Kebebasan Finansial

5 Cara Sandwich Generation Bebas Finansial

Sandwich generation atau generasi roti isi barangkali jadi salah satu status yang bikin pusing tujuh keliling.

Bagaimana tidak? Status ini berpeluang menjadi masalah finansial tanpa ujung bagi para milenial, dengan akar terletak pada orang tua yang tidak bisa merencanakan keuangan dengan baik di zamannya. Ya bisa dibilang anaklah yang akhirnya harus menggantikan tanggung jawab atau kebutuhan keluarga. Mulai dari menanggung biaya hidup orang tua yang sudah tidak produktif, hingga saudara lainnya.

Padahal ya, maunya meski berstatus sandwich generation, pastinya juga mau bebas finansial. Ya kan?

Yah, enggak nyalahin generasi mana pun sih sebenarnya. Karena bisa jadi, literasi keuangan zaman dulu juga belum sebaik sekarang. Betul?

Sandwich generation juga sering kali disebut sebagai generasi yang terbebani lantaran harus menghidupi keluarganya, dan keluarga besarnya. Rasanya, tidak ada seorang pun yang ingin menjadi generasi sandwich, tapi siapa yang bisa menghindar? But, don’t worry, kita juga bisa mengubah keadaan kok.

Tolak ukur seseorang masuk dalam kategori sandwich generation ini salah satunya uang yang didapatkan sama besarnya dengan pengeluaran setiap bulannya. Akhirnya, tentu jadi sulit menabung dan setiap tahunnya berpeluang terpuruk karena kena inflasi. Tabungan tidak ada tapi biaya hidup terus bertambah. Umumnya siapa pun yang sudah menerima gaji pertama seharusnya mulai belajar untuk mengelola keuangan, apalagi jika ia adalah sandwich generation. Kalau sudah begitu, angan untuk bisa bebas finansial jadi menguap deh.

Well, jangan putus asa sekarang. Yang terpenting, kita harus bertekad agar jangan sampai kondisi sandwich generation ini terwariskan pada anak cucu kita. Sebab itu, yuk, putus rantai sandwich generation dengan beberapa tip meraih kebebasan finansial berikut ini.

SBR011 dengan Kupon Floating with Floor: Apa Sih Maksudnya?

Bebas Finansial untuk Sandwich Generation

1. Sandwich Generation Perlu Diskusi dengan Keluarga secara Terbuka

Terlihat tegar atau seolah-olah tidak terjadi apa-apa depan keluarga memang baik, tapi alangkah baiknya lagi apabila kamu menyampaikan kesulitanmu dalam finansial jika dirasa sudah sangat memberatkan.

Selain itu, jika kamu sudah melihat tanda bahwa orang tua akan mengalami kesulitan dalam keuangan, cobalah diskusikan dan bantu mengelola keuangannya. Kamu bisa memulainya dengan merencanakan pensiun mereka sebagai awal satu langkah di depan dalam merencanakan keuangan. Bukan hanya bermanfaat untuk orang tua saja, tapi juga diri sendiri.

Diskusikan pada orang tua khususnya dalam keuangan ingin memiliki tabungan hari tua berapa, nanti akan tinggal di mana. Lalu tanyakan pada kakak atau adik dalam keluarga, apa saja kontribusi yang akan dilakukan dalam mengurus orang tua. Misalnya bagaimana nanti cara menangani orang tua yang sakit dan sejenisnya. Pastikan untuk tidak ada konflik emosional dalam diskusi ini, sehingga diskusi bisa berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil.

Kalau perlu, gunakan mediator seperti seseorang dalam keluarga yang paling tua atau dipercaya bersifat netral. Jika perlu gunakan jasa seorang perencana keuangan yang sudah terdaftar di OJK. Semua bisa dikonsultasikan terkait perencanaan keuangan yang diinginkan.

2. Perhitungkan Berapa pun Jumlah Uang yang Keluar

Uang merupakan nilai yang ditukarkan dari energi kita. Untuk menghargai energi yang dikeluarkan, maka perlu memperhatikan uang yang akan dikeluarkan. Penting untuk juga mengenali bagaimana uang datang supaya bisa menentukan gaya hidup yang akan dijalankan.

Saat menerima uang, usahakan untuk mengutamakan dana darurat terlebih dahulu untuk keamanan keuangan. Kalau perlu ditambah investasi walau alokasinya terbilang minim.

