Kebebasan Finansial

Pensiun Dini di Usia 40 Tahun? Ini Strateginya!

Siapa sih yang nggak pengin pensiun saat usia kita belum terlalu tua—menikmati hidup selagi energi masih kuat, mau memutuskan berhenti bekerja kapan saja bisa, nggak pakai pusing dan banyak pertimbangan? Bisa melakukan apa pun yang pengin kamu lakukan, sepanjang tak melanggar aturan? Ya, itu dia inti dari pensiun dini.

Sebenarnya, cita-cita seperti ini enggak muluk-muluk loh. Siapa pun bahkan punya peluang untuk bisa mewujudkannya. Hanya saja, kalau memang mau pensiun dini—katakanlah di usia 40 tahun—maka kamu mesti siap dengan konsekuensi ada hal-hal yang harus kamu korbankan juga.

Yes, untuk bisa pensiun dini di usia 40, bakalan ada hal rada enggak biasa untuk kamu lakukan di usia muda. Pasalnya, dengan pensiun di usia 40 tahun, artinya durasi hidup kamu bakal hidup dengan sumber pemasukan pasif akan lebih panjang ketimbang mereka yang merencanakan untuk pensiun di usia 50 atau 60 tahun.

Tapi ini penting, demi lebih cepat berhenti bekerja. Gimana? Mau?

Ini dia yang harus kamu lakukan.

5 Sumber Pemasukan Rendah Risiko untuk Pensiunan Berprofil Konvensional

Hal yang Harus Dilakukan jika Kamu Pengin Pensiun Dini di Usia 40 Tahun

1. Langsung buat rencana

Kalau soal mewujudkan mimpi, meraih cita-cita, waktu adalah satu-satunya teman kamu. So, pengin pensiun dini di usia 40 tahun? Segera mulai sekarang membuat rencana.

Mari kita asumsikan, jika kamu punya rencana untuk pensiun dini di usia 40 tahun, artinya saat ini kamu berada di usia 20-an. So, ini sudah awal yang baik—artinya kamu mulai lebih awal untuk mewujudkan cita-cita.

Sekarang jawab satu pertanyaan penting berikut (Waspada ya, ini bisa jadi akan membuat nyali jadi menciut):

Berapa banyak kebutuhan hidup yang akan kamu perlukan selama masa pensiun dini itu?

Nah, kalau sudah ketemu, inilah yang akan menjadi goals kamu dan kemudian bisa menyusun rencana yang sesuai.

Susun tujuan ini dalam beberapa rencana tahapan, yang bisa kamu bagi berdasarkan horizon waktu: jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Nah, kamu bisa buat rencana dengan lebih baik nih, kalau sudah dibagi ke dalam beberapa tahap begini. Tujuan utama jadi nggak terlihat terlalu gede.

2. Cermati instrumen investasi

Gimana hasil perhitungan kebutuhan hidupnya? Banyak ya?

Tenang, kamu nggak harus memenuhi target itu dengan qerja keras bagai quda 24/7 kok. Toh juga sudah dibagi menjadi beberapa tahap kan? Nah, ada satu “tool” atau alat yang bisa banget kamu manfaatkan. Namanya: instrumen investasi.

Mengapa investasi? Ini alasannya mengapa investasi jadi salah satu tool yang penting untuk mewujudkan cita-cita pensiun dini:

  • Investasi menawarkan imbal yang sangat bervariasi. Jadi dengan “sedikit” kecermatan dan analisis, kamu bisa menentukan banyak tujuan pendek, menengah, dan panjang dengan memanfaatkannya.
  • Investasi adalah lawan setimpal untuk inflasi, yang dapat menggerus net worth kamu jika tidak dikelola dengan baik.
  • Investasi bisa mengurangi beban target pekerjaan aktifmu, karena dengan investasi, kamu telah membiarkan uangmu yang bekerja untukmu.

Selalu ingat akan prinsip high return, high risk. Ditambah lagi, kamu memang harus gaspol dari awal untuk mencapai target bisa pensiun dini di usia 40 tahun. Dengan demikian, sebaiknya sih jangan hanya nyaman dengan instrumen yang rendah risiko saja, karena ini berarti return atau imbal juga akan menyesuaikan. Bisa-bisa target tidak akan tercapai nantinya.

