Kebebasan Finansial

Merencanakan Pensiun Dini? 6 Hal Ini Harus Kamu Persiapkan Lebih Dulu!

Bagi kamu yang sudah bertahun-tahun bekerja, pernahkah tebersit untuk pensiun dini? Tak ada yang salah dengan merencanakan pensiun dini, bahkan ketika kamu baru saja menjadi seorang first jobber. Setiap orang berhak untuk memilih berhenti dari pekerjaannya, dan memulai masa pensiun sedini mungkin.

Nyatanya, memang banyak manfaat yang bisa kamu rasakan dengan mengambil pensiun dini, antara lain:

  • Bebas menikmati hidup, tanpa khawatir soal keuangan
  • Lebih banyak waktu bersama keluarga dan orang-orang yang kamu cintai
  • Lebih banyak waktu untuk melakukan hal yang sangat kamu sukai

Yes, merencanakan pensiun itu sebenarnya menyenangkan. Meski banyak yang lebih suka  membuat rencana liburan. Padahal ya, pensiun dini itu artinya liburan sepanjang hidup loh!

But of course, untuk memutuskan dan kemudian merencanakan pensiun dini, kamu tidak boleh terburu-buru.

Pensiun memang hak setiap orang, tetapi saat datang masa tersebut kamu harus banyak persiapan. Dana pensiun menjadi hal yang sangat krusial, di samping kamu juga harus sudah punya rencana mau ngapain aja di masa pensiun nanti.

Perlu diingat, biaya kebutuhan hidup bakalan akan terus bertambah meski kamu sudah berhenti bekerja. Pensiun bukan hanya tentang melepas beban dan penat pekerjaan. Kamu masih harus membuat rencana keuangan agar tidak menjadi beban bagi keluarga dan kerabat.

Terus, apa saja yang harus dipersiapkan?

Pensiun Dini di Usia 40 Tahun? Ini Strateginya!

6 Hal untuk Mempersiapkan dan Merencanakan Pensiun Dini

1. Tentukan tujuan seperti apa yang kamu inginkan di masa pensiun

Sebelum kamu melakukan perhitungan untuk menentukan dan merencanakan pensiun dini, kamu perlu mengetahui apa yang akan kamu lakukan di masa pensiun.

Impian itu akan menentukan apa saja kebutuhanmu, dan akhirnya berapa anggaran yang harus dipersiapkan. Pasalnya, masing-masing mimpi punya harga yang berbeda.

2. Buat target dana pensiun

Setelah merencanakan pensiun dini dan menentukan tujuan, maka kamu akan memiliki bayangan pembiayaan untuk bisa mencapainya.

Kamu harus menargetkan seberapa banyak yang akan dikeluarkan setiap bulan setelah kamu pensiun. Buatlah rancangan secara spesifik dengan angka yang pasti.

Dengan demikian, kamu dapat memperkirakan berapa kira-kira dana yang harus terkumpul sebelum benar-benar memulai masa pensiun dinimu.

Misalnya kamu ingin pensiun di usia 40 tahun. Saat ini, usia kamu 25 tahun dan memiliki gaji Rp 10 juta per bulan. Maka dalam waktu 15 tahun itu, kamu harus menyisihkan berapa untuk dana pensiun? Nah, ini bisa dihitung. Kamu bisa baca artikel mengenai cara menghitung dana pensiun ini dulu.

Sisihkan sebagian gaji untuk dana pensiun, semakin tinggi pendapatan kamu semakin banyak juga yang bisa disisihkan.

Sulit Membangun Dana Pensiun? Mungkin Ini Penyebabnya!

3. Evaluasi situasi finansial saat ini

Sebelum merencanakan pensiun dini, sebaiknya kamu melihat apakah finansial kamu saat ini sudah baik? Apakah kini kamu bisa dikatakan bebas finansial? Sangat penting untuk menyelesaikan apa yang masih salah dalam keuangan kamu saat ini.

Selesaikan beberapa perkara penting seperti utang.

Utang bisa dibilang adalah pasir isap pensiun, yang bisa membuatmu gagal menikmati masa pensiun sesuai impian. Apalagi kalau ternyata utangmu adalah utang konsumtif, yang bahkan barangnya sendiri tak bisa kamu nikmati manfaatnya selama satu tahun berikutnya.

Kapan bisa mengumpulkan uang hingga memenuhi target, kalau setiap bulannya kamu pakai buat bayar cicilan? Ini juga termasuk kredit rumah, jika memang kamu ambil. Ingat, di masa pensiun nanti, kamu enggak punya pemasukan aktif loh. Semua akan dibiayai dengan pemasukan pasif.

Utang hanya akan menambah beban yang nggak perlu. Segeralah buat skema agar dapat melunasi utang secepat kamu bisa.

4. Investasi dan bangun aset

Dari mana kamu membiayai hidupmu ketika menjalani masa pensiun dini? Dari aset yang kamu miliki, tentu saja.

So, berinvestasilah. Hal ini sudah harus mulai kamu pikirkan sejak merencanakan pensiun. Mulailah belajar mengenal berbagai instrumen investasi yang dapat memberi keuntungan untuk jangka panjang, atau meng-generate pemasukan tanpa mewajibkanmu melakukan pekerjaan aktif.

Merencanakan Pensiun Dini? 6 Hal Ini Harus Kamu Persiapkan Lebih Dulu!

5. Siapkan sisi kesehatan dengan lebih baik

Anggaran kesehatan, jika tidak disiapkan dengan baik dalam proses merencanakan pensiun, bisa jadi menimbulkan masalah keuangan di depan nanti. Apalagi kita juga akan semakin bertambah usia, seiring kondisi fisik yang juga melemah. Jadi, kamu harus betul-betul siap di sisi ini.

Ada beberapa yang bisa kamu lakukan.

  • Pastikan asuransi kesehatan terbayar terus preminya, agar kamu bisa mendapatkan manfaatnya tanpa terputus. Kamu bisa jadi peserta BPJS Kesehatan, bisa menambah juga dengan asuransi kesehatan swasta lain sesuai kebutuhan.
  • Miliki dana darurat yang memadai.
  • Syukur-syukur bisa mendapatkan akses kesehatan yang mudah, misalnya punya dokter keluarga yang menyediakan layanan home care, dan sudah bekerja sama dengan pihak asuransi kesehatan yang kamu miliki.

Mengapa sisi kesehatan tubuh ini harus menjadi perhatian?

Ya, mana bisa kamu menikmati masa pensiun dini, kalau kondisimu kurang sehat? Betul?

Walaupun akan memangkas lebih banyak lagi, tapi ini sangat penting untuk kesehatan tubuh kamu di masa depan. Tidak ada yang tahu, biasanya tubuh semakin tua akan semakin rapuh. Untuk berjaga-jaga terjadi sesuatu, daripada menyusahkan anak atau kerabat, lebih baik jika kamu memiliki jaminan kesehatan ini.

6. Rencanakan aktivitasmu

Salah satu hal yang mungkin akan jadi masalah ketika kamu akhirnya benar-benar memutuskan untuk pensiun dini adalah ketika kebosanan melanda. Apalagi kalau kamu sebelumnya adalah manusia tersibuk di planet Bumi. Saat seketika “nganggur”, bisa jadi bingung. Bahkan, ada loh yang malah stres dan depresi setelah memasuki masa pensiun.

Nah loh.

So, rencanakan aktivitasmu. Apalagi kalau kamu memang niat pensiun dini, itu artinya kamu akan menjalani masa pensiun lebih lama dari orang-orang yang pensiun normal. Misalnya saja, kamu memutuskan untuk pensiun di usia 40 tahun, dengan angka harapan hidup sampai usia 70 tahun. Ini artinya, kamu akan menjalani masa pensiun selama 30 tahun!

Sedangkan, mereka yang mengambil masa pensiun normal, akan mulai masuk ke masa istirahat ini di usia 55 – 60 tahun. Itu artinya mereka “hanya” akan menikmati masa istirahat selama 10 – 15 tahun saja.

Perbedaan ini harus kamu atasi. Jangan sampai kamu bosan sendiri, dan malah jadi memengaruhi kesehatan mental.

Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk “mengisi” masa pensiun, misalnya:

  • Menekuni hobi
  • Menjalankan bisnis kecil-kecilan
  • Menjadi relawan untuk berbagai tujuan kemanusiaan

Dan masih banyak lagi yang lain.

Merencanakan pensiun memang bukan hal sepele, apalagi jika kamu berniat untuk pensiun dini.

Ada bebereapa hal harus dikorbankan sebelum masa pensiun itu tiba. Dengan segala perencanaan, penghasilan kamu akan berkurang karena disimpan ke dana pensiun. But then again, berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersusah-susah di masa sekarang, akan memberimu hasil yang bisa dinikmati di masa depan.

Siap pensiun dini sekarang?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.