Kebebasan Finansial

Gaya Hidup Frugal Living untuk Meraih Bebas Finansial: Pengertian, Prinsip, dan Tips Terbaiknya

Apakah kamu pernah mendengar tentang frugal living? Beberapa kali kalau kita sedang membahas mengenai salah satu gaya hidup ini pasti dihubungkan dengan gaya hidup hemat. Dan, memang begitulah adanya. Faktanya, frugal living sering kali diterapkan oleh mereka yang pengin meraih kebebasan finansial dengan segera, atau di usia muda.

Nah, kamu tertarik untuk menjalani gaya hidup ini juga? Yuk, pahami apa pengertiannya, prinsip-prinsipnya dulu, sebelum akhirnya mencari tahu apa tip terbaik untuk bisa mulai frugal living. Ikuti artikel ini sampai selesai ya.

Cara dan Prinsip Investasi Paling Mudah buat Para Gen Z

Pengertian Frugal Living

Gaya hidup frugal living adalah gaya hidup cermat. Kamu mampu membeli apa pun yang kamu inginkan, tapi kamu memilih berhemat.

Hemat bukan berarti pelit, melainkan menyederhanakan kebutuhan dengan membatasi pengeluaran untuk hal-hal yang penting saja. Sederhana ini juga bukan berarti tampak miskin. Kamu bisa saja memiliki barang-barang mahal berkualitas tinggi tapi barang-barang tersebut adalah yang benar-benar kamu butuhkan, nggak sekadar pengin kamu miliki karena status ataupun biar kayak orang-orang.

Gaya hidup frugal living sudah banyak dilakukan seiring dengan makin tingginya kesadaran memiliki dana darurat, aset, dan perencanaan keuangan masa depan. Pasalnya, sudah enggak zaman lagi menjalani hidup cuma untuk saat ini saja. Sudah waktunya buat kita untuk sadar, bahwa masa depan itu kita sendirilah yang menentukan, dan mari realistis saja, untuk bisa mewujudkan cita-cita atau harapan di masa depan, kita akan butuh uang. Karena itu, sudah bukan waktunya lagi menghabiskan penghasilan untuk kesenangan dan pengakuan sosial, pun terbelit utang unfaedah. Sekarang saatnya bangun, dan jalani hidup sebaik-baiknya dengan bikin rencana keuangan—yang salah satunya bisa dicapai dengan menerapkan gaya hidup frugal living.

frugal living 2

Manfaat Frugal Living

1. Menambah Aset

Gaji cuma lewat? Coba cek, berapa yang digunakan untuk hal-hal yang sifatnya kekinian tapi nggak berfaedah buat masa depan? Apakah itu semua memang dibutuhkan, atau hanya ikut tren? Apakah perlu sebanyak itu untuk healing?

Banyak terjadi, di satu sisi menghabiskan gaji untuk hedonisme, tapi di sisi lain mengeluhkan harga rumah yang terus naik. Ketidakmampuan membeli rumah kemudian menjadi salah orang lain seperti developer, pemerintah, bahkan nenek moyang yang telah memborong lahan dahulu kala.

Padahal yang diperlukan adalah cermat menggunakan gaji agar bisa menyisihkan banyak uang untuk ditabung dan diinvestasikan.

2. Hidup Lebih Tenang

Pandemi memberikan pelajaran keuangan terbaik yang pernah ada. Banyak keluarga tiba-tiba kehilangan penghasilan. Dengan frugal living, kamu bisa punya dana darurat sehingga akan lebih tenang menghadapi goncangan ekonomi seperti itu. Kamu bisa menggunakan dana darurat tersebut untuk melanjutkan hidup sambil mencari pekerjaan baru atau membuka usaha sendiri.

3. Bebas Finansial Lebih Cepat

Coba jumlahkan dua atau tiga item saja dari pengeluaran bulananmu, yang bisa kamu hentikan seketika tapi tetap bisa membuat hidupmu sehari-hari lancar meski mungkin kesenanganmu akan berkurang.

Itulah jumlah minimal dana yang bisa kamu kumpulkan untuk ditabung atau diinvestasikan. Jumlah itu akan lebih banyak lagi jika kamu sudah disiplin menjalankan frugal living.

Jika dana yang kamu sisihkan terlalu kecil, kamu harus menunggu bebas finansial lebih lama, tidak bisa pensiun muda. Jika tidak bisa menyisihkan sejumlah dana rutin sama sekali untuk tabungan maupun investasi, maka bebas finansial itu akan jadi impian kosong belaka. Kamu akan harus bekerja hingga pensiun dan mungkin harus bekerja lagi setelah pensiun.

Raih Bebas Finansial di Usia Muda, Ini Sederet Tip Jitu buatmu

Tips Frugal Living untuk Meraih Bebas Finansial

Tapi menjalankan frugal living memang nggak segampang meniup debu dari ujung jari. Yang pasti, bakalan banyak godaan. Apalagi di zaman sekarang. Tapi, dengan niat yang kuat, kamu—dan siapa pun pasti bisa melakukannya. Berikut beberapa hal yang mesti kamu ingat, untuk bisa sukses menjalankan gaya hidup hemat ini.

1. Melakukan Pencatatan Keuangan

Tanpa pencatatan yang rapi, pengeluaran untuk hal-hal yang tidak penting dan spontan tidak akan terdeteksi. Pencatatan keuangan akan memperlihatkan seberapa boros atau hematnya kamu.

2. Membuat Anggaran

Setelah arus kas tercatat, kamu bisa membuat anggaran rutin untuk mendukung perencanaan keuanganmu. Utamakan pembayaran utang. Taatilah apa yang sudah kamu tulis sendiri.

