Bila kita baru memasuki dunia kerja memang kalo mendengar kata – kata “pensiun” atau “ kebebasan finansial” terasa aneh, wong lagi semangat – semangatnya membuktikan diri. Namun. Setelah Bekerja selama satu dasawarsa kita mulai berpikir mengalokasikan hasil jerih payah kita dimasa depan nanti. Kita berpikir membeli rumah ini rumah itu, berinvestasi emas, reksadana, atau bermain saham. Namun tidak pernah terpikir oleh kita, berapa idealnya investasi yang kita butuhkan untuk kebebasan finansial itu. Naah dari sini penulis mendapatkan ide yang menarik dari membaca beberapa sumber, bahwa kebebasan finansial 20x !!

Read More

Kita sudah sering mendengar istilah “banyak anak banyak rejeki”. Di jaman dulu banyak orang tua yang memiliki pemikiran kalau sudah tua dengan mempunyai banyak anak jadinya banyak yang ngurusin kalau sudah pensiun

Ga heran nenek kita atau neneknya nenek kita bisa punya anak cukup buat bikin team basket beserta cadangannya =P

Naah kalau jaman sekarang kita denger temen kita orang kantoran mau punya anak 4..

Siap siap deeh jadi bahan gosip..

“ Gilee Kimpoi mulu si ujang.. “

“ aku sih bukannya mau nge judge ya jeng, tapi yaa mboo mikiir gituu.. “ ( pada akhirnya nge judge juga =P )

Penulis ga akan ngelanjutin bilang biaya hidup makin mahal. Nenek nenek juga tau kalo itu. Secara penghasilan masyarakat sekarang juga lebih mapan kok.

Yang penulis mau bahas adalah adanya perubahan fokus dari orang jaman dulu ke jaman sekarang.

Perubahan Cara Berpikir Untuk Menghadapi Masa Pensiun

Kalo dulu solusi buat pensiun bahagia bikin anak yang banyak ( yaa kaleee =P )

Kalo sekarang yang kita pikirin punya anak maksimal dua, lalu pikiran sekolah anak yang bagus, mobil 7 seater yang cakep modelnya ( Xpander laah at least ), punya rumah yang nyaman.

Lalu rencana pensiun ?

Gimana rencana pensiunnya ?

Lebih visioner orang jaman dulu donk uda mikirin strategi buat masa pensiun jauh2 hari =P

Mungkin dengan kita bekerja kantoran kita berpikir akan terus memiliki penghasilan sampai semua cicilan kita lunas. Namun umumnya kita ga gitu engeeh gimana buat pensiun nanti ?

Cepat atau lambat kita akan semakin sadar akan kebutuhan kita untuk mempersiapkan masa pensiun. Kita ga selamanya gajian

Ya kalau dapat warisan juga umumnya kita dapatnya rumah kan buat kita tinggalin. Kalau kita beli lagi ya kelak itu buat anak, tul ga ?

ya syukur alhamdulilah siih kalau warisan dapet rumah 5 tabungan 50 miliar. Sayangnya penulis ga begitu, dan pastinya kebanyakan dari kita sesama rakyat jelata ini juga senasib kan hehehe, golongan middle class..

Rumahnya ok ada, tapi duit buat makan dari mana kalo uda ga kerja ? mau minta sama anak ?? rasanya enggak..

Strategi masa pensiun aka minta anak

Buat pembaca disini yang masi muda – muda disini mungkin kata – kata tepatnya bukan rencana pensiun, tapi kebebasan finansial , seperti mimpi penulis

Mimpi Memiliki kebebasan finansial diusia muda, tidak lagi bekerja hanya demi mempertahankan dapur tetap ngebul =P

Bukan Rencana Masa Pensiun Copas Buku

Mungkin karena kita sedang berada dimasa peralihan, belum terlalu banyak yang memikirkan mengenai masa pensiun ,

Biasanya kita Cuma berpikir gimana bisa jadi sekaya kayanya, namun ga punya ide yang jelas mengenai masa pensiun itu.

Tapi penulis percaya dalam 5 – 10 tahun kedepan kita – kita yang generasi milenials akan semakin sadar dengan butuhnya merencanakan masa pensiun

Nopee bukan dengan membeli unit link asuransi atau mengikuti rekomendasi investasi sales bank, or even financial planner , banyakkan ngambang ngopi teori doank =P

Namun dengan benar – benar persiapan yang lebih matang, kita akan lebih melek finansial

Pada akhirnya kita akan menjadi seperti negara – negara maju, yang memiliki pemahaman yang jelas bagaimana memperhitungkan segala yang dibutuhkan , dan mengevaluasi dari waktu ke waktu akan persiapan masa pensiun kita, are we on track or not..

Kalau disini paling rekomendasinya kan kapan kita pensiun ? ok 55

lalu berapa lama ekspektasi kita hidup ? ok 20 tahun

dihitung deh kebutuhan dana kita selama masih hidup 20 tahun

Simple nya rekomendasi disini seperti itu..

work till drop

 

Pertanyaan penulis..

emang kita rela duit yang kita kumpulin capek – capek tergerus setiap tahunnya ampe mati ?

Ada yang mau kah ??

Rencana Pensiun di Negara Maju

Penulis jadi bener – bener engeeh kalau ada missing link yang sangat besar disini ketika mempersiapkan persentasi membawakan seminar tentang rencana pensiun untuk karyawan perusahaan yang sahamnya dimintain daddy

Penulis coba ubek – ubek sana sini, dan penulis jadi benar – benar sadar, semuanya masi pada gelap, baik yang diberikan advice, ataupun memberikan advice

Mayoritas mereka memberikan advice hanya text book ngambang ngikutin buku – buku teori yang mereka baca. Tapi kita ga bisa berenang hanya dengan modal baca buku kan ?

Sementara ketika penulis mencari – cari sumber yang tepat dari luar negeri, banyakkan Amrik laa yaa, mereka ga lagi Cuma modal text book, mereka memiliki konsep yang jelas, real case yang jelas, praktek yang jelas dalam kondisi pasar yang riil ,

ga lagi Cuma modal ngomong “ jangan kumpulkan telur dalam satu keranjang atau menghitung total dana pensiun yang kita butuhkan ampe koiit “ they are much more than that !!

Pas penulis ubek – ubek penulis BENEER BENEEER WOOOOUUWW ,this is the real deal !!!

Perbedaan Financial Planner Amrik & Indonesia

Dari segi gaya bahasa mereka tetap diplomatis dan aman sama seperti di Indonesia, bukan yang ngasi pernyataan secara bold dan high conviction. “ kalau pensiun ditunda lebih lama dari 65 menjadi 70 maka cicilan akan meringankan menjadi XXX.. “

Penulis siih tiduuur baca – baca beginiaaan hehehe

Tapi menurut penulis  yang membuat perbedaan besar disini dan Amrik adalah pengalaman dan networknya

Perencana keuangan disini most likely bukan orang yang memiliki background invesment. Padahal ketika bicara perencanaan pensiun , akan sangat erat hubungannya dengan investasi

Sementara yang orang investasi masih ga peduli sama yang namanya wealth management atau perencanaan pensiun atau apalaaah ituu. Pedulinya Cuma cari bisikan maut, saham mana yang mau ngasi cuan

Dua hal ini seakan hidup didunia yang berbeda..

Hasilnya, perencana keuangan aka financial planner gelap kalau bicara investasi, bisanya bicara hal – hal yang bersifat text book saja seperti risiko sedang itu obligasi risiko tinggi itu saham, that’s it..

Sementara di Amrik wealth management itu berdiri dalam satu payung dengan asset management, jadi selain mereka pakar dalam perencanaan, mereka tau bagaimana menjalankannya dalam dunia investasi yang riil, they walk the talk.

Masa Pensiun Dilihat dari Sekarang

Sah – sah aja kalau kita berpikir yang penting kaya, duit masa pensiun datang dengan sendirinya..

Tapi untuk karyawan cungpret kayak penulis menghitung berapa dana yang penulis butuhkan untuk kebebasan finansial atau masa pensiun merupakan sesuatu yang sangat menarik.

