Kebebasan Finansial

Investasi Emas: Alternatif Cara Menuju Kebebasan Finansial

Emas telah lama dipercaya sebagai alternatif investasi. Jika dahulu kakek nenek kita menjual perhiasan emas untuk menutup berbagai kebutuhan dana, maka saat ini cara melakukan investasi emas sudah lebih beragam, baik jenis maupun aksesnya. Investasi emas bisa kamu pilih sebagai alternatif cara menuju kebebasan finansial.

Kenapa dibilang alternatif? Ya, kalau dibandingkan dengan instrumen lain, emas memang tidak begitu agresif. Anggapan bahwa harga emas selalu naik juga tidak sepenuhnya benar, karena seperti juga komoditi yang lain, harga emas juga kadang anjlok. Tetap ada risiko pasar pada emas. Emas sebatas instrumen lindung nilai aset kita, agar tak tergerus inflasi, selain sebagai safe haven di saat-saat tertentu.

Buat instrumen untuk mencapai kebebasan finansial gimana? Ya, bisa saja, tetapi tetap harus dibarengi dengan instrumen lain, yang bisa mengcover kebutuhan kita secara keseluruhan. Hanya mengandalkan emas untuk dana pensiun, bisa jadi juga kurang memadai.

So, meski dipercayai sejak dulu, emas tetaplah investasi yang memiliki plus dan minus seperti instrumen investasi lain. Investasi emas hanya merupakan satu alternatif dari sekian banyak cara berinvestasi. Diversifikasikanlah instrumen investasimu agar cita-cita menuju kebebasan finansial segera tercapai.

Nah, mari kita lihat dulu seluk beluk emas sebagai salah satu instrumen investasi yang bisa dimanfaatkan menuju bebas finansial.

Membangun Kebebasan Finansial dengan Reksa Dana? Bisa!

Untung Rugi Investasi Emas

1. Keamanan Penyimpanan Emas

Ada yang mengambil jalan praktis dengan berinvestasi dalam bentuk perhiasan. Kalau sedang tidak butuh dana, perhiasan bisa dipakai untuk penampilan. Jika sedang butuh dana, tinggal dijual. Faktor keamanan yang harus diperhatikan tidak hanya di rumah, tapi juga di tempat umum.

Segi keamanan penyimpanan emas batangan yang wajib diperhatikan memang hanya di rumah. Tapi, justru karena repot membawanya ke mana-mana, maka perlu tempat penyimpanan yang memadai. Kamu bisa membeli brankas kecil atau menyewa safe deposit box (SDB) di bank. Itu berarti ada biaya tambahan yang harus kamu perhitungkan, tapi kamu bisa bepergian tanpa banyak pikiran.

Nah, kalau soal keamanan ini sih, sekarang ada pula investasi emas dalam bentuk online tanpa kepemilikan fisik. Investasi ini lebih praktis dan agresif. Tapi kamu wajib mengukur tingkat risiko perdagangannya  juga.

2. Target Keuntungan Investasi Emas

Seperti yang sudah disebutkan sekilas di atas, harga emas sejatinya naik turun. Orang tua kita memberikan warisan emas dengan harga yang jauh di atas harga beli karena mereka mungkin membelinya ketika masih muda. Artinya, usia emasnya sudah belasan, bahkan puluhan tahun. Tentu saja, harganya sudah berkembang sedemikian rupa. Barangkali mereka memang berniat untuk menyimpannya sebagai aset keluarga turun temurun.

Kehidupan yang sangat dinamis saat ini mungkin membutuhkan beberapa tindakan cepat, termasuk pengadaan dana. Keuntungan investasi emas fisik hanya dari jual beli; artinya tidak ada bunga atau kupon, dividen, capital gain, dan sebagainya. Tentu saja, ini jadi “risiko” tersendiri. Apalagi jika kamu memiliki target kebebasan finansial secepat mungkin, maka kamu butuh diversifikasi investasi yang tumbuh dengan cepat pula.

Tetapi, emas juga merupakan salah satu instrumen investasi yang dianggap safe haven. Nilai emas diharapkan stabil atau malah meningkat ketika perekonomian mengalami guncangan. Emas juga tidak terpengaruh oleh kebijakan suku bunga pemerintah. So, ini bisa jadi penyelamat juga ketika kamu pun banyak berinvestasi di instrumen agresif.

3. Pencairan Investasi Emas

Emas bisa dengan mudah dijual kembali ke toko tempat kamu membeli, ke orang lain, maupun digadaikan. Apalagi kalau gramasinya kecil. Kalau besar? Ya, masalahnya, enggak semua orang bisa langsung menyediakan dana yang besar juga untuk membeli emas gramasi besar ini.

Yang pasti, pastikan keaslian dan asal usul emasmu terjamin.

Sekarang banyak reseller yang menawarkan harga di bawah pasar. Kamu harus berhati-hati memilih reseller yang terpercaya agar terhindar dari penipuan menggunakan sertifikat palsu atau tersangkut perkara kriminal akibat emas curian.

Investasi Jangka Pendek vs Investasi Jangka Panjang, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Jenis-jenis Investasi Emas

1. Emas Batangan dan Koin

Emas batangan atau Logam Mulia (LM) ini bisa kamu peroleh dengan cara membeli tunai, mengangsur dan gadai. Untuk pembelian tunai, kamu bisa datang ke gerai LM maupun melalui reseller. Pastikan keaslian sertifikat dan keamanan transaksi, jangan hanya tergiur dengan iming-iming harga di bawah pasar.

Kamu juga bisa mengangsur melalui tabungan emas pegadaian, bank dan e-commerce. Tabungan ini sangat ringan, bahkan bisa sambil membulatkan total belanja di e-commerce. Tapi ada nominal tertentu yang harus dicapai untuk dapat dicairkan dan ada biaya cetak.

Tentu saja kamu perlu menyisihkan lebih banyak dana, bukan sekedar mengumpulkan recehan, untuk mencapai target kebebasan finansial sesegera mungkin.

Sistem gadai ini maksudnya adalah pegadaian sudah membeli emas atas namamu sehingga kamu harus mengangsur sesuai dengan akta perjanjian untuk mendapatkannya, seolah-olah emas itu adalah milikmu yang sedang digadaikan dan harus ditebus.

Sebenarnya koin emas itu seperti emas batangan, hanya saja bentuknya koin dengan ukuran lebih kecil. Karena bentuknya yang unik, koin emas populer di kalangan kolektor.

2. Perhiasan Emas

Perhiasan emas sering menjadi pilihan para wanita, karena selain untuk investasi, juga untuk mempercantik diri. Daripada uang habis buat jajan, lebih baik dibelikan perhiasan emas agar tambah cantik dan tambah kaya.

Namun perhiasaan emas itu umumnya mengandung campuran logam lain, misalnya perak, rhodium dan tembaga. Jenis campuran akan terlihat pada warna yang terpancarkan dari perhiasan tersebut. Emas murni 24 karat terlalu lembek untuk perhiasan sehingga memerlukan logam lain agar mudah dibentuk.

So, kamu harus memperhatikan berapa kadar emas dalam perhiasaan yang akan kamu beli karena itu akan memengaruhi harga jual perhiasan nantinya, selain ongkos pembuatan dan model perhiasan tersebut. Rata-rata kadar emas dalam perhiasaan adalah 18 karat, tapi ada juga yang 22 karat atau malah kurang.

Investasi Emas: Alternatif Cara Menuju Kebebasan Finansial

3. Emas Online

Tidak mau pusing dengan penyimpanan emas dalam bentuk fisik? Kamu bisa berinvestasi di emas online. Produk emas online bisa kamu temui bersama dengan layanan instrumen keuangan derivatif lainnya. Karena itu, kamu akan dibantu oleh pialang atau manajer untuk menempatkan dana di bursa emas Exchange Traded Funds (ETF) dan emas berjangka.

Dengan emas online, kamu bisa mendapat keuntungan dari perdagangan emas tanpa kepemilikan fisik. Emas ETF diperdagangkan seperti saham. Sedangkan dalam emas berjangka, ada kontrak jangka panjang atau jangka pendek yang harus disepakati antara manajer dan investor.

Selain berinvestasi ke emas itu sendiri, kamu juga bisa berinvestasi ke perusahaan tambang emas. Kamu wajib melakukan riset terhadap fundamental perusahaan tersebut.

Apa pun jenis investasi emas yang kamu pilih, semua ada risikonya. Pelajari lebih dahulu, hindari ikut-ikutan dan sesuaikan dengan seberapa cepat kamu ingin mencapai kebebasan finansial.

Semangat!

No Responses

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.