Ketika seorang pendaki gunung mempersiapkan perbekalan untuk ekspedisinya, mereka menghitung berapa besar perbekalan yang dibutuhkan selama ekspedisi, lengkap dengan asumsi terburuknya. Hal serupa juga terjadi pada negara kita, ketika rupiah melemah, Bank Indonesia menghitung seberapa besar perbekalan yang dimiliki untuk bertahan, perbekalan ini oleh praktisi ekonomi disebut Cadangan Devisa

Read More

Katanya cadangan devisanya banyak lalu kenapa rupiah melemah lagi ?

Ketika tahun lalu rupiah mengalami sedikit penguatan hingga sempat menyentuh 12 ribu, kerap diberitakan Indonesia saat ini memiliki kestabilan yang sangat kuat dibandingkan masa krisis dahulu karena memiliki cadangan devisa yang besar.

Namun di 2018 ini rupiah dengan mudahnya melemah hingga saat ini menyentuh 14.200. Apa yang salah ?

Read More

Kita sudah sering mendengar istilah “banyak anak banyak rejeki”. Di jaman dulu banyak orang tua yang memiliki pemikiran kalau sudah tua dengan mempunyai banyak anak jadinya banyak yang ngurusin kalau sudah pensiun

Read More

F**K Kapitalisme !!!

Dalam suatu perjalanan mendaki gunung pasir Big Daddy, penulis berdebat dengan teman penulis seorang turki berkewarganegaraan jerman. Menurutnya kapitalisme merupakan biang dari ketimpangan ekonomi. Penyebab terjadinya perang, kejahatan, ketamakan.

Read More

Mendengar Bill Gates, Mark Zuckerberg, Steve Jobs yang drop out dari sekolah seperti membuat pembenaran belajar tidak harus disekolah. Membuat orang mengidolai street learner seperti mereka. Namun kita harus ingat mereka adalah orang – orang jenius yang kuliah di universitas Top AS, mereka mengawali pendidikannya juga melalui sekolah, dan selanjutnya dengan kemauan kuat mereka mampu berkembang sendiri. Mungkin orang – orang seperti mereka hanya kurang dari 0,1% didunia !! lalu bagaimana 99,9% sisanya kalau ikutan drop out ??

Read More

Para pengamat bisnis awalnya memperkirakan setelah selesainya program tax amnesty akan membuat masyarakat Indonesia yang punya duit menjadi lebih tenang dan menjadi berani kembali berinvestasi di properti. Itu skenario bobo indah yang kerap disebut – sebut tahun lalu 2016.

Namun sejauh ini belum tampak perubahan permintaan yang signifikan. Program DP 0% rumah harga 350 jutaan gubernur terpilih Jakarta nantinya bila berjalan akan meningkatkan supply & demand properti kalangan bawah, sementara kajian pemberian pajak untuk hunian kosong jelas akan membuat para investor properti takut. Pelonggaran kredit rumah yang dikeluarkan pemerintah seperti menjadi kontradiktif dengan rencana kebijakan baru ini.

Melihat kondisi ini kita menjadi bingung, jadi gimana nasib properti sekarang ini ?

Read More

“aah sekarang rugii nabuung dibank, abiis dikenakan fee, jaman dulu enaak dapet bunga”

gerutu nasabah yang merasa kecewa sekarang menabung dibank rugi karena besarnya fee. Seandainya bunga tinggi seperti dulu, mungkin seperti itu gumam deposan yang kecewa karena terus menurunnya bunga tabungan.

Bila melihat dari sejarah pada masa lalu, maka pada masa – masa 90an bunga tabungan dapat mencapai 20%, bahkan saat krisis moneter 98 sampai menyentuh 50% !!  Enaaak beneer yaa jaman dulu, tinggal nabung trus ongkang – ongkang kaki, tu duit berkembang biak kemana – mana. Warren Buffet yang dibilang investor legendaris cape – cape baca laporan keuangan tiap ari ampe kacamata tebeel kayak gitu aja rata – rata return nya cuma 15% setahun.

Lalu kalau dulu bunga tinggi, kenapa sekarang harus turun ?

Read More

“anak – anak perlu kalian ketahui, yang namanya berinvestasi itu high risk high return, yang paling rendah risikonya itu menabung/deposito, kemudian obligasi/ ORI, dan terakhir saham. Semakin tinggi risikonya maka jangka waktu investasinya harus lebih panjang..”

Kira – kira seperti itulah pemahaman yang kita dapatkan dibangku sekolahan, seminar, buku, ataupun dari financial planner yang kita jumpai.

Berbekal pengetahuan yang kita dapatkan maka mulailah kita berinvestasi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik dimasa depan. Beberapa yang risk taker berinvestasi langsung disaham atau direksadana berbasis saham.

apalagi dalam masa – masa panen saham, sering terdengar bisikan dari relasi ataupun financial planner betapa mudahnya mencari keuntungan bermain saham, akhirnya kitapun tergiur dengan potensi keuntungan yang menjanjikan, walaupun kita tahu kita sebenarnya bukan tipikal yang gemar mengambil risiko.

Lalu benarkah investasi disaham lebih menguntungkan ? terlebih dalam jangka panjang ?

Bisakah investasi kita tinggal tidur tanpa mengikuti perkembangan sama sekali ?

Read More

Rasanya hampir tidak ada orang Indonesia yang membantah kalau negeri kita adalah negeri yang indah dengan keindahan wisata alam wisata Indonesia yang luar biasa. Sebenci bencinya kita dengan negeri kita, setidaknya kita selalu bangga pada 2 hal :

  1. makanan kita yang endeees bangeet,tiada hari tanpa cabe 😉
  2. Keindahan alam Indonesia terutama pantainya yang wowww

Wajar bila pemerintah begitu giat meningkatkan pariwisata kita walaupun dengan budget yang pas – pasan.

Kedatangan Raja Salman kemarin merupakan media promosi yang luar biasa untuk masyarakat timur tengah pada Indonesia. Para ahli pariwisata bahkan meyakini kedatangannya Raja Salman seperti layaknya sentuhan Midas, batu menjadi emas !!

Read More

Kakek satu ini memang tidak henti – hentinya menjadi pusat perhatian. Sebagai seorang bintang reality show, dia benar – benar sukses membuat spotlight panggung kebebebasan finansial dunia berpusat kearahnya

Kakek ini memang terkesan seperti karakter di film -film, tokoh jahat yang hendak menghancurkan dunia, Dr Evil !!!

Mengusir orang – orang tidak mampu yang membutuhkan pekerjaan ( imigran ), arogansinya membangun tembok diperbatasan mexico, menuduh China manipulator, dan tentu perkatannya yang legendaris “jika kamu terkenal kamu bisa memegang pus*y nya” .  Yeaah He’s gonna make America Great again !!

kebebebasan finansial

Betulkah dia sosok yang lebih jahat dari Dr Evil ??

well, saya tidak mengenal si kakek, namun saya rasa dia tidak sejahat Dr Evil ( yaiyalaa )

Dia hanya sosok yang sangat percaya diri, terus terang, arogan khas anak orang kaya yang ga ngerti susah makanya ga nginjek tanah. Namun saya tidak melihat dia seburuk yang orang katakan

Dia hanya pribadi yang sangat terus terang. Dalam beberapa hal apa yang dia katakan merupakan sebuah kebenaran..

Misalnya ketika dia ingin “memeras” negara – negara yang selama ini berjualan dinegaranya, terkesan dia sosok egois yang hanya ingin mementingkan diri sendiri. Disaat bersamaan China tampak sebagai malaikat yang hendak membuka diri, menawarkan kesempatan pada perdagangan bebas seluas luasnya.

 

Betulkah demikian ?

 

Nyatanya AS memang mengalami defisit perdagangan paling besar dengan China, hampir $ 500 miliar. Boleh saja mengklaim demi efektivitas, efisiensi, tenaga kerja murah blablabla. tapi nyatanya apa yang China lakukan selama ini justru apa yang Trump baru ingin lakukan sekarang, menutup rapat – rapat peluang investasi dinegaranya, namun mengeruk keuntungan sebesar – besarnya dinegara lain.. Yaa memang China sekarang jauh lebih terbuka, tapi setelah berapa lama ? apa yang dilakukan China tidak salah memproteksi ekonominya, kalau tidak maka tidak akan ada Alibaba,Baidu,dll. itu untuk kepentingan negaranya, begitu juga dengan AS

