Kebebasan Finansial

5 Sumber Pemasukan Rendah Risiko untuk Pensiunan Berprofil Konvensional

Memasuki usia pensiun—ketika sudah tidak bekerja lagi, kamu harus tetap memiliki sumber pemasukan. Bener nggak? Iya dong, karena pengeluaran itu bakalan tetap ada sampai kapan pun. Dan, apa lawab dari pengeluaran? Yes, pemasukan. So, mungkin kamu sudah tidak bekerja lagi, tetapi kamu tetap harus punya sumber pemasukan untuk membiayai hidupmu sehari-hari.

Di sinilah, dana pensiun mulai berperan—yang sebaiknya segera kamu bangun mulai sekarang.

Tapi, kata ‘sekarang’ ini pastinya berbeda bagi tiap orang. Ada yang bisa memulai sejak berusia 20  tahun, ada juga yang baru bisa mulai di usia 30 tahun, bahkan 40 tahun. Berbeda-beda pastinya, tapi tidak ada kata terlambat untuk memulai mengumpulkan sumber pemasukan saat usia pensiun.

Sumber pemasukan dari mana saja? Well, semua tergantung dari kamu sih mau seperti apa. Lagi-lagi semua kembali ke individunya sendiri.

Ada yang memilih untuk mendapatkan pemasukan dari aset berupa properti. Ada yang memilih dari bisnis. Nah, salah satu yang juga banyak dipilih adalah mendapatkan pemasukan dari surat-surat berharga.

Pemilihan instrumen investasi sebagai sumber pemasukan ini erat kaitannya dengan profil risiko investor. Ya, kamu sendiri.

Karenanya adalah penting, bahwa sebelum memutuskan untuk berinvestasi, kamu mesti tahu beberapa tipe profil risiko lebih dulu, dan kemudian mengenali dirimu sendiri termasuk yang mana. Dengan begitu, akan mudah bagi kamu untuk memilih jenis instrumen investasi dana pensiun kelak.

Gaji UMR dan Mau Investasi demi Masa Pensiun Sejahtera? Bisa!

Profil Risiko Investor

Konservatif/konvensional

Ini adalah tipe investor dengan profil risiko yang rendah. Ciri-ciri tipe ini adalah ingin investasi yang aman tidak ribet, memperoleh imbal hasil yang cenderung stabil dan menghindari investasi pokoknya berkurang.

Ringkasnya tipe investor konservatif atau konvensional ini lebih memilih instrumen investasi yang risiko rendah, bahkan kalau bisa nyaris nol, juga stabil.

Moderat

Investor moderat adalah tipe investor profil risiko yang sedang. Biasanya tipe ini memiliki tujuan keuangan jangka menengah, siap dengan imbal hasil yang fluktuatif tapi masih takut untuk mengambil risiko. Ya, setengah-setengah gitu.

Namun, tipe investor ini masih bisa menoleransi risiko yang terjadi dalam investasi. Tapi, untuk risiko besar, mereka sebisa mungkin menghindarinya. Makanya, tipe ini mereka cenderung berhati-hati dalam memilih instrumen investasi.

Agresif

Ini adalah tipe investor dengan profil risiko tinggi. Orang yang termasuk dalam tipe ini sangat siap apabila terjadi risiko, siap akan kondisi investasi pokok berkurang demi mendapatkan imbal hasil yang tinggi.

Tipe investor agresif ini sudah terbiasa akan fluktuasi harga pasar modal, bahkan untuk fluktuasi yang ekstrem sekalipun. Mereka tidak gentar menaruh uang di investasi yang memiliki risiko tinggi.

Melihat tiga profil investor di atas, kamu termasuk yang mana? Apabila kamu termasuk profil konservatif, ada berbagai instrumen investasi yang bisa kamu jadikan sumber pemasukan di usia pensiun kelak.

Mau Keliling Dunia Saat Pensiun? Begini Cara Merencanakannya

5 Sumber Pemasukan Rendah Risiko untuk Pensiunan Berprofil Konvensional

Investasi merupakan kegiatan menanamkan modal di berbagai aset investasi dengan harapan nilainya terus tumbuh dan kita mendapatkan imbal hasil di masa depan. Investasi itu mengandung risiko yang tidak bisa dihindari. Itulah alasan utama sebelum memilih instrumen investasi, harus mengetahui terlebih dulu kita ini tipe investor yang mana.

Memilih investasi bisa kamu jadikan sebagai sumber pemasukan sampingan sekarang ini, dan saat usia pensiun kelak. Karena ketika memasuki usia pensiun, kamu mesti menyiapkan dana yang tak sedikit juga agar bisa memenuhi berbagai kebutuhan hidup.

Investor tipe konvensional biasanya menginginkan investasi dengan risiko yang minim. Tapi, perlu diingat ya investasi yang minim risiko, imbal hasilnya kecil. Jadi jangan ngarep bisa memperoleh imbal hasil besar ya.

Setidaknya memilih investasi minim risiko adalah jalan terbaik daripada tidak melakukan investasi sama sekali. Dengan investasi rendah risiko ini, kamu bisa sambil belajar bagaimana cara kerja dari instrumen investasi.

Bagi kamu dengan tipe profil investor konvensional atau konservatif, berikut ini 8 sumber pemasukan rendah risiko yang bisa dipilih.

Emas

Sumber pemasukan rendah risiko yang pertama adalah emas. As we know ya, emas ini sudah menjadi primadona sejak dahulu kala. Mulai dari zaman orang tua kita hingga kamu milenials sekarang ini masih tetap favoritkan emas sebagai instrumen investasi.

Memang sih kesannya rada klasik, tapi emas termasuk investasi rendah risiko, relatif aman, dan tingkat likuiditas yang tinggi.

Emas bisa dipilih untuk investasi jangka panjang, apalagi untuk dijadikan sebagai sumber pemasukan di usia pensiun sangat cocok. Jadi, jangan heran kalau emas masih populer bagi investor yang ingin melakukan investasi lebih dari lima tahun.

Tapi, hati-hati ya untuk investasi emas ini. Karena banyak oknum nakal yang menawarkan emas palsu. Dan jenis emas yang memiliki nilai tinggi adalah logam mulia atau emas murni bukan perhiasan.

5 Sumber Pemasukan Rendah Risiko untuk Pensiunan Berprofil Konvensional

Properti

Seperti emas, properti merupakan jenis investasi primadona orang tua zaman dahulu hingga sekarang. Memang sih, harganya agak mahal tapi harga properti setiap tahunnya naik, seiring laju inflasi.

Salah satu keuntungan dari investasi properti adalah risiko rendah, dan kebutuhan masyarakat akan hunian terus ada setiap saat. Tetapi, kamu harus siap dengan biaya perawatan yang juga tinggi.

Beberapa jenis investasi properti yang bisa kamu lakukan antara lain indekos, sewa apartemen, tanah, sampai rumah kontrakan.

Reksa dana

Jumlah investor reksa dana meningkat pesat. Dari data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengungkapkan, bahwa jumlah dari Single Investor Identification (SID) reksa dana meningkat 300% lebih dalam rentang waktu 3 tahun. Secara year to date (ytd), investor reksa dana tumbuh kurang lebih 39% menjadi 4,4 juta SID.

Melihat angka tersebut, minat masyarakat akan reksa dana melesat, karena investasi ini dianggap rendah risiko. Di antara 4 jenisnya, reksa dana yang termasuk rendah risiko adalah reksa dana pasar uang (RDPU). Bisa dibilang begitu karena mayoritas dari dananya akan dialihkan ke surat berharga atau deposito yang jatuh tempo kurang dari satu tahun. Imbal hasilnya juga lumayan, walaupun nggak sebesar saham sih, tapi lebih besar dari deposito.

Pengeluaran Uang di Masa Pensiun Lebih Sedikit? Yakin?

Deposito

Deposito termasuk dalam sumber pemasukan rendah risiko yang cocok untuk pensiunan karena simpanan uangnya telah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), adapun nilai maksimalnya Rp 2 miliar.

Tak hanya itu, deposito juga nggak mengikuti pergerakan dari pasar, jadi ini adalah investasi yang cocok untuk profil konvensional.

Untuk bunga deposito berkisar di angka 4-7%. Sedangkan jangka waktu deposito 1-24 bulan dengan minimal setoran mulai dari Rp 1 juta sampai 100 juta.

Surat Berharga Negara

Surat Berharga Negara adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah, dengan menyasar investor ritel. Syarat belinya mudah, dan imbal yang dijanjikan cukup menarik. Ada beberapa jenis surat  berharga negara yang biasanya ditawarkan, yang pengelolaannya didasarkan pada sistem konvensional dan juga sistem syariah.

Obligasi pemerintah ini sangat cocok untuk pensiunan dengan profil konvensional. Bunga atau kupon selalu lebih besar daripada bunga deposito. Tenor antara 2 hingga 3 tahun, dan modal awal hanya Rp1 juta saja. Terjangkau banget bukan?

Karena dijamin oleh pemerintah, kamu nggak perlu khawatir akan adanya risiko gagal bayar. Jadi, ini aman banget.

Nggak ada kata telat untuk memulai mencari dan membangun sumber pemasukan rendah risiko sebagai persiapan usia pensiun nanti. Kamu bisa memilih salah satu di atas, atau mau lebih pun nggak masalah, malah lebih baik. Selain itu, kamu bisa mempersiapkannya juga melalui program dana pensiun, seperti di BPJS Ketenagakerjaan, atau bisa juga memilih Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

Jangan hanya “puas” dengan satu sumber pemasukan. Eksplor lebih banyak, agar kamu juga banyak pilihan dan stream income bisa bertambah.

So, selamat merencanakan masa depanmu, fellas!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.