Kebebasan Finansial

Ingin Segera Pensiun Dini? Ada Kelebihan dan Risikonya Loh!

Bagi sebagian orang yang telah memberikan banyak waktu dan tenaga untuk bekerja, bisa jadi muncul keinginan untuk bisa pensiun dini. Ini adalah keputusan yang sangat besar loh.

Kita enggak bisa tiba-tiba langsung saja melakukannya, tanpa perlu persiapan dan rencana yang matang. Pasalnya, kita pastinya mau supaya masa pensiun dapat dinikmati dengan tenang.

Gaji UMR dan Mau Investasi demi Masa Pensiun Sejahtera? Bisa!

Usia Standar Pensiun

Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah memberi ketentuan batas usia minimal pensiun. Untuk pegawai negeri sipil batasnya adalah 58, disesuaikan juga dengan jabatannya.

Sedangkan untuk karyawan swasta punya batas maksimal usia pensiun yang lebih fleksibel lagi seharusnya. Tergantung pada kebijakan perusahaan. Ada yang menjalani profesi dan tetap bekerja melebihi batas usia pensiun seperti yang ditetapkan oleh pemerintah, tapi tak jarang juga ada sebagian orang yang memilih pensiun di bawah batas umur tersebut. Semua keputusan ini kembali pada pertimbangan setiap pekerja, tetapi jangan sampai dilakukan dengan gegabah.

Setidaknya, kita harus memastikan bahwa bekal pensiun kita cukup, lantaran saat menjalani masa pensiun nanti, kita tak akan mendapatkan pemasukan dari hasil bekerja secara aktif lagi.

Untuk kamu yang berstatus PNS, kamu akan mendapatkan dana pensiun setiap bulan melalui program pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan, terlepas bisa mencukupi atau tidak. Jika kamu adalah pegawai swasta, seharusnya sih perusahaan juga mengikutsertakanmu dalam program pensiun BPJS Ketenagakerjaan juga. Silakan cek ke bagian HR perusahaan masing-masing ya. Nah, buat pekerja lepas dan pemilik bisnis, kamu mesti memastikan bahwa kamu punya rencana dana pensiun mandiri.

Cara Menghitung Dana Pensiun: Berapa Sebenarnya Kebutuhan Kita?

Mengapa Kita Memilih Pensiun Dini?

Kita memutuskan untuk akhirnya pensiun dini juga bisa karena banyak alasan. Bisa jadi karena pengin lebih dekat dengan keluarga, atau pengin merintis bisnis mandiri. Bisa jadi juga karena memang sudah berencana untuk tak perlu lama-lama bekerja, dan pengin menikmati hidup aja. Yang pasti sih, semoga bukan karena alasan kesehatan yang menurun ya.

Apa pun alasannya, setiap orang berhak kok untuk ambil pensiun lebih cepat. Satu hal saja yang kemudian harus diperhatikan: siapkah kita untuk hidup tanpa pemasukan dari bekerja secara aktif?

Ada plus minus dari pensiun dini yang mesti dipahami, agar kemudian kita mempersiapkan diri dengan lebih baik. Apa saja?

Keuntungan Pensiun Dini

Kebanyakan karaywan menilai, mengambil pensiun lebih cepat akan memberikan keuntungan lebih jika dibandingkan dengan pensiun sesuai batas usia yang berlaku. Berikut ini keuntungan yang akan kamu dapatkan:

Memiliki Banyak Waktu Luang bersama Keluarga

Selama bekerja, kamu mungkin banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Waktu berkumpul bersama keluarga pun lebih sedikit. Padahal kamu memiliki value, bahwa keluarga itu selalu jadi yang utama dibanding dengan hal lain dalam hidup.

Pensiun dini akan menciptakan waktu fleksibel tanpa terikat jam kerja. Kamu bisa dengan leluasa menikmati masa pensiun dan mengeratkan hubungan dengan keluarga.

Awal untuk Mengembangkan Diri

Pensiun mungkin terlihat seperti berakhirnya karier pekerjaan. Namun, justru ini sebaliknya. Pensiun adalah awal bagi kamu untuk menjelajahi keterampilan baru. Kamu bisa mengembangkan bisnis atau melakukan pengembangan diri.

Bahkan banyak bisnis terkenal dan sukses berdiri saat pemiliknya pensiun, misalnya Kolonel Sanders pendiri Kentucky Fried Chicken. Ia memulai bisnis ayam goreng ini di usia 65 tahun saat pensiun.

Dapat Mengawali Usia Senja dengan Nyaman

Semua orang ingin masa tuanya dapat dimanfaatkan untuk beristirahat dengan nyaman. Pensiun dini membuat kamu lebih awal melepas penat deadline pekerjaan atau project yang sehari-hari mungkin bikin kamu stres. Kamu bisa menyongsong hari tua dengan tenang dan bahagia.

Ingin Segera Pensiun Dini? Ada Kelebihan dan Risikonya Loh!

Risiko Pensiun Dini

Di balik keuntungan yang menggiurkan, juga ada beberapa risiko bisa terjadi. Maka ini harus kamu persiapkan dengan sebaik mungkin. Apa saja risikonya?

Ancaman Pendapatan Tidak Stabil

Jika kamu mengandalkan dana pensiun, perlu diingat bahwa pemasukan yang akan kamu terima tidak akan sebesar gaji saat aktif bekerja, jika kamu tak menyiapkan stream income beragam. Padahal, di sisi lalin, biaya hidup tetap sama bebannya.

Karenanya, sebelum memutuskan pensiun dini, persiapkan rencana agar dana pensiun bisa berkembang. Hitunglah kebutuhan yang akan muncul ketika kamu memasuki masa pensiun. Lalu, disesuaikan dengan horizon waktunya, buatlah rencana untuk membangun dan mengembangkan aset, agar saat benar-benar sudah pensiun, aset ini dapat memberikan pemasukan pasif.

Dengan demikian, kamu dapat melanjutkan hidup dengan menikmati masa-masa pensiunmu.

Ingat, pengeluaran di masa pensiun belum tentu akan lebih sedikit dari saat kita masih bekerja secara aktif loh!

Dihantui Rasa Bosan

Pensiun akan menghentikan rutinitas kamu sehari-hari, mulai dari berangkat hingga pulang bekerja. Di awal, bisa jadi semua terlihat menyenangkan. Kamu bisa bersantai menghabiskan waktu dengan liburan dan lainnya.

Namun, seiring berjalannya waktu kamu akan menemukan banyak waktu kosong. Di sinilah rasa bosan bisa jadi hadir dan menghantui. So, sebaiknya, rencanakan kegiatan atau aktivitas baru untuk mengganti rutinitas bekerja.

Selain sebagai pengisi waktu, kamu juga bisa mendapatkan peluang untuk mengembangkan diri, ya kan?

Kurang Rencana, Rentan Masalah Keuangan

Nah, ini berkaitan dengan poin risiko pertama di atas nih.

Penghasilan yang berkurang tiap bulan, akan membawa kamu pada masalah keuangan. Misalnya biaya kesehatan atau biaya tak terduga lainnya. Hal ini yang harus dijadikan pertimbangan saat kamu mulai merencanakan untuk ambil pensiun dini.

Utamanya, segera bereskan segala utang, agar beban keuangan tak lagi besar saat menjalani masa pensiun. Kebayang nggak sih, ketika kamu sudah pensiun—dan hanya mengandalkan pemasukan dari aset aktif—tapi kamu juga masih harus menanggung cicilan utang?

Merencanakan Pensiun Dini? 6 Hal Ini Harus Kamu Persiapkan Lebih Dulu!

Kesimpulan

Dari pemaparan di atas, kita bisa menyimpulkan, betapa penting untuk bisa mempersiapkan diri demi menjalani masa pensiun yang tenang dan sejahtera.

Masa pensiun normal saja butuh persiapan panjang, apalagi jika kamu berencana untuk ambil pensiun dini. Ini berarti bahwa waktu persiapannya akan lebih singkat, sementara ada peluang kamu akan menjalani masa pensiun yang lebih panjang daripada mereka yang menjalani pensiun normal.

Sudah pasti, butuh rencana yang matang.

Tapi, bukan hal yang tak mungkin dilakukan. Bisa kok, kalau mau pensiun dini. Yuk, rencanakan mulai sekarang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.