Equity

Prinsip Compound Interest untuk Membangun Aset

Dalam investasi, compound interest ini perlu banget untuk kamu ketahui. Karena dengan memahami konsep bunga berbunga ini, keuntungan kamu dari investasi akan bisa berlipat ganda.

Apa tujuan melakukan investasi? Untuk mencapai tujuan finansial. Dengan memanfaatkan apa? Keuntungan, bukan? Itulah mengapa sebagai investor, kita mesti memahami konsep-konsep di dalam dunia investasi agar bisa memaksimalkan keuntungan.

Di dunia investasi, kamu akan mengenal tentang bunga. Ada single interest (bunga tunggal) dan compound interest atau bunga berbunga. Compound interest ini sangat berbeda dengan single interest, di mana dalam bunga berbunga lebih mengacu ke pembayaran bunga atas dana pokok dan juga bunga yang terkumpul dari waktu ke waktu.

Jadi, compound interest inilah yang memengaruhi uang yang diinvestasikan akan menghasilkan keuntungan seperti yang diharapkan. Penasaran dengan konsep compound interest yang bisa bikin keuntungan investasi kamu berlipat ganda? Tenang, di artikel ini akan mengulasnya dengan detail.

7 Sikap yang Bisa Bikin Gagal Investasi

Pengertian Compound Interest

Pengertian dari compound interest atau bunga berbunga adalah bunga yang dihitung dari jumlah pokok lalu ditambah dengan bunga yang diperoleh sebelumnya. Nggak hanya bunga yang dibayarkan atas dana awal ya tapi juga pembayaran bunga yang terakumulasi dari waktu ke waktu. Itulah mengapa menjadi bunga berbunga.

Sesuai dengan namanya yakni bunga berbunga, jadi nggak heran ya apabila cuan yang diperoleh akan menjadi berlipat ganda. Sudah memeroleh bunga dari dana awal, akan ada lagi penambahan bunga dari bunga yang diperoleh sebelumnya.

Analoginya kurang lebih seperti ini.

Andaikan investasi ini dengan bola salju. Jika kamu membiarkannya bergulung terus di salju, maka semakin lama bola salju ini akan makin membesar. Nah, inilah yang bisa disamakan dengan bunga yang didapatkan di investasi awal. Dengan proses perlahan tapi pasti, bola salju akan membesar, sama halnya dengan nilai bunga di atas bunga.

Semoga konsep dasar ini bisa dipahami ya.

Nah, kebalikan dari bunga berbunga ada bunga tunggal (simple interest), yang dihitung berdasarkan dari jumlah simpanan saja.

Untuk jangka waktu tertentu, compound interest akan melipat pertumbuhan dana pokok secara eksponensial. Maka disarankan untuk para investor menggunakan rumus bunga berbunga ini dalam mengetahui seberapa banyak sih keuntungan yang akan diperoleh dalam jangka waktu tertentu.

Kamu bisa lihat dalam beberapa tahun, ada sebuah perbedaan yang signifikan dari hasil investasi dengan compound interest.

Strategi Investasi Dollar Cost Averaging: Apa yang Perlu Kamu Tahu?

Cara Menghitung Compound Interest

Adapun bunga berbunga akan bertambah sesuai jangka waktu investasi yang kamu lakukan. Semakin tinggi jangka waktu, maka besaran compound interest yang akan kamu peroleh pun semakin besar.

Sering kali bunga berbunga ini disebut dengan ‘keajaiban bunga majemuk’. Ini disebabkan oleh efek bunga yang diperoleh dari compound interest adalah pengembalian yang makin positif didasarkan atas jumlah dana pokok investasi awal.

Cara menghitung compound interest bisa menggunakan rumus berikut ini:

Bunga berbunga = total jumlah pokok dan bunga di masa depan (atau nilai di masa depan/Future Value) dikurangi jumlah pokok saat ini (atau nilai sekarang/Present Value)

= [P (1 + i)n] – P

= P [(1 + i)n – 1]

Keterangan :

P = pokok (principal)

I = nominal annual interest atau nominal tingkat bunga tahunan dalam bentuk persentase

N = jumlah periode

4 Tahap Masa Pensiun, dan Hal Keuangan Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Contoh kasus:

Dias menyimpan sejumlah uang di bank senilai Rp100.000.000, dan bunga yang diberikan oleh bank adalah 6% per tahun.

Di tahun pertama Dias akan memeroleh bunga senilai Rp6 juta. Jadi, total uang di tabungan menjadi Rp108 juta.

Dengan konsep compound interest maka pembayaran bunga akan terus ditambahkan dari total simpanan yang telah ditambahkan bunga sebelumnya. Nah, inilah disebut bunga berbunga.

Apabila Dias menyimpan uang di bank dalam jangka waktu lima tahun dengan perhitungan konsep compound interest, maka hitungannya :

Tahun I

Rp100.000.000 x 6%  = Rp 6.000.000 (keuntungan dari bunga).

Total uang di bank = Rp100.000.000 + Rp6.000.000 = Rp106.000.000

Tahun II

Rp106.000.000 (jumlah tabungan di tahun kedua) x 6% (bunga per tahun) = Rp2.280.000 

Total uang di bank = Rp106.000.000 + Rp2.280.000 = Rp 108.280.000

Tahun III

Rp 108.280.000 (jumlah tabungan di tahun ketiga) x 6% (bunga per tahun) = Rp 6.496.000

Total uang di bank =  Rp 108.280.000 + Rp 6.496.000 = Rp 114.776.800

Tahun IV

Rp 114.776.800 (jumlah tabungan di tahun keempat) x 6% (bunga per tahun) = Rp 6.886.608

Total uang di bank =  Rp 114.776.800 + Rp 6.886.608 = Rp 121.663.408

Tahun V

Rp 121.663.408 (jumlah tabungan di tahun kelima) x 6% (bunga per tahun) = Rp 7.299.804

Total uang di bank =  Rp121.663.408 + Rp 7.299.804 = Rp 128.936.212

Dengan dana awal tabungan sebesar Rp 100 juta dengan sistem pembayaran compound interest, maka dalam kurun waktu lima tahun kamu akan mendapat keuntungan bunga senilai Rp 7.299.804 dari dana awal tabungan. Dan total tabungan kamu dalam jangka waktu lima tahun menjadi Rp 128.936.212,-.

Dari contoh kasus di atas bisa disimpulkan:

  • Jangka waktu ini sangat berpengaruh. Semakin lama waktu berinvestasi, maka konsep ini akan lebih berguna. Karena di akhir periode, keuntungan bunganya akan besar.
  • Besaran dari bunga. Semakin besar bunga maka akan besar juga keuntungan.
  • Modal awal. Semakin besar modal awal kamu mulai maka hasilnya juga akan besar di akhir periode.
Prinsip Compound Interest untuk Membangun Aset

Instrumen Investasi dengan Prinsip Compound Interest

Tentunya setelah memahami tentang prinsip compound interest ini, jadi tertarik ya berinvestasi atau menabung dengan konsep ini. Berikut ini beberapa instrumen investasi yang menggunakan prinsip compound interest.

Deposito

Deposito merupakan salah satu instrumen investasi yang memungkinkan dana akan disimpan dalam satu rekening dan tidak bisa diambil dalam periode tertentu. Untuk pencairan akan menyesuaikan jangka waktu yang sudah ditentukan.

Untuk besaran bunga biasanya tiap bank berbeda-beda.

  • Bank Mandiri : 3,50% per tahun
  • Bank BTN : 5% per tahun
  • Bank Mayapada : 5,25% per tahun
  • Bank BRI : 5,50% per tahun
  • BTPN Sinaya : 6,25% per tahun

Saham

Untuk investasi, kamu mesti mencari tahu terlebih dulu perusahaan yang akan memberikan dividen yield besar. Nah, dengan dividen tersebut nantinya dana yang kamu investasi akan terakumulasi.

Sekali lagi untuk investasi saham dengan konsep compound interest kamu mesti memiliki pengetahuan fundamental tentang perusahaan dan juga modal yang lumaya agar hasil akhir nanti pun bisa besar.

Fintech Pendanaan atau P2P Lending

Mau mengembangkan dana dengan bunga yang lumayan besar setiap tahun sekitar 18-24%? Dengan tetap mengacu kebijakan masing-masing perusahaan fintech pendanaan, di sini kamu bisa tuh menerapkan compound interest.

Semoga penjelasan di atas tentang compound interest bisa dimengerti ya. Dan bagi kamu yang tertarik dengan konsep ini ada tiga hal yang bisa dilakukan yakni memperbanyak pengetahuan, apabila tidak tahu bisa bertanya ke ahli atau di forum dan praktik.

Penerapan dari prinsip compound interest ini, secara langsung kamu akan membangun aset yang banyak di kemudian hari.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.