Equity

7 Sikap yang Bisa Bikin Gagal Investasi

Investasi pasti memiliki risiko. Jika terjadi gagal investasi, lalu apa yang akan kamu lakukan? Pertama, jangan panik!

Menjadi investor tidak berarti kamu akan selalu cuan, ada kalanya investasi itu rugi dan gagal. Dan gagal investasi adalah mimpi buruk bagi semua investor.

Melakukan investasi berarti kamu bisa menyisihkan sebagian penghasilan untuk bisa disimpan dan mendapat imbal hasil di masa depan. Apabila aset tidak bertumbuh, well tak bisa dikategorikan sebagai investasi tapi lebih ke menabung atau menyimpan aset.

Jika dianalogikan, investasi itu seperti menanam pohon. Pohon akan tumbuh subur, apabila kamu bisa memanfaatkan faktor-faktor alami di sekitar pohon yang bisa membantu perkembangannya. Tapi, jika tidak, pohon tersebut akan rusak dan akhirnya mati.

Seperti inilah dunia investasi yang mesti kamu pahami terlebih dulu. Banyak hal yang mesti dipelajari tak hanya sekali tapi berkali-kali. Ada trial dan error yang akan kamu hadapi, termasuk gagal investasi.

5 Alternatif Sumber Dana Pensiun

Mengapa Terjadi Gagal Investasi?

Mendapatkan keuntungan dari waktu ke waktu dalam dunia investasi adalah hal yang mustahil. Pasti akan ada kerugian di dalamnya, bisa karena kondisi politik suatu negara misalnya harga saham menjadi turun.

Kerugian dalam skala kecil merupakan hal yang wajar terjadi, keadaan pasar tidak bisa berbalik dan juga menutupi kerugian tersebut. Tapi, dalam keadaan tertentu kegagalan fatal pun bisa terjadi. Akibat dari kegagalan fatal bisa membuat investasi kamu menjadi gagal dan merugi dalam skala signifikan.

Mari kita lihat, konteks gagal ini seperti apa sih?

Well, konteks gagal sendiri maknanya bisa banyak macam bagi setiap orang. Kamu bisa saja mengartikan gagal investasi sebagai akibat dari kerugian yang disebabkan turunnya nilai investasi, gagal karena kenaikan nilai investasi tidak sesuai yang kamu harapkan ataupun bisa jadi nilai investasi naik tapi gagal mencapai tujuan.

Mencegah lebih baik daripada mengobati, betul? Yuk, kita ketahui sikap yang bisa membuat kamu gagal investasi.

Strategi Investasi Dollar Cost Averaging: Apa yang Perlu Kamu Tahu?

Sikap yang Bikin Gagal Investasi

1. Tujuan investasi yang tidak jelas

Yang namanya melakukan investasi kamu harus memiliki tujuan yakni untuk apa investasi tersebut? Jika kamu memiliki tujuan yang jelas maka akan tercipta dorongan untuk mencapainya.

Coba kamu pikirkan lagi tujuan apa sih yang kamu miliki dalam melakukan investasi. Beberapa tujuan investasi sebagai berikut.

Dana darurat

Masa pandemi Covid-19 membuktikan bahwa dana darurat adalah hal terpenting untuk dimiliki. Saat pekerjaan tidak ada dan keuangan menipis, di sinilah dana darurat menjadi penolong. Atau saat kamu sakit, dana darurat bisa digunakan.

Dana pendidikan

Dana pendidikan setiap tahun naik mengikuti inflasi. Maka, kamu memerlukan persiapan dana pendidikan anak sedini mungkin. Kebutuhan pendidikan zaman sekarang tidaklah sedikit mau sekolah negeri atau swasta.

Dana pensiun

Mau sampai usia berapa kamu mau kerja? Setelah memasuki usia pensiun apakah punya dana memadai untuk mencukupi kebutuhan? Memang sih jaminan hari tua dari BPJS Ketenagakerjaan sudah kamu miliki, tapi yakin nih itu bisa menutupi seluruh kebutuhanmu kelak? Well, tidak ada salahnya menyisihkan dana ke investasi untuk pos dana pensiun.

Begitu banyak tujuan yang bisa kamu jadikan motivasi untuk berinvestasi. So, tutup mata dan kupingmu jangan terpengaruh dengan orang lain, tapi tetapkan langkahmu sendiri untuk menentukan arah tujuan investasi.

2. Tidak mau update pengetahuan

Begini, yang namanya berinvestasi kamu harus MAU untuk update pengetahuan. Pengetahuan adalah hal mendasar yang harus kamu ketahui dalam melakukan segala hal termasuk investasi.