AS yang selama ini penganut perdagangan bebas merasa dirugikan dengan hubungan dagang yang tidak acii, melihat defisit yang begitu besar concern itu rasanya masuk akal..

kebebebasan finansial

Lain halnya dengan Mexico. Negara ini juga sangat diuntungkan dengan keberadaan AS negara tetangga nya yang begitu makmur. Bikin pabrik di mexico, investasi dimexico, tenaga kerjanya orang mexico, tapi hasil produksinya buat ngeruk duit orang – orang kaya AS, kasarnya begitu. Belum lagi masalah penjualan narkoba yang banyak dari Mexico, makanya kartel disana bisa tajir melintir, bahkan lebih kuat dari pemerintahnya, woong pasarnya AS yang gedee banget. Berbeda dengan China sesama negara besar, hubungan AS – Mexico lebih seperti Ikan besar dan ikan kecil pengikutnya. Namun saat ini si ikan besar sudah tidak merasa ini merupakan hubungan simbiosis mutualisme.

mexi

 

Mungkin justru si kakek malaikat sesungguhnya. Dia bersedia memainkan peran sijahat demi kebaikan negaranya. Apa yang diinginkan sikakek hal yang tidak salah sebagai pemimpin negara, “let’s make this game fair again

Kalau mengenai masalah imigran,atau banned negara Islam penulis tidak paham apa agenda sesungguhnya, mungkin itu sisi Dr Evilnya, atau itu politik, bukan keahlian penulis untuk membedah permasalahan ini

Namun bila berbicara masalah ekonomi dan perdagangan, penulis tidak melihat sikakek sebagai orang jahat. Indonesia tidak perlu mengkhawatirkan akan dirugikan bila melakukan kerjasama dengannya. Sikakek hanya galak dengan orang yang dirasa mengganggu keluarganya, selebihnya dia hanya kakek ganjen yang hobi twitteran dengan mulutnya yang ember..

Semakin banyaknya calon nyeleneh yang menjadi presiden menunjukkan masyarakat dunia mulai lelah dengan sikap diplomatis yang penuh basa – basi. Dunia menginginkan pemimpin yang terus terang apa adanya. Uda basii ngeliat pemimpin yang sok sempurna..

 

Ketika mendapat ide untuk menulis tentang pekerja gaji UMR seperti buruh bicara dana pensiun, penulis teringat pada karyawannya teman penulis yang mempunyai usaha rumah makan. Karyawan tersebut masih digaji dibawah UMR yang saat ini sebesar 3,3 juta. Yang ia dapatkan sekitar 2,5 juta. Namun hebatnya dengan jumlah yang masih mini tampaknya dia berusaha mengimpress pacarnya dengan membeli motor kereen dengan harga sekitar 30 jutaan. Gaji boleh kecil, gengsi harus tetap besar =P

Naah balik ke topik, jadi bisa ga sih para UMRers ini bermimpi ? menyekolahkan anak hingga ke jenjang yang tinggi, memiliki dana pensiun yang cukup ? jaminan kesehatan ??

Angka 3,3 juta sebenarnya sudah terdengar woww saat penulis mendengar. Gaji pembantu penulis saja hanya 1,5 juta. Gaji satpam dikomplek penulis bahkan hanya 1,1 – 1,4 + tunjangan makan

Oke pertama – tama kita hitung dulu dari biaya hidup untuk pekerja seperti buruh yang menerima gaji minimum ( UMR ) jakarta 3,3 juta.

screenshot_20170218_212838Kita asumsikan biaya untuk kontrak 750 ribu, biaya makan 15 ribu sekali makan maka sekitar satu juta sebulan, biaya transportasi menggunakan angkutan umum sekitar 300 ribu sebulan, kemudian menggunakan beberapa asumsi lain seperti kebutuhan pribadi 10% dari penghasilan dan kebutuhan lain – lain yang mendadak 15% dari penghasilan maka didapat biaya hidup satu bulan 3 juta kurang sedikit. tentu ini hanya ilustrasi tanpa bermaksud mengjudge atau membuat hidup para UMRers terkesan mudah.

Angka ini menggunakan asumsi sebagai single. Bila menikah tentu pasangan perlu untuk bekerja, bila tidak sulit rasanya membayangkan menutup biaya hidup anak. Untuk asumsi membiaya pendidikan anak penulis akan menjabarkannya dilain kesempatan, sementara untuk jaminan kesehatan kita menggunakan standar minimum dengan BPJS yang syukur alhamdulilah akhirnya sekarang ada walau tentu perlu banyak perbaikan.

Oke, dari angka pengeluaran bulanan 3 juta satu bulan maka kira – kira bisa disisihkan 10% dari penghasilan untuk investasi berarti 300 ribu setiap bulannya dan didapat 3,6 juta setiap tahunnya. Kita kesampingkan efek inflasi dengan jumlah investasi yang disisihkan konstan tetap sama 3,6 juta setiap tahunnya

Setelah 25 tahun bekerja kira – kira berapa sih yang bisa didapat hasil investasi oleh para pekerja UMR ini ??

investasi-10-gaji

Dengan menggunakan asumsi dana tersebut disimpan dibawah bantal, maka dana yang terkumpul sekitar 90 juta. Sementara bila dana tersebut disimpan dibank,dideposito dengan bunga 6% maka didapat 200 juta kurang sedikit, wowww 2x lipat dari bantal !! eitts jangan senang dulu, kita lihat efek bunga berbunganya bila diinvestasikan kereksadana saham

Dengan investasi selama 25 tahun maka profile investasi ini cocok sekali dimasukkan ke reksadana saham. Dengan rata – rata return 15 – 20% dalam jangka panjang maka disini saya menggunakan asumsi konservatif pertumbuhan 14% setahun. Lalu berapakah yang akan didapat ? 654 juta !! 6x dari bantal !! 3x dari deposito !!!

Sekali lagi penulis tidak berusaha menggampangkan kehidupan dengan gaji pas -pasan ( sueer ) namun justru penulis menekankan pentingnya disiplin investasi untuk mendapatkan jaminan hidup yang layak ketika nantinya sudah memasuki masa pensiun

tentu case nya berbeda bila memiliki pendidikan tinggi, penghasilan besar dengan potensi peningkatan karir yang luar biasa. Tidak semuanya memiliki kesempatan itu, namun penulis percaya setiap orang berhak memiliki mimpinya. Dalam hal ini menjalani masa tua dengan tenang

Selain investasi pribadi tentunya para pekerja mendapatkan dana investasi lain dari BPJS yang mengambil gaji sekitar 5% setiap bulannya. Dengan melihat angka tersebut dan asumsi pertumbuhan investasi dari BPJS sebesar 5% dan 8% maka didapatkan angka seperti dibawah. Sekedar catatan kenapa asumsi pertumbuhan investasi oleh BPJS lebih rendah karena pengelolaan investasi oleh BPJS lebih konservatif

screenshot_20170218_211849

Dalam 25 tahun bekerja maka potensi investasi yang didapat ketika mencairkannya dari BPJS adalah 90 juta dengan asumsi tidak ada pertumbuhan sama sekali, 171 juta dengan asumsi bertumbuh 5% setiap tahunnya, dan 263 juta dengan asumsi bertumbuh 8% setiap tahunnya

Lalu mungkin ga sih setelah pensiun kita makan bunga saja untuk menutup biaya hidup bulan, everyone’s dream rights ??

Penulis membuat 3 asumsi disini dengan perkiraan bunga deposito 6% setahun, best case untuk hasil investasi optimal,sementara worst case apabila investasi tidak bertumbuh sama sekali. Berdasarkan simulasi sederhana yang penulis buat bunga didapat sebulan yang digunakan untuk menutup biaya hidup bulanan, maka bila hasil investasi seperti best case diperoleh bunga 4,6 juta sebulannya.

Secara matematis angka ini cukup untuk mengcover biaya hidup bulanan pensiunan dengan gaji UMRers yang sekitar 3 juta sebulannya..

investasi-pensiunan-umrers

Memang ini semua menggunakan asumsi dan simulasi. Namun point penting yang kita perlu perhatikan adalah, bagi yang gajinya pas – pasan justru sangat penting untuk disiplin investasi sejak awal. 10% dari gaji saja, tidak muluk – muluk. Memang godaannya pasti sangat besar dalam menjalankan disiplin selama 25 tahun.

Sesuai dengan semangat Blog ini, meraih mimpi akan kebebasan menjadi kuli duit merupakan hak semua orang,dan terlihat berdasarkan perhitungan sederhana ini  kesempatan untuk yang penghasilan standar UMRers pun tetap ada..

