Alternatif

Investasi Properti untuk Capai Kebebasan Finansial

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meraih kebebasan finansial adalah dengan investasi properti.

Yep, properti ini memang instrumen andalan banget, karena akan dapat meng-generate pendapatan pasif relatif dengan mudah, dan dijamin dari tahun ke tahun nilainya akan naik. Instrumen ini juga biasanya jadi favorit investasi angkatan-angkatan terdahulu. So, nggak salah sih, kalau kita anak muda di zaman kekinian ini juga pengin berinvestasi properti demi masa pensiun yang lebih sejahtera.

Kebebasan Finansial dan Investasi Properti

alternatif investasi saat bunga deposito turun

Salah satu kunci untuk dapat mewujudkan bebas finansial adalah ketika kita bisa memiliki aset aktif yang akan memberikan penghasilan pasif, tanpa perlu kita bekerja secara aktif lagi.

Banyak orang menganggap investasi properti itu relatif aman, lantaran kita bisa mengelola sendiri produk investasi kita. Dengan full control, kita bisa atur sesuai kebutuhan. Untuk keamanannya, kita juga bisa pastikan sendiri caranya gimana.

Tapi, sebenarnya ada juga beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sih untuk bisa investasi properti demi mencapai kebebasan finansial ini. Singkat kata, enggak ada investasi yang 100% aman kan? Begitu juga dengan investasi properti ini.

Risiko Investasi Properti

Ini Dia Perbedaan Menabung dan Investasi yang Perlu Kamu Tahu

1. Butuh modal besar

Di awal, kamu akan butuh modal besar. Yaiyalah, karena kamu butuh buat beli propertinya, whether bentuknya tanah, pekarangan, rumah petak, apartemen, rukan, ruko, atau bentuk properti lainnya. Nggak cuma sejuta dua juta. Beda dengan reksa dana, misalnya, yang modal awal seratus ribu saja cukup.

Kalau perlu, kamu bisa sih ambil kredit pemilikan rumah dari lembaga keuangan mana pun, tetapi kamu juga harus memperhitungkan cost-nya. Setidaknya, kamu harus tahu gimana caranya agar segera balik modal, dan kamu pun bisa menikmati passive income dari properti tersebut.

Selain butuh modal besar di awal, biaya perawatan pun relatif tinggi. Apalagi jika masih dalam masa inden atau kosong, yang artinya belum ada penyewa. Kamu akan harus menanggung biaya perawatan dan juga pajak.

Nah, pajak untuk properti relatif juga lumayan ya. Kecuali jika nanti Pajak Bumi dan Bangunan dihapuskan. Tapi, dapat diduga sih, misalnya dihapus, ya nanti sepertinya akan ada jenis pajak lain. *skeptis*

2. Musibah dan bencana

Kalau di saham, ada risiko pasar; sebuah risiko yang bakalan sulit kita kendalikan karena ini merupakan “gejala” alam. Ya kalau di pasar saham, gejala alam ini adalah yang berasal dari faktor eksternal.

Kalau untuk investasi properti, risiko gejala alam ini bisa berupa musibah dan bencana alam. Mulai dari angin ribut, banjir, gempa, sampai gunung meletus.

Risiko ini sebenarnya bisa dikelola dengan membeli asuransi properti yang sesuai. Nah, berarti tambah iuran premi lagi deh.

Apa Sih Beda Manajer Investasi dan Perusahaan Sekuritas?

3. Likuiditas rendah

Relatif, investasi properti memiliki likuiditas yang rendah. Kalau sewaktu-waktu butuh uang, rumah, apartemen, dan segala jenisnya itu tak bisa dijual dengan cepat.

Apalagi kalau ditempati oleh penyewa, kadang ya mereka nunggak sewa dan seterusnya, yang berakibat penghasilan kita juga macet.

Nah, tapi, kalau memang kamu berniat untuk berinvestasi pada properti, beberapa hal di atas tentu tak akan menyurutkan semangatmu kan? Karena sebenarnya, risiko itu adalah bagian dari setiap jenis investasi yang kita lakukan. Akan ada aja itu mah.

So, mari kita lihat beberapa hal yang perlu kita lakukan jika ingin mewujudkan kebebasan finansial melalui investasi properti.