Frugal living tamat ketika kamu memaklumi pengeluaran di luar anggaran tersebut, kecuali pengeluaran tersebut bersifat darurat, misalnya untuk menolong tetangga yang mendapat musibah. Semua pengeluaran harus memiliki alasan kuat. Diskon memang merupakan alasan yang baik untuk melakukan pembelian. Tapi apakah kamu butuh?

3. Status Keuangan Lebih Penting daripada Status Sosial

Nongkrong di kafe bareng teman memang asik. Tapi jika nongkrong di kafe cukup seminggu sekali, bukan tiap sehabis kerja, apakah akan membuatmu kehilangan networking? Apakah kamu influencers yang butuh konten foto di kafe mewah untuk media sosial? Apakah teman-temanmu akan membayar utang-utangmu?

Frugal living membantu menjaga agar kondisi keuangan selalu sehat dengan menyingkirkan hal-hal yang tidak bermanfaat.

frugal living 3

Pilihan Instrumen Penganut Frugal Living demi Bebas Finansial

So, sudah semakin tertarik untuk menjalankan frugral living? Selain dengan berhemat, memilih dan memilah mana kebutuhan dan keinginan, yang penting dan nggak penting, yang urgent dan bisa ditunda, keuanganmu juga butuh dukungan dari instrumen investasi.

Pasalnya, memang, yang paling efektif untuk bisa meningkatkan saving ratio adalah dengan berhemat. Tapi, kalau saving ratio sudah bertambah, sedangkan kamu enggak tahu instrumen investasi yang tepat, ya akhirnya percuma saja. Bebas finansial juga akan lebih sulit dicapai, kalau kamu hanya menyimpan uang di bawah bantal, atau bahkan sekadar di rekening tabungan biasa. Ancamannya kena rayap, atau tergerogoti biaya administrasi dan inflasi.

No, sekarang saatnya memanfaatkan investasi, agar tak hanya terlindung dari inflasi, tapi juga bisa memanfaatkan compound interest.

1. Deposito

Deposito adalah investasi sederhana yang bisa kamu kendalikan sendiri, aman dan keuntungannya relatif lebih terjamin di antara instrumen investasi yang ada, ya meskipun nggak banyak.

Suku bunga acuan pemerintah di awal tahun 2022 adalah 3,5%. Beberapa bank hanya memberikan bunga 2,5% per tahun. Kecil memang, tetapi risiko sangatlah kecil. Dengan demikian, manfaatkan sesuatu karakteristiknya. Tempatkan dana darurat yang butuh keamanan baik, karena harus bisa dicairkan sewaktu-waktu. Kamu bisa mempertimbangkan memanfaatkan deposito yang bulanan, sehingga lebih mudah dicairkan tanpa menunggu waktu terlalu lama.

2. Reksa Dana

Untuk tujuan yang sudah pasti, reksa dana adalah pilihan yang bagus. Kamu dapat memberi judul seusai dengan tujuan reksa dana tersebut, misal biaya masuk SD, biaya S2, biaya menikah, beli rumah, dan sebagainya.

Ada beberapa jenis reksa dana yang bisa dipilih, dan pilih sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuanganmu. Jangan lupa untuk disiplin top up tiap awal gajian.

3. Saham

Saham bisa memberikan keuntungan yang lebih besar tapi juga memiliki risiko yang sepadan. Karena itu gunakan uang “dingin” yang tidak diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari atau kebutuhan tertentu.

Semakin kamu disiplin menjalankan frugal living, semakin banyak uang dingin yang bisa dikumpulkan.

4. Emas

Sebagai instrumen safe haven, emas juga perlu kamu miliki. “Membekukan” uang dalam bentuk emas manjur bagi banyak orang.

Ada perbedaan emas bagi pelaku frugal living dan bukan. Bagi pelaku frugal living, emas adalah jalan untuk berhemat agar tidak tergoda menggunakan uang tunai, bukan untuk penampilan. Karena itu, emas dalam bentuk perhiasan bukanlah pilihan karena dalam perhiasan emas ada ongkos pembuatan.

5. P2P Lending

Mengembangkan dana via platform P2P Lending juga  bisa jadi salah satu opsi legit untuk menjalankan frugal living.

Gunakan uang “dingin”, pilih lender yang bereputasi baik dan trustable. Pilih tenor yang sesuai. Nantinya bunga yang kamu dapatkan dari satu lender, bisa diputar kembali untuk memberi modal lender yang lain. Pastikan, kamu hanya menggunakan platform P2P Lending yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK ya. Dan, belajarlah cara kerja P2P Lending dulu sebelumnya, agar kamu bisa mengoptimalkan penghasilan pasif dari platform yang sangat menguntungkan ini.

Jangan Lupakan Asuransi

Last but not least, jangan lupa untuk melindungi seluruh usahamu hidup cermat dan hemat dengan asuransi, antara lain asuransi kesehatan, asuransi rumah, asuransi jiwa dan sebagainya. Jangan sampai gajimu ludes gara-gara kamu sakit gigi dan tidak punya asuransi.

Pengakuan sosial dari orang lain itu bisa didapat dengan karya, tak hanya dengan menunjukkan gaya hidup mewah. Mark Zuckerberg sebagai contoh pelaku gaya hidup frugal living tidak perlu menunjukkan mobil atau baju mewah tapi semua orang sudah mengakui kekayaannya. Jadi jika ingin bebas finansial lebih cepat, mulailah gaya hidup frugal living.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.