Kebebasan Finansial

Jenis Return Investasi yang Perlu Kamu Ketahui, dan Apa yang Mesti Dilakukan untuk Meningkatkannya

Semua investor pasti mengharapkan return investasi yang besar. Ini sudah pasti. Meskipun sih pada akhirnya, semua kembali ke tujuan ataupun targetnya, dan tentunya faktor manajemen risiko, tapi sudah pasti deh. Return investasi haruslah semaksimal mungkin yang bisa didapatkan.

Yep, dan kemudian tinggal strateginya.

Lalu, sebenarnya apa itu return investasi ini? Kenapa return investasi yang maksimal selalu dicari oleh semua investor? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Return Investasi?

Strategi Investasi Dollar Cost Averaging: Apa yang Perlu Kamu Tahu?

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, return adalah salah satu hal yang sangat diprioritaskan oleh banyak investor ketika berinvestasi. Hasil dari return investasi bisa diartikan sebagai keuntungan untuk investasi yang kita lakukan. Jadi, ketika melakukan investasi, penghasilan yang didapat oleh investor inilah yang dikenal sebagai return.

Menurut Eduardus Tandelilin, adanya return investasi inilah yang menjadi motivasi para investor. Karena ada “iming-iming” return investasi, investor akhirnya berani mengambil risiko investasi yang dijalani.

Dan mungkin selama kamu melakukan investasi, sudah mendengar istilah ‘high risk, high return’. Istilah ini menandakan bahwa melakukan return investasi yang menjanjikan (gampangannya: besar), maka pasti memiliki risiko yang lebih tinggi juga. So, kamu perlu melakukan analisis fundamental yang baik dan juga akurat saat berinvestasi di instrumen yang menjanjikan return besar. Hal ini perlu dilakukan sebagai salah satu langkah manajemen risiko yang penting.

Dalam lingkup investasi reksa dana, return investasi merujuk pada hasil kerja yang dilakukan oleh para manajer investasi. Dengan nominal dasar dari modal investasi, kemudian return dari kinerja investasi reksa dana tersebut akan selalu diperbarui setiap hari sesuai dengan hari aktif di bursa. Hal ini bisa kamu lihat di masing-masing portofolio manajer investasi.

Angka dari hasil keuntungan atau return investasi ini tentunya akan mengalami perubahan dan fluktuaktif dari waktu ke waktu. Dan perlu kamu ketahui juga, bahwa hasil investasi ini juga bisa saja menuju arah nilai yang negatif. Dan itu artinya, dana yang kamu investasikan di instrumen investasi sedang mengalami kerugian.

Ketika kamu sedang di posisi ini, maka ada baiknya kamu langsung melakukan analisis terhadap kemungkinan kinerja instrumen invesrasi di masa yang akan datang. Apakah pergerakan akan terus menurun, atau ada kemungkinan bisa naik lagi dan mengembalikan return bernilai positif.

Mengenal Komponen Return Investasi

Ini Dia Perbedaan Menabung dan Investasi yang Perlu Kamu Tahu

1. Capital Gain

Capital gain adalah return investasi yang akan kamu dapatkan dari selisih nilai investasi saat ini dibandingkan dengan nilai modal awal investasi dengan harga pada periode sebelumnya. Misalnya, kalau dalam trading saham, nilai keuntungan ini akan kamu dapatkan ketika kamu berhasil menjual saham dengan harga yang lebih tinggi daripada harga ketika kamu beli. Selisihnya itulah capital gain yang kamu dapatkan.

Apabila nilai investasi yang kamu miliki mengalami penurunan atau merugi, maka kamu akan mengalami capital loss.

Dalam praktiknya, sejumlah instrumen investasi pasti memiliki risiko capital gain atau capital loss. Capital gain ini bergantung berdasarkan harga pasar pada sebuah instrumen investasi yang diperjualbelikan di bursa efek.

Selain saham, instrumen investasi yang juga dapat memberikan capital gain atau capital loss adalah obligasi.

2. Yield

Yield adalah sebuah persentase kas yang didapatkan oleh investor secara berkala terhadap sebuah investasi. Sebuah contoh dari komponen return investasi yield ini adalah bunga obligasi, dividen, dan lain sebagainya.