Tip Memuai Investasi Properti

Investasi Properti untuk Capai Kebebasan Finansial

1. Memilih jenis properti yang sesuai

Ingat ya, tak setiap jenis properti cocok dijadikan sebagai instrumen investasi.

Maksudnya gimana?

Gini. Misal soal lokasi. Kalau misalnya di dekat perkantoran, sewa apartemen barangkali akan lebih laku. Dekat kampus, sewa kamar kos bisa jadi opsi. Nah, kalau rumah petak, bisa jadi beda lagi.

Kita mesti bisa membaca kebutuhan dan situasi yang ada, dan ini biasanya sih butuh waktu survei yang agak panjang. So, harus siap teliti dan cermat memilih ya. Mau cuan kan, soalnya?

2. Siapkan modal dan biaya perawatan

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, karena ini merupakan salah satu risiko investasi properti yang cukup krusial, maka sudah seharusnya kita siap untuk mengelolanya.

Pastikan kamu sudah tahu, mau membeli properti dengan cara apa. Mau ambil kredit dari bank, boleh juga. Atau, misalnya ada opsi pembayaran yang lain juga boleh. Pastikan saja kamu sudah punya skema yang detail dan komprehensif.

Begitu juga dengan biaya perawatan dan juga pajaknya, terutama jika nantinya belum ada penyewa. Seandainya sudah disewa oleh orang lain, kamu perlu juga melakukan kesepakatan soal biaya perawatan dan pajak ini dengan mereka. Biasanya sih tanggung jawab pembayaran pajak menjadi tanggung jawab induk semang, maka pastikan pajak sudah termasuk dalam harga sewanya.

Sedangkan, untuk perawatan, bisa saja disepakati antara kamu sebagai induk semang dengan penyewa nantinya.

7 Faktor yang Memengaruhi Penentuan Perencanaan Dana Pensiun

3. Kelola pemasukan

Kelola pemasukan dari penyewaan properti ini dengan baik. Jangan semua langsung dihabiskan, tapi jika misalnya kamu masih punya pekerjaan aktif yang memberimu pemasukan stabil, hasil investasi properti bisa kamu kembangkan lagi di instrumen yang lain, agar lebih maksimal.

Pemasukan hasil dari investasi properti ini mungkin saja tak setiap bulan kamu dapatkan, tetapi tergantung pada kesepakatan juga dengan penyewa. Misalnya ada yang kontrak bulanan, ada juga yang tahunan. Ada pula yang lebih panjang, misalnya dua hingga lima tahunan.

Kelolalah penghasilanmu dengan baik, agar memberikan manfaat yang optimal juga buat hidupmu.

4. Kelola risiko

Nah, selain soal perawatan dan pajak, kamu juga tahu bahwa investasi properti juga memiliki risiko yang lain. Bencana, misalnya. So, ada baiknya, risiko ini juga kamu perhitungkan sejak awal.

Untuk mengelola risiko bencana alam ataupun musibah ini, misalnya, kamu bisa membeli polis asuransi properti yang sesuai. Maksudnya, kan asuransi properti itu juga ada ketentuan coverage-nya.

Biasanya sih ada asuransi utama, dan kalau butuh tambahan, kita harus membeli rider-nya. Ada juga asuransi yang hanya menawarkan perlindungan terhadap bahaya kebakaran saja, atau ada juga yang all risk. Biaya premi tentu beda.

So, kenali kebutuhanmu, dan kemudian sesuaikan preminya.

Asuransi Apa Saja yang Wajib Dimiliki Ketika Masuk Usia Pensiun?

5. Miliki sumber penghasilan lain

Memiliki sumber penghasilan yang lain juga merupakan salah satu langkah kelola terhadap risiko likuiditas investasi properti yang rendah.

Dengan demikian, sebelum kamu memang berniat mau berinvestasi di properti, pastikan dana daruratmu cukup, pun kamu punya aset lancar yang lainnya.

Nah, demikianlah sedikit ulasan mengenai bebas finansial melalui investasi properti. Gimana? Tertarik? Kalau tertarik, yuk, buat skemanya sedari sekarang, dan tentukan target kapan akan dieksekusi.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.