Jika seseorang sudah paham arti uang sesungguhnya, pasti akan berusaha mengelolanya dengan baik. Apalagi jika berada dalam posisi generasi sandwich, uang perlu diperhitungkan berapa pun jumlahnya yang keluar. Sisihkan setidaknya 10% jumlah penghasilan untuk menabung.

5 Sikap Dewasa dalam Berinvestasi yang Perlu Kamu Miliki

3. Buat Catatan Keuangan

Catatan keuangan bisa membantu kamu mengetahui detail ke mana saja uang keluar dan berapa pemasukan yang diterima.

Sebenarnya saat ini banyak yang mengetahui pentingnya mencatat keuangan, tapi hanya sedikit yang menjadikannya kebiasaan. Catatlah uang keluar meski hanya Rp1.000 saja. Hal ini dilakukan untuk menghitung berapa aset yang dimiliki, berapa pemasukan per bulan, per semester, hingga per tahun.

Dengan punya catatan keuangan, kamu bisa tahu secara riil, seberapa kemampuan finansialmu sebenarnya. Bisa jadi ada pos-pos yang masih belum efisien, barangkali ada hal-hal yang bisa dihemat, bahkan bisa jadi kamu menemukan celah untuk menambah rasio menabung. Semua bisa terjadi, hanya dengan sebuah catatan kecil yang berisi pengeluaran dan pemasukan keuangan.

4. Punya Tujuan Keuangan

Setiap orang bisa bermimpi apa saja, tapi tak jarang yang hanya angan belaka dan tidak tahu bagaimana caranya untuk sampai. Termasuk ketika kamu pengin bebas finansial. Meski menjadi sandwich generation, tujuan ini bisa kok direalisasikan.

Bisa jadi hal ini jadi jauh dari tercapai karena kita tidak tahu pasti, seberapa kemampuan finansial kita sebenarnya? Padahal keuangan sifatnya sudah jelas karena bisa dihitung. Maka, jangan takut untuk menghitung uang yang kamu miliki.

Jika sudah mengetahuinya, kamu bisa tahu berapa biaya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuanmu. Hal ini bisa memicu kamu untuk lebih giat berusaha dan tidak mengandalkan satu sumber pendapatan saja.

5. Investasi Leher ke Atas

Investasi mungkin bukan hal asing lagi didengar di telinga, bahkan ada banyak jenisnya saat ini. Tapi tahukah kamu kalau investasi paling berharga adalah ilmu pengetahuan?

Pengetahuan mampu membuat seseorang memiliki pemikiran baru untuk diri sendiri dan lingkungannya. Khusus dalam keuangan, pengetahuan mampu membantu untuk mengerti tentang pemahaman bagaimana ekonomi bisa bekerja. Apalagi mengatur keuangan tidak diajarkan dalam pendidikan di sekolah, sehingga wajar jika saat ini banyak yang tidak siap dalam mengelola gaji pertamanya.

Jika ingin mendapatkan kebebasan finansial, maka kita harus mau terus belajar, tapi jangan terjun ke dunia investasi karena ‘kata orang’ saja. Sebaiknya cari tahu dan pahami lebih dulu sebelum buru-buru membeli produk keuangan.

Minimnya literasi keuangan di Indonesia bisa berdampak buruk bagi siapapun, jangan sampai malah merugikan diri sendiri hingga orang lain. Sebab itu, kamu bisa mengikuti berbagai kelas keuangan atau mempelajari ilmu seputar dunia investasi.

Jangka Waktu Mencapai Kebebasan Finansial

Setiap orang memiliki pengertian kebebasan finansialnya tersendiri. Hal ini juga yang memengaruhi jangka waktu setiap orang untuk mencapainya, sehingga tentu saja waktunya berbeda-beda. Tidak bisa disamakan antara satu dengan yang lainnya, karena penyelesaian setiap individu juga berbeda.

Kebebasan finansial diartikan sebagai imbal dari hasil investasi yang mampu membiayai hidup kita, maka itulah mengapa penting untuk menghitung pengeluaran dan pemasukan yang ada untuk mencapai tujuan.

Jika sudah terbiasa atau punya kebiasaan mencatat keuangan atau cash flow, secara jelas tentu tahu detail kekurangan dan seberapa dekat dengan kebebasan finansial yang diimpikan.

So, yang pasti, yang pertama harus kamu lakukan adalah mengukur kemampuanmu, dan kemudian buat rencana sesuai kemampuan. Dengan konsistensi dan komitmen, sandwich generation pun bisa kok mencapai bebas finansial.

No Responses

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.