Jenis-jenis Return Investasi

Mau Bebas Finansial Lebih Cepat? Miliki 7 Sumber Pemasukan Ini!

Return investasi sendiri ada beberapa jenis yang perlu diketahui oleh investor. Iya, kamu. Mari kita lihat.

1. Return Realisasi

Return realisasi, atau realized return, adalah nilai keuntungan atau return investasi yang sudah terjadi.

Ini artinya, return realisasi merujuk pada sebuah keuntungan atau kerugian yang sudah didapat oleh investor terhadap aktivitas investasi yang dilakukan sebelumnya.

Dari hasil return realisasi ini bisa dijadikan sebagai dasar bagi investor ketika menentukan return ekspektasi, dan juga bisa menentukan risiko yang kemungkinan dapat terjadi di masa yang akan datang.

2. Return Ekspektasi

Di sisi lain, return ekspektasi ini merupakan imbal hasil investasi yang diharap akan diterima oleh para investor di waktu yang akan datang. Berbanding terbalik dengan realisasi, return investasi jenis ini masih belum diterima oleh investor.

Tingkat pengembalian atau keuntungan yang akan diterima dipengaruhi oleh prospek instrumen dan segala faktor yang bisa memengaruhi nilainya di masa yang akan datang.

Adalah wajar ketika melakukan investasi, investor selalu mengharapkan jumlah return yang besar di masa depan. Walaupun begitu, ketika aktivitas investasi sudah selesai dan juga keuntungan sudah diterima, maka return ekspektasi ini akan berubah menjadi return realisasi.

Strategi Agar Return Investasi Meningkat

Jenis Return Investasi yang Perlu Kamu Ketahui, dan Apa yang Mesti Dilakukan untuk Meningkatkannya

Agar investasi tidak merugi, kamu bisa menggunakan beberapa strategi investasi yang bisa mengamankan portofolio investasimu. Strategi apa saja?

1. Strategi Lump Sum

Strategi investasi lump sum adalah trik untuk menjaga dan juga meningkatkan return investasi terbaik dengan cara menaruh dana, atau menyetorkan modal, yang besar di awal investasi.

Jadi, bisa dibilang seperti sistem berinvestasi di deposito atau ketika kamu beli ORI. Kamu hanya menyetor dana sekali saja di awal, dan kemudian tinggal menunggu hasilnya.

Strategi ini berguna untuk kamu yang memang memiliki pendapatan atau penghasilan tidak tetap setiap bulannya. Dengan begitu, ketika kamu mendapatkan gaji yang besar sekaligus, maka bisa langsung dimasukkan ke instrumennya.

2. Buy and Hold

Mirip dengan lump sum, strategi ini dilakukan dengan membiarkan modal tanpa melakukan pembelian, penjualan, dan pengalihan dalam jangka waktu yang lama.

Contohnya adalah ketika kamu mengeluarkan modal Rp10 juta, dan uang tersebut kamu investasikan semua ke salah satu instrumen investasi, setelah melalui analisis yang mendalam. Maka selanjutnya, kamu tidak perlu lagi menjual, membeli, dan mengalihkan modal.

Cukup biarkan saja hingga jatuh tempo yang sudah ditentukan. Dengan begitu, kamu bisa melihat berapa return investasi kamu di akhir periode investasi.

Begini Cara Diversifikasi Investasi yang Benar

3. Strategi Diversifikasi

Strategi terakhir yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan return investasi adalah dengan cara diversifikasi.

Diversifikasi ini adalah memisahkan dan juga membagi modal investasi dalam beberapa jenis investasi. Untuk lebih detailnya, kamu bisa baca artikel yang juga sudah tayang di blog ini. Sudah ditautkan ya.

4 Strategi Dollar Cost Averaging (DCA)

Kebalikan dari lump sum, strategi ini dilakukan dengan cara melakukan topup investasi secara rutin setiap bulan.

Untuk strategi dollar cost averaging ini juga sudah kita bahas khusus dalam satu artikel. Sok, silakan dibaca kalau belum baca ya.

Demikianlah sekilas mengenai return investasi, berikut komponen, jenis, dan tip meningkatkannya. Semoga bermanfaat ya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.