Historical Return Investasi

Pada bagian ini penulis akan menjelaskan jenis – jenis investasi, dan bagaimana return investasi secara historikal dan dalam kondisi ideal / normal

Supaya lebih simple penulis membagi investasi menjadi 3 jenis :

  1. ekuitas
  2. Hutang
  3. lain – lain

 

1.1 Ekuitas – Saham

Apabila kita berinvestasi saham, itu artinya kita mempunyai kepemilikan terhadap saham / perusahaan tersebut.

Apa sih yang membuat saham naik / turun ? pada dasarnya membeli saham sama dengan membeli perusahaan. semakin bagus perusahaan tersebut, semakin tinggi keuntungannya maka harga sahamnya cepat atau lambat akan naik. Fluktuasi saham dapat terjadi karena saham diperdagangkan secara bebas, dan setiap investor memiliki perspektif dan kepentingan yang berbeda beda

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan merupakan kumpulan semua saham di indonesia. IHSG tersedia dari beberapa sektor, jadi saham – saham tersebut diklasifikasikan berdasarkan jenis – jenis industrinya

Untuk mengetahui berapa keuntungan investasi di saham mari kita lihat dari masing – masing sektornya

Cara membaca tabel dibawah adalah :

  • Security : sektor – sektor di IHSG
  • Total Return : total keuntungan dari 2010 – 2017
  • Annual Eq : Rata – rata keuntungan setahun
Keuntungan sektor sektor di IHSG dalam 7 tahun terakhir

Keuntungan sektor sektor di IHSG dalam 7 tahun terakhir

Dari historical ini kita dapat melihat rata – rata keuntungan dari sektoral di IHSG cukup bervariasi dari 10% – 20% setiap tahunnya. Dan dilihat dari grafik diatas terlihat berinvestasi disaham ini fluktuatif, tantangannya adalah bagaimana menentukan pilihan dan timing yang tepat.

1.2 Ekuitas – Reksadana Saham

Bila kita berinvestasi disaham langsung kita terekspos pada banyak risiko. Sebagai alternatif daripada membeli saham langsung kita dapat membeli reksadana saham

Reksadana saham adalah kumpulan dana dari banyak investor seperti kita yang dana nya dikelola oleh fund manager dengan dibelikan saham. Pada umumnya Fund Manager membentuk reksadana tersebut memiliki kinerja tidak jauh dari IHSG. Sehingga bila kita ingin mengetahui berapa return reksadana saham nya kita dapat melihat bagaimana kinerja IHSG dalam beberapa tahun terakhir

Kinerja IHSG dan Obligasi pemerintah

Kinerja IHSG dan Obligasi pemerintah ( BINDO )

Berdasarkan perfomance IHSG dalam 7 tahun terakhir maka rata – rata keuntungan IHSG / return reksadana saham setiap tahunnya adalah 13,6%

Cara membeli reksadana dapat melalui bank, sekuritas, atau perusahaan online. Penulis merekomendasikan 2 perusahaan yang terspesialisasi dionline berikut ini :

2.1 Hutang – Obligasi Pemerintah

Obligasi adalah surat hutang. Jadi bila kita membeli obligasi maka dapat dikatakan kita meminjamkan dana kita pada penerbit hutang, dan sebagai imbal hasilnya kita menerima bunga yang dibayarkan setiap periode yang ditentukan. Uniknya surat hutang ini dapat diperdagangkan hingga jatuh tempo, sehingga kita dapat memperoleh keuntungan dari apresiasi harga selain bunga, begitu juga sebaliknya kita dapat terekspos pada kerugian dari depresiasi harga.

*Perlu dicatat semakin lama surat hutang jatuh tempo maka semakin besar bunga yang harus diberikan pada investor karena dipandang semakin berisiko. Semakin lama jatuh tempo nya maka fluktuasi harga obligasi tersebut semakin besar

Obligasi Pemerintah berarti surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah. Untuk membeli Obligasi Pemerintah langsung sangatlah mahal, karena minimal harus membeli senilai 1 miliar. Sebagai alternatifnya kita dapat membeli reksadana obligasi dan ORI : yang diperuntukkan untuk retail

Lalu berapa return nya ? Dapat dilihat chart diatas BINDO merupakan acuan dari kinerja obligasi pemerintah yang dibuat oleh Bloomberg ( gunakan BINDO untuk mengukur kinerja reksadana Obligasi Pemerintah ). Sejak 2010 hingga 2017 rata – rata obligasi pemerintah memberikan keuntungan 10,5% setahun. Keuntungan investasi ini didapat dari bunga dan apresiasi harga obligasi

Bagaimana dengan ORI ? BINDO adalah obligasi pemerintah dengan rata – rata jatuh tempo 10 tahun, sementara ORI jatuh tempo 3 tahun. Bila Obligasi pemerintah 10 tahun saat ini bunga saja 6,5% maka ORI saat ini memberikan bunga 5,85%. Simplenya kita kira – kira saja ORI memberikan bunga 0,5 – 1% lebih rendah dari obligasi pemerintah 10 tahun

2.2 Hutang – Obligasi Korporasi

Surat hutang yang diterbitkan korporasi dianggap lebih berisiko daripada yang diterbitkan pemerintah, oleh karena itu memberikan bunga yang lebih tinggi

Dimana investasinya ? kita dapat membeli obligasi korporasi melalui produk CPF yang diterbitkan oleh bank – bank besar di Indonesia. Berapa bunga nya ? umumnya obligasi ini memiliki masa jatuh tempo 3 tahun seperti ORI, namun karena korporasi maka memberikan bunga lebih tinggi. Kita dapat mengekspektasikan bunga yang diberikan lebih tinggi 1 – 2% dari ORI. Maka bila bunga ORI saat ini 5,85% CPF memberikan bunga 6,85%. Apabila jauh diatas itu perlu kita pertanyakan yang menerbitkan surat hutangnya korporasi apa ? hati – hati akan risiko gagal bayar karena teriming – iming bunga yang tinggi

Untuk berinvestasi obligasi pemerintah atau korporasi secara langsung kamu dapat membelinya lewat bank. Pada umumnya Bank besar dan bank asing menyediakan fasilitas itu, namun sayangnya hingga saat ini fee transaksasi dan nominal minimal pembeliannya masih sangat besar

2.3 Hutang – Reksadana Pendapatan Tetap

Selain membeli langsung kita juga bisa membelinya melalui reksadana pendapatan tetap dengan modal yang kecil.

Manajer investasi hampir pasti selain memiliki produk reksadana saham juga memiliki reksadana pendapatan tetap yang berinvestasi di obligasi pemerintah.

Kenapa obligasi pemerintah, karena Obligasi pemerintah lebih likuid daripada obligasi korporasi memudahkan fund manager reksadana pendapatan tetap dalam mengelola dan melakukan transaksi jual beli dengan mudah.

Pada umumnya reksadana pendapatan tetap ini memiliki tenor rata – rata 10 tahun seperti benchmark. Jadi kalau mau tau kira – kira berapa return reksadana pendapatan tetap, dilihat saja rata – rata return Bindo, ga akan jauh beda dengan return reksadana pendapatan tetap.

2.4 Hutang – Peer 2 Peer Lending ( P2P )

Naah ini investasi yang lagi happening dimana mana. Tingkat risiko nya jelas paling tinggi dibandingkan investasi bersifat hutang lainnya

Jadi apa ini P2P ? ini adalah hutang yang diterbitkan oleh usaha usaha kelas menengah hingga bawah. Umumnya pengusaha ini kesulitan mendapatkan pinjaman dari bank, makanya minjem dari kita. Tentu mendengarnya saja berisiko kan ? ya makanya otomatis memberikan bunga yang lebih besar

kelebihannya keuntungan investasi P2P dibandingkan saham adalah tidak ada risiko fluktuasi. Kalau investasi disaham kamu butuh keahlian dan mental untuk menghadapi fluktuasi pergerakannya. Sementara risiko di P2P ada pada kemungkinan gagal bayarnya yang tinggi, ya secara ini perusahaan – perusahaan yang ditolak sama bank

Berapa bunga nya ? pada umumnya P2P memberikan bunga belasan persen, namun ada juga yang memberikan keuntungan lebih dari 20%. Tapi ingat semakin tinggi bunga nya maka itu menunjukkan semakin besar risiko nya

Untuk berinvestasi di peer to peer lending kamu dapat mempertimbangkan 2 perusahaan berikut ini :

Peer 2 Peer Lending

Peer 2 Peer Lending

2.5 Hutang – Deposito

Deposito itu hutang juga ? tepat sekalii !!  bedanya menggunakan bank saja sebagai perantara.. kita menabung atau / deposito artinya kita memberi pinjaman, si bank sebagai broker kemudian menggunakan dana tersebut untuk dipinjamkan lagi pada bisnis – bisnis yang butuh. Sama saja hutang kan ?

Tentu bila kita berbicara deposito maka risiko nya rendah, karena bank sangat selektif dalam menyalurkan pinjaman

Berapa sih keuntungan investasi bunga deposito ? kalau kita lihat dari 2010 hingga 2017 rata – rata bunga deposito 6,5%.

Bunga 6,5% ini adalah gross, pajak dari deposito 20%..jadi riil bunga yang didapat sesungguhnya 5,2%.

Berbeda dengan deposito, return reksadana yang disebutkan sudah nett, sudah potong pajak, jadi kita dapatnya utuh.

Namun perlu diingat semakin turun bunga obligasi pemerintah maka akan semakin turun bunga deposito, begitu juga bunga dari CPF dan P2P, semuanya saling berkaitan

bunga deposito 2010 - 2017

bunga deposito 2010 – 2017

2.6 Hutang – Reksadana Pasar uang

Selain deposito langsung, terdapat juga reksadana pasar uang dimana isinya penempatan deposito dan obligasi dengan tenor dibawah 1 tahun

Ide dari reksadana pasar uang ini, dengan jumlah pengelolaan dana yang besar, fund manager memiliki bargaining power yang tinggi mendapatkan bunga deposito yang lebih besar ketika melakukan penempatan di bank.

Yaah kalau kita deposito dengan duit 10 juta, bunganya pasti beda donk dengan duit 500 juta. Naah kalo reksadana pasar uang bisa sampai triliunan, kebayang donk bargaining powernya sama bank yang nawarin deposito.

Apabila ada pertanyaan atau mau update terbaru dari slaveberdasi dapat melalui  twitter @slaveberdasi , facebook slaveberdasi ,dan email di slaveberdasi@gmail.com

 

%d blogger menyukai ini: