Kebebasan Finansial

Merencanakan Dana Pensiun, Jangan Sampai Melakukan 9 Kesalahan Ini!

Apakah kamu sudah memiliki rencana dana pensiun sejak sekarang? Bagus! That’s really good. Banyak loh, yang belum sadar betapa pentingnya memiliki rencana pensiun sejak dini.

In fact, saat ini cuma kurang dari 10% pekerja yang sudah membuat perencanaan dana pensiun dengan benar. Tentu saja, angka ini sangatlah rendah. Menurut laporan dari Financial Finesse menunjukkan, bahwa 61% pekerja nggak tahu apakah mereka punya tabungan yang akan cukup dan bisa menjamin hidup mereka di masa tua nanti. Akibat dari kurangnya perencanaan keuangan apalagi untuk masa pensiun, banyak dari para pekerja akhirnya menunda pensiun sementara lantaran butuh uang untuk bertahan hidup.

Miris. Bukankah seharusnya di masa tua kita tinggal istirahat saja, menikmati hasil jerih payah?

Ya, seharusnya sih gitu. Tapi realita kadang memang menyakitkan, gaes.
Bahkan, pada praktiknya nih, kita sih sudah punya rencana dana pensiun. Tapi, ternyata, karena kesalahan yang seharusnya enggak terjadi, kita jadi gagal pensiun

Nah, loh!

Nangys nggak tuh?

So, untuk menghindarkan kita dari gagalnya pensiun, pastikan kamu nggak melakukan beberapa kesalahan dalam perencanaan dana pensiun berikut ini.

Kesalahan Perencanaan Dana Pensiun

Merencanakan Dana Pensiun, Jangan Sampai Melakukan 9 Kesalahan Ini!

Estimasi Dana yang Terlalu Rendah

Yes, faktanya, banyak orang yang gagal dalam membuat rencana dana pensiun! Hal ini disebabkan, mereka kurang bisa mengestimasi biaya hidup yang dibutuhkan selama melewati masa pensiun nanti.

Faktor-faktor yang harus kamu pertimbangkan dalam membuat estimasi dana hari tua ini adalah tingkat inflasi, standar hidup, biaya kesehatan yang tidak terduga, tanggungan dalam keluarga, dan sebagainya. Loh, kok banyak? Iya, faktanya, banyak yang hanya menghitung total biaya kebutuhan hidup saja selama sekian tahun dalam masa pensiun. Padahal, biaya di luar itu bisa jadi banyak juga.

Jadi, hitunglah dengan cermat. Siapkan dana yang lebih banyak adalah hal yang lebih baik, daripada kamu kekurangan dana di masa pensiun nanti.

Ketidakpahaman Tujuan dan Kebutuhan Masa Pensiun

Dalam hal merencanakan dana pensiun, yang paling penting adalah tujuan. Tanpa adanya tujuan, kamu pasti akan kebingungan dalam menentukan jumlah nominalnya.

Nah, inilah saatnya untuk kamu menentukan tujuan dan kebutuhan masa pensiunmu. So, coba proyeksikan hidupmu di masa pensiun nanti, dan jawab pertanyaan-pertanyaan ini:

  • Pengin hidup seperti apa di masa pensiun nanti?
  • Mau tinggal di mana?
  • Kebutuhan seperti apa yang bakalan jadi prioritas dalam hidup yang seperti kamu bayangkan tadi?

Nah, berbekal jawaban-jawaban atas pertanyaan di atas, mulailah membayangkan berapa biaya yang kamu butuhkan untuk dana pensiunmu.

Review pajak DPLK dan reksadana

Investasi yang Tidak Sejalan dengan Tujuan

Berinvestasi merupakan sesuatu yang bagus untuk kamu lakukan, terutama when it comes untuk rencana jangka panjang, di mana tingkat inflasi ikut memengaruhi.

Tapi ingat, investasi ini juga harus disesuaikan dengan mempertimbangkan risiko dan tujuan pribadi. Uangmu akan habis begitu saja jika kamu tidak mempertimbangkan dua hal tersebut. Sangat sia-sia bukan? Boro-boro dijadikan “bekal” pensiun. Jangan-jangan malah bisa membuatmu kena masalah keuangan.

Ingat, di masa pensiun nanti, kamu enggak akan seproduktif sekarang dalam menghasilkan uang. Jadi, masalah keuangan adalah salah satu masalah hidup besar yang semaksimal mungkin harus dihindari.
Adanya perencanaan investasi dan dana pensiun yang sesuai dengan tujuan jangka panjangmu, dapat menghindarkanmu dari risiko yang lebih besar lagi di kemudian hari.

Kurangnya Keberagaman Investasi

Keraguan dan ketidaktahuan membuat orang menjadi kurang paham, investasi seperti apa yang paling optimal untuk dilakukan demi membangun dana pensiun.

Akibatnya, banyak orang yang hanya fokus berinvestasi dalam satu instrumen saja. Mereka takut untuk mendiversifikasikan portofolio, karena takut rugi.

Yah, yang namanya rugi memang sudah ada sepaket dengan investasi sih. Tetapi, kalau kita hanya fokus ke satu instrumen—apalagi kalau instrumennya rendah risiko yang berarti juga imbalnya juga enggak besar—maka yang ada ya, dana pensiun kita enggak akan bisa bertumbuh optimal. Bahkan bisa-bisa sama inflasi saja kalah.