Idealnya nih, sebelum kamu memulai untuk investasi penting membekali diri dengan pengetahuan tentang produk investasi dan keuangan, apalagi jika kamu melakukan investasi secara langsung. Apa saja yang mesti dipelajari? Jenis-jenis instrumen investasi, profil risiko, risiko investasi hingga tingkat imbal hasil.

Jika kamu tidak memiliki pengetahuan akan hal-hal tersebut maka akan terjadi kesalahan dalam pemilihan dan penempatan aset investasi. Contohnya, kamu memiliki tujuan jangka pendek tapi malah menempatkan aset ke produk investasi jangka panjang. Inilah menjadi penyebab gagal investasi.

Tenang, kamu nggak mesti menjadi ahli dulu baru memulai investasi. Yang utama adalah kamu sudah memiliki dasar pengetahuan  dan jangan takut untuk memulai. Meng-update pengetahuan bisa kamu pelajari sambil melakukan investasi.

3. Latah mengikuti tren

Perbincangan di coffee shop kaum milenial sekarang ini tak sekedar sepeda apa yang kamu punya, tapi investasi apa nih yang sudah kamu ikuti. Ini sebuah signal yang bagus, menunjukkan bahwa kaum milenial sekarang ini sudah melek literasi keuangan.

Tapi, jangan berinvestasi karena latah dan tak ingin ketinggalan tren.

Mengapa? Karena ini sama saja kamu melakukan sesuatu tanpa ada dasar, ya inilah bisa jadi gagal investasi karena akan berhubungan dengan tidak memiliki tujuan investasi dan tidak memiliki pengetahuan yang cukup.

4 Tahap Masa Pensiun, dan Hal Keuangan Apa Saja yang Harus Disiapkan?

4. Menghabiskan tabungan untuk investasi

Ini merupakan kesalahan investasi bagi para pemula yang sering terjadi. Banyak yang menguras uang tabungan untuk investasi.

Para ahli selalu menyarankan untuk menggunakan uang dingin dalam melakukan investasi. Uang dingin ini adalah uang yang kamu siapkan secara khusus.

Karena itu, sisihkan dana dari gajimu untuk pos investasi yang tidak akan mengganggu tabungan, dana darurat, dana pendidikan dan kebutuhan sehari-hari.

5. Tidak memahami risiko

Risiko selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan hasil dari investasi. Semakin besar uang yang kamu investasikan dengan imbal hasil tinggi maka semakin besar juga risikonya. Yup, ini adalah ‘rumus’ dasar di dunia investasi.

Karena itu, kamu harus memahami risiko yang bisa muncul kapan saja seperti risiko inflasi, risiko pasar, risiko likuiditas dan lain-lain.

6. Tidak melakukan diversifikasi

Jangan menempatkan semua jenis aset ke dalam satu jenis investasi. Jika investasi tersebut mengalami kerugian, maka kamu akan rugi. Kalau sudah seperti ini, segala tujuan investasi pun tidak bisa tercapai.

Dalam investasi lakuan diversifikasi sebagai salah satu cara mitigasi risiko. Seperti apa? Sebarkan aset yang kamu miliki ke berbagai instrumen investasi. Jadi, jika salah satu instrumen mengalami kerugian, maka kamu akan memiliki cadangan di lainnya.

7 Sikap yang Bisa Bikin Gagal Investasi

7. Terlalu percaya diri mengambil risiko besar

Terlalu percaya diri dan berani mengambil risiko besar akan satu investasi merupakan sebuah kesalahan yang akan berbuntut pada gagal investasi.

Ahli investasi mengatakan, di dunia investasi, kamu harus bisa paham kapan waktu yang tepat dalam berinvestasi full power dan kapan waktu untuk menarik rem agar tidak tergelincir.

Memang sih mengambil risiko bisa menjadi salah satu cara dalam mendobrak kebuntuan yang terjadi ketika investasi tidak berkembang, namun risiko yang terlalu tinggi diiringi percaya diri yang tinggi juga bisa menjadi pemicu hancurnya bisnis investasi yang kamu bangun.

Kegagalan adalah guru terbaik. Dengan mengalami kegagalan, kamu akan belajar tidak terjatuh pada ‘lubang’ yang sama lagi. Kamu akan menjadi pribadi yang lebih berhati-hati dan menghindari sikap-sikap di atas.

Jadi, dalam menghadapi kondisi gagal investasi jangan panik karena itu bisa membuat kamu tidak berpikir jernih. Ambil jeda, lalu lakukan analisa apa yang menjadi penyebab gagalnya investasi.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.