Obligasi

Berinvestasi di Sukuk Ritel 16, Berapa Keuntungannya dan di Mana Belinya?

Pemerintah kembali menawarkan obligasi negara Syariah, Sukuk Ritel (SR), bernomor seri SR016 pekan lalu, tepatnya tanggal 25 Februari 2022, dan penawaran ini akan ditutup pada 17 Maret 2022 nanti. Inilah Sukuk Ritel pertama yang ditawarkan di tahun 2022, sekaligus Surat Berharga Negara (SBN) kedua setelah ORI021 yang ditawarkan Januari 2022 lalu.

Imbal hasil yang ditawarkan oleh SR016 sebesar 4.95% per tahun. Tingkat pengembalian ini lebih besar daripada deposito yang kisaran bunganya masih berada di 3% tahun ini.

Sukuk Ritel dikelola oleh pemerintah sesuai prinsip Syariat Islam; yaitu tanpa unsur maysir, gharar, dan riba. Penerbitannya dengan menggunakan struktur akad Ijarah, atau Asset to be Leased, yang artinya dana investasi akan digunakan untuk membeli hak manfaat barang milik negara untuk disewakan pada pemerintah. Oleh pemerintah, kemudian dikelola lagi untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Hal ini pun sudah diperkuat oleh Fatwa MUI yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional.

Kamu tertarik untuk menambah portofolio investasi tahun ini? Nah, Sukuk Ritel ini bisa jadi opsi. Apa saja keuntungannya dan bagaimana cara memesannya? Apakah ada risiko yang menyertainya, dan seperti apa gambarannya jika berinvestasi pada instrumen investasi yang dijamin pemerintah ini?

Yuk, ikuti penjelasan lengkapnya dalam artikel ini sampai selesai!

Untuk Apa Diterbitkan Sukuk Ritel SR016?

Sejak 2013, Sukuk Ritel ditawarkan pada masyarakat Indonesia demi membantu pembiayaan proyek financing sukuk. Sampai dengan tahun 2020 telah tercatat 4.246 proyek di 34 provinsi telah berhasil dilaksanakan dengan biaya hingga Rp175,37 triliun.

Secara khusus, Sukuk Ritel SR016 ditawarkan dengan tujuan untuk:

  • Membiayai berbagai proyek APBN Indonesia
  • Menambah basis investor dalam negeri
  • Mendorong semakin dikenalkan pasar keuangan syariah
  • Diversifikasi alternatif instrumen yang sesuai dengan syariah untuk investor ritel
  • Mendukung stabilitas pasar keuangan

Karena itu, artinya, jika kamu ikut berinvestasi di Sukuk Ritel, maka kamu akan menjadi bagian dari pembangunan Indonesia secara umum, sekaligus berkesempatan untuk mendiversifikasi portofolio investasi kamu dan menambah penghasilan—terutama karena Sukuk Ritel SR016 menawarkan imbal hasil setiap bulannya sehingga bisa jadi opsi passive income kamu ke depannya.

Keuntungan dan Risiko

Keuntungan Investasi Sukuk Ritel

Dikutip dari website resmi Kementerian Keuangan, ada 10 keuntungan yang bisa didapatkan jika kamu berinvestasi Sukuk Ritel, yang akan jatuh tempo 10 Maret 2025 ini.

  1. Pembayaran kupon dan pokok 100% dijamin pemerintah sesuai ketentuan, dan ada Undang-Undang yang mengatur. Dengan demikian, risiko gagal bayar bisa dibilang nyaris tak ada.
  2. Tingkat pengembalian kupon lebih tinggi daripada bunga deposito yang rata-rata diberlakukan oleh bank komersial.
  3. Kupon diberikan dalam jumlah yang tetap, sesuai tingkat imbal hasil yang ditentukan, sampai saatnya jatuh tempo nanti, dan dibayarkan setiap bulan, sehingga dapat memungkinkanmu mendapatkan passive income.
  4. Pajak Sukuk Ritel ini adalah 10%. Angka ini lebih rendah daripada pajak deposito yang 20%
  5. Cara memesan mudah karena semua bisa dilakukan secara online, menerima kupon juga tinggal ditunggu saja di rekening masing-masing.
  6. Bisa dijual lagi di pasar sekunder, sehingga kamu berpeluang untuk mendapatkan capital gain jika memang bisa menjual dengan harga lebih tinggi dari harga belinya. Jika surat berharga ini sudah kamu jual ke pasar sekunder, jangan khawatir, dana modalmu tetap akan kembali di akhir periode peminjaman.
  7. Dapat diagunkan, tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku.
  8. Berkesempatan membangun negeri sesuai prinsip syariah

Risiko Investasi Sukuk Ritel

Loh, katanya dijamin pemerintah, kok masih ada risikonya? Nggak aman dong?

Well, seperti halnya instrumen investasi yang lain, risiko akan tetap selalu ada. Demikian juga, meski punya segudang keuntungan, Sukuk Ritel tetap memiliki risiko seperti pada umumnya instrumen investasi yang mesti kamu pahami. Risiko ini pun harus dikelola, agar bisa ditekan peluang munculnya sehingga keuntungan juga bisa optimal.

Apa saja risikonya?

1. Default risk

Risiko yang bisa terjadi jika pihak peminjam dana tidak bisa mengembalikan dana pinjaman kepada investor di akhir tenor. Dalam Sukuk Ritel, pemerintah memang menjamin 100% pengembalian dana yang diinvestasikan.

Pemerintah Indonesia sendiri belum pernah ada sejarahnya gagal bayar.

2. Market risk

Yaitu risiko yang terjadi kalau kamu menjual Sukuk Ritel di pasar sekunder dengan harga yang lebih rendah daripada harga beli.

Karena itu, tetap hold Sukuk Ritel sampai masa jatuh tempo tiba ya.

3. Liquidity risk

Ini adalah risiko yang terjadi ketika kamu tiba-tiba butuh dana tunai ketika Sukuk Ritel belum lagi jatuh tempo.

Untuk menghindarinya, hanya gunakan dana yang bakalan “menganggur” selama 3 tahun ke depan, agar risiko likuiditas ini bisa dihindarkan.

Cara Berinvestasi Sukuk Ritel SR016

Pemerintah telah merilis jadwal penerbitan SR016 ini sebagai berikut:

  • Launching: 25 Februari 2022
  • Masa penawaran: 25 Februari – 17 Maret 2022
  • Penetapan hasil penjualan: 21 Maret 2022
  • Setelmen: 23 Maret 2022
  • Jatuh tempo: 10 Maret 2025

Lalu, seperti apa gambarannya kalau misalnya kamu hendak berinvestasi dengan dana sejumlah Rp10.000.000 (kita pakai angka yang gampang ya, nanti kamu bisa menyesuaikannya sendiri)?

Simulasi Keuntungan Investasi Sukuk Ritel 16

Misalnya, nilai modal investasi awal Rp10.000.000.

Kupon per bulan 4.95%, artinya setiap bulan kamu akan mendapatkan imbal sebesar Rp41.250. Dengan dikurangi pajak sebesar 10%, yaitu Rp4.125, maka kamu berpotensi mendapatkan imbal per bulan sebesar Rp37.125.

Untuk tenor 3 tahun, artinya imbal total yang didapatkan adalah:

36 x Rp37.125 = Rp1.336.500

Dengan demikian, di tahun 2025 nanti, secara total nilai investasimu akan sebesar Rp11.336.500 dari modal awal Rp10.000.000.

Jika uang Rp10 juta ini kamu simpan di deposito, dengan bunga 3% per tahun, maka dalam 3 tahun kamu “hanya” akan mendapatkan nilai total investasi sebesar Rp10.810.000 saja loh!

Cara Memesan Sukuk Ritel SR016

Nah, sampai dengan tanggal 17 Maret 2022, kamu bisa memesan Sukuk Ritel di berbagai Mitra Distribusi yang sudah ditunjuk. Di mana belinya? Salah satunya di aplikasi Bibit. Caranya gimana? Gampang!

Berinvestasi di Sukuk Ritel 16, Berapa Keuntungannya dan di Mana Belinya?

1. Registrasi

Lakukan registrasi di Bibit dengan menggunakan Stockbit Sekuritas, untuk mendapatkan Single Investor Identification, kalau misalnya kamu adalah investor baru. Tinggal klik menu atau icon SBN di beranda aplikasi Bibit, dan klik “Registrasi” di halaman SBN-nya. Selanjutnya, kamu tinggal ikuti petunjuk yang sudah ada.

Kalau kamu sudah pengguna lama, tinggal hubungkan saja Stockbit Sekuritas untuk sinkronisasi RDN-nya. Jadi, nggak perlu registrasi lagi.

2. Pemesanan

Setelah registrasi berhasil, kamu sudah bisa langsung memesan Sukuk Ritel SR016-nya. Isi data pemesanan sesuai kondisi dan kamu pengin investasi berapa banyak.

3. Pembayaran

Setelah data terkirim dan sudah diverifikasi, maka kamu akan mendapatkan kode dan cara pembayaran melalui email. Ikuti petunjuknya ya. Kamu bisa melakukan pembayaran dari mobile banking, internet banking, juga bisa dari ATM atau teller.

4. Konfirmasi

Setelah selesai urusan pembayaran, kamu pun akan memperoleh Nomor Transaksi Penerimaan Negara, atau NTPN, beserta notifikasi pemesanan dan beberapa informasi lain melalui email. Baca dengan saksama, dan pahami ya.

Terus, selesai deh!

Gampang dan cepat kan? Nggak perlu pakai ribet dan belibet.

Nah, gimana? Tertarik untuk berinvestasi secara syariah dengan Sukuk Ritel seri 016? Yuk, segera download aplikasi Bibit, dan nikmati passive income yang berpeluang kamu dapatkan dengan menjadi investor obligasi syariah dari pemerintah ini!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.