Equity

4 Siklus Investasi yang Perlu Kamu Ketahui

Memutuskan untuk mengalokasikan dana ke dalam bentuk investasi, kamu mesti mengetahui terlebih dulu risiko investasi dan juga instrumen. Selain itu, hal yang tak kalah penting untuk diketahui adalah siklus investasi.

Prinsip Investasi

Investasi merupakan kegiatan penanaman dana atau aset yang dilakukan perorangan maupun perusahaan dalam jangka waktu tertentu agar memeroleh imbal hasil besar di masa depan. Sebelum memulai investasi ada tiga hal mendasar yang perlu kamu pikirkan. Apa saja?

Punya tujuan yang jelas

Memilih untuk berinvestasi kamu harus punya tujuan yang jelas. Misalnya untuk dana pendidikan, dana menikah atau dana pensiun. Jangan memulai investasi karena ikut-ikutan ya.

Jumlah dana

Setiap orang memiliki pendapatan yang berbeda dan akan memengaruhi besaran dana untuk alokasi ke investasi. Kamu bisa menggunakan 20% dari pendapatan untuk dana investasi, misalnya. Yang pasti, kamu dahulukan terlebih dulu kebutuhan bulanan dan membayar cicilan, lalu sisihkan dana investasi. Jangan sampai terbalik.

Memahami risiko investasi

Apapun yang berhubungan dengan perputaran uang pasti akan ada risiko. Bagi pemula, sebaiknya memahami terlebih dulu risiko investasi apa saja yang menyertainya. Imbal hasil dan risiko ini berbanding lurus. Risiko investasi ada banyak seperti risiko suku bunga, pasar, likuiditas, negara dan lain sebagainya.

Ketika kita sudah memulai berinvestasi, maka kita akan dihadapkan dengan berbagai jenis instrumen investasi. Harganya bervariasi dengan imbal hasil yang menarik juga.

Tapi perlu diingat bahwa semua instrumen investasi pasti ada masanya naik atau turun dan faktor penyebabnya pun berbeda-beda. Tapi, jika kita lihat lebih dekat ternyata setiap instrumen memiliki siklus investasi.

5 Alternatif Sumber Dana Pensiun

Apa Itu Siklus Investasi?

Siklus investasi adalah kegiatan yang berkaitan dengan kepemilikan berbagai surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan penyelenggara investasi. Surat berharga dalam hal ini berupa saham preferen, obligasi pemerintah maupun perusahaan, sampai sertifikat deposito.

Agar kamu lebih mengerti tentang siklus investasi, berikut ini penjelasan akan pola-polanya yang memengaruhi instrumen investasi.

4 Pola Siklus Investasi

Fase Pemulihan Ekonomi

Kita langsung ambil contoh nyata saja.

Tahun 2020 merupakan tahun kelam bagi dunia. Pandemi mulai menyerang berbagai sektor dan ekonomi paling terpukul. Tahun 2021 diharapkan sebagai tahun pulihnya dari ‘bencana’ tahun 2020.

Tapi, sayangnya di tahun 2021 ini, kembali negara kita dihantam pandemi gelombang kedua. Kendati demikian, para pakar ekonomi memprediksi kondisi akan berangsur membaik di tahun ini.

Untuk tahapan pemulihan ini, sektor yang akan paling terasa perbaikannya adalah perbankan. Pasalnya, di masa ini, usaha-usaha kembali menggeliat, suku bunga mulai bergerak turun, pasar modal kembali bergairah, dah laba perbankan pun mulai naik. Di siklus ini, perekonomian kembali tumbuh.

Dua sektor yang (diperkirakan) paling untung di tahap ini adalah sektor pertambangan juga energi, lantaran peningkatan pertumbuhan ekonomi diharapkan akan mendorong lebih banyak permintaan akan bahan-bahan mentah.

Lalu untuk instrumen investasi, apa yang sebaiknya dilakukan di siklus ini?

  • Siap-siap untuk menjual obligasi negara yang kamu punya jika kamu memang mengincar capital gain
  • Inilah waktu terbaik untuk membeli saham

Tapi ada sedikit catatan yang perlu untuk diingat, bahwa tahap early recovery ini bukan jaminan harga saham akan terus bergerak naik. Karena sekali lagi ini merupakan tahap awal pemulihan.

Always do your own research.

Telat Merencanakan Pensiun? Ini 5 Trik untuk Boost Dana Pensiun

Fase Pertumbuhan

Di sini akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang memperhitungkan perubahan di harga konsumen. Biasanya ini menggunakan ukuran inflasi. Suatu negara dikatakan pertumbuhan ekonominya mulai naik ketika beberapa faktor ini dipenuhi.

Sumber daya alam

Ukuran real growth ini bisa dilihat dari ketersediaan sumber daya alam yang melimpah. Tentunya ketersediaan ini akan sangat menunjang pembangunan.

