Kebebasan Finansial

Hindari! Ini Tipe-Tipe Orang yang Sulit Raih Kebebasan Finansial

Kebebasan finansial saat ini jadi tujuan hidup dan dambaan bagi banyak orang, termasuk kamu. Mendapatkannya tentu tidak dengan instan, kamu harus memastikan hari ini dan seterusnya kamu mengatur keuangan kamu dengan tepat. 

Sebelumnya, perlu diketahui kebebasan finansial bukan hanya tentang bebas dari utang piutang saja, namun itu adalah kondisi dimana kamu tidak perlu mengkhawatirkan beban finansial karena sudah memiliki pendapatan aktif yang dapat membiayai kebutuhan harian.

Nah, untuk mencapai kondisi tersebut, banyak langkah yang harus kamu tempuh. Itu bisa jadi mudah jika kamu mau memulainya dari hari ini. Namun, tak jarang ada sebagian orang yang nyatanya sulit meraih kebebasan finansial. 

Penasaran? Seperti apa ciri-ciri orang yang sulit bebas finansial? Apakah kamu termasuk di dalamnya? Yuk simak!

1. Kurang Komitmen dengan Rencana Keuangan

Tahap awal untuk mengatur keuangan adalah dengan membuat rencana. Kurangnya rencana keuangan berarti kamu tidak memiliki fokus dan mudah terombang-ambing. Orang yang tidak merencanakan bagaimana mengelola uang mereka rentan terhadap pembelian impulsif, pengeluaran berlebihan, dan membuat keputusan tidak bijaksana lainnya. 

Kamu mungkin menghasilkan banyak uang, tetapi jika kamu gagal atau tidak bisa berkomitmen dengan rencana keuangan, kamu bisa kehilangan tujuan yang telah ditetapkan.

Solusinya, kamu perlu siapkan anggaran rinci terkait pengeluaran keuangan. Memiliki daftar pengeluaran akan membatasi tindakan yang tidak menguntungkan. Rencana tersebut juga akan mengajarkan mengajarkan kamu apa yang salah dan harus diperbaiki dari pengelolaannya.

2. Tujuan Keuangan Tidak Realistis

Kebanyakan orang memiliki tujuan yang tidak sesuai untuk perjalanan finansial mereka menuju kesuksesan. Umumnya, tujuan mereka terlalu luas atau berlebihan dan tidak sesuai dengan keuangan saat ini.

Menetapkan tujuan yang tidak realistis sewaktu-waktu akan menurunkan semangat. Tujuan yang tidak realistis juga berarti menetapkan standar yang terlalu tinggi, dengan waktu yang tidak memadai untuk mencapainya.

Tetapkan tujuan jangka pendek untuk mencapai tujuan jangka panjang. Buat langkah-langkah praktis untuk dicapai akan memotivasi kamu untuk terus mengejar target akhir. 

3. Tidak Sabar 

Mengejar kesuksesan dalam finansial tidak bisa instan. Terkadang, meski kamu sudah memiliki tujuan dan motivasi tinggi, ada kondisi dimana kamu menghadapi tantangan atau kesulitan. Disitulah kamu harus menanamkan kesabaran dan tidak membuat keputusan sembrono.

Kesuksesan finansial adalah proses yang membutuhkan waktu. Pastikan kamu melakukan perjalanan dengan perencanaan keuangan. Buat langkah kecil untuk dicapai dengan lebih cepat. Setiap kali kamu melakukannya, itu akan mendorong untuk lebih mengejar tujuan akhir. 

4. Menunda-nunda

Kecanduan ponsel dan teknologi, serta situs media sosial, menyebabkan generasi milenial mengabaikan perencanaan keuangan. Masalah ini adalah hambatan utama bagi kesuksesan finansial. 

Misalnya menunda hari untuk mulai menabung atau membuat rencana keuangan. Seiring berjalannya waktu, kamu akan menyadari bahwa kamu tidak membuat kemajuan. 

Setiap kali kamu berpikir untuk menunda sesuatu, segera buang dan lakukanlah. Hilangkan penundaan dengan mengambil tindakan untuk melakukan sesuatu. Mengatasi penundaan akan membawa kamu selangkah lebih dekat ke tujuan keuangan.

5. Membuat keputusan keuangan yang buruk

Hindari kondisi yang justru memperburuk keadaan keuangan saat ini. Kamu mungkin sedang berada dalam pilihan mendesak, namun pikirkan secara matang dan analisis segala dampak resiko yang akan terjadi.

Hal ini dapat terjadi ketika kamu mendadak perlu dana untuk mengatasi masalah, kamu bisa meminjam, namun sebelum itu rencanakan bagaimana kamu harus membayarnya nanti. Atau saat kamu ingin untuk membeli banyak hal, pikirkan apakah itu dapat berguna di kemudian hari atau hanya untuk sesaat.

6. Sindrom FOMO (Fear of Missing Out)

Kondisi ini banyak ditemukan di banyak orang zaman sekarang. Media sosial bisa jadi pemicu adanya sindrom ini. Lewat media sosial, orang-orang membuat sebuah tren untuk melakukan sesuatu dan viral lewat hal tersebut.

Orang yang memiliki sindrom ini akan merasa takut jika ketinggalan tren atau hal-hal kekinian. Mereka selalu ingin menjadi bagian dari orang-orang keren di media sosial yang melakukan tren tersebut. 

Misalnya tren foto estetik di kafe atau tempat tongkrongan, banyak orang yang akhirnya menghabiskan uang untuk mencari tempat bagus hanya untuk terlihat keren di media sosial tanpa melihat kondisi keuangan. 

7. Kurang Kreativitas

Melakukan sesuatu dengan cara yang sama sepanjang waktu tidak akan menghasilkan hasil yang berbeda. Misalnya kamu hanya ingin menabung tanpa memutar uang untuk menghasilkan lebih banyak lagi hanya karena takut gagal.

Menabung bukan hal yang buruk. Kamu sangat diperkenankan untuk menabung, namun lebih baik jika sebagian tabungan digunakan untuk melakukan sesuatu yang bisa menghasilkan lebih banyak lagi.

Misalnya kamu bisa berinvestasi kecil-kecilan, atau kamu bisa membuat bisnis rumahan untuk memulai. Ini akan menguntungkan bagi kamu untuk segera mencapai kebebasan finansial.

Sikap kurang kreatif dan tidak inisiatif untuk melakukan hal baru hanya akan membuang waktu kamu untuk meraih bebas finansial. Kreativitas dapat mempersingkat waktu untuk mencapai tujuan keuangan kamu.

Semua orang ingin sukses, tetapi hanya sedikit yang siap untuk mengambil tindakan yang berarti. Kebiasaan diatas jadi hal yang harus kamu hindari karena hal tersebut menghambat mencapai kebebasan finansial. 

Apakah ciri-ciri di atas ada dalam diri kamu? Segera ubah pola pikir dan buatlah strategi untuk mengatasinya. Mulailah dengan membuat rencana, mendisiplinkan diri, membuat keputusan yang tepat, dan mempertahankan ketegasan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.