Kebebasan Finansial

Ini Dia Perbedaan Menabung dan Investasi yang Perlu Kamu Tahu

Untuk bisa mewujudkan semua rencana dan mencapai tujuan keuangan kita, maka kita perlu untuk menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung dan juga diinvestasikan. Kedua hal ini sepertinya terlihat sama ya, tapi sebenarnya ada beberapa prinsip perbedaan menabung dan investasi yang cukup besar lo.

Kadang juga menemui, ada orang yang cukup puas dengan menabung di tabungan rekening bank. Alasannya sih, takut kalau investasi malah bikin uangnya jadi hilang.

Nah, perlu kamu tahu, kalau investasi ini memang selalu ada risikonya. Tetapi risiko bukan berarti tak bisa diminimalkan. Risiko bisa dikelola sehingga kalaupun terjadi, efeknya enggak yang membuat kita rugi terlalu besar.

Tapi, tabungan saja cukup kok! Nggak perlu investasi!

Yakin?

4 Tahap Masa Pensiun, dan Hal Keuangan Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Tabungan VS Investasi

Pada dasarnya, kita punya “musuh” dalam pengelolaan uang dan pembuatan rencana ke depan. Yes, inflasi. Untuk saat ini—data Maret 2021 menurut Bank Indonesia, data inflasi ada pada 1.37%. Dan, berapa suku bunga tabungan? Rerata sekarang 0 – 2% dengan batas nominal tertentu. Jika berada di bawah batas nominalnya ini, kadang bunganya 0%, alias tabunganmu justru tergerus oleh biaya administrasi endebre-endebre.

Jika kamu pengin menggunakannya untuk suatu kebutuhan tertentu—apalagi yang dalam jumlah besar, menabung saja enggak cukup. Misalnya saja, untuk beli dana pendidikan anak dari mulai TK sampai universitas. Kalau cuma berbekal tabungan, duh, inflasi biaya sekolah saja bisa 10 – 20% per tahun. Apa kabar tabungan 0 – 2% per bulan?

Kamu mesti bantu dengan pengembangan dana dari instrumen investasi yang tepat.

Yaaah, malah jadi panjang pembukanya. Yuk, kita lihat saja apa perbedaan menabung dan investasi yang perlu banget kamu tahu.

Mau Bebas Finansial Lebih Cepat? Miliki 7 Sumber Pemasukan Ini!

Perbedaan Menabung dan Investasi: Fungsi

Tabungan memang sifatnya sangat likuid. Artinya, uang dapat diambil saat itu juga ketika dibutuhkan. So, kalau ada kondisi darurat yang tiba-tiba datang dan butuh uang, tabungan bisa jadi penyelamat banget.

Karenanya, tabungan memang sering difungsikan untuk menampung dana yang memang akan digunakan setiap saat. Misalnya, untuk belanja sehari-hari, atau juga untuk dana darurat.

Sedangkan investasi biasanya dilakukan untuk tujuan mengembangkan dana pada instrumen tertentu yang akan membutuhkan jangka waktu tertentu baru bisa kita dapat hasilnya. Misalnya sebulan, 3 bulan, setahun, 3 tahun, bahkan sampai puluhan tahun kalau memang tujuan investasinya jangka panjang.

Sudah pasti, dana di investasi tidaklah likuid. Karenanya kurang cocok jika dimanfaatkan untuk menampung dana darurat. Kalau mau dicairkan, biasanya juga butuh waktu yang lumayan juga. Nggak bisa cepat seinstan mengambil dengan ATM.

Rule 72: Aturan Melipatgandakan Hasil Investasi yang Perlu Kamu Tahu

Perbedaan Menabung dan Investasi: Risiko dan Return

Risiko menabung sudah pasti akan lebih kecil ketimbang investasi. Bahkan bisa dibilang hampir zero risk. Kenapa ‘hampir’? Karena tetep akan ada tuh, kondisi-kondisi luar biasa yang bisa terjadi. LPS menjamin tabungan kita di bank sampai dengan Rp2 miliar. Tapi, kalau kita punya uang lebih dari Rp2 miliar gimana dong? Itu artinya kan enggak bisa dijamin oleh LPS, kalau misalnya ada apa-apa yang terjadi, ya kan?