Tetapi, mendiversifikasi portofolio dengan beberapa instrumen dari berbagai tingkat risiko juga butuh pemahaman yang tepat. Karenanya, yuk, belajar dulu.

mendapatkan kebebasan finansial dalam hidup

Terlambat Merencanakan Dana Pensiun

Kesalahan lain yang juga umum dilakukan adalah terlambat melakukan perencanaan dana pensiun.

Misalnya begini.

Karena merasa masih muda, kamu pun belum merasakan urgensi untuk menyiapkan dana pensiun sekarang. Nanti sajalah, ketika 1-5 tahun sebelum mulai memasuki masa pensiun.

Pernahkah kamu menghitung, dalam waktu 1-5 tahun itu kamu mempersiapkannya, kamu bisa dapat berapa banyak? Atau, setiap bulan harus nabung berapa tuh, untuk bisa mencapai target dana pensiun yang biasanya mencapai angka miliaran rupiah?

Coba bandingkan, dengan jika sekarang kamu sudah memikirkannya dan merencanakan tujuan finansial ini. Berapa yang perlu kamu tabung, untuk bisa mencapai target nominalnya? Pasti akan lebih kecil angkanya, bukan?

Angka nominal yang lebih besar pastinya juga berbanding lurus dengan kesulitan menyisihkan uang. Apalagi jika kita masih punya kebutuhan lain yang juga sama banyaknya dan pentingnya.

Tidak Adanya Review atau Memperbaharui Rencana

Kesalahan selanjutnya dalam merencanakan dana pensiun adalah tidak melakukan review atau membaharui rencana.

Dalam praktiknya, kondisi perencanaan dana pensiun seseorang bisa saja berubah loh!

Seperti kamu tiba-tiba mendapatkan promosi jabatan yang cepat akhirnya penghasilanmu bertambah, atau kemungkinan kamu dikaruniai anak lagi kemudian pengeluaranmu bertambah. Atau, ada faktor eksternal yang memengaruhi. Seperti sekarang, ketika pandemi datang menyerang. Nilai investasimu pasti kena dampak juga.

Maka, penting sekali untuk kamu melakukan review dari perencanaan keuanganmu.

Lakukanlah review secara berkala agar kamu bisa melihat apakah realisasinya sesuai target atau tidak dan kamu juga bisa mengubahnya jika ada kesalahan dalam perencanaan keuangan.

Tidak Memikirkan Biaya Tak Terduga

Nah, ini yang sudah sempat disebutkan di atas tadi. Kesalahan dalam perencanaan dana pensiun adalah kamu lupa menganggarkan pengeluaran besar yang tidak terduga seperti untuk liburan, menikahkan anak, dan lain sebagainya.

Ini memang bukan kebutuhan primer, namun banyak kasus di mana banyak orang berutang di masa pensiunnya, akibat dari hal ini. Jadi perhitungkan dengan baik biaya tak terduga semacam ini saat kamu merencanakan dana pensiun, ya!

Tidak Paham Pilihan Jaminan Pensiun

Jika membahas program pensiun, sebenarnya ada banyak pilihan yang akan meringankan bebanmu. Adanya pilihan ini yang akan ikut menopang kebutuhan dana pensiunmu nanti.

Terdapat 2 pilihan jaminan untuk program pensiun, yaitu:

  • Program pensiun dari perusahaan tempat kamu bekerja
  • Program pensiun dari pemerintah

And then, ada kaitannya dengan poin kedelapan ini, kita beranjak ke poin berikut.

Terlalu Bergantung Pada Satu Sumber

Kamu mungkin mendapatkan fasilitas dana pensiun dari perusahaan tempatmu bekerja. Atau, kamu sudah merasa aman, karena sudah ikut Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan.

But then again, apakah kamu pernah menghitung dan membandingkan antara imbal JHT dan JP dengan kebutuhan masa pensiunmu?

In fact, program dana pensiun hari tua dari BPJS Ketenagakerjaan hanya diterima 30% dari gaji sesaat sebelum kita pensiun. Sedangkan, kalau kita mau pensiun sejahtera, setidaknya kita akan butuh pemasukan minimal 70% dari gaji terakhir kita sebelum pensiun.

Lah, jadi, dari mana sisanya bisa kita dapatkan?

Karenanya, jangan hanya mengandalkan satu sumber dana pensiun. Lakukan diversifikasi dan perhitungkan dengan matang.

Mayoritas orang hanya berangan-angan jika nanti akan hidup bahagia di masa pensiun nanti, tanpa menghindari kesalahan dalam merencanakan dana pensiun. Padahal kenyataannya, mereka menyesal tidak merencanakan dana pensiun dengan baik dan benar.

Kita bisa belajar dari 9 kesalahan dalam merencanakan dana pensiun di atas agar dapat mempersiapkan dana pensiun dengan baik dan benar.

Kenali terlebih dahulu jenis dana pensiun yang akan kamu pilih, perhitungkan berapa jumlah yang perlu kamu siapkan, dan berapa lama waktu untuk menyiapkannya.

Semoga informasi ini berguna dan bermanfaat, ya!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.