Hobi gitu ngutak atik kalkulator ngitung – ngitung jadi berapaa niih yang dibutuhin buat kebebasan finansial

Makanya penulis membuat kalkulator kebebasan finansial juga buat penulis pake ngitung – ngitung

*baca juga historikal return investasi

Cepat atau lambat dengan negara kita yang mengarah kenegara maju, punya anak lebih sedikit ( mentok 2 ), dituntut kemandirian yang lebih besar, maka menghitung untuk masa pensiun akan menjadi hal yang lebih diperhatikan

Investasi untuk perencanaan masa pensiun ga melulu bicara soal saham kok. Makanya penulis banyak menjalar ke investasi alternatif lainnya seperti peer 2 peer lending , properti , reksadana pendapatan tetap , dan lainnya.

Apa yang penulis bahas adalah investasi yang penulis pandang dapat dipertanggungjawabkan risk rewardnya

Tujuan dari Blog ini adalah supaya penulis dan yang baca dapat menjadi lebih dekat meraih kebebasan finansial aka pensiun dini 😇😇😇

*Apabila ada pertanyaan atau mau update terbaru dari slaveberdasi contact langsung saja di twitter @slaveberdasi , facebook slaveberdasi ,dan email di slaveberdasi@gmail.com

Sejak kecil penulis tidak pernah bermimpi menjadi orang kaya sebagai tujuan. Namun seiring berjalannya waktu, menghadapi kenyataan pedihnya menjadi kuli kampret 🤪🤪   membuat penulis mulai berpikir untuk mendapatkan lebih banyak pemasukan.

Mendapatkankan lebih banyak bukan untuk menjadi kaya, tapi untuk mendapatkan kebebebasan. Kebebasan finansial di usia muda , siapa yang tidak mau ?

Read More

Mendengar Bill Gates, Mark Zuckerberg, Steve Jobs yang drop out dari sekolah seperti membuat pembenaran belajar tidak harus disekolah. Membuat orang mengidolai street learner seperti mereka. Namun kita harus ingat mereka adalah orang – orang jenius yang kuliah di universitas Top AS, mereka mengawali pendidikannya juga melalui sekolah, dan selanjutnya dengan kemauan kuat mereka mampu berkembang sendiri. Mungkin orang – orang seperti mereka hanya kurang dari 0,1% didunia !! lalu bagaimana 99,9% sisanya kalau ikutan drop out ??

Read More

Budaya Konsumerisme

“Ketika kecil nenek sering berkata, ayoo diabisiin makanannya, kasian looh banyak orang diluar sana yang tidak bisa makan “

Kalo tidak beruntung – beruntung amat secara finansial, pembaca yang lahir dibawah tahun 90 pasti mengalami hal – hal serupa. Kita diajarkan untuk hidup irit, menabung untuk masa depan kelak

Lalu apa yang terjadi sekarang ?

kalau mau irit kita bisa beli kopi harga 2000 perak per sachet, yang kita lakukan malah membeli kopi seharga 60.000 rupiah, 30x lipat !!! Nenek penulis mungkin kalau masih ada sudah geleng – geleng kepala

Read More

“anak – anak perlu kalian ketahui, yang namanya berinvestasi itu high risk high return, yang paling rendah risikonya itu menabung/deposito, kemudian obligasi/ ORI, dan terakhir saham. Semakin tinggi risikonya maka jangka waktu investasinya harus lebih panjang..”

Kira – kira seperti itulah pemahaman yang kita dapatkan dibangku sekolahan, seminar, buku, ataupun dari financial planner yang kita jumpai.

Berbekal pengetahuan yang kita dapatkan maka mulailah kita berinvestasi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik dimasa depan. Beberapa yang risk taker berinvestasi langsung disaham atau direksadana berbasis saham.

apalagi dalam masa – masa panen saham, sering terdengar bisikan dari relasi ataupun financial planner betapa mudahnya mencari keuntungan bermain saham, akhirnya kitapun tergiur dengan potensi keuntungan yang menjanjikan, walaupun kita tahu kita sebenarnya bukan tipikal yang gemar mengambil risiko.

