Kebebasan Finansial

Gimana Bisa Bebas Finansial Kalau Masih Suka Utang Konsumtif? Atasi Dulu Kebiasaanmu!

Siapa sih yang tidak ingin mencapai fase bebas finansial? Rasanya, semua orang di muka bumi ini pengin berada di fase itu. Tapi kalau masih suka utang konsumtif, bagaimana bisa kita mencapainya?

Bebas finansial adalah suatu kondisi keuangan di mana sudah bisa membiayai kebutuhan utama dan juga gaya hidup.

Untuk mencapai fase bebas finansial itu perlu waktu. Jalan yang mesti ditempuh itu berliku. Seperti artikel di Forbes, cara untuk mewujudkan bebas finansial seperti maraton, bukan sprinter. Jadi, untuk bisa berada di fase tersebut kamu akan melewati berbagai proses dan membutuhkan waktu. Waktu bagi setiap orang ini berbeda-beda tergantung cara mereka dalam mengatasi permasalahan keuangan yang dihadapi.

Para financial planner sering menyarankan agar melakukan langkah menuju bebas finansial sedini mungkin. Bisa dimulai dari usia 20 tahun. Untuk apa? Agar lebih mudah memenuhi target yang telah kamu susun.

Caranya? Dari target tersebut, kamu bisa membaginya ke beberapa tahapan kecil. Nah, dengan cara ini memudahkan kamu untuk mengelola proses panjang menuju bebas finansial menjadi lebih sederhana.

Usia Berapa Kita Bisa Bebas Finansial?

Tahapan Menuju Bebas Finansial

Tahap 0 – Ketergantungan

Tahap ini adalah ketika kamu ingin memenuhi kebutuhan masih bergantung pada orang lain.

Tenang saja, semua orang memulai dari tahap ini. Biasanya ini terjadi ketika kamu muda, di mana belum memiliki kapasitas atau kemampuan dalam menghasilkan uang. Jadi, untuk memenuhi kebutuhan, kamu akan bergantung pada orang tua.

Tahap 1 – Solvency

Di tahap ini, kamu sudah ada komitmen keuangan yang artinya kamu nggak lagi bergantung pada orang lain. Biasanya di tahap ini, kamu sudah memiliki penghasilan yang seimbang atau bisa saja lebih banyak dari pengeluaranmu.

Tahap 2 – Stabil

Di tahap ini bisa dikatakan keuanganmu sudah lebih stabil. Pendapatan yang kamu peroleh melebihi pengeluaran. Dan kamu sudah mampu membayar utang, dan menyisihkan dana untuk investasi.

Nah, di tahap ini juga kamu sudah memiliki dana darurat, jadi ketika berada di kondisi terdesak dan mesti mengeluarkan uang, ada dana untuk menalanginya.

Bebas Finansial vs Kaya: Kamu Pilih yang Mana?

Tahap 3 – Debt freedom

Di tahap ini, kamu sudah memasuki setengah jalan menuju bebas finansial. Utang sudah terbayarkan, dan memiliki dana cadangan juga investasi.

Kamu sudah menganggap uang tidak lagi sebagai alat bertahan hidup tapi membuat dirimu jauh lebih berkembang dalam kehidupan.

Mau berlibur sebulan pun tidak takut karena sudah ada dana tabungan yang akan menghidupi kamu selama kurun waktu tersebut.

Tahapan 4 – Secure

Tahap ini yang menonjol adalah nilai investasi yang dimiliki. Jika di tahap 2, kamu sudah konsisten menyisihkan uang untuk investasi maka ketika memasuki tahapan ini, kamu akan menikmatinya.

Di tahap ini, kamu sudah merasa aman, ini disebabkan oleh imbal hasil investasi bisa memenuhi kebutuhanmu seperti makanan, kebutuhan sehari-hari, sewa rumah dan transportasi.

Tahap 5 – Bebas finansial

Di sinilah tahap saat kamu sudah bebas finansial. Di tahap ini, kamu sudah tidak masalah apabila berhenti kerja karena memiliki passive income yang bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kamu sudah nyaman dengan kehidupan. Dan inilah tahap ketika kamu tidak lagi bekerja untuk uang tapi uang yang bekerja untuk kamu.

Namun, bagaimana bisa kamu mencapai tahap 5 jika masih terjerat dengan utang konsumtif?

Gimana Bisa Bebas Finansial Kalau Masih Suka Utang Konsumtif? Atasi Dulu Kebiasaanmu!

Utang Konsumtif yang Menjerat

Gaya hidup sekarang ini sudah jauh berbeda. Nongkrong di kafe kekinian, memiliki smartphone keluaran terbaru sudah melekat di masyarakat urban. Rasanya nggak gaul deh kalau tidak melakukan hal-hal tersebut.

Itu baru salah dua saja, masih banyak gaya hidup alih-alih membuat merasa bahagia tapi justru menjadi bumerang di kemudian hari. Ya, demi melakukan gaya hidup banyak orang rela melakukan utang konsumtif.

Inilah yang menghambat kamu dalam mencapai tahapan bebas finansial. Apalagi kalau kamu terus-menerus melakukan utang konsumtif dan yang mengerikan jika kamu meminjam dana ke pinjol ilegal. Duh, amit-amit!

Ciri-ciri orang yang melakukan utang konsumtif:

  • Menjadikan utang sebagai gaya hidup
  • Suka mengikuti gaya hidup orang lain
  • Tidak punya tabungan
  • Tidak punya rencana anggaran
  • Merasa harus memiliki semuanya

Apabila kamu sudah terlanjur melakukan utang konsumtif, jangan khawatir ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi kebiasaan buruk tersebut.

Arus Kas Positif sebagai Langkah Awal untuk Bebas Finansial

Tip Mengatasi Utang Konsumtif

Buatlah perencanaan keuangan

Keuangan itu mesti memiliki tujuan dan juga perencanaan. Kedua hal ini jika dilakukan maka, kamu akan terhindar dari yang namanya utang konsumtif.

Coba disusun lagi keuangan yang kamu miliki. Jika sudah terlanjur utang konsumtif, disusun lagi apa saja utangnya. Urutkan semua pinjaman dari nominal terbesar hingga terkecil.

Dengan membuat urutan seperti itu akan memudahkan kamu dalam menentukan prioritas mana yang mesti dilunasi. Sebaiknya utamakan utang dengan bunga besar agar tidak membengkak nantinya.

Hindari gaya hidup yang berlebihan

Gaya hidup yang tidak sesuai dengan dompet inilah yang membuat kita jatuh ke dalam jurang utang konsumtif. Nggak bisa dipungkiri sih media sosial juga menjadi penyumbang alasan orang pengin terlihat ‘wah’ dan berbuntut mesti ngutang demi terlihat sempurna di mata netijen.

Inilah yang membuat manajemen keuangan jadi kacau karena gaya hidup berlebihan. Normalnya untuk biaya hidup sehari-hari tidak melebihi 30% dari penghasilan sebulan.

Tapi faktanya, kita selalu gagal karena terlalu menuruti keinginan akan gaya hidup seperti belanja smartphone terbaru, hingga nongkrong di tempat mewah.

Coba ubahlah kebiasaan nongkrong ini, batasi kuantitas ketemu dengan teman-teman apalagi sekarang lagi masa pandemi. Ini waktu yang tepat untuk mengendalikan keinginan untuk ngumpul.

Biasakan memasak daripada membeli makanan di layanan delivery. Memasak itu cara terbaik untuk hidup sehat dan kantong pun ikutan sehat.

Cari penghasilan tambahan

Punya skill di berbagai bidang? Yuk, manfaatkan untuk mendapatkan penghasilan tambahan demi melunasi utang konsumtif.

Misalnya kamu punya skill fotografi, bisa dimanfaatkan dengan menawarkan jasa foto produk. Atau bisa menulis, coba ikutan jasa menulis. Ada juga cara yang mudah yaitu menjadi reseller! Modalnya hanya kuota internet saja, dan kamu akan memiliki usaha yang menghasilkan.

Setop gali lubang tutup lubang

Kebiasaan sebagian masyarakat yang justru membuat mereka menjadi depresi adalah melunasi utang dengan mengutang ke tempat lain. Duh, hindari banget melakukan hal ini ya.

Karena nantinya kamu nggak akan bisa lepas dari namanya utang. Apabila utangnya dengan bunga besar pun akan membuat kamu susah nantinya. Tak hanya kamu tapi juga keluarga.

Sebenarnya wajar saja melakukan utang konsumtif, tapi kamu harus punya manajemen keuangan yang baik. Pastikan pengeluaran tidak lebih besar dari pendapatan, ini hal standar yang perlu kamu ingat.

Dan sebaiknya, kurangi untuk melakukan utang konsumtif karena akan semakin lama juga kamu mencapai tahapan bebas finansial.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.