyatanya hingga akhir maret bunga hutang pemerintah Indonesia yang tadinya dikhawatirkan naik, ,malah terus turun dari awalnya 7,9% hingga sekarang 7,0%.

Lalu apa sih yang membuat bunga hutang pemerintah Indonesia terus turun ?

Dugaan paling kuat adalah karena ditingkatkannya outlook kredit rating Indonesia oleh lembaga rating besar dunia. Lembaga rating merupakan pihak independen yang memberikan peringkat rating pada penerbit hutang, makin bagus ratingnya berarti risiko gagal bayarnya semakin rendah

Sementara dugaan penulis pribadi faktor lainnya adalah pemerintah membayar terlalu mahal !!! bayangkan saja negara seperti Filipina dan Thailand hanya membayar sekitar 4%, Singapura apalagi cuma sekitar 2%. Maka dapat dikatakan mispriced

Terlepas dari faktor yang membuat yield / bunga hutang terus turun, penulis seperti diingatkan lagi, memprediksi secara jangka pendek sangatlah sulit karena pasar kerap irasional.

Sederhananya begini, dalam 10 tahun kedepan siapa sih yang ga yakin perusahaan Indofood akan tumbuh lebih besar dari sekarang, pasti makin gede donk !! namun jika kita ditanya, “kalau minggu depan gimana ? ” maka jawabannya tentu tidak tahu..

Para Fund Manager atau para ekspert tentunya paham yield indonesia sangat tinggi dan secara jangka panjang akan terus turun, namun ketika seluruh dunia mengatakan ” ngerii boss !! ” terlalu berisiko bagi para ekspert di Indonesia untuk mengambil sikap kontrarian, risiko yang ditanggung tidak sepadan dengan kemungkinan keuntungan yang diperoleh, terlebih pendapat mereka mewakili korporasi besar, pada akhirnya para ekspert ini juga karyawan kawan 😉

 

Rasanya hampir tidak ada orang Indonesia yang membantah kalau negeri kita adalah negeri yang indah dengan keindahan alam yang luar biasa. Sebenci bencinya kita dengan negeri kita, setidaknya kita selalu bangga pada 2 hal :

  1. makanan kita yang endeees bangeet,tiada hari tanpa cabe 😉
  2. Keindahan alam Indonesia terutama pantainya yang wowww

Wajar bila pemerintah begitu giat meningkatkan pariwisata kita walaupun dengan budget yang pas – pasan.

Kedatangan Raja Salman kemarin merupakan media promosi yang luar biasa untuk masyarakat timur tengah pada Indonesia. Para ahli pariwisata bahkan meyakini kedatangannya Raja Salman seperti layaknya sentuhan Midas, batu menjadi emas !!

Read More