Lalu benarkah investasi disaham lebih menguntungkan ? terlebih dalam jangka panjang ?

Bisakah investasi kita tinggal tidur tanpa mengikuti perkembangan sama sekali ?

Read More

Ketika mendapat ide untuk menulis tentang pekerja gaji UMR seperti buruh, penulis teringat pada karyawannya teman penulis yang mempunyai usaha rumah makan. Karyawan tersebut masih digaji dibawah UMR yang saat ini sebesar 3,3 juta. Yang ia dapatkan sekitar 2,5 juta. Namun hebatnya dengan jumlah yang masih mini tampaknya dia berusaha mengimpress pacarnya dengan membeli motor kereen dengan harga sekitar 30 jutaan. Gaji boleh kecil, gengsi harus tetap besar =P

Naah balik ke topik, jadi bisa ga sih para UMRers ini bermimpi ? menyekolahkan anak hingga ke jenjang yang tinggi, memiliki dana pensiun yang cukup ? jaminan kesehatan ??

Angka 3,3 juta sebenarnya sudah terdengar woww saat penulis mendengar. Gaji pembantu penulis saja hanya 1,5 juta. Gaji satpam dikomplek penulis bahkan hanya 1,1 – 1,4 + tunjangan makan

Oke pertama – tama kita hitung dulu dari biaya hidup untuk pekerja seperti buruh yang menerima gaji minimum ( UMR ) jakarta 3,3 juta.

screenshot_20170218_212838Kita asumsikan biaya untuk kontrak 750 ribu, biaya makan 15 ribu sekali makan maka sekitar satu juta sebulan, biaya transportasi menggunakan angkutan umum sekitar 300 ribu sebulan, kemudian menggunakan beberapa asumsi lain seperti kebutuhan pribadi 10% dari penghasilan dan kebutuhan lain – lain yang mendadak 15% dari penghasilan maka didapat biaya hidup satu bulan 3 juta kurang sedikit. tentu ini hanya ilustrasi tanpa bermaksud mengjudge atau membuat hidup para UMRers terkesan mudah.

Angka ini menggunakan asumsi sebagai single. Bila menikah tentu pasangan perlu untuk bekerja, bila tidak sulit rasanya membayangkan menutup biaya hidup anak. Untuk asumsi membiaya pendidikan anak penulis akan menjabarkannya dilain kesempatan, sementara untuk jaminan kesehatan kita menggunakan standar minimum dengan BPJS yang syukur alhamdulilah akhirnya sekarang ada walau tentu perlu banyak perbaikan.

Oke, dari angka pengeluaran bulanan 3 juta satu bulan maka kira – kira bisa disisihkan 10% dari penghasilan untuk investasi berarti 300 ribu setiap bulannya dan didapat 3,6 juta setiap tahunnya. Kita kesampingkan efek inflasi dengan jumlah investasi yang disisihkan konstan tetap sama 3,6 juta setiap tahunnya

Setelah 25 tahun bekerja kira – kira berapa sih yang bisa didapat hasil investasi oleh para pekerja UMR ini ??

investasi-10-gaji

Dengan menggunakan asumsi dana tersebut disimpan dibawah bantal, maka dana yang terkumpul sekitar 90 juta. Sementara bila dana tersebut disimpan dibank,dideposito dengan bunga 6% maka didapat 200 juta kurang sedikit, wowww 2x lipat dari bantal !! eitts jangan senang dulu, kita lihat efek bunga berbunganya bila diinvestasikan kereksadana saham

Dengan investasi selama 25 tahun maka profile investasi ini cocok sekali dimasukkan ke reksadana saham. Dengan rata – rata return 15 – 20% dalam jangka panjang maka disini saya menggunakan asumsi konservatif pertumbuhan 14% setahun. Lalu berapakah yang akan didapat ? 654 juta !! 6x dari bantal !! 3x dari deposito !!!

