Equity

Kenali Apa itu Investasi Saham Aktif dan Pasif, dan Apa Bedanya?

Investasi adalah pembahasan yang legit sekarang ini. Seiring waktu, banyak orang yang mulai mengerti bahwa investasi adalah hal yang penting untuk dilakukan. Dan salah satu instrumen yang paling banyak dibahas sekarang ini adalah investasi saham.

Dulu, investasi saham ini sering diasosiasikan dengan trading. Nggak ada yang salah sih, karena ada orang yang melakukan ini dengan tujuan imbal hasil yang besar. Sayangnya, masih sedikit yang tahu bahwa saham bisa sebagai aset berharga yang akan membantu mereka mencapai kebebasan finansial di masa depan.

Belum lagi ditambah pemahaman bahwa untuk beli saham itu membutuhkan biaya yang besar. Padahal kenyataannya, tidak seperti itu. Beranjak dari hal-hal kecil inilah membuat sebagian orang malas untuk investasi saham.

Tapi, itu dulu …

Sekarang ini arus informasi sudah terbuka lebar. Literasi keuangan tak hanya dilakukan oleh lembaga keuangan saja, banyak financial planner, bloger bahkan selebgram yang sering melakukan edukasi. Efeknya? Makin banyak yang paham bagaimana investasi saham sebenarnya. Saham pun menjadi instrumen yang mulai disukai kalangan milenial.

Namun, tahu nggak kalau strategi investasi saham itu terbagi dalam dua jenis, yaitu aktif dan pasif? Dan faktor apa saja yang membuat perbedaan dari kedua jenis ini? Biar kamu tidak salah langkah, simak ulasannya berikut ini.

investasi saham 1

Pengertian Investasi Saham Aktif dan Pasif

Investasi saham aktif

Yaitu strategi yang dilakukan dengan cara terlibat langsung dalam aktivitas jual beli saham. Biasanya, orang yang melakukannya akan memantau perdagangan harian dan melakukan transaksi di pasar saham setiap hari.

Tujuan dari investasi aktif adalah bisa mendapatkan imbal hasil penuh dari fluktuasi pergerakan harga saham jangka pendek. Rentang waktunya bisa beberapa jam saja, satu hari atau beberapa hari.

Strategi investasi aktif ini membutuhkan kemampuan dalam menganalisis aset. Di mana kamu akan menganalisa pasar dan mencari tahu waktu yang tepat untuk membeli atau menjual saham.

Salah satu contoh pekerjaan yang membutuhkan investasi saham aktif adalah manajer investasi dan tim. Manajer investasi akan menerima informasi dan saran dari tim analisanya yang memiliki spesialisasi di beberapa bidang. Mereka akan mencatat nilai, profitabilitas, pertumbuhan hingga karakteristik hasil saham. Oleh karenanya, seorang manejer investasi saham yang berhasil harus bisa mengambil keputusan yang tepat dan meminimalisir kesalahan.

Investasi saham pasif

Yaitu strategi investasi yang dilakukan dengan cara membatasi arus perputaran dana yang dimiliki. Pada umumnya, investasi pasif ini dilakukan untuk tujuan jangka panjang.

Jika dilihat investasi saham pasif ini tampak sederhana ya, tapi jangan salah, strategi ini membutuhkan sebuah mental yang kuat dalam membeli dan menahan portfolio. Artinya, kamu harus bisa menahan godaan untuk tidak bereaksi terhadap situasi dan perubahan pasar.

Ini bukan berarti menjadi kaya hanya dengan sekali investasi, ya. Tapi, dengan melakukan strategi ini, seorang investor cenderung untuk memilih membangun kekayaan secara perlahan seiring waktu.

Agar lebih mendalam lagi, berikut ini perbedaan antara keduanya.

Perbedaan Investasi Saham Aktif dan Pasif

Mau Bebas Finansial: Bayar Utang Dulu atau Investasi Dulu?

1. Fleksibilitas

Investasi aktif cenderung lebih fleksibel jika dibandingkan dengan investasi pasif. Di sini investor atau manajer portfolio aktif mempunyai keleluasaan dalam melakukan investasi saham. Yang artinya, dalam strategi investasi aktif, investor maupun manajer investasi tidak dibatasi ruang geraknya dalam mengikuti indeks tertentu. Mereka bisa membeli dan menjual saham kapan saja secara bebas selama saham tersebut mengalami pertumbuhan dan memiliki kinerja yang baik.

Investasi saham pasif fleksibilitasnya cenderung rendah. Ini disebabkan karena strategi investasi pasif terbatas pada indeks tertentu saja. Strategi ini menitikberatkan pada pembelian dan penjualan yang didasarkan pada perubahan dalam komposisi indeks. Investor saham pasif tidak terlalu reaktif terhadap segala perubahan yang terjadi di pasar saham.