 

 

Jujur aja pasti banyak masih banyak orang yang belum benar2 paham apa itu investasi bond obligasi. Seperti investasi di bond itu bisa rugi aja masih banyak yang belum paham.

Untuk mengedukasi investor / klien akan pemahaman bond itu sendiri juga gampang – gampang sulit. Tidak semua investor/ nasabah berduit itu melek finansial. Seperti pengusaha glodok atau ibu rumah tangga yang banyak uang misalnya, sulit untuk mensosialisasikan pemahaman yang betul. pertama mungkin karena tidak punya waktu, kedua mereka lebih tua sehingga enggan “dikuliahi”, ketiga karena mereka nasabah maka mereka adalah raja, yang mengambil kendali apa yang mereka mau. Umumnya mereka hanya mau dengar yang gampang2 saja, bisa untung berapa ? berapa lama investasinya ? ” kaloo lama saya ga mauu loo.. ”

Mari kita kesampingkan mengenai masalah ini dan fokus untuk memahami apa itu bond ??

Begini kita coba melihat dari sudut pandang perusahaan supaya lebih enak.. Misalkan  perusahaan ABC membutuhkan tambahan dana untuk ekspansi usahanya, maka perusahaan ABC memiliki dua solusi untuk menambah pendanaan, pertama dari ekuitas/saham dan kedua, hutang. Kita fokuskan pada hutang, disini pun dapat dilakukan dengan beberapa cara, misalnya hutang dengan minjam kepada bank, sulitnya perusahaan harus menjaminkan assetnya dan membayar bunga beserta pokok setiap bulannya. Cara kedua adalah menerbitkan surat hutang / obligasi / bond !!

naah disini enaknya perusahaan tidak perlu menjaminkan assetnya, ada lembaga independen ( lembaga rating ) yang menilai rating surat hutang perusahaan ini apa sehingga layaknya harus membayar bunga hutang berapa setiap tahunnya ( semakin rendah rating tentu semakin tinggi bunganya ). Pembayarannya pun dilakukan dengan membayar bunga setiap periode dan pada saat jatuh tempo baru membayar hutang pokoknya.

Apa sih uniknya Bond itu ? berbeda dengan hutang bank yang membayar bunga+pokok hutang, bond hanya membayar bunga saja,baru saat jatuh tempo membayar pokoknya. Dan kelebihannya surat hutang ini diperdagangkan dipasar sekunder seperti saham. ketika perusahaan menerbitkan bond maka pokok hutangnya dinilai 100, dan asumsi bunga hutangnya 10%. Nah selama berjalannya waktu hutang yang bernilai 100 itu akan naik turun menyesuaikan kondisi pasar hingga kembali kelevel 100 lagi pada saat jatuh tempo.. Kalau misalkan setelah 2 tahun tren bunga hutang Indonesia akan naik ke 12%, maka bunga hutang 10% tidak menarik donk. Hal yang terjadi adalah harga bond akan turun misalkan ke 80. Secara efektif bunga yang kita dapat tidak lagi 10% namun lebih, hitungannya simple aja 10/80 = 12,5%. Ini yang dinamakan current yield, naik turunnya harga bond akan dipengaruhi kondisi pasar terutama inflasi dan suku bunga

 

Kalian pasti pernah dengar ORI kan ?? naah itu juga surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah. Bila umumnya pemerintah menerbitkan surat hutang dengan minimal pembelian 1 miliar, maka melalui ORI kita bisa membeli dengan angka minimal 5 juta saja, ORI ini memang diperuntukan untuk pembeli ritel / individu, makanya bisa dibeli dengan nominal yang kecil

 

Menilai kualitas dari bond ini berbeda dengan saham. Bila saham dihargai dari growth dan laba bersih, maka menilai bond sudut pandangnya berbeda

 

Sebagai investor bond / surat hutang kita tidak diuntungkan apabila perusahaan mengalami growth yang luar biasa dan membukukan keuntungan yang luar biasa, karena yang kita terima tetap sama, bunga + pokok hutang. Yang kita utamakan adalah kesehatan keuangan dari perusahaan yang menerbitkan surat hutang, mampu ga mereka bayar sampai lunas ??