Sekali lagi penulis tidak berusaha menggampangkan kehidupan dengan gaji pas -pasan ( sueer ) namun justru penulis menekankan pentingnya disiplin investasi untuk mendapatkan jaminan hidup yang layak ketika nantinya sudah memasuki masa pensiun

tentu case nya berbeda bila memiliki pendidikan tinggi, penghasilan besar dengan potensi peningkatan karir yang luar biasa. Tidak semuanya memiliki kesempatan itu, namun penulis percaya setiap orang berhak memiliki mimpinya. Dalam hal ini menjalani masa tua dengan tenang

Selain investasi pribadi tentunya para pekerja mendapatkan dana investasi lain dari BPJS yang mengambil gaji sekitar 5% setiap bulannya. Dengan melihat angka tersebut dan asumsi pertumbuhan investasi dari BPJS sebesar 5% dan 8% maka didapatkan angka seperti dibawah. Sekedar catatan kenapa asumsi pertumbuhan investasi oleh BPJS lebih rendah karena pengelolaan investasi oleh BPJS lebih konservatif

screenshot_20170218_211849

Dalam 25 tahun bekerja maka potensi investasi yang didapat ketika mencairkannya dari BPJS adalah 90 juta dengan asumsi tidak ada pertumbuhan sama sekali, 171 juta dengan asumsi bertumbuh 5% setiap tahunnya, dan 263 juta dengan asumsi bertumbuh 8% setiap tahunnya

Lalu mungkin ga sih setelah pensiun kita makan bunga saja untuk menutup biaya hidup bulan, everyone’s dream rights ??

Penulis membuat 3 asumsi disini dengan perkiraan bunga deposito 6% setahun, best case untuk hasil investasi optimal,sementara worst case apabila investasi tidak bertumbuh sama sekali. Berdasarkan simulasi sederhana yang penulis buat bunga didapat sebulan yang digunakan untuk menutup biaya hidup bulanan, maka bila hasil investasi seperti best case diperoleh bunga 4,6 juta sebulannya.

Secara matematis angka ini cukup untuk mengcover biaya hidup bulanan pensiunan dengan gaji UMRers yang sekitar 3 juta sebulannya..

investasi-pensiunan-umrers

Memang ini semua menggunakan asumsi dan simulasi. Namun point penting yang kita perlu perhatikan adalah, bagi yang gajinya pas – pasan justru sangat penting untuk disiplin investasi sejak awal. 10% dari gaji saja, tidak muluk – muluk. Memang godaannya pasti sangat besar dalam menjalankan disiplin selama 25 tahun.

Sesuai dengan semangat Blog ini, meraih mimpi akan kebebasan menjadi kuli duit merupakan hak semua orang,dan terlihat berdasarkan perhitungan sederhana ini  kesempatan untuk yang penghasilan standar UMRers pun tetap ada..

 

 

Seperti kalian ketahui awal mula penulis memiliki ide untuk membuat system / apps / program entah apalah disebutnya mengenai investasi adalah ketika penulis mengikuti conference capital market di Bali. Mendengarkan antusiasme si supir taxi dalam perjalanan mengenai bagaimana berinvestasi yang baik ( baca ini ) . Kebetulan penulis pernah mengcover sector transportasi jadi kurang lebih penulis tau penghasilan supir taxi ada dirange berapa. Ya ga jauh – jauh dari standar UMR Jakarta ternyata sekitar 2,5 juta. Lebiih gede penghasilan gojek ternyata, pantesan banyak yang hijrah ke uber, dapetnya bisa lebih banyak

Read More

fear_greed_Sudah jamak kita ketahui bila berbicara mengenai uang kita memiliki kecenderungan menginginkan keuntungan setinggi tingginya, kalau tidak serakah maka perusahaan ponzi games seperti yang memberikan bunga tetap 2% sebulan dengan jaminan emas kemarin tidak akan pernah hidup di Indonesia =P

Penulis sendiri juga tidak luput dari keserakahan. Terhitung dari awal tahun keuntungan penulis di IHSG pada pertengahan tahun total sudah mencapai 40%, sudah lebih dari cukup sebenarnya. Namun lagi – lagi rasa serakah mengambil alih, daripada meningkatkan cash, penulis memilih menginvestasikan kembali dana tersebut ke saham -saham yang lebih berisiko, dan akhirnya sekarang malah berada dalam posisi rugi ( malas liat balace kalau sedang begini ) Read More