Kebebasan Finansial

Perlukah Tambahan Dana Pensiun Lain Apabila Sudah Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan?

Ketika memasuki usia 55 tahun—rata-rata ya—ini berarti kita udah mesti siap melepaskan pekerjaan yang sudah digeluti bertahun-tahun. Agar kehidupan bisa terus berjalan setelahnya maka kita membutuhkan dana pensiun untuk membiayai segala kebutuhan di masa depan.

Sebagai karyawan, kita patut berterima kasih pada BPJS Ketenagakerjaan karena mewajibkan semua perusahaan untuk menjadikan karyawan sebagai pesertanya. Atau bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) ada Taspen yang harus dimiliki sebagai bekal dana pensiun nanti.

BPJS Ketenagakerjaan ini benar-benar membantu kita dalam menyiapkan dana pensiun. Iuran yang dipotong dari gaji tiap bulan ditambah dengan iuran perusahaan bisa kita nikmati kelak saat memasuki usia pensiun. Memang sih, tidak bisa diambil keseluruhan, tapi kamu bisa menikmatinya setiap bulan. Ya, hitung-hitung seperti menerima gaji lagi.

Namun yang jadi permasalahan adalah kebutuhan hidup ketika menginjak usia pensiun itu tidak sama dengan usia produktif. Ada banyak perubahan yang mesti dihadapi dan disiapkan. Tentu saja, semua terkait keuangan.

Sebut saja biaya hidup sehari-hari, ini nominalnya pasti akan berbeda di masa pensiun. Mengapa? Karena ada inflasi setiap tahun yang membuat harga bahan-bahan pokok berubah. Nasi goreng di tahun 2021 senilai Rp15.000 di restoran kaki lima, di tahun 2041 kurang lebih harganya di kisaran Rp40.000 bahkan lebih di tempat yang sama.

Nah, apakah cukup mengandalkan dana pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan? Jawabannya, tidak. Karena itu, kamu memerlukan tambahan dana pensiun untuk bisa mencukupi segala kebutuhan hidup di masa depan.

Cara Menghitung Dana Pensiun: Berapa Sebenarnya Kebutuhan Kita?

Perlukah Tambahan Dana Pensiun Sesudah Mengikuti BPJS Ketenagakerjaan?

Kaum usia produktif seringkali menyepelekan pentingnya dana pensiun. Mereka berpikir sudah ada BPJS Ketenagakerjaan, untuk apalagi menambah dana lainnya? Atau yang sering terjadi adalah merasa uangnya tidak cukup untuk dialokasikan ke pos ini.

Coba, kita lihat lagi seberapa penting sih manfaat dana pensiun ini.

  • Akan memberikan rasa aman bagi seluruh karyawan, sehingga bisa menurunkan tingkat kekhawatiran akan masa pensiun.
  • Sebagai bentuk apresiasi bagi karyawan yang telah bekerja di perusahaan.
  • Bisa meningkatkan motivasi karyawan dalam melaksanakan job desc masing-masing.
  • Citra perusahaan akan naik di mata pemerintah dan masyarakat karena mau mensejahterakan karyawan.
  • Bagi karyawan akan tetap mendapatkan penghasilan saat usia pensiun.

Jadi, sangat penting ya memang dana pensiun ini disiapkan sejak dini.

Sekarang, mari kita hitung berapa banyak sih iuran yang harus kamu bayarkan ke BPJS Ketenagakerjaan untuk program jaminan hari tua (JHT) setiap bulan? Dan berapa total yang akan kamu terima nantinya?

Apa Sih Beda Manajer Investasi dan Perusahaan Sekuritas?

Contoh kasus

Alex memiliki gaji per bulan Rp 10.000.000

Untuk BPJS Ketenagakerjaan iurannya dibagi dua:

  • 3,7% dari perusahaan
  • 2% dari gaji pribadi

Gaji Rp 10.000.000,- maka uang iuran per bulan:

  • 3,7 % x 10.000.000 = 370.000
  • 2 % x 10.000.000 = 200.000

Total yang dibayarkan ke BPJS Ketenagakerjaan untuk program jaminan hari tua (JHT) Rp570.000/bulan.

Uang yang disetorkan ini kalikan lamanya Alex bekerja, misalnya 15 tahun. Kurang lebih yang akan diterima di kisaran seratus juta.

Mari kita hitung biaya per bulan setelah saat usia pensiun.

Masih sama Alex nih. Selama ini, untuk biaya hidup per bulan, Alex menyisihkan 5 juta. Dia berencana pensiun di usia 55 tahun, maka dia memiliki waktu 30 tahun untuk menabung dana pensiun. Rata-rata usia pensiun 56 tahun, dan angka harapan hidup orang Indonesia rata-rata 70 tahun. Maka Alex memiliki 15 tahun untuk menikmati usia pensiun.

Hitungannya bagaimana? Gunakan rumus ini:

  • FV = PV x (1 + I)៷
  • FV = Future Value
  • PV = Present Value
  • I = Inflasi
  • n = Jangka waktu usia pensiun dan usia sekarang

FV = 5000000 x (1+0.5)³⁰ = 21.600.000

Jadi, biaya hidup Alex tahun ini sebesar 5 juta akan berubah saat tiga puluh tahun mendatang menjadi Rp21.600.000/bulan. Inilah biaya hidup Alex per bulan di saat pensiun nanti.

Balik lagi ke pertanyaan awal, apakah cukup dana pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan?

Jawabannya, bisa jadi tidak.

Tenang, jangan dulu panik karena ada seribu jalan menuju Roma. Begitu pula dengan mengumpulkan dana pensiun di luar BPJS Ketenagakerjaan. Kamu bisa memanfaatkan lima instrumen investasi di bawah ini untuk mendapatkannya.

Perlukah Tambahan Dana Pensiun Lain Apabila Sudah Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan?

Instrumen Investasi untuk Menambah Dana Pensiun

DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan)

Kamu bisa memilih Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) sebagai instrumen investasi.

Mengapa DPLK?

DPLK merupakan dana pensiun yang dibentuk oleh bank dan juga perusahaan asuransi. Nah, jika kamu memilih DPLK, gaji akan dipotong untuk dana pensiun ini. Tak hanya itu, DPLK memiliki persyaratan yang mudah dan proses terbilang cepat.

Ini merupakan investasi yang menguntungkan bagi kamu yang menyiapkan dana pensiun. Karena, kamu bisa menentukan sendiri besaran iuran tiap bulannya. Secara hukum juga instrumen ini sangat aman karena dipayungi UU No. 11 Tahun 1992.

Reksa dana

Ada dua jenis reksa dana yang bisa kamu pilih yaitu reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang.

Untuk reksa dana pasar uang mempunyai tingkat risiko rendah. Keunggulan lainnya, instrumen ini rata-rata terdiri atas deposito berjangka dengan periode waktu di bawah satu tahun.

Sedangkan reksa dana pendapatan tetap bisa dibilang stabil, terjaga, dan memiliki bunga yang sangat menarik. Proporsinya akan lebih banyak obligasi. Kamu bisa membeli reksa dana pendapatan tetap dengan mengunjungi perusahaan sekuritas.

Apa yang Perlu Kamu Tahu tentang Program Rencana Pensiun Perusahaan

Deposito berjangka

Pada umumnya masyarakat Indonesia tak asing lagi ya dengan instrumen yang satu ini.

Deposito mewajibkan kamu untuk menyetorkan sejumlah uang sesuai ketentuan. Don’t worry, walau terjadi fluktuasi suku bunga, nilai pokok deposito akan aman. Ini memang instrumen yang paling cocok jika misalnya kamu punya profil risiko paling konservatif.

Mengapa? Pasalnya, ada perlindungan dari pemerintah di sini lantaran deposito merupakan produk perbankan. Dengan demikian, apabila adanya kegagalan pembayaran, uang yang sudah kamu setorkan bisa tetap aman.

Instrumen ini, nantinya setiap bulan saldo dari rekening utama yang digunakan akan dipotong untuk didebet ke rekening deposito berjangka. Untuk jangka waktunya pun bervariasi, sesuaikan saja dengan kebutuhan.

Saat periode waktu habis, kamu memiliki pilihan apakah mau menarik uang atau melanjutkan jangka waktunya.

Saham

Investasi saham lagi hype di kalangan milenial akhir-akhir ini. Dan ini bisa dijadikan instrumen investasi yang tepat dalam menyiapkan dana pensiun.

Saham merupakan investasi dengan risiko cukup tinggi. Tapi, yang namanya high risk pasti ada high return. Apalagi dalam beberapa tahun belakangan ini, banyak saham yang pertumbuhannya ada di grafik hijau.

Periode setahun, saham bisa naik dua hingga tiga kali lipat. Untuk memulainya, kamu mesti punya pengetahuan mendasar dulu tentang saham agar bisa melakukan strategi yang tepat dalam membeli juga menjual.

Bicara tentang dana pensiun memang tidak ada habisnya, bener nggak? Kadang bikin mumet, tapi di satu sisi ini memang penting untuk dimiliki. Semoga penjelasan di atas bisa memberikan pandangan baru ya bagi kamu bahwa perlu juga adanya tambahan dana pensiun untuk bisa mencukupi kebutuhan di masa depan.

Yuk bisa yuk, siapin dana pensiun!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.