Kebebasan Finansial

Membangun Kebebasan Finansial dengan Reksa Dana? Bisa!

Masih mungkinkah punya cita-cita meraih kebebasan finansial di tengah pandemi seperti ini? Masih dan harus bisa! Bahkan usahakan sedini mungkin tercapai agar bisa menikmati hasilnya selagi masih muda.

Karena itu, waktu terbaik untuk mulai membangun kebebasan finansial adalah sekarang! Salah satunya melalui reksa dana.

Pensiun Dini di Usia 40 Tahun? Ini Strateginya!

Apakah Kebebasan Finansial Itu?

Kebebasan finansial adalah ketika kamu tidak lagi dipusingkan oleh masalah keuangan, antara lain bebas dari utang konsumtif, hidup layak, bisa berlibur tanpa berpikir panjang, terlindungi asuransi, bisa membayar sekolah terbaik untuk anak-anak, dana darurat cukup, dan punya jaminan hari tua.

Kebebasan finansial itu bukan berarti sekadar kamu punya uang untuk dihambur-hamburkan, melainkan hidupmu terjamin secara finansial untuk jangka waktu yang sangat panjang. Apabila kena PHK seperti yang banyak terjadi di awal pandemi atau kamu ingin resign untuk berganti pekerjaan, kamu tetap punya dana yang sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu, sampai mendapatkan pekerjaan baru.

Reksa Dana untuk Kebebasan Finansial

Reksa dana adalah salah satu instrumen investasi yang mudah dilakukan siapa saja. Kamu bisa berinvestasi melalui ponsel dengan nominal terkecil yang setara dengan jajan di kafe. Likuiditasnya tinggi sehingga mudah dicairkan ketika butuh uang. Jika merasa tidak punya uang untuk disisihkan, sebenarnya ketika penghasilan meningkat pun akan merasa selalu terbatas jika tidak diniatkan. Idealnya 10 – 20% dari penghasilan kita memang harus diinvestasikan.

Reksa dana membuat uang yang kamu sisihkan tidak hanya tersimpan tapi juga berkembang. Kamu bisa menetapkan target spesifik agar investasi tersebut terarah, terukur dan membuatmu bersemangat. Misalnya reksa dana untuk biaya SMP anak kedua, biaya kuliah anak pertama, biaya renovasi rumah, dan sebagainya. Dengan target-target tersebut, satu per satu langkah menuju kebebasan finansial bisa tercapai.

Raih Bebas Finansial di Usia Muda, Ini Sederet Tip Jitu buatmu

Memulai Reksa Dana demi Kebebasan Finansial

Kelihatannya sangat banyak yang harus dilakukan untuk mencapai kebebasan finansial. Padahal setelah dilakukan, rutinitasnya hampir sama seperti menabung atau membayar asuransi, hanya saja menyesuaikan dengan target dan risiko. Karena itu, harus segera dimulai membangunnya.

Unduh aplikasi

Langkah kecil tapi rutin menyisihkan penghasilan dan memasukkannya ke reksa dana akan sangat berguna untuk melatih kedisplinan. Kamu bisa memulai dengan mengunduh aplikasi penyedia layanan reksa dana.

Cari referensi sebanyak-banyaknya tentang aplikasi tersebut. Jangan lupa untuk memastikan sudah terdaftar di OJK ya.

Mulai dengan nominal kecil

Kamu bisa mulai dengan nomimal yang sangat kecil, misalnya Rp100.000,- untuk memahami cara kerja reksa dana lebih dulu. Memangnya pengelola keuangan besar mau mengurusi investasi receh?

Cara kerja reksa dana itu adalah manajer investasi mengumpulkan dana dari banyak orang untuk diinvestasikan sesuai dengan jenis reksa dana yang kamu pilih. Jadi tidak masalah kamu setor dana sangat sedikit karena tetap bisa diinvestasikan oleh manajer investasi bersama dengan investor lain.

Rutin dan tertarget

Setelah kamu pahami cara kerjanya dengan praktik, kamu bisa tingkatkan nominalnya, misalnya menjadi 10% dari penghasilan. Beberapa pengelola menyediakan fitur autodebit agar kamu tidak tergoda untuk menunda.

Kamu tak akan paham hanya dengan membaca, harus disertai praktik karena sebenarnya tidak serumit teorinya.

Jika rutinitas sudah terbentuk, tingkatkan dana yang disimpan dengan menetapkan target-target secara spesifik menuju kebebasan finansial yang kamu idamkan. Target-target tersebut berupa pos-pos pengeluaran yang akan kamu hadapi dalam jangka waktu tertentu.

Misalnya kamu berencana tinggal di privat senior residence ketika usia lanjut, maka dananya bisa kamu persiapkan dari sekarang. Kamu tidak akan tergantung dengan anak-anakmu kelak dan kamu tidak akan terlantar di sembarang rumah jompo.

Membangun Kebebasan Finansial dengan Reksa Dana? Bisa!

Jenis-jenis Reksa Dana

Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang bisa menjadi pilihan buat pemula karena risikonya relatif paling rendah. Dana yang kamu setorkan sepenuhnya diinvestasikan oleh manajer investasi ke produk pasar uang dengan tenor pendek di bawah 1 tahun, seperti deposito dan surat utang. Imbal hasilnya tergantung suku bunga acuan Bank Indonesia.

Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa dana pendapatan tetap cocok untuk investor jangka menengah antara 2-5 tahun. 80-95% dana kelolaan dialokasikan ke produk obligasi atau efek utang dengan jatuh tempo lebih dari 1 tahun. 5-20% dana kelolaan dialokasikan ke produk pasar uang seperti deposito dan surat utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun.

Imbal hasil dipengaruhi suku bunga acuan BI dan nilai tukar USD terhadap rupiah.

Reksa Dana Campuran

Reksa dana campuran memberi keleluasaan paling besar pada manajer investasi, karena mereka punya kewenangan bisa meramu produk antara obligasi, saham dan deposito, sesuai analisis yang mereka lakukan. Kita, sebagai investor, tinggal menunggu hasil racikan mereka saja. Karena itu, pemilihan manajer investasi yang bereputasi adalah penting.

Ketentuannya, 1-79% dialokasikan produk obligasi atau saham dan 0-20% ke produk deposito bank. Reksa dana ini sesuai untuk investor jangka menengah dan panjang.

Reksa Dana Saham

Reksa dana saham memiliki risiko relatif paling tinggi dibandingkan jenis reksa dana yang lainnya, karena minimal 80% dana kelolaan dialokasikan ke saham. Tapi imbal hasil yang diharapkan juga tinggi. Reksa dana ini disarankan untuk investor jangka panjang lebih dari 5 tahun dan berani mengambil risikonya.

Reksa Dana Indeks

Reksa dana indeks berpatokan pada indeks harga saham-saham sehingga lebih cocok untuk investor jangka panjang lebih dari 5 tahun.

Bedanya dengan reksa dana saham adalah reksa dana saham ditargetkan untuk mengalahkan bechmark, sedangkan reksa dana indeks ditargetkan untuk menyamai indeks acuannya.

5 Sumber Pemasukan Rendah Risiko untuk Pensiunan Berprofil Konvensional

Jadi, Kapan Mau Bebas Finansial?

Untuk mencapai kebebasan finansial memang harus dibangun sedini mungkin dan secara rutin. Hasilnya akan memberi arti dari kerja keras yang selama ini kamu lakukan. Jangan sampai bekerja keras siang, malam, panas dan hujan tapi penghasilan selalu habis bahkan kurang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.