Jadi gimana? Belajar meramu portofolio. Instrumen mana yang tepat untuk dimanfaatkan sebagai alat untuk mencapai goals pensiun dini? Berapa masing-masing alokasinya? Bagaimana prospeknya? Dan seterusnya.

4 Siklus Investasi yang Perlu Kamu Ketahui

3. Menabung efektif

Menabung di sini berarti menyisihkan penghasilan untuk tujuan pensiun dini—terlepas di mana saja kamu bisa menyimpan tabunganmu. Termasuk ke alokasi investasi.

Bagian “menyisihkan penghasilan” ini enggak gampang loh. Sudah banyak kan, buktinya? Karena itu, kamu perlu tahu cara menabung yang paling efektif untukmu sendiri. Bisa dengan cara berikut ini:

  • Sisihkan di awal, ketika kamu baru saja menerima gaji atau penghasilan lainnya. Tentukan berapa banyak yang harus disisihkan. Biasanya sih, banyak yang menyarankan 10 – 20% dari gaji. Kamu bisa lebih? Pastinya akan lebih baik lagi. Apalagi kalau belum punya banyak tanggungan, kamu seharusnya bisa menyisihkan sebagian besar gajimu.
  • Jangan remehkan recehan, misalnya uang kembalian belanja dan sejenisnya. Kumpulkan uang kembalian ke dalam wadah tertentu. Di akhir bulan, recehan ini bisa membantumu untuk bertahan hidup tanpa harus mengutak-atik tabungan yang lebih besar—yang kamu pakai untuk dana pensiun dini.

Nah, kamu punya tip atau cara menabung efektif yang lain? Silakan ditulis di kolom komen ya, biar bisa jadi tambahan.

4. Kelola utang dengan sangat baik

Utang tak dilarang. Bahkan, meski kamu punya cita-cita untuk bisa pensiun dini di usia 40 tahun, bisa saja kamu juga memanfaatkan utang sebagai daya ungkit asetmu.

Maksudnya begini.

Salah satu instrumen investasi yang bisa kamu manfaatkan sebagai sumber pemasukan di masa pensiun nantinya adalah properti. Asumsikan bahwa kamu sudah melakukan analisis yang cermat—sudah menghitung dengan saksama, bahwa kamu mampu secara finansial untuk membangun dana pensiun ini melalui properti.

Nah, untuk membeli properti, kamu tentunya akan butuh dana besar. Kebutuhan ini bisa kamu penuhi dengan jalan meminjam dana, alias utang. Kamu memilih properti yang berlokasi strategis dan potensial untuk meng-generate pemasukan. Dengan demikian, kamu menggunakan pemasukan dari properti untuk membayar cicilan utang, dan kalau sudah lunas bisa memberimu passive income.

Nah, utang yang terkelola dengan baik memang akan memberimu manfaat, alih-alih sekadar masalah. Dan, pastikan utang kamu memang sudah aman semua begitu kamu memutuskan untuk mulai pensiun.

Pensiun Dini di Usia 40 Tahun? Ini Strateginya!

5. Live below your mean

Pada prinsipnya, untuk mencapai tujuan keuangan pensiun dini di usia 40 tahun itu adalah memiliki passive income yang cukup. Untuk bisa mendapatkan passive income, maka sedari muda, kamu harus membangun aset yang kemudian bisa kamu ubah menjadi sumber pemasukan. Untuk dapat membangun aset—yang pasti akan butuh modal banyak—maka kamu harus punya penghasilan aktif dulu—dengan cara bekerja—dan keuangan kamu sehari-hari harus sehat.

Keuangan sehari-hari yang sehat artinya ketika tidak besar pasak daripada tiang. Ini erat kaitannya dengan cash flow.

So, pastikan cash flow selalu positif. Hiduplah apa adanya, perbanyak investasi demi membangun aset.

Nah, gimana? Sanggup nggak kamu “merelakan” masa muda untuk bekerja keras membangun aset begitu? Kalau memang pensiun dini di usia 40 tahun—senang-senang, tanpa pusing mikirin masalah keuangan di usia 40 tahun—adalah goals dalam hidup kamu, kamu pasti tak akan keberatan melakukan semua hal di atas.

Sekarang tinggal ikhtiar, dan terus berusaha. Semangat ya!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.