Sedangkan risiko pada investasi itu bisa sangat bermacam-macam, lebih besar ketimbang tabungan biasa. Misalnya pada saham, ada beberapa jenis risiko yang harus dipahami. Satu, risiko capital loss. Kedua, risiko pasar yang terjadi jika emiten delisting. Capital loss terjadi ketika kita menjual saham dengan harga yang lebih rendah daripada harga ketika kita membelinya. Sedangkan ketika perusahaan emiten yang bersangkutan bangkrut, kita—sebagai investor—akan menjadi pihak terakhir yang akan mendapatkan ganti rugi.

Selaras dengan risikonya, return tabungan dan investasi juga mengikuti. Ketika risikonya tinggi, seperti halnya investasi saham, maka return pun bisa diharapkan akan tinggi juga pada titik tertentu. Begitu juga dengan tabungan yang merupakan instrumen low risk, maka return juga akan rendah.

Ini Dia Perbedaan Menabung dan Investasi yang Perlu Kamu Tahu

Perbedaan Menabung dan Investasi: Bentuk dan Jenis

Perbedaan menabung dan investasi yang juga cukup mendasar adalah yang mencakup bentuk dan jenisnya.

Tabungan ada beberapa jenis, yaitu tabungan biasa, rekening koran, sampai ada juga tabungan berjangka. Tabungan berjangka ini mirip deposito sih, hanya saja bedanya kamu bisa topup tabunganmu di tengah periode. Sedangkan deposito, tidak.

Deposito sendiri dimasukkan ke dalam instrumen investasi, karena memang dananya diputar untuk kemudian si nasabah akan mendapatkan bunga sesuai yang sudah disepakati.

Selain deposito, investasi ada juga jenis lainnya. Banyak banget lo. Mulai dari reksa dana, obligasi, saham, sampai instrumen-instrumen yang kurang familier seperti derivatif.

Belum lagi kini juga berkembang metode pengembangan dana modal melalui P2P Lending. Nah, ini beda lagi cara kerjanya dengan saham atau reksa dana, meski sama-sama bertujuan mengembangkan dana.

menabung dan investasi 1

Kesimpulan

So, kalau kamu sudah membaca uraian perbedaan menabung dan investasi di atas, kamu pasti bisa mengambil kesimpulan, bahwa ada kelemahan dan keuntungan dari keduanya.

Dalam menabung, pertumbuhan dana kamu enggak bisa tumbuh secara signifikan. Memang ada keuntungan yang ditawarkan oleh bunga, tetapi biasanya ada batas nominal minimal untuk bisa mendapatkan imbal yang memadai. Tabungan di rekening bank dijamin oleh LPS, sehingga meminimalkan risiko yang bisa terjadi. Ya, seenggaknya sih sampai dengan nominal Rp2 miliar.

Dalam investasi, risiko merupakan salah satu hal yang harus dipahami lebih dulu. Tanpa paham risiko, kita akan kesulitan untuk mengoptimalkan investasi. Karena risiko yang tinggi, maka imbal yang ditawarkan juga lebih tinggi.

So, investasi lebih bagus daripada menabung? Atau, menabung lebih oke?

Well, menabung dan investasi, bagus atau tidak, tergantung pada kebutuhanmu dan tentu saja tujuanmu menyimpan dan mengembangkan uang. Juga tergantung pada jangka waktu. Kalau kamu butuh tempat menyimpan dana untuk jangka waktu pendek atau untuk kebutuhan keseharian, maka tabungan akan lebih oke. Tetapi, kalau kamu pengin mengembangkan dana dalam jangka waktu yang lebih panjang, dengan berharap mendapatkan imbal yang signifikan, maka investasi akan lebih baik.

So, menabung dan investasi bisa dilakukan sekaligus sih, jadi enggak bisa dibandingkan satu versus yang lain, karena fungsinya berbeda untuk tujuan yang berbeda pula. Kenapa enggak dua-duanya dilakukan secara optimal masing-masing?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.