Suku bunga acuan semakin rendah

Suku bunga acuan yang rendah menunjukkan pemerintah lagi melakukan penetrasi landing, yang diharapkan akan meningkatkan daya konsumsi masyarakat.

Pengusaha bisa mendapat pinjaman murah

Efek dari suku bunga acuan rendah akan membuat pengusaha mendapatkan kredit dengan bunga rendah. Ini tentunya menjadi kabar gembira di berbagai sektor ya, karena para pengusaha bisa mengembangkan usahanya dengan lebih baik lagi.

Bunga KTA dan KPR mulai turun

Turunnya bunga KTA dan KPR tentunya akan berdampak pada daya beli masyarakat untuk sektor properti akan meningkat.

Konsumsi masyarakat meningkat

Sudah pasti saat ekonomi mulai naik, daya beli masyarakat akan kembali meningkat karena harga-harga mulai stabil.

Banyak masuk dana dari investor asing

Masuknya dana dari investor asing bisa menjadi stimulus yang baik bagi pertumbuhan ekonomi negara.

Apabila ada di siklus investasi ini, sebaiknya yang dilakukan :

  • Mulai cicil topup investasi berbasis saham; reksa dana saham misalnya.
  • Beli saham-saham yang sudah diincar dan dilakukan analisis yang layak
  • Kalau mau menjual properti, perhatikan pola kenaikan harganya
  • Investasi obligasi, dilihat dulu harganya apakah mengalami penurunan atau tidak, kalau iya kamu bisa beli obligasi
  • Untuk yang sudah punya deposito sebaiknya ditahan karena suku bunganya turun
4 Siklus Investasi yang Perlu Kamu Ketahui

Fase Puncak

Fase puncak ini merupakan titik tertinggi dalam siklus investasi. Ini merupakan periode yang terjadi setelah ekspansi dan sebelum kontraksi. Singkatnya, ini adalah fase titik balik setelah terjadinya ekspansi ekonomi melambat tapi sebelum bergerak menuju kontraksi.

Karakteristik dari fase ini sebagai berikut:

  • Ekonomi berada di titik terbaiknya
  • PDB riil akan mencapai titik maksimum
  • Inflasi naik dan bisa melonjak lebih lanjut apabila perekonomian beroperasi di atas output potensialnya
  • Tingkat pengangguran ada di tingkat alami
  • Umumnya, masyarakat akan mengalami kenaikan atau peningkatan aset
  • Produksi dan juga pengeluaran konsumen naik

Tindakan yang perlu dilakukan di instrumen investasi:

  • Siap-siap untuk menjual saham juga properti
  • Mulai untuk beralih ke obligasi negara
  • Mulai beli emas atau logam mulia

Tapi, ada sedikit catatan untuk fase ini, yaitu ketika harga properti yang naik gila-gilaan. Ini menjadi pertanda bahwa ekonomi memasuki fase “overheating”. Dan setelah itu biasanya ekonomi akan mengalami penurunan.

siklus investasi 1

Fase Penurunan

Fase pada siklus investasi ini ditandai dengan penurunan tajam suku bunga yang ditujukan untuk bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Inflasi pun tinggi dan efeknya membuat bank sentral menaikkan suku bunga. Lalu apa saja dampaknya?

  • Bunga kredit menjadi tinggi
  • Pinjaman jauh berkurang
  • Ekonomi menjadi melambat
  • Konsumsi menurun
  • Inflasi terkendali

Di sisi instrumen investasi apa saja efeknya?

  • Deposito bagus
  • Take profit emas
  • Investasi obligasi menarik
  • Untuk saham, di fase ini kinerjanya di posisi bearish akan mulai menunjukkan tanda-tanda rebound sehingga layak untuk kamu jadikan sebagai alternatif investasi khususnya di sektor consumer goods.

Siklus ekonomi ini sangat berpengaruh dalam kinerja instrumen investasi. Jadi, sebaiknya kamu perlu memikirkan strategi investasi terbaik yang akan diambil ketika berada di satu siklus investasi. Ini dilakukan agar bisa mengoptimalkan kinerja portofolio yang kamu miliki dan lebih memaksimalkan keuntungan di siklus investasi tertentu.

Dan selalu ingat, dalam berinvestasi gunakan ‘uang dingin’, dan selalu sadari bahwa di setiap instrumen dengan peluang return tinggi, maka kamu juga akan harus menghadapi risiko yang tinggi pula. Agar ketika terjadi kerugian, kondisi keuanganmu tidak terlalu berdampak buruk.

Nah, begitulah sedikit penjelasan mengenai siklus investasi. Semoga bermanfaat dan dapat membantumu meraih kebebasan finansial secepatnya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.