2. Perlindungan Investasi (hedging)

Dalam investasi dikenal adanya perlindungan investasi atau hedging yaitu strategi melindungi atau membatasi dana investasi dari fluktuasi nilai tukar mata uang yang tidak menguntungkan. Jadi, hedging ini secara langsung memberikan peluang pada investor atau manajer portfolio dalam melindungi dana dari risiko kerugian (loss) walaupun saat transaksi sedang berlangsung.

Dari sisi ini, investasi saham aktif cenderung lebih protektif dibandingkan investasi pasif.

Investor atau manajer investasi aktif bisa melakukan perlindungan nilai terhadap investasi yang dilakukan dengan berbagai teknik seperti penjualan pendek. Selain itu, mereka juga bisa keluar dari saham yang diketahui memiliki risiko besar.

Bagaimana dengan investasi saham pasif? Ternyata tidak seperti itu. Proteksi investasi pasif cenderung rendah karena investor atau manajer investasi terjebak dalam saham yang mudah dilacak oleh indeks tanpa mengevaluasi kinerjanya.

Strategi Investasi Dollar Cost Averaging: Apa yang Perlu Kamu Tahu?

3. Manajemen Pajak

Tujuan melakukan investasi salah satunya adalah mendapatkan keuntungan yang disebut dengan capital gain. Lanjut lagi, capital gain ini adalah keuntungan yang diperoleh investor dalam berinvestasi, di mana harga jual aset modal lebih tinggi daripada harga beli.

Investasi saham aktif sangat berpotensi memeroleh imbal hasil tinggi, dan ini bisa memicu pajak capital gain. Untuk mengimbangi pajak, hal yang bisa dilakukan adalah menjual saham yang berisiko rugi atau tidak mengalami pertumbuhan.

Sedangkan investasi pasif cenderung lebih efisien pajak. Karena strategi pembelian maupun menahan saham umumnya tidak menghasilkan pajak.

4. Tingkat Pengembalian

Investasi saham aktif memiliki tingkat pengembalian lebih tinggi dibanding pasif.

Ini disebabkan karena tujuan utama investasi saham aktif yaitu mengalahkan kinerja pasar saham, jadi fokusnya lebih ke pengembalian absolut. Dengan melakukan strategi ini, akan memeroleh pengembalian yang tinggi. Sedangkan investasi pasif tingkat pengembalian rendah karena harus menyesuaikan kinerja pasar saham dan indeksnya terlacak. Walaupun bisa mengalahkan kinerja pasar saham, sayangnya pengembaliannya tidak sebesar investasi saham aktif.

Kenali Apa itu Investasi Saham Aktif dan Pasif, dan Apa Bedanya?

5. Biaya Operasional

Investasi saham aktif memiliki biaya operasional cukup tinggi dibandingkan investasi pasif.

Ini disebabkan karena aktivitas pembelian dan juga penjualan saham yang aktif memicu biaya transaksi. Selain itu investasi aktif juga memiliki biaya operasional seperti gaji tim analis yang melakukan penelitian juga pemilihan ekuitas. Tingginya biaya operasional yang harus dikeluarkan bisa mengurangi tingkat pengembalian.

Sedangkan investasi saham pasif biaya operasionalnya rendah karena tidak ada tim analis di dalamnya. Sehingga biaya yang dikeluarkan jauh lebih sedikit.

6. Keahlian yang Dimiliki

Investasi saham aktif membutuhkan keterampilan dan juga keahlian yang mumpuni dalam menganalisa pasar saham. Secara khusus keahlian yang mesti dimiliki antara lain bisa mengindentifikasi perbedaan harga, penilaian fundamental, peluang arbitrase, teknis saham dan lain sebagainya. Dengan memilki keahlian tersebut, investor atau manajer investasi bisa mengambil keputusan yang tepat kapan waktunya untuk membeli saham dan menjualnya.

Sedangkan investasi pasif tidak serumit aktif. Di sini tidak membutuhkan keahlian yang mendalam. Bagi investor pemula yang belum memiliki pengalaman sekalipun bisa melakukannya. Di investasi saham aktif hanya membutuhkan sedikit pengambilan keputusan.

7. Frekuensi Transaksi

Aktivitas dalam jual beli saham di investasi saham aktif lebih sering dilakukan dibandingkan yang pasif. Oleh karena ini, untuk frekuensi transaksi aktif lebih tinggi dari pasif.

Semoga ulasan di atas bisa membantu kamu ya memahami lebih jauh tentang investasi saham. Bahwa saham itu tak sekadar beli dan jual saja. Ada perhitungan yang harus kamu ketahui agar investasi yang dipilih sesuai dengan keahlianmu.

So, pelajari kedua strategi di atas dan mulailah